MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 21 Agustus 2017 10:22
Proyek MYC Terancam Lepas Target

Evaluasi Kinerja Pemprov, DPRD Bakal Bentuk Pansus

Rusmadi

PROKAL.CO, SAMARINDA - Keberadaan infrastruktur yang memadai memiliki andil terhadap pertumbuhan ekonomi. Tapi sayang, ketika pertumbuhan ekonomi Kaltim melambat. Juga berbanding lurus dengan progres proyek multiyears contract (MYC).

Sinyal rapor merah bagi pasangan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur Kaltim Mukmin Faisyal saat berakhir masa jabatan pada 2018 semakin kentara. Proyek MYC tidak selesai tepat waktu. Selain diadang waktu yang kian mepet, ancaman tersebut juga dipengaruhi kemampuan anggaran yang semakin terbatas.

Anggota Pansus LKPj Pemprov Kaltim 2016 Gunawarman memaparkan, sejumlah proyek MYC bakal lepas target. Itu berkaca dari progresnya hingga saat ini. Seperti, progres fisik dan keuangan pembangunan Jembatan Mahakam IV. Bentang tengahnya masih jauh dari target fisik, yakni minus 15,59 persen per laporan Juni.

Kemudian, progres fisik dan keuangan jalan pendekat Jembatan Mahakam IV sisi Samarinda Seberang. Target rencana 35,61 persen, realisasi hanya 29,64 persen. Artinya ada deviasi minus 5,97 persen per 21 Juli 2017.

Beruntung progres fisik dan keuangan jalan pendekat Jembatan Mahakam IV sisi Samarinda Kota, dari target rencana 23,83 persen, realisasinya mencapai 44,62 persen. Ada deviasi plus 20,78 persen. Namun, masih diperlukan pendalaman permasalahan lain yang masih belum tergali.

“Melihat progresnya yang jauh dari harapan, kami minta dibentuk pansus kinerja dan anggaran MYC. Itu penting untuk menindaklanjuti hasil temuan pansus LKPj sebelumnya,” tutur politikus dari Partai Keadilan Sejahtera itu.

Alasan lain pembentukan pansus dia sebut mendesak, karena proyek MYC lain juga menunjukkan progres yang mengecewakan. Salah satu yang sangat jauh dari target, yakni progres fisik dan keuangan pembangunan jalan tol Samarinda-Balikpapan.

Pembangunan di segmen lima ada lima seksi. Dari lima seksi setidaknya ada tiga seksi yang progresnya masih di bawah target, yakni minus 6-8 persen per 3 Juli 2017. Mempertimbangkan sisa waktu penyelesaian pekerjaan yang tinggal sekitar satu tahun. Maka segmen lima harus mendapatkan perhatian khusus. Itu karena pengerjaan stabilisasi tanah memerlukan waktu settlement untuk pekerjaan badan jalan. Walaupun perbaikan tanahnya menggunakan prefabricated vertical drain (PVD).

“Targetnya 2018, tapi menurut kami mustahil selesai. Makanya rekomendasi dalam pansus juga meminta RPJMD diubah, khususnya terkait target,” tuturnya.

Pelbagai masalah memang mengadang proyek ambisius Awang Faroek pada periode kedua kepemimpinannya. Sebut saja Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring. Penyelesaian dan pengoperasionalnya sudah beberapa kali tertunda.

Teranyar, progres fisik pembangunan BSB kembali terkendala akibat penurunan runway pada posisi STA 2.100 yang menyebabkan rencana target 85,12 persen hanya bisa dicapai 82,16 persen. Atas kejadian tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 40 miliar.

 “Pansus LKPj setuju ada tambahan. Tapi dengan syarat, pemprov membuat pernyataan sanggup menyelesaikan pembangunan BSB 100 persen pada akhir 2017. Dan dapat dioperasikan pada awal 2018,” katanya.

Selain itu, sebut dia, masih banyak temuan pansus di mana pemprov membayar keuangan di bawah progres fisik yang telah dicapai oleh kontraktor. Sehingga ada tambahan tanggungan keuangan untuk memenuhi progres fisik yang dicapai. “Rekomendasi dari pansus itu sudah bisa jadi tolok ukur bisa selesai atau tidak (MYC),” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Kaltim Rusmadi membantah, daya serap anggaran di Kaltim masuk kategori rendah. Menurutnya, penyerapan anggaran sudah maksimal. Bahkan posisi Kaltim berada di atas rata-rata daya serap nasional. Belanja daerah sudah 43 persen. Kaltim menduduki peringkat ketiga berdasarkan pemeringkatan tim evaluasi penyerapan anggaran dari pemerintah pusat.

“Bahkan hingga Agustus ini realisasi Kaltim sudah 53 persen. Jika dibandingkan tahun lalu dengan posisi yang sama lebih tinggi 7 persen,” beber Rusmadi ditemui saat pawai pembangunan di Samarinda, Sabtu (19/8).

Meski sudah menduduki penyerapan maksimal hingga delapan bulan anggaran, dia menyebut pihaknya tidak berbangga diri. Pemprov tetap fokus memaksimalkan anggaran untuk pembangunan. Akhir tahun, pemprov menetapkan target minimal hingga sebesar 96 persen.

“Meski tidak 100 persen, bukan berarti ada kegiatan yang tak terlaksana. Fisik tetap harus 100 persen, tapi dalam hal anggaran dilakukan efisiensi,” sebut mantan kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kaltim itu.

Ia tak menampik memasuki tahun terakhir rencana program jangka menengah (RPJM) 2013-2018, pemprov fokus dalam mengerjakan proyek prioritas dalam hal pembangunan. Pelbagai proyek infrastruktur digeber. Targetnya harus selesai 2018. Mulai bandara, jembatan, jalan tol, hingga kawasan ekonomi khusus. Itu dilakukan semata-mata sebagai upaya dalam mempercepat transformasi ekonomi agar tidak lagi bergantung dengan minyak dan gas (migas) maupun batu bara.

Proyek infrastruktur yang dikerjakan dengan skema MYC tersebut, lanjut dia, bakal tepat waktu. Karena anggarannya sudah dialokasikan dalam APBD. Keperluan proyek MYC di Kaltim sisa Rp 1,5 triliun.

Sementara dalam APBD-P 2017 sudah dialokasikan tambahan sebesar Rp 100 miliar. Sehingga tahun depan beban anggaran MYC tinggal Rp 1,4 triliun. “MYC tidak ada cara lain, harus selesai. Sesuai target yang sudah disepakati. Kan anggarannya sudah dikunci,” pungkasnya.

Sebelumnya, angin segar mulai berembus pada kondisi perekonomian Kaltim. Meski tumbuh positif, pemulihan ekonomi masih terasa amat lambat. Bila dikaji lebih dalam, tertahannya realisasi belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga, jadi salah satu faktor penghambat.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kaltim Midden Sihombing lewat Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II DJPB Kaltim Muhammad Yusuf menjelaskan itu. Kata dia, belanja pemerintah daerah pada triwulan II 2017 masih rendah. Jadi, pertumbuhan ekonomi Kaltim ikut tertahan.

Dia mengatakan, belanja pemerintah dari APBN maupun APBD sejatinya hanya berpengaruh 8–10 persen dalam pertumbuhan ekonomi. Namun, efek domino yang dihasilkan amat besar.

Yusuf menerangkan, tingginya serapan realisasi belanja pemerintah bisa menstimulan arus investasi. Apalagi, lanjut dia, bila dibarengi dengan kebijakan yang diperlukan para investor. Roda perekonomian akan berjalan lancar. “Investasi masuk, tenaga kerja terserap, lalu memperbaiki taraf hidup masyarakat. Konsumsi rumah tangga pasti akan meningkat,” kata dia.

Dia menyampaikan, pada triwulan I 2017, persentase belanja tercatat lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Sekalipun, secara nominal realisasinya lebih besar. Adapun belanja Pemprov Kaltim per akhir Juli 2017 sebesar 46,24 persen. Artinya dari total APBD Kaltim sebesar Rp 8,09 triliun, yang sudah terserap Rp 3,74 triliun. Ini di atas serapan APBN sebesar 30 persen.

Sementara perekonomian Benua Etam masih berbanding lurus dengan target investasi. Hingga semester II, sudah sekitar 47,01 persen yang terealisasi. Pemprov Kaltim yakin, hingga akhir tahun target tercapai.

Data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim menunjukkan realisasi investasi 2017 ditarget sebesar Rp 34,97 triliun. Dengan perincian, sebanyak Rp 12,24 triliun untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan Rp 22,73 triliun untuk penanaman modal asing (PMA).

Secara kumulatif, realisasi investasi semester I 2017 sebesar Rp 16,43 triliun. Angka itu sebesar 47,01 persen dari total target investasi tahun ini. Hingga Juni lalu, tercatat sudah terdapat 437 paket proyek PMA maupun PMDN. Dengan total tenaga kerja Indonesia maupun asing mencapai 6.549 orang. (*/him/rom/k15)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 12:52
BREAKING NEWS

Wagub Kaltim Tutup Usia, Begini Testimoni Rita Widyasari

SAMARINDA- Berpulangnya Wakil Gubernur Kaltim, H Mukmin Faisyal HP menyisakan duka bagi keluarga. Tokoh-tokoh…

Jumat, 22 September 2017 09:41

Asa Jauhi Zona Merah

BALIKPAPAN – Asa Persiba Balikpapan untuk tetap bertahan di Liga 1 2017 terus terjaga. Secara…

Jumat, 22 September 2017 09:34

Sudah Bikin 18 Ribu Karya, Raih Rekor Muri

Dua pantun spontan ala Irwan Prayitno sempat mengocok perut Presiden RI Joko Widodo ketika berlebaran…

Kamis, 21 September 2017 12:40

AKHIRNYA..!! Wagub Lepas dari Koma

JAKARTA – Kabar positif datang dari ruang perawatan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Mukmin Faisyal.…

Kamis, 21 September 2017 12:30

YESS...!! Bergairah setelah Negatif Dua Tahun

SAMARINDA – Tren Ekonomi Kaltim negatif dua tahun terakhir. Pada 2015 minus 1,21 persen. Membaik…

Kamis, 21 September 2017 10:13

RASAKAN..!! Bos Produsen PCC Ditangkap

JAKARTA – Kasus peredaran pil PCC (paracetamol, cafein dan carisoprodol) memasuki babak akhir.…

Kamis, 21 September 2017 09:43

Pembuat Hoax Mencatut Ustaz

JUMLAH umat Islam yang sangat besar di Indonesia menjadi sasaran empuk para produsen hoax. Mereka tidak…

Kamis, 21 September 2017 09:41

Ditangani para Murid, Tolak Ahli dari Jerman dan Australia

Salah satu tokoh penting dalam sejarah operasi jantung di Indonesia adalah Prof Dr Med Puruhito, dr,…

Kamis, 21 September 2017 09:37

Istri Stroke, Suami Kepincut Perempuan Lain

ROMANSA cinta Bedu dan Karin masih hangat terasa hingga tahun keempat pernikahan. Hampir saban hari…

Rabu, 20 September 2017 10:35

SANGAT TAK DISIPLIN..!! 640 Menit, 6.931 Pelanggar di Jalan

BERKENDARA di jalan raya tak boleh sembarangan. Keselamatan wajib diutamakan. Di Kaltim, kesadaran berlalu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .