MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 25 Agustus 2017 16:40
Kamuflase? Dirjen Tangkapan KPK Justru Dikenal Rendah Hati dan Bersahaja

PROKAL.CO, PROKAL.CO, JAKARTA- Tetangganya heran, pedagang asongan di sekitar rumahnya geleng-geleng kepala. Itulah yang terjadi saat  pejabat eselon I Kementerian Perhubungan (Kemenhub) A Tonny Budiono ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mess Perwira Bahtera Suaka, Gunung Sahari, Jakarta Pusat . Pasalnya, Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kemenhub itu dikenal sebagai sosok yang baik, low profile dan bersahaja. Dia juga kerap menolong pedagang asongan di sekitar tempatnya tinggal.

Salah seorang tetangga Tonny di Mess Perwira, Andre (54) menuturkan, birokrat Kemenhub kelahiran Pekalongan itu merupakan pribadi yang baik dan ramah. "Kalau sore dia biasanya makan bakso di sini," kata Andre seraya menunjuk sebuah lokasi di samping musala kompleks Mess Perwira.

Bahkan, Tonny yang sejak lima bulan lalu menduda karena istrinya meninggal dunia juga sering mentraktir para tetangga lainnya. Selain itu, Tonny juga enggan menerima uang kembalian bila membayar bakso.

"Mungkin dia ada rezeki lebih kali ya, jadi begitu. Bayar Rp 100 ribu enggak mau ambil kembaliannya," sambung Andre.

Bahkan, Tonny juga pernah memberikan modal kepada seorang pedagang rokok yang bangkrut. Dia juga tak mengharap pengembalian dari pemberian uang itu.

"Jadi di depan bank situ ada pedagang rokok langganan, dia bangkrut. Terus dipanggil dan dikasih modal kalau enggak salah Rp 1,2 juta," tutur dia.

Selain itu, Tonny juga tak terlihat sebagai pejabat yang minta dilayani. Meski punya mobil dinas, pria kelahiran 13 Juli tahun 1958 justru tak gengsi naik taksi ataupun bajaj.

"Kalau dia kesiangan gitu, dia bisa naik taksi gitu, atau enggak bajaj," ucapnya.

Dalam ingatan Andre, sosok Tonny juga dikenal pintar. Bapak dua anak itu pernah mengikuti kuis Who Wants to Be a Millionaire yang sempat nge-hits beberapa tahun lalu.

Pada ajang kuis berhadiah utama Rp 1 miliar itu, Tonny terhenti pada level aman Rp 32 juta. ”Memang pintar dia orangnya,” kata Andre.

Karena itu Andre kaget ketika mendengar kabar Tonny terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Sebab, selama ini Tonny memang dikenal sebagai warga yang baik dan rendah hati.

"Enggak nyangka juga, saya terakhir ketemu dua minggu lalu. Padahal dia baik saja kok, tapi enggak tahu ya kalau di luar itu," sambung dia.

Seperti diketahui, KPK menangkap Tonny pada Rabu (23/8) malam di rumahnya. Dia diduga menerima suap dari PT Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (AGK) Adhi Putra Kurniawan terkait proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

Dalam kasus itu, Tonni diduga menerima suap hingga Rp 20,74 miliar. Sejumlah Rp 18,9 miliar dalam bentuk tunai, sedangkan Rp 1,17 miliar dalam rekening di Bank Mandiri.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengungkapkan, modus suap untuk Tonny tergolong baru. Sebab, pihak penyuap membuka rekening di bank dengan nama pihak lain.

Selanjutnya kartu ATM dari pembukaan rekening itu diserahken ke Tonny. “APK (Adhi Putra Kurniawan, red) memberi uang secara terus menerus ke dalam rekening tersebut. Sedangkan ATB (A Tonny Budiono, red) menggunakan kartu ATM itu dalam berbagai transaksi,” tutur Basaria.

Tonny pun kini menjadi tahanan KPK. Dia dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 dan Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor.(elf/jpc/ara/jpnn)


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 09:48

WASPADA YANG DI BALI..!! Gunung Agung Sebentar Lagi Meletus

DENPASAR- Gunung Agung memasuki level paling berbahaya. Ini setelah statusnya dinaikkan dari level III…

Jumat, 22 September 2017 18:32

KPK Harus Segera Tahan Setnov

Desakan agar KPK bertindak tegas terhadap tersangka kasus e-KTP Setya Novanto terus bergulir. Teranyar,…

Jumat, 22 September 2017 18:25

Isu PKI, Ini Kata Anggota MPR...

Pemberontakan Gerakan 30 September PKI (G 30 S/PKI) menurut istilah Jenderal Soeharto, atau Gerakan…

Jumat, 22 September 2017 18:20

Hoaks, Golkar Bantah Dukung Ridwal Kamil

Hoaks bikin pengurus Partai Golkar pusing. Ini terkait Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub…

Jumat, 22 September 2017 18:16

Ada Apa Ini? Ketua DPD Getel Kejaksaan Agung

Bukan cuma posisi KPK yang kini tengah "diobok-obok" DPR lewat Pansus Angket KPK, posisi Kejaksaan  Agung…

Jumat, 22 September 2017 18:13

Ditunggu, Eh... Habib Rizieq Batal Pulang Hari Ini

Digembor-gemborkan bakalan balik ke Indonesia Jumat (22/9) hari ini, Imam Besar Front Pembela Islam…

Jumat, 22 September 2017 09:11

Saham PGN Anjlok

JAKARTA - Turunnya harga saham PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk di lantai bursa berdampak pada lenyapnya…

Jumat, 22 September 2017 09:10

Harta Tak Dilaporkan Dikenakan PPh

JAKARTA – Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor pajak. Setelah…

Kamis, 21 September 2017 17:03

Nelayan Malaysia Seludupkan Sabu dan Ekstasi lewat Aceh

Sabu asal Malaysia berhasil digagalkan Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal…

Kamis, 21 September 2017 16:56

AWAS! Gerindra Yakin Eks PKI Punya Agenda Besar

Jelang 30 September, isu terkait Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali menyita perhatian publik. Nah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .