MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 07 Agustus 2017 09:39
“Belanja Pun Tunggu Diskon. Jangan Hedon"
-Maya Rusdah Noor.

PROKAL.CO, MESKI terlihat susah untuk memiliki sebuah rumah idaman. Generasi milenial yang ada dalam rentang usia 20-30 tahun, baiknya tak patah semangat. Sebab, selalu ada jalan untuk mewujudkan keinginan.

Keyakinan tersebut diungkapkan Maya Rusdah Noor, assistant SME Risk Manager Bank Mandiri cabang Kesuma Bangsa, Samarinda. Maya mengatakan, bila hanya mementingkan gaya hidup sesaat, sebanyak apapun pendapatan tak akan terasa cukup. Terlebih untuk membeli rumah.

"Namun, bila berpikir untuk jangka panjang, menyisihkan gaji tentu tidak masalah. Memang harus mengencangkan ikat pinggang," ucapnya kepada Kaltim Post, pekan lalu. Perempuan kelahiran 1991 ini mengatakan, saat ini dia sedang mencicil sebuah rumah seharga Rp 140 juta. Lokasinya di pinggiran Balikpapan.

Dari pendapatan per bulannya kisaran Rp 4,5 juta, dia menyisihkan Rp 1,5 juta untuk membayar cicilan rumah. Untuk uang muka atau down payment (DP), kata Maya, dia diwajibkan membayar sekitar Rp 50 juta.

"Untungnya, DP bisa dicicil. Sedikit meringankan. Alhamdulillah masih ada skema pembayaran yang tidak memberatkan," kata dia. Dia mengatakan, setelah mencicil rumah otomatis dana untuk hiburan terpangkas habis. Namun, hal tersebut bukan masalah, karena dia telah menentukan prioritas.

Upaya untuk berhemat juga dilakukan Eka Dini Octaviyanti. Perempuan yang bekerja sebagai Branch Loyalty Alfamidi Samarinda, itu menyebut telah menggodok rencana untuk memiliki rumah. "Setelah menikah, saya ingin memiliki rumah sendiri. Hasil kerja keras saya dan suami kelak," sebut dia.

Dini, sapaannya, menyebut telah menyisihkan uangnya untuk ditabung. Per bulan, Dini mendapatkan pemasukan sekitar Rp 3 juta.

Dia mulai berhemat dan menahan diri untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu diperlukan.

"Belanja pun tunggu diskon. Jangan hedon," ujarnya lantas tertawa ringan.

Dia mengaku tak akan terlalu muluk memimpikan hunian di pusat kota. Meski di kawasan pinggiran, tapi terdapat akses yang memadai, maka sudah terasa sangat cukup. Meski demikian, Dini berharap pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang lebih berpihak. Sehingga, generasi muda dengan pendapatan terbatas pun bisa memiliki hunian layak. (*/roe/riz/k15)


BACA JUGA

Kamis, 07 Desember 2017 07:31

Masuk Radar Kejaksaan

TANA PASER – Proyek pembangunan rumah untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT…

Kamis, 07 Desember 2017 07:30

Kades: Warga Sudah Huni Rumah Adat

PROTES warga terhadap kondisi rumah dari proyek Kementerian Sosial (Kemensos) untuk pemberdayaan Komunitas…

Rabu, 06 Desember 2017 07:45

Nasib Kesultanan Paser di Zaman Sekarang

Sejarah panjang Kerajaan Paser telah berakhir 1906 silam. Setelah Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…

Rabu, 06 Desember 2017 07:39

Ini Riwayat Sultan Terakhir Kerajaan Paser

KEPEMIMPINAN sultan terakhir (kesebelas) jatuh pada masa pemerintahan Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .