MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 25 Agustus 2017 09:40
First Travel Tilap Uang Agen Rp 5 Miliar
Tiga tersangka kasus First Travel.

PROKAL.CO, JAKARTA – Mabes Polri mendalami keterlibatan pihak lain di luar tiga tersangka dalam kasus First Travel (FT). Penyidik kemarin (24/8) memeriksa Manajer Divisi FT Agus Junaedi sebagai saksi kasus penipuan bermodus penghimpunan dana umrah.

Kanit V Subdit V Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim AKBP M. Rivai Arvan membenarkan bahwa ada pemeriksaan Agus. “Pemeriksaan seputar berbagai kegiatan perusahaan tersebut,” jelasnya ditemui di lobi Bareskrim kemarin.

Saat ini penyidik ingin memiliki gambaran penuh soal struktur organisasi FT selain Dirutnya Andika Surachman dan Direktur Anniesa Hasibuan, serta Komisaris Kiki Hasibuan alias Siti Nuraidah. “Pasti, kami menyusun siapa saja petinggi First Travel, kita lihat strukturnya,” paparnya.

Penyidik akan mendeteksi sebenarnya berapa jumlah direktur dan jumlah komisaris perusahaan yang diduga merugikan 58 ribu orang tersebut. “Teknis penyidikan itu ke sana,” ungkapnya.

Dia mengatakan, peran dari setiap petinggi FT juga akan dilihat. Bila Kiki yang berposisi sebagai komisaris merangkap manajer keuangan saja dijadikan tersangka, tentu petinggi FT lain peluangnya terbuka. “Ya, kita lihat nanti,” paparnya.

Sementara itu, penelusuran aset Andika, Anniesa, dan Kiki yang diduga berasal dari uang jamaah, begitu rumit. Sebab, ketiga tersangka itu bersikap tidak kooperatif dengan terus menutupi informasi seputar aset-asetnya.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak mengatakan, ketiganya bungkam soal aset mereka. Para tersangka baru mengaku saat penyidik mendapatkan data aset dari sumber lainnya. “Saat kami mengetahui ada satu aset nih, lalu kami tanya ke mereka, baru dijawab. Tapi, kalau tanya asetnya dimana saja ya hanya itu jawaban mereka,” terangnya.

Dengan kondisi semacam itu, maka ada beberapa cara untuk bisa mengungkap semua teka-teki kemana dana tersebut. Pertama, mendeteksi melalui sistem perbankan dengan kewenangan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK). Kedua barulah mengerahkan semua sumber daya, baik penyidik bahkan jamaah korban FT. “Kalau mengetahui asetnya, silahkan lapor,” jelasnya.

Bila ada pihak yang tidak melapor kendati menguasai aset FT, maka bisa jadi dijerat pidana karena menadah barang atau aset yang diduga hasil tindak pidana pencucian uang. “Jangan sampai malah terjerat,” paparnya.

Di bagian lain, ternyata tidak hanya jamaah dan rekanan yang menjadi korban tipu daya dari FT. Sekitar 2.000 agen FT juga ditipu luar dalam, sudah diminta mengurusi jamaah, agen juga dimintai uang. “Agen memang harus membayar uang untuk mendaftar,” terang seorang agen FT berinisial DH.

Setiap agen ini diwajibkan membayar Rp 2,5 juta untuk bisa secara resmi menjadi agen. Bayarannya berupa komisi Rp 200 ribu untuk setiap jamaah yang dibayarkan setelah jamaah pulang dari umrahnya. “Jumlah agen saja 2 ribu orang,” tuturnya.

Masalahnya, sebagian besar agen ini ternyata tidak dibayar komisinya. Penyebabnya karena jamaah umrah yang belum berangkat. Namun, banyak juga agen yang walau jamaahnya telah berangkat, komisinya juga tidak dibayarkan.

Dengan uang pendaftaran dari sekitar 2.000 agen, maka bila ditotal uang yang ditipu dari agen bisa mencapai Rp 5 miliar. “Itu jumlahnya seharusnya juga diperhitungkan sebagai bagian dari penipuan yang dilakukan First Travel. (idr/wan/agm/jpnn/rom/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 09:48

WASPADA YANG DI BALI..!! Gunung Agung Sebentar Lagi Meletus

DENPASAR- Gunung Agung memasuki level paling berbahaya. Ini setelah statusnya dinaikkan dari level III…

Jumat, 22 September 2017 18:32

KPK Harus Segera Tahan Setnov

Desakan agar KPK bertindak tegas terhadap tersangka kasus e-KTP Setya Novanto terus bergulir. Teranyar,…

Jumat, 22 September 2017 18:25

Isu PKI, Ini Kata Anggota MPR...

Pemberontakan Gerakan 30 September PKI (G 30 S/PKI) menurut istilah Jenderal Soeharto, atau Gerakan…

Jumat, 22 September 2017 18:20

Hoaks, Golkar Bantah Dukung Ridwal Kamil

Hoaks bikin pengurus Partai Golkar pusing. Ini terkait Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub…

Jumat, 22 September 2017 18:16

Ada Apa Ini? Ketua DPD Getel Kejaksaan Agung

Bukan cuma posisi KPK yang kini tengah "diobok-obok" DPR lewat Pansus Angket KPK, posisi Kejaksaan  Agung…

Jumat, 22 September 2017 18:13

Ditunggu, Eh... Habib Rizieq Batal Pulang Hari Ini

Digembor-gemborkan bakalan balik ke Indonesia Jumat (22/9) hari ini, Imam Besar Front Pembela Islam…

Jumat, 22 September 2017 09:11

Saham PGN Anjlok

JAKARTA - Turunnya harga saham PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk di lantai bursa berdampak pada lenyapnya…

Jumat, 22 September 2017 09:10

Harta Tak Dilaporkan Dikenakan PPh

JAKARTA – Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor pajak. Setelah…

Kamis, 21 September 2017 17:03

Nelayan Malaysia Seludupkan Sabu dan Ekstasi lewat Aceh

Sabu asal Malaysia berhasil digagalkan Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal…

Kamis, 21 September 2017 16:56

AWAS! Gerindra Yakin Eks PKI Punya Agenda Besar

Jelang 30 September, isu terkait Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali menyita perhatian publik. Nah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .