MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Selasa, 08 Agustus 2017 09:29
Mag Akut Intai Generasi Instan

Sebabkan Usus Bolong, Jamu dan Obat Herbal Pemicu

PROKAL.CO, Polamakan menentukan kondisi tubuh. Kematian dokter sekaligus pembawa acara kesehatan Ryan Thamrin beberapa hari lalu mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, korban diketahui memiliki tubuh bugar. Usut punya usut, penyebab kematiannya adalah mag.

PENYAKIT ini tentu bukan hal baru lagi bagi masyarakat. Penyakit yang jika kumat, membuat perut terasa perih dan seperti ditusuk-tusuk. Meski banyak yang menderita penyakit ini, mag dianggap tidak mematikan. Daftarnya pun tidak masuk dalam 20 penyakit tidak menular terbanyak mematikan hasil rilis Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim.

Spesialis penyakit dalam dokter Astried Indrasari menjelaskan, penderita mag akan menghadapi kematian apabila terjadi perforasi usus. “Kalau mag berat banget bisa sampai perforasi usus. Bolong ususnya dan perdarahan aktif sekali,” terangnya kepada Kaltim Post, kemarin (7/8).

Jadi, lanjut dia, pada dasarnya organ pencernaan berongga bisa menjadi berlubang. Akibat proses perdarahan aktif tersebut, mengakibatkan korban kekurangan darah akut. Kemudian, diikuti turun tensi, muntah darah, dan buang air besar darah. Jika ditemukan kondisi seperti ini, penanganan cepat mutlak dilakukan. Keluarga harus tanggap memberikan pertolongan.

“Bila tidak cepat diatasi bisa meninggal dunia. Waktunya cepat. Kalau perdarahan enggak bisa diatasi, terus shock, jadi cepat meninggal dunia,” imbuhnya. Durasi mulai dari timbul gejala hingga kematian disebut dokter Astried bervariasi. Bergantung dengan tingkat keparahan. Mulai dari hitungan jam hingga hari.

Adapun penyebab perdarahan usus seperti ini disebutnya beragam. Dia menyebut, kalau sakit perut akibat makan tak teratur, biasanya tak menyebabkan usus bocor. Justru yang paling berisiko menyebabkan perforasi usus tersebut adalah mengonsumsi jamu maupun obat herbal sembarangan.

Astried menjelaskan, pada dasarnya perforasi bisa saja terjadi akibat makan tidak teratur. Jadi, karena makan tidak teratur asam lambung naik. Karena terus-menerus terpapar asam lambung dalam waktu lama, mengakibatkan ada luka di lambung. Waktu demi waktu berlalu, jika tak ditangani, luka ini makin parah dan jadi bolong.

Namun, kasus karena makan tak teratur ini tidak banyak. “Lebih sering karena konsumsi herbal atau obat-obatan tertentu misalnya obat penahan nyeri,” ungkap dokter berjilbab tersebut. Oleh karena itu, selain mengatur pola makan, masyarakat diharapkan bisa mengatur asupan obatnya. Jangan mudah tergiur dengan label herbal, tanpa tahu dosis mengonsumsi dan komposisi sebenarnya. Selain itu, selalu mengikuti anjuran konsumsi obat dari dokter. Jika disuruh minum setelah makan, maka harus minum obatnya setelah makan. (*/nyc/riz/k15)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 09:25

Vonis Tumpul para Koruptor

Korupsi serupa sampar yang tak kunjung memberi waras. Efek jera dari putusan peradilan nyatanya tak…

Senin, 11 Desember 2017 09:22

Alat Bukti Belum Bisa Membawa Keyakinan

RASUAH tak mungkin berdiri sendiri. Namun, tak sedikit kasus yang bergulir ke meja hijau hanya menyajikan…

Senin, 11 Desember 2017 08:35

Berebut Rekomendasi Jelang Pendaftaran

Konstelasi politik jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Penajam Paser Utara (PPU) 2018 mulai menghangat.…

Kamis, 07 Desember 2017 07:33

Masih Ada yang Tinggal di Lereng Gunung

TANA PASER – Lokasi Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT 05, Desa Kerang Dayu, Kecamatan…

Kamis, 07 Desember 2017 07:31

Masuk Radar Kejaksaan

TANA PASER – Proyek pembangunan rumah untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT…

Kamis, 07 Desember 2017 07:30

Kades: Warga Sudah Huni Rumah Adat

PROTES warga terhadap kondisi rumah dari proyek Kementerian Sosial (Kemensos) untuk pemberdayaan Komunitas…

Rabu, 06 Desember 2017 07:45

Nasib Kesultanan Paser di Zaman Sekarang

Sejarah panjang Kerajaan Paser telah berakhir 1906 silam. Setelah Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…

Rabu, 06 Desember 2017 07:39

Ini Riwayat Sultan Terakhir Kerajaan Paser

KEPEMIMPINAN sultan terakhir (kesebelas) jatuh pada masa pemerintahan Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…

Kamis, 30 November 2017 07:40

Fokus Infrastruktur Dasar

Defisit anggaran pemerintah daerah belum berakhir. Ini membuat pejabat Pemkab Kutai Timur (Kutim) adu…

Kamis, 30 November 2017 07:38

Mahyunadi: Perhatikan Utang

LEGISLATOR mendukung program Pemkab di APBD Kutim 2018. Tapi, penyelenggara anggaran diwanti-wanti agar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .