MANAGED BY:
SELASA
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Rabu, 09 Agustus 2017 08:38
Sisihkan 300 Kompetitor dalam Tujuh Menit

Muchtar Nashir, Mahasiswa D-3 Teknik Elektronika Jawara Qari Tilawah Nasional

TAK SEKADAR KULIAH: Selain sibuk dengan rutinitas sebagai mahasiswa, Muchtar juga bertugas di Balikpapan Islamic Center (BIC). (dok.pribadi untuk kaltim post)

PROKAL.CO, Satu lagi pemuda berprestasi dari Kota Minyak, Muchtar Nashir namanya. Hampir setiap tahun, pria berusia 21 tahun ini aktif dalam kompetisi musabaqah tilawati qur’an (MTQ). Teranyar, dia mencatatkan nama sebagai salah satu pemenang ajang MTQ Mahasiswa Nasional (MTQMN) XV di Malang, Jawa Timur.

DINA ANGELINA, Balikpapan

MEWAKILI kontingen Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), Muchtar berjuang dalam kompetisi MTQMN XV sejak 29 Juli – 3 Agustus lalu. Mahasiswa D-3 Teknik Elektronika ini sudah menjadi langganan peserta kejuaraan tilawah Quran. Berpartisipasi dalam perlombaan MTQ merupakan rutinitas wajib yang dilakukannya setiap tahun.

Khusus untuk MTQMN, Muchtar kali pertama menyicipi kompetisi ini 2015 silam. Ketika itu, Universitas Indonesia (UI) menjadi tuan rumah ajang tilawah level nasional yang digelar setiap dua tahun tersebut. Awalnya, bungsu dari dua bersaudara itu diajak oleh pihak kampus untuk mewakili Poltekba. "Waktu itu, saya cari pengalaman dulu agar tahu gambaran kompetisi. Alhamdulillah tahun ini dapat lagi kesempatan ikut MTQMN. Saya merasa lebih siap dan berani mencoba," ucap Juara I MTQ Tingkat Provinsi Kaltim 2012 lalu.

Muchtar bercerita, total peserta MTQMN XV mencapai 3 ribu orang. Mereka berasal dari seluruh Tanah Air dan terbagi dalam 13 cabang lomba. Alumnus SMA 5 Balikpapan ini berpartisipasi dalam kategori qari tilawah Alquran menghadapi sebanyak 300 orang kompetitor. Dalam ajang yang berlangsung di Universitas Brawijaya Malang itu, dia harus melewati dua tahapan seleksi.

Pertama, babak penyisihan yang berjalan selama empat hari. Di mana, Muchtar mendapat kesempatan tampil di hari pertama. Dalam babak awal ini, dirinya tampil sekitar 5-7 menit. Tepatnya membawakan surah Fatir Ayat 12. Pembacaan surah itu sesuai makro atau undian. Sementara dia tampil, juri pun tidak diketahui dan melakukan penilaian secara tersembunyi.

Setelah seluruh peserta tampil hingga empat hari berlalu, juri langsung melakukan seleksi. Kemudian mengumumkan peserta yang lolos dalam tahapan final. Totalnya ada 12 besar yang terbagi dari enam besar putra dan enam besar putri. Muchtar mengaku kaget sekaligus senang karena berhasil menembus tahapan final ajang nasional. "Rasanya campur aduk. Kaget, senang, dan bingung juga karena tidak ada persiapan matang untuk final. Saya tidak menyangka bisa lolos. Pengumumannya sekitar jam 10 malam, saat itu saya kelelahan dan tertidur. Waktu bangun kaget ada nama saya di daftar peserta yang lolos," kenangnya.

Setelah itu, Muchtar bergegas mengumpulkan pilihan surah untuk makro final dengan batas waktu sebelum pukul 07.00 WIB. Hanya tersisa hitungan jam bagi dirinya untuk mempersiapkan penampilan di tahapan final. Akhirnya dengan persiapan seadanya, Muchtar tetap berusaha tampil terbaik dengan hafalan surah Al-Baqarah.

“Ada tiga indikator penilaian dalam lomba yaitu lagu atau nada, tajwid, dan kefasihan dalam membaca quran. Kesulitan sih tidak ada, tapi tetap manusiawi ‘kan kalau merasa grogi. Walau sering ikut kompetisi, tetap ada rasa gugup apalagi ini level nasional,” ungkapnya. Perjuangannya ke Kota Apel tidak sia-sia. Muchtar mampu menggondol gelar Juara Harapan III dalam kategori qari tilawah quran. Dia mengaku, kompetitor tersulit yakni Juara I berasal dari Universitas Muhammadiyah Jogjakarta dan Juara III dari Universitas Brawijaya Malang.

DARI KELAS 1 SD

Jauh sebelum kompetisi MTQMN, sesungguhnya Muchtar sudah terbiasa mengikuti ajang perlombaan tilawah sejak dini. Tepatnya kali pertama saat duduk di bangku kelas 1 SD. Bahkan dia berhasil menembus babak kompetisi hingga provinsi. Pecinta olahraga futsal ini sudah menekuni dunia tilawah dari usia 5 tahun. Semua berawal dari dorongan orangtua. Baik ayah, ibu, dan kakaknya sudah pernah menjadi jawara dalam MTQ nasional.

“Bapak mengajarkan dasar-dasarnya dan ibu yang memberitahu soal mujawadd yang baik dan benar. Dulu saya juga agak mucil (nakal) masih kecil, waktu lomba pertama saya baru mengaji Alquran hingga Juzz 2. Setelah itu, baru saya belajar tilawah sampai sekarang. Hampir setiap tahun kalau ada kesempatan saya ikut lomba,” bebernya. Putra dari pasangan Alias dan Zubaidah ini menyebutkan, kompetisi yang cukup berkesan yakni ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2012.

Berlokasi di Nusa Tenggara Barat (NTB), Muchtar berhasil meraih Juara 5 di cabang qari tilawah. Pria berkacamata ini mengungkapkan, tak ada waktu dan persiapan khusus saat melewati kompetisi. Sebab, setiap hari dia sudah terbiasa mengasah kemampuan tilawah. “Sengaja harus setiap hari saya luangkan waktu baca quran, biar terbiasa terus menerus dan semakin hafal. Tidak bisa vakum sehari karena bakal terasa beda dan suara seperti kaku tidak lunak. Biasanya sehari sekali atau dua kali baca, misalnya setelah salat magrib, isya, atau subuh,” tuturnya.

Selain sibuk dengan rutinitas sebagai mahasiswa, sehari-harinya Muchtar juga bertugas di Balikpapan Islamic Center (BIC). Tepatnya setiap malam dari magrib hingga pukul 22.00 Wita. Saat itu, dia meluangkan waktu sembari membuka dan melafalkan ayat-ayat suci Alquran. Selain berlatih sendiri, sang ibu sampai sekarang pun masih selalu mengajarkan, mendoakan, dan mendukung putra kesayangannya tersebut.

Tak hanya itu, Muchtar juga berbagi ilmu dengan kawan-kawannya yang bergabung dalam unit kegiatan mahasiswa (UKM) Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Poltekba. Aktivitas ini sudah dia geluti sejak masih menjadi mahasiswa baru. Beberapa orang pernah dia bimbing. Setiap kali pertemuan bisa 10-15 orang, mulai dari yang terbata-bata hingga akhirnya mereka bisa menghafal Alquran.

Kini, Muchtar sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi MTQ Nasional di Medan 2018 mendatang. Menurutnya, kompetisi ini jauh lebih sulit karena skala peserta umum. Jumlah peserta akan jauh lebih banyak dan terbagi dalam kategori anak, remaja, dan dewasa. Muchtar sendiri masuk kategori remaja karena batas usia kategori tersebut yakni 25 tahun. Dia pernah berkompetisi MTQ Nasional 2016 dan masuk 10 besar.

Tercatat sebagai mahasiswa semester akhir, Muchtar juga sedang menunggu proses wisudanya. Setelah lulus, dia akan fokus mencari kerja. Kemudian, dia bersama imam besar BIC berniat membangun sebuah lembaga tahfidz dan tilawah. “Semoga bisa membantu orang-orang agar bisa membaca Alquran dengan baik. Sekaligus punya kemampuan tilawah serta hafal Alquran,” harapnya. (riz/k18)


BACA JUGA

Selasa, 10 Oktober 2017 08:16

Pesona Itu Bernama Lettu Burai Enggang

Dalam HUT ke-40 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2017, busana khas Dayak menyihir pengunjung. BUSANA…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:04

FM2S Sigap Informasikan Kebakaran

Menggunakan Fire Man Monitoring System (FM2S), petugas maupun masyarakat dapat mengirimkan informasi…

Sabtu, 07 Oktober 2017 00:08

Susun Skema Kembangkan UMKM di Balikpapan

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Minyak bisa dibilang hanya segelintir saja yang…

Jumat, 06 Oktober 2017 07:52

Tak Sedikit Korban Perundungan Akhirnya Bunuh Diri

Bicara soal kekerasan, sering kali perempuan dan anak menjadi korban. Baik verbal maupun nonverbal.…

Kamis, 05 Oktober 2017 08:34

Tanpa Sadar Perundungan kepada Anak Bisa Dilakukan Orangtua

Belakangan, kasus bullying atau perundungan ramai dibicarakan. Kebanyakan terjadi di sekolah. Namun,…

Rabu, 04 Oktober 2017 08:27

Cegah Salah Pergaulan, Wajib Jadi “Google” untuk Buah Hati

Anak selalu ingin tahu dan mencoba hal baru. Namun, tak sedikit orangtua bersikap abai. Malah menganggap…

Selasa, 03 Oktober 2017 08:31
Kisah Psikolog Kota Tepian tentang Gangguan Psikologis: Meyritha Trifina Sari (5)

Awalnya Mau Jadi Ekonom

Banyak masalah psikologis berawal dari hal-hal kecil. Dianggap remeh dan sepele. Namun akhirnya semakin…

Senin, 02 Oktober 2017 08:34

Tiap Anak Unik, Orangtua Tak Boleh Mengingkari

Harta paling berharga bagi orangtua adalah buah hati. Meski demikian, sebagian dari mereka menerapkan…

Sabtu, 30 September 2017 07:45

Pembakaran Berlangsung Sejam, Abu Dilarungkan ke Laut

Maut bisa datang kapan saja dan di mana saja. Tanpa peduli apakah manusia itu siap atau tidak menghadapinya.…

Sabtu, 30 September 2017 06:32

Menantang Badai dan Jalur Bubur demi Memancar Sinyal

Komunikasi digital tak hanya jadi kebutuhan masyarakat perkotaan. Di titik batas antarprovinsi pun,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .