MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 21 Agustus 2017 10:22
Proyek MYC Terancam Lepas Target

Evaluasi Kinerja Pemprov, DPRD Bakal Bentuk Pansus

Rusmadi

PROKAL.CO, SAMARINDA - Keberadaan infrastruktur yang memadai memiliki andil terhadap pertumbuhan ekonomi. Tapi sayang, ketika pertumbuhan ekonomi Kaltim melambat. Juga berbanding lurus dengan progres proyek multiyears contract (MYC).

Sinyal rapor merah bagi pasangan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur Kaltim Mukmin Faisyal saat berakhir masa jabatan pada 2018 semakin kentara. Proyek MYC tidak selesai tepat waktu. Selain diadang waktu yang kian mepet, ancaman tersebut juga dipengaruhi kemampuan anggaran yang semakin terbatas.

Anggota Pansus LKPj Pemprov Kaltim 2016 Gunawarman memaparkan, sejumlah proyek MYC bakal lepas target. Itu berkaca dari progresnya hingga saat ini. Seperti, progres fisik dan keuangan pembangunan Jembatan Mahakam IV. Bentang tengahnya masih jauh dari target fisik, yakni minus 15,59 persen per laporan Juni.

Kemudian, progres fisik dan keuangan jalan pendekat Jembatan Mahakam IV sisi Samarinda Seberang. Target rencana 35,61 persen, realisasi hanya 29,64 persen. Artinya ada deviasi minus 5,97 persen per 21 Juli 2017.

Beruntung progres fisik dan keuangan jalan pendekat Jembatan Mahakam IV sisi Samarinda Kota, dari target rencana 23,83 persen, realisasinya mencapai 44,62 persen. Ada deviasi plus 20,78 persen. Namun, masih diperlukan pendalaman permasalahan lain yang masih belum tergali.

“Melihat progresnya yang jauh dari harapan, kami minta dibentuk pansus kinerja dan anggaran MYC. Itu penting untuk menindaklanjuti hasil temuan pansus LKPj sebelumnya,” tutur politikus dari Partai Keadilan Sejahtera itu.

Alasan lain pembentukan pansus dia sebut mendesak, karena proyek MYC lain juga menunjukkan progres yang mengecewakan. Salah satu yang sangat jauh dari target, yakni progres fisik dan keuangan pembangunan jalan tol Samarinda-Balikpapan.

Pembangunan di segmen lima ada lima seksi. Dari lima seksi setidaknya ada tiga seksi yang progresnya masih di bawah target, yakni minus 6-8 persen per 3 Juli 2017. Mempertimbangkan sisa waktu penyelesaian pekerjaan yang tinggal sekitar satu tahun. Maka segmen lima harus mendapatkan perhatian khusus. Itu karena pengerjaan stabilisasi tanah memerlukan waktu settlement untuk pekerjaan badan jalan. Walaupun perbaikan tanahnya menggunakan prefabricated vertical drain (PVD).

“Targetnya 2018, tapi menurut kami mustahil selesai. Makanya rekomendasi dalam pansus juga meminta RPJMD diubah, khususnya terkait target,” tuturnya.

Pelbagai masalah memang mengadang proyek ambisius Awang Faroek pada periode kedua kepemimpinannya. Sebut saja Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring. Penyelesaian dan pengoperasionalnya sudah beberapa kali tertunda.

Teranyar, progres fisik pembangunan BSB kembali terkendala akibat penurunan runway pada posisi STA 2.100 yang menyebabkan rencana target 85,12 persen hanya bisa dicapai 82,16 persen. Atas kejadian tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 40 miliar.

 “Pansus LKPj setuju ada tambahan. Tapi dengan syarat, pemprov membuat pernyataan sanggup menyelesaikan pembangunan BSB 100 persen pada akhir 2017. Dan dapat dioperasikan pada awal 2018,” katanya.

Selain itu, sebut dia, masih banyak temuan pansus di mana pemprov membayar keuangan di bawah progres fisik yang telah dicapai oleh kontraktor. Sehingga ada tambahan tanggungan keuangan untuk memenuhi progres fisik yang dicapai. “Rekomendasi dari pansus itu sudah bisa jadi tolok ukur bisa selesai atau tidak (MYC),” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Kaltim Rusmadi membantah, daya serap anggaran di Kaltim masuk kategori rendah. Menurutnya, penyerapan anggaran sudah maksimal. Bahkan posisi Kaltim berada di atas rata-rata daya serap nasional. Belanja daerah sudah 43 persen. Kaltim menduduki peringkat ketiga berdasarkan pemeringkatan tim evaluasi penyerapan anggaran dari pemerintah pusat.

“Bahkan hingga Agustus ini realisasi Kaltim sudah 53 persen. Jika dibandingkan tahun lalu dengan posisi yang sama lebih tinggi 7 persen,” beber Rusmadi ditemui saat pawai pembangunan di Samarinda, Sabtu (19/8).

Meski sudah menduduki penyerapan maksimal hingga delapan bulan anggaran, dia menyebut pihaknya tidak berbangga diri. Pemprov tetap fokus memaksimalkan anggaran untuk pembangunan. Akhir tahun, pemprov menetapkan target minimal hingga sebesar 96 persen.

“Meski tidak 100 persen, bukan berarti ada kegiatan yang tak terlaksana. Fisik tetap harus 100 persen, tapi dalam hal anggaran dilakukan efisiensi,” sebut mantan kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kaltim itu.

Ia tak menampik memasuki tahun terakhir rencana program jangka menengah (RPJM) 2013-2018, pemprov fokus dalam mengerjakan proyek prioritas dalam hal pembangunan. Pelbagai proyek infrastruktur digeber. Targetnya harus selesai 2018. Mulai bandara, jembatan, jalan tol, hingga kawasan ekonomi khusus. Itu dilakukan semata-mata sebagai upaya dalam mempercepat transformasi ekonomi agar tidak lagi bergantung dengan minyak dan gas (migas) maupun batu bara.

Proyek infrastruktur yang dikerjakan dengan skema MYC tersebut, lanjut dia, bakal tepat waktu. Karena anggarannya sudah dialokasikan dalam APBD. Keperluan proyek MYC di Kaltim sisa Rp 1,5 triliun.

Sementara dalam APBD-P 2017 sudah dialokasikan tambahan sebesar Rp 100 miliar. Sehingga tahun depan beban anggaran MYC tinggal Rp 1,4 triliun. “MYC tidak ada cara lain, harus selesai. Sesuai target yang sudah disepakati. Kan anggarannya sudah dikunci,” pungkasnya.

Sebelumnya, angin segar mulai berembus pada kondisi perekonomian Kaltim. Meski tumbuh positif, pemulihan ekonomi masih terasa amat lambat. Bila dikaji lebih dalam, tertahannya realisasi belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga, jadi salah satu faktor penghambat.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kaltim Midden Sihombing lewat Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II DJPB Kaltim Muhammad Yusuf menjelaskan itu. Kata dia, belanja pemerintah daerah pada triwulan II 2017 masih rendah. Jadi, pertumbuhan ekonomi Kaltim ikut tertahan.

Dia mengatakan, belanja pemerintah dari APBN maupun APBD sejatinya hanya berpengaruh 8–10 persen dalam pertumbuhan ekonomi. Namun, efek domino yang dihasilkan amat besar.

Yusuf menerangkan, tingginya serapan realisasi belanja pemerintah bisa menstimulan arus investasi. Apalagi, lanjut dia, bila dibarengi dengan kebijakan yang diperlukan para investor. Roda perekonomian akan berjalan lancar. “Investasi masuk, tenaga kerja terserap, lalu memperbaiki taraf hidup masyarakat. Konsumsi rumah tangga pasti akan meningkat,” kata dia.

Dia menyampaikan, pada triwulan I 2017, persentase belanja tercatat lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Sekalipun, secara nominal realisasinya lebih besar. Adapun belanja Pemprov Kaltim per akhir Juli 2017 sebesar 46,24 persen. Artinya dari total APBD Kaltim sebesar Rp 8,09 triliun, yang sudah terserap Rp 3,74 triliun. Ini di atas serapan APBN sebesar 30 persen.

Sementara perekonomian Benua Etam masih berbanding lurus dengan target investasi. Hingga semester II, sudah sekitar 47,01 persen yang terealisasi. Pemprov Kaltim yakin, hingga akhir tahun target tercapai.

Data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim menunjukkan realisasi investasi 2017 ditarget sebesar Rp 34,97 triliun. Dengan perincian, sebanyak Rp 12,24 triliun untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan Rp 22,73 triliun untuk penanaman modal asing (PMA).

Secara kumulatif, realisasi investasi semester I 2017 sebesar Rp 16,43 triliun. Angka itu sebesar 47,01 persen dari total target investasi tahun ini. Hingga Juni lalu, tercatat sudah terdapat 437 paket proyek PMA maupun PMDN. Dengan total tenaga kerja Indonesia maupun asing mencapai 6.549 orang. (*/him/rom/k15)


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 09:00

Delapan Anak Tangga ke Museum Jadi Tempat Mengenang

Sebulan jelang peringatan dua tahun teror truk di Nice, Prancis, tidak tampak pengamanan berlebihan…

Kamis, 24 Mei 2018 14:00
Tiga Tahun Minim Perawatan, Sana Sini Stadion Palaran Rusak

YA ALLAH..!! Lihatlah Kondisi Stadion Utama Palaran, Dulu Disayang, Kini “Dibuang”

SAMARINDA -  Pemprov Kaltim begitu menggebu-gebu membangun Stadion Utama Palaran, Samarinda, saat…

Kamis, 24 Mei 2018 13:10

Anggaran Menyusut, Banjir Berlarut-larut

SAMARINDA – Pemkot Samarinda dinilai tak serius mencegah banjir. Program yang dijalankan tidak…

Kamis, 24 Mei 2018 13:00

Saksi Rita Tegaskan Keberadaan Tim 11

JAKARTA – Keberadaan tim khusus yang terlibat langsung dalam roda pemerintahan Bupati Kutai Kartanegara…

Kamis, 24 Mei 2018 08:46

No Tibo No Party

SAMARINDA - Paceklik kemenangan Borneo FC di enam laga akhirnya pecah di Stadion Segiri, semalam (23/5).…

Kamis, 24 Mei 2018 08:22
Dede Sumarna, Polisi Gamer dan Youtuber Samarinda Peraih Silver Play Button

Pernah DO dari Kampus, Kini Dilirik Perusahaan Teknologi Taiwan

Yang menjerat ke liang penyesalan ternyata bisa membawa ke gerbang kebanggaan. Bergantung kebijaksanaan…

Rabu, 23 Mei 2018 16:00

KEJADIAN LAGI DI KALTARA..!! Nakhoda Ngantuk, Lima Tewas

TARAKAN –Transportasi laut dan sungai di Kalimantan Utara (Kaltara) masih akrab dengan kecelakaan.…

Rabu, 23 Mei 2018 12:23

Arsenal Hindari Spekulasi

LONDON – Chief Executive Arsenal Ivan Gazidis tidak mau mempertaruhkan nama besar klubnya kepada…

Rabu, 23 Mei 2018 11:48

Naik Bus Ini ke Bandara APT Pranoto, Gratis Satu Bulan

SAMARINDA – Besok (24/5), Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda bakal mulai…

Rabu, 23 Mei 2018 09:21

Magis Kampung Pesohor Kutai

Julukan Kota Raja yang tersemat kepada Tenggarong bukan sekadar julukan. Banyak pesohor terlahir di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .