MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Selasa, 08 Agustus 2017 09:29
Mag Akut Intai Generasi Instan

Sebabkan Usus Bolong, Jamu dan Obat Herbal Pemicu

PROKAL.CO, Polamakan menentukan kondisi tubuh. Kematian dokter sekaligus pembawa acara kesehatan Ryan Thamrin beberapa hari lalu mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, korban diketahui memiliki tubuh bugar. Usut punya usut, penyebab kematiannya adalah mag.

PENYAKIT ini tentu bukan hal baru lagi bagi masyarakat. Penyakit yang jika kumat, membuat perut terasa perih dan seperti ditusuk-tusuk. Meski banyak yang menderita penyakit ini, mag dianggap tidak mematikan. Daftarnya pun tidak masuk dalam 20 penyakit tidak menular terbanyak mematikan hasil rilis Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim.

Spesialis penyakit dalam dokter Astried Indrasari menjelaskan, penderita mag akan menghadapi kematian apabila terjadi perforasi usus. “Kalau mag berat banget bisa sampai perforasi usus. Bolong ususnya dan perdarahan aktif sekali,” terangnya kepada Kaltim Post, kemarin (7/8).

Jadi, lanjut dia, pada dasarnya organ pencernaan berongga bisa menjadi berlubang. Akibat proses perdarahan aktif tersebut, mengakibatkan korban kekurangan darah akut. Kemudian, diikuti turun tensi, muntah darah, dan buang air besar darah. Jika ditemukan kondisi seperti ini, penanganan cepat mutlak dilakukan. Keluarga harus tanggap memberikan pertolongan.

“Bila tidak cepat diatasi bisa meninggal dunia. Waktunya cepat. Kalau perdarahan enggak bisa diatasi, terus shock, jadi cepat meninggal dunia,” imbuhnya. Durasi mulai dari timbul gejala hingga kematian disebut dokter Astried bervariasi. Bergantung dengan tingkat keparahan. Mulai dari hitungan jam hingga hari.

Adapun penyebab perdarahan usus seperti ini disebutnya beragam. Dia menyebut, kalau sakit perut akibat makan tak teratur, biasanya tak menyebabkan usus bocor. Justru yang paling berisiko menyebabkan perforasi usus tersebut adalah mengonsumsi jamu maupun obat herbal sembarangan.

Astried menjelaskan, pada dasarnya perforasi bisa saja terjadi akibat makan tidak teratur. Jadi, karena makan tidak teratur asam lambung naik. Karena terus-menerus terpapar asam lambung dalam waktu lama, mengakibatkan ada luka di lambung. Waktu demi waktu berlalu, jika tak ditangani, luka ini makin parah dan jadi bolong.

Namun, kasus karena makan tak teratur ini tidak banyak. “Lebih sering karena konsumsi herbal atau obat-obatan tertentu misalnya obat penahan nyeri,” ungkap dokter berjilbab tersebut. Oleh karena itu, selain mengatur pola makan, masyarakat diharapkan bisa mengatur asupan obatnya. Jangan mudah tergiur dengan label herbal, tanpa tahu dosis mengonsumsi dan komposisi sebenarnya. Selain itu, selalu mengikuti anjuran konsumsi obat dari dokter. Jika disuruh minum setelah makan, maka harus minum obatnya setelah makan. (*/nyc/riz/k15)


BACA JUGA

Senin, 14 Agustus 2017 08:47

KEMBANG KEMPIS DI TANGAN PROVINSI

Kendala anggaran membelit peralihan kewenangan kelola SMA/SMK dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah…

Senin, 14 Agustus 2017 08:41

Sudah Diusulkan, Gubernur Belum Setuju Ada SPP

SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim diminta sigap merespons masalah…

Senin, 14 Agustus 2017 08:40

Daerah Terlibat, Sekprov: Mahulu Sudah Siap

HINGGA kemarin (13/8), Pemprov Kaltim belum final membahas upaya diperbolehkannya SPP di SMA/SMK. Meski…

Selasa, 08 Agustus 2017 09:29

Mag Akut Intai Generasi Instan

Polamakan menentukan kondisi tubuh. Kematian dokter sekaligus pembawa acara kesehatan Ryan Thamrin beberapa…

Selasa, 08 Agustus 2017 09:26

Usia Produktif Paling Rentan

RASA nyeri di sekitar ulu hati disertai mual, biasanya mulai menjangkiti ketika makan siang terlambat,…

Senin, 07 Agustus 2017 09:45

Kaum Milenial Melawan Takdir

Kebutuhan hunian menjadi persoalan yang cukup serius dihadapi oleh generasi milenial Kaltim. Tiap waktu,…

Senin, 07 Agustus 2017 09:39

“Belanja Pun Tunggu Diskon. Jangan Hedon"

MESKI terlihat susah untuk memiliki sebuah rumah idaman. Generasi milenial yang ada dalam rentang usia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .