MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 25 Agustus 2017 16:26
Rp 20 M Uang Suap di Kemenhub Disembunyikan di Rumah Kumuh

PROKAL.CO, PROKAL.CO, JAKARTA- Tak kurang 33 tas yang berisi uang tunai Rp 20 miliar disita KPK saat operasi tangkap tangan pejabat teras Kemenhub. Agar tak menimbulkan kecurigaan, rupanya dalam waktu sekian lama, uang tersebut oleh tersangka yakni Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub Antonius Tonny Budiono (ATB) disembunyikan  di rumah dinasnya yang kecil dan terkesan kumuh.

Perinciannya, Rp 18,9 miliar tunai (cash) dalam beberapa pecahan mata uang ; Rupiah, USD, Poundsterling, Euro dan Ringgit Malaysia. Serta dalam bentuk nontunai di rekening Bank Mandiri sebesar Rp 1,174 miliar.

Penangkapan Tonny dilakukan di rumah dinasnya di kompleks Mess Perwira Bahtera Suaka Blok B, Jalan Gunung Sahari Raya Nomor 65 Jakarta Pusat pada Rabu malam.

Keesokan harinya (24/8) pukul 10.00 tim satuan tugas (satgas) penindakan KPK bergerak ke Rukan Puri Mutiara Blok A Nomor 16 Jalan Griya Utama Sunter Agung Jakarta Utara.

Di kantor PT Adhiguna Keruktama (AGK) itu, tim mengamankan manajer keuangan perusahaan Sugiyanto (S) dan direktur David Gunawan (DG).

Kemudian selang 4 jam, tim KPK menangkap komisaris PT AGK Adiputra Kurniawan (APK) di sebuah apartemen di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Saat bersamaan, anggota tim lain mengamankan Kepala Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi Direktorat Kepelabuhan Kemenhub Wisnoe Wihandani di kantor Ditjen Hubla.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan kelima orang itu dibawa ke gedung komisi antirasuah secara bertahap.

Setelah diperiksa secara intensif, tim penyidik melakukan gelar perkara dengan menetapkan Tonny dan komisaris PT AGK Adiputra Kurniawan sebagai tersangka dugaan suap perizinan dan pengadaan proyek pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Uang yang diamankan dari Tonny diduga untuk memuluskan PT AGK sebagai pemenang lelang proyek senilai Rp 46,702 miliar tahun anggaran 2015 tersebut.

KPK mengungkap indikasi modus baru dalam transaksi suap itu. Yakni, penyerahan uang dilakukan dalam bentuk kartu anjungan tunai mandiri (ATM). ”Ini modus yang relatif baru,” ujarnya saat konferensi pers di gedung KPK.

Rekening itu sengaja dibuka oleh pihak pemberi suap dengan menggunakan nama orang lain (fiktif). ATM yang diperoleh saat membuka rekening itu kemudian diberikan kepada Tonny.

Dengan demikian, transaksi keuangan antara pemberi dan penerima sulit terdeteksi. ”Penerima (Tonny, Red) sudah menggunakan ATM dalam berbagai transaksi,” terangnya.

Nah, uang miliaran rupiah yang ditransfer dari penyuap kemudian dikumpulkan hingga mencapai Rp 20 miliar oleh Tonny di rumah dinasnya yang berukuran kecil dan terlihat kumuh.

Hanya, hingga kemarin, Basaria menyebut belum mendapat informasi mau diberikan kepada siapa saja uang sebanyak itu. ”Masih kami dalami,” ungkapnya.

Menurut Basaria, Tonny masih belum stabil memberikan keterangan kepada penyidik KPK.

Baik soal aliran uang maupun terkait proyek pengerukan di Tanjung Emas yang disebut-sebut sebagai pekerjaan konstruksi untuk menyokong pembangunan jalur tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo itu. Begitu juga soal indikasi keterlibatan Menteri Perhubungan (Menhub) dalam suap itu.

”Dia (Tonny) belum ingat semua,” ungkapnya. KPK menjerat Tonny dengan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 dan pasal 12 B UU Pemberantasan Tipikor. Sedangkan Adiputra disangka pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor.

”Untuk kepentingan pembuktian, KPK menyegel sejumlah ruangan, di mess, ruang kerja dirjen hubla dan kantor PT AGK.”

Sementara itu, pantauan Jawa Pos, sebuah ruangan di lantai empat gedung Kemenhub ditempeli dua kertas bertulisan “DISEGEL” dengan lambang KPK diatasnya.

Kertas tersebut berada di bagian atas dan pada bagian kunci. Sejak di tempelkan pada Rabu malam (23/8) tidak ada orang yang keluar masuk ruangan tersebut.

Sempat beredar di kalangan wartawan, video penempelan kertas segel di ruangan Tonny. Dua petugas, pria dan perempuan, menempelkan kertas segel di pintu. (jpnn.com)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 11:45

WADUH..!! MK Anggap Pemilu 2019 Tidak Sah

JAKARTA- Mahkamah Konstitusi (MK) secara tegas menyatakan bahwa Putusan Nomor 53/PUU-XV/2017 MK terkait…

Rabu, 17 Januari 2018 08:55

Ketua MK Langgar Kode Etik

JAKARTA - Pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief…

Selasa, 16 Januari 2018 19:22

Wiranto Kasih Sinyal Setuju OSO Dilengserkan

Meski Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menyatakan internal partai baik saja, tapi semangat…

Selasa, 16 Januari 2018 19:11

Kabar Makan Kepala Ikan Berbahaya Diklaim Hoax

Kepala adalah bagian ikan yang kerap diincar konsumen penyuka ikan. Tapi belakangan banyak beredar disinformasi…

Selasa, 16 Januari 2018 19:06

12 Korban Runtuhan BEI Sudah Boleh Pulang

Runtuhnya selasar satu di tower dua gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) masih meninggalkan sejumlah…

Selasa, 16 Januari 2018 18:58

Lagi-lagi Menteri Asman Bikin Honorer K2 Kecewa

Lagi-lagi ratusan honorer kategori dua (K2) dan pegawai tidak tetap harus kembali menelan pil kekecewaan.…

Selasa, 16 Januari 2018 18:54

Habis Ketemu Wiranto, OSO Ancam Main Pecat

Digoyang oleh beberapa DPD, Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang menyatakan…

Selasa, 16 Januari 2018 08:22

Pasar Saham Tetap Aman

JAKARTA - Bagian selasar tower 2 gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk kemarin (15/1) sekitar…

Selasa, 16 Januari 2018 08:17

Gugatan HTI Masih Berproses

JAKARTA – Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto mengklarifikasi perihal gugatan…

Minggu, 14 Januari 2018 15:02

Istri Gerebek Suami, Dipukuli sampai Mati

Ini peringatan buat suami yang suka selingkuh. Seorang pria warga Pekanbaru, Riau, inisial AN, 62, tewas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .