MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 07 Agustus 2017 09:39
“Belanja Pun Tunggu Diskon. Jangan Hedon"
-Maya Rusdah Noor.

PROKAL.CO, MESKI terlihat susah untuk memiliki sebuah rumah idaman. Generasi milenial yang ada dalam rentang usia 20-30 tahun, baiknya tak patah semangat. Sebab, selalu ada jalan untuk mewujudkan keinginan.

Keyakinan tersebut diungkapkan Maya Rusdah Noor, assistant SME Risk Manager Bank Mandiri cabang Kesuma Bangsa, Samarinda. Maya mengatakan, bila hanya mementingkan gaya hidup sesaat, sebanyak apapun pendapatan tak akan terasa cukup. Terlebih untuk membeli rumah.

"Namun, bila berpikir untuk jangka panjang, menyisihkan gaji tentu tidak masalah. Memang harus mengencangkan ikat pinggang," ucapnya kepada Kaltim Post, pekan lalu. Perempuan kelahiran 1991 ini mengatakan, saat ini dia sedang mencicil sebuah rumah seharga Rp 140 juta. Lokasinya di pinggiran Balikpapan.

Dari pendapatan per bulannya kisaran Rp 4,5 juta, dia menyisihkan Rp 1,5 juta untuk membayar cicilan rumah. Untuk uang muka atau down payment (DP), kata Maya, dia diwajibkan membayar sekitar Rp 50 juta.

"Untungnya, DP bisa dicicil. Sedikit meringankan. Alhamdulillah masih ada skema pembayaran yang tidak memberatkan," kata dia. Dia mengatakan, setelah mencicil rumah otomatis dana untuk hiburan terpangkas habis. Namun, hal tersebut bukan masalah, karena dia telah menentukan prioritas.

Upaya untuk berhemat juga dilakukan Eka Dini Octaviyanti. Perempuan yang bekerja sebagai Branch Loyalty Alfamidi Samarinda, itu menyebut telah menggodok rencana untuk memiliki rumah. "Setelah menikah, saya ingin memiliki rumah sendiri. Hasil kerja keras saya dan suami kelak," sebut dia.

Dini, sapaannya, menyebut telah menyisihkan uangnya untuk ditabung. Per bulan, Dini mendapatkan pemasukan sekitar Rp 3 juta.

Dia mulai berhemat dan menahan diri untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu diperlukan.

"Belanja pun tunggu diskon. Jangan hedon," ujarnya lantas tertawa ringan.

Dia mengaku tak akan terlalu muluk memimpikan hunian di pusat kota. Meski di kawasan pinggiran, tapi terdapat akses yang memadai, maka sudah terasa sangat cukup. Meski demikian, Dini berharap pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang lebih berpihak. Sehingga, generasi muda dengan pendapatan terbatas pun bisa memiliki hunian layak. (*/roe/riz/k15)


BACA JUGA

Senin, 14 Agustus 2017 08:47

KEMBANG KEMPIS DI TANGAN PROVINSI

Kendala anggaran membelit peralihan kewenangan kelola SMA/SMK dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah…

Senin, 14 Agustus 2017 08:41

Sudah Diusulkan, Gubernur Belum Setuju Ada SPP

SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim diminta sigap merespons masalah…

Senin, 14 Agustus 2017 08:40

Daerah Terlibat, Sekprov: Mahulu Sudah Siap

HINGGA kemarin (13/8), Pemprov Kaltim belum final membahas upaya diperbolehkannya SPP di SMA/SMK. Meski…

Selasa, 08 Agustus 2017 09:29

Mag Akut Intai Generasi Instan

Polamakan menentukan kondisi tubuh. Kematian dokter sekaligus pembawa acara kesehatan Ryan Thamrin beberapa…

Selasa, 08 Agustus 2017 09:26

Usia Produktif Paling Rentan

RASA nyeri di sekitar ulu hati disertai mual, biasanya mulai menjangkiti ketika makan siang terlambat,…

Senin, 07 Agustus 2017 09:45

Kaum Milenial Melawan Takdir

Kebutuhan hunian menjadi persoalan yang cukup serius dihadapi oleh generasi milenial Kaltim. Tiap waktu,…

Senin, 07 Agustus 2017 09:39

“Belanja Pun Tunggu Diskon. Jangan Hedon"

MESKI terlihat susah untuk memiliki sebuah rumah idaman. Generasi milenial yang ada dalam rentang usia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .