MANAGED BY:
RABU
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Kamis, 10 Agustus 2017 08:58
Kini, Hilda Lebih Sehat, Tidur Nyenyak dan Tidak Pelupa Lagi

Intip Pengobatan Stroke Pertama Kali di Luar Pulau Jawa

PASIEN PERTAMA: Hilda Handayani (tengah) setelah menjalani coilingendovascular di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Selama masa pemulihan, dia dalam pengawasan dr Arie Ibrahim (kanan). (NOVITA//KP)

PROKAL.CO, Coiling endovascular merupakan metode pengobatan aneurisma untuk mencegah stroke. Sebelumnya, metode terfamilier di Pulau Jawa. Tapi kini, sudah bisa ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.

NOVITA INDRIANI, Samarinda

KEKUATAN Hilda Handayani melemah saat kepalanya didera sakit luar biasa. Tak kuat menahan sakit, perempuan 46 tahun itu pun pingsan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Setelah melakukan rangkaian pemeriksaan, diketahui, dia mengalami aneurisma. Jika aneurisma terjadi di otak dan pecah, bisa menyebabkan stroke.

Menurut dr Arie Ibrahim SpBS (K), aneurisma disebabkan dinding pembuluh darah yang melemah. Membuat pembuluh darah membengkak, seperti bentuk balon. Jika dibiarkan, pembuluh darah bisa pecah dan menyebabkan stroke. Gejala yang dirasakan pasien salah satunya adalah sakit kepala hebat, yang tidak pernah dirasakan seumur hidup.

“Untuk mencegah pecahnya pembuluh darah atau mengobati aneurisma bisa dengan dua cara. Yaitu dengan open method atau operasi dengan cara membuka bagian tengkorak kepala, kemudian kelainan pembuluh darahnya di-cliping untuk menghentikan aliran darah yang masuk ke area benjolan atau balon,” ucapnya.

Sedangkan yang kedua bisa dengan endovascular coiling. Cara kedua ini masih terbilang baru di Indonesia, dan hanya dilakukan di Pulau Jawa. “Tapi sekarang sudah bisa dikerjakan di RSUD AWS untuk pertama kalinya,” imbuhnya. Arie menjelaskan, coiling endovascular merupakan prosedur memblok aliran darah ke dalam aneurisma. Dengan cara memasukkan coil (kawat) yang terbuat dari bare platinum.

Bahan tersebut lebih lembut, mudah dibentuk, dan dapat menyatu dengan trombus atau darah. Untuk melakukan coiling endovascular, pasien dalam keadaan setengah sadar supaya pasien tenang. Kemudian, menggunakan alat cath lab, dokter memasukkan kateter ke dalam arteri femoralis di daerah pangkal paha, hingga mencapai daerah aneurisma.

“Setelah itu dimasukkan lagi kateter yang lebih kecil melalui kateter sebelumnya untuk memasukkan coil ke daerah aneurisma. Kedua metode pengobatan aneurisma ini memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Kalau dengan open method, karena buka otak pasti ada risiko operasi,” jelasnya. Sedangkan dengan coiling, walaupun tanpa buka otak, tetap ada risiko membuat pembuluh darah pecah saat kawat dimasukkan. “Kalau pecah pasti terjadi perdarahan dan harus segera dioperasi, makanya pasien perlu dibius,” tutur Arie.

Untuk melakukan coiling endovascular tersebut, tim bedah saraf RSUD AWS disupervisi tim endovascular dari Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya, yaitu dr Nur Setiawan Suroto SpBS. Namun ke depannya, mandiri dengan tim bedah saraf di Samarinda. Yaitu dr Arie Ibrahim SpBS (K) dan dr Grace Sianturi SpBS. Arie mengatakan, setelah menjalani coiling endovascular, saat ini kondisi pasien sudah lebih baik. Hilda pun mengaku merasa lebih sehat, tidur lebih nyenyak, dan tidak pelupa lagi.

“Tapi setelah di-coiling pasien tetap perlu mengontrol kesehatannya ke dokter. Menjaga makanan yang dikonsumsi, tidak boleh beraktivitas berat, olahraga ringan, tidak dianjurkan mengejan terlalu keras saat buang air besar. Pokoknya semua harus dijaga dengan benar,” pungkasnya. Metode coiling endovascular memang baru pertama kali dilakukan di RSUD AWS. Arie mengatakan, sama seperti pengobatan jantung, coiling endovascular pastinya juga akan di-cover Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Ditambahkan oleh direktur RSUD AWS dr Rachim Dinata Marsidi, untuk coiling endovascular menggunakan alat cath lab. Saat ini, RSUD AWS memiliki dua cath lab yang tak hanya digunakan untuk jantung, tapi juga bedah saraf dan bedah toraks kardiovaskular. (riz/k8)


BACA JUGA

Jumat, 13 Oktober 2017 08:06

Kalau Sudah Jatuh Cinta, Mau Bagaimana Lagi

Di tengah gempuran musik digital, lahir komunitas pelestari. Fokus mereka agar sape dikenal dan semakin…

Kamis, 12 Oktober 2017 08:26

Ketika Air Laut Kelewat Dipercaya Memupus Haus

Kekuasaan itu seperti air laut. Makin diminum, makin bikin haus. Haus dan air laut yang luput kendali…

Rabu, 11 Oktober 2017 08:23

Perokok Makin Muda, Berhenti Cukup dengan Teknik Pernapasan

Lebih dari sepertiga atau 36,3 persen penduduk Indonesia saat ini menjadi perokok. Bahkan, 20 persen…

Selasa, 10 Oktober 2017 08:16

Pesona Itu Bernama Lettu Burai Enggang

Dalam HUT ke-40 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2017, busana khas Dayak menyihir pengunjung. BUSANA…

Senin, 09 Oktober 2017 08:23

Baru Empat Bulan, Tak Punya Pembina, Bersiap Penghijauan Massal

Sudah saatnya yang muda menularkan semangat menjaga keasrian lingkungan. Seperti yang dilakukan sekelompok…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:20

Kaltim Lakukan 2.000 Aksi dari 1.300 Zetizen

Ada ribuan zetizen di Kaltim yang mengunggah aksi positif ke www.zetizen.com. Dari ribuan orang itu,…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:10

Terkesan Kota yang Dinamis dengan Warganya yang Sadar Hukum

BALIKPAPAN  –  AKBP Jeffri Dian Juniarta yang kurang lebih dua tahun menjabat kapolres…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:04

FM2S Sigap Informasikan Kebakaran

Menggunakan Fire Man Monitoring System (FM2S), petugas maupun masyarakat dapat mengirimkan informasi…

Sabtu, 07 Oktober 2017 00:08

Susun Skema Kembangkan UMKM di Balikpapan

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Minyak bisa dibilang hanya segelintir saja yang…

Jumat, 06 Oktober 2017 07:52

Tak Sedikit Korban Perundungan Akhirnya Bunuh Diri

Bicara soal kekerasan, sering kali perempuan dan anak menjadi korban. Baik verbal maupun nonverbal.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .