MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 25 Agustus 2017 09:40
First Travel Tilap Uang Agen Rp 5 Miliar
Tiga tersangka kasus First Travel.

PROKAL.CO, JAKARTA – Mabes Polri mendalami keterlibatan pihak lain di luar tiga tersangka dalam kasus First Travel (FT). Penyidik kemarin (24/8) memeriksa Manajer Divisi FT Agus Junaedi sebagai saksi kasus penipuan bermodus penghimpunan dana umrah.

Kanit V Subdit V Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim AKBP M. Rivai Arvan membenarkan bahwa ada pemeriksaan Agus. “Pemeriksaan seputar berbagai kegiatan perusahaan tersebut,” jelasnya ditemui di lobi Bareskrim kemarin.

Saat ini penyidik ingin memiliki gambaran penuh soal struktur organisasi FT selain Dirutnya Andika Surachman dan Direktur Anniesa Hasibuan, serta Komisaris Kiki Hasibuan alias Siti Nuraidah. “Pasti, kami menyusun siapa saja petinggi First Travel, kita lihat strukturnya,” paparnya.

Penyidik akan mendeteksi sebenarnya berapa jumlah direktur dan jumlah komisaris perusahaan yang diduga merugikan 58 ribu orang tersebut. “Teknis penyidikan itu ke sana,” ungkapnya.

Dia mengatakan, peran dari setiap petinggi FT juga akan dilihat. Bila Kiki yang berposisi sebagai komisaris merangkap manajer keuangan saja dijadikan tersangka, tentu petinggi FT lain peluangnya terbuka. “Ya, kita lihat nanti,” paparnya.

Sementara itu, penelusuran aset Andika, Anniesa, dan Kiki yang diduga berasal dari uang jamaah, begitu rumit. Sebab, ketiga tersangka itu bersikap tidak kooperatif dengan terus menutupi informasi seputar aset-asetnya.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak mengatakan, ketiganya bungkam soal aset mereka. Para tersangka baru mengaku saat penyidik mendapatkan data aset dari sumber lainnya. “Saat kami mengetahui ada satu aset nih, lalu kami tanya ke mereka, baru dijawab. Tapi, kalau tanya asetnya dimana saja ya hanya itu jawaban mereka,” terangnya.

Dengan kondisi semacam itu, maka ada beberapa cara untuk bisa mengungkap semua teka-teki kemana dana tersebut. Pertama, mendeteksi melalui sistem perbankan dengan kewenangan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK). Kedua barulah mengerahkan semua sumber daya, baik penyidik bahkan jamaah korban FT. “Kalau mengetahui asetnya, silahkan lapor,” jelasnya.

Bila ada pihak yang tidak melapor kendati menguasai aset FT, maka bisa jadi dijerat pidana karena menadah barang atau aset yang diduga hasil tindak pidana pencucian uang. “Jangan sampai malah terjerat,” paparnya.

Di bagian lain, ternyata tidak hanya jamaah dan rekanan yang menjadi korban tipu daya dari FT. Sekitar 2.000 agen FT juga ditipu luar dalam, sudah diminta mengurusi jamaah, agen juga dimintai uang. “Agen memang harus membayar uang untuk mendaftar,” terang seorang agen FT berinisial DH.

Setiap agen ini diwajibkan membayar Rp 2,5 juta untuk bisa secara resmi menjadi agen. Bayarannya berupa komisi Rp 200 ribu untuk setiap jamaah yang dibayarkan setelah jamaah pulang dari umrahnya. “Jumlah agen saja 2 ribu orang,” tuturnya.

Masalahnya, sebagian besar agen ini ternyata tidak dibayar komisinya. Penyebabnya karena jamaah umrah yang belum berangkat. Namun, banyak juga agen yang walau jamaahnya telah berangkat, komisinya juga tidak dibayarkan.

Dengan uang pendaftaran dari sekitar 2.000 agen, maka bila ditotal uang yang ditipu dari agen bisa mencapai Rp 5 miliar. “Itu jumlahnya seharusnya juga diperhitungkan sebagai bagian dari penipuan yang dilakukan First Travel. (idr/wan/agm/jpnn/rom/k18)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 18:37

Generasi Muda Golkar: Lupa Ingatan, Skenario Setnov Berikutnya

Kecelakaan tunggal yang mengakibatkan tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto harus dirawat serius di…

Jumat, 17 November 2017 18:31

Dikawal KPK Setnov Pindah ke RSCM

Demi mendapatkan pelayanan yang lebih maksimal, dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo…

Jumat, 17 November 2017 18:28

What??? Benjol di Kepala Setya Novanto Sebesar Bakpao

Setelah mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik, kecelakaan yang dialami Ketua DPR Setya Novanto…

Kamis, 16 November 2017 09:27

Koran Tidak akan Mati

SURABAYA – Sejak lama, koran diramalkan akan mati karena gempuran media online. Tapi kenyataannya,…

Kamis, 16 November 2017 09:25

Heboh Donor Sperma di Kampus UI

JAKARTA – Kabar menghebohkan muncul di tengah persiapan penyelenggaraan Symposium and Workshop…

Rabu, 15 November 2017 17:57

Saingi Jokowi? Fachri: Bisa Buktikan Korupsi e-KTP Dapat Hadiah Sepeda

Kuis atau pertanyaan berhadiah sepeda lagi tren. Bukan hanya Presiden Joko Widodo yang bisa, Wakil Ketua DPR…

Rabu, 15 November 2017 17:50

Agar Adil, Panglima TNI Berikutnya Idealnya dari AU

Meski menjadi hak prerogatif presiden, Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  Tubagus…

Rabu, 15 November 2017 17:37

Wapres JK: Setnov Jangan Mengada-ada untuk Hindari KPK

Langkah-langkah hukum akrobatik dari Ketua DPR Setya Novanto terus mengundang sorotan. Termasuk oleh…

Rabu, 15 November 2017 17:28

Elite Golkar Jangan Lindungi Novanto

Demi kepentingan Partai Golkar sendiri, elite partai ini diminta jangan melindungi ketua umumnya yang…

Rabu, 15 November 2017 17:23

Panggil Setnov, KPK Tak Perlu Izin Presiden

Ketua Umum Golkar terus mengulur-ulur waktu saat dipanggil KPK. Termasuk mengemukakan dalil KPK perlu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .