MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Sabtu, 12 Agustus 2017 09:38
BNN Deteksi Kemungkinan Kebun Lain

Dari Pengungkapan Kepemilikan 14 Pohon Ganja

TANAMAN TERLARANG: BNN Kaltim menyita belasan batang pohon ganja dari tangan Sandi Padli di kawasan Loa Kulu, Kukar pada Kamis (10/8) siang.

PROKAL.CO, class="m3940705229031875075gmail-msonormal">SAMARINDA – Alih-alih dapat keuntungan melimpah, menanam ganja hanya berbuah perkara. Hal itu kini dirasakan Sandi Padli, pemilik kebun ganja mini di kediamannya, kawasan Loa Kulu, Kukar. Dia mengakui tidak mendapat keuntungan menggiurkan dari aktivitas menanam 14 batang ganja di rumahnya.

Malah, kini dia harus merasakan pahitnya menginap di ruang tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim sejak Kamis (10/8) lalu. Selain Sandi, ada rekannya, Terry Asherry, yang tersangkut kasus tersebut dan terancam lama di penjara juga.

Selama ditahan, mereka berdua sudah menjalani beberapa kali pemeriksaan. Kabid Pemberantasan BNN Kaltim AKBP Halomoan Tampubolon menerangkan, selambat-lambatnya, status tersangka ditetapkan, enam hari sejak ditangkap. “Itu sudah masuk dalam kategori extraordinary crime (kejahatan luar biasa),” ungkap Tampubolon.

Sehingga, butuh waktu cukup lama untuk bisa mengorek informasi dari mereka. Syukur-syukur bisa mendapat keterangan seputar jaringan narkoba lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Seputar pengungkapan kasus kebun ganja, perwira polisi berpangkat melati dua itu menuturkan, penyelidikan kasus itu tak mudah. Segala upaya dilakukan untuk bisa membongkar bisnis haram. “Diduga masih ada yang lain,” ungkap Tampubolon.

Pihaknya belum bisa mengorek keterangan seputar asal ganja tersebut. Namun, mereka memastikan penggalian keterangan bisa segera dilaksanakan. Sebab, jika tidak, bakal mengganggu penyelidikan oleh tim khusus BNN Kaltim.

Lanjut dia, kasus yang menyeret Sandi tak sama dengan Fidellis Arie Sudewarto, pelaku kepemilikan 39 batang ganja yang diringkus BNN Sanggau, Kalimantan Barat. Sebab, dalam perkara Sandi, ganja berusia enam bulan itu dibudidayakan untuk dijual ke sejumlah orang. Beberapa pelanggan diketahui adalah anggota komunitas motor di Balikpapan.

Dia pun tidak menampik kemungkinan adanya kebun lain. Untuk itu, pihaknya masih menggencarkan penyelidikan. Namun, dia belum bersedia membeberkan hal tersebut. “Ada saja,” ucap dia sembari tersenyum.

Sementara itu, petugas mereka di Balikpapan ada yang mengungkap kasus penyalahgunaan ganja. Hanya, belum bisa dipastikan keterkaitan kasus tersebut dengan perkara yang menjerat Sandi.

Menurut pengakuan Sandi, narkoba yang masuk dalam golongan satu itu didapat dari seseorang. “Dia (Terry) bantu jualkan,” sebut Sandi. Ditanya lebih jauh, Sandi memilih bungkam dan menyebut sudah menjelaskan semuanya kepada petugas BNN.

Ganja sebanyak 14 batang itu dia letakkan di depan dan samping rumah. Awalnya, ketika ditanya warga sekitar, dia sempat berkilah bahwa tanaman itu adalah bunga. Pria yang kesehariannya sebagai anggota event organizer (EO) di Balikpapan itu menjelaskan, sudah lama menyalahgunakan ganja. (*/dra/ndy/k11)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 10:09

Kegiatan Bakal Dikurangi Lagi

SAMARINDA – Keuangan sulit benar-benar membuat pemerintah harus berhemat. Tak cukup meniadakan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 10:07

Kejar-kejaran Pembahasan Anggaran

FINALISASI rancanganAPBD Perubahan 2017 dalam waktu dekat mengisyaratkan TAPD tengah diburu waktu. Sebab,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 10:05

Pengendara Diarahkan ke Jalur Lingkar

SAMARINDA – Pagi hingga siang hari ini, pastikan Anda tidak melintasi kawasan pusat kota. Pasalnya,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 10:04

Rutin Razia,Angka Kecelakaan Diklaim Turun Drastis

SAMARINDA – Peristiwa kecelakaan terus menjadi sorotan kepolisian. Sebab, tidak sedikit kejadian…

Sabtu, 19 Agustus 2017 10:01

Aksi Sindikat Curanmor Dibongkar

SAMARINDA – Kerja keras kepolisian membongkar praktik pencurian kendaraan bermotor (curanmor)…

Sabtu, 19 Agustus 2017 09:58

Payung Hukum,Saja Perlu Tahunan.

SAMARINDA – Jalan pembentukan perusahaan daerah (PD) pasar masih terlalu panjang. Terdapat beberapa…

Sabtu, 19 Agustus 2017 09:56

Wisata Alam Belum Tergarap Optimal

SAMARINDA – Pariwisata Kota Tepian terus digenjot. Sektor tersebut diyakini jadi salah satu solusi.…

Sabtu, 19 Agustus 2017 09:54

Anggaran Sulit, Akreditasi Terhambat

MASIH banyak sekolah yang belum terakreditasi di Samarinda. Padahal, akreditasi berguna untuk menentukan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 09:53

HIV Tak Gampang Menular

BERINTERAKSI dengan para pengidap HIV/AIDS sedianya bukan hal tabu. Namun, imbas minimnya wawasan, banyak…

Sabtu, 19 Agustus 2017 09:51

Upacara sambil Bagi Door Prize

ADA yang berbeda di Masjid Jami Ar Rasyidin Jalan Jakarta, Loa Bakung, Kamis (17/8) pagi. Warga sekitar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .