MANAGED BY:
SELASA
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 07 Agustus 2017 09:39
“Belanja Pun Tunggu Diskon. Jangan Hedon"
-Maya Rusdah Noor.

PROKAL.CO, MESKI terlihat susah untuk memiliki sebuah rumah idaman. Generasi milenial yang ada dalam rentang usia 20-30 tahun, baiknya tak patah semangat. Sebab, selalu ada jalan untuk mewujudkan keinginan.

Keyakinan tersebut diungkapkan Maya Rusdah Noor, assistant SME Risk Manager Bank Mandiri cabang Kesuma Bangsa, Samarinda. Maya mengatakan, bila hanya mementingkan gaya hidup sesaat, sebanyak apapun pendapatan tak akan terasa cukup. Terlebih untuk membeli rumah.

"Namun, bila berpikir untuk jangka panjang, menyisihkan gaji tentu tidak masalah. Memang harus mengencangkan ikat pinggang," ucapnya kepada Kaltim Post, pekan lalu. Perempuan kelahiran 1991 ini mengatakan, saat ini dia sedang mencicil sebuah rumah seharga Rp 140 juta. Lokasinya di pinggiran Balikpapan.

Dari pendapatan per bulannya kisaran Rp 4,5 juta, dia menyisihkan Rp 1,5 juta untuk membayar cicilan rumah. Untuk uang muka atau down payment (DP), kata Maya, dia diwajibkan membayar sekitar Rp 50 juta.

"Untungnya, DP bisa dicicil. Sedikit meringankan. Alhamdulillah masih ada skema pembayaran yang tidak memberatkan," kata dia. Dia mengatakan, setelah mencicil rumah otomatis dana untuk hiburan terpangkas habis. Namun, hal tersebut bukan masalah, karena dia telah menentukan prioritas.

Upaya untuk berhemat juga dilakukan Eka Dini Octaviyanti. Perempuan yang bekerja sebagai Branch Loyalty Alfamidi Samarinda, itu menyebut telah menggodok rencana untuk memiliki rumah. "Setelah menikah, saya ingin memiliki rumah sendiri. Hasil kerja keras saya dan suami kelak," sebut dia.

Dini, sapaannya, menyebut telah menyisihkan uangnya untuk ditabung. Per bulan, Dini mendapatkan pemasukan sekitar Rp 3 juta.

Dia mulai berhemat dan menahan diri untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu diperlukan.

"Belanja pun tunggu diskon. Jangan hedon," ujarnya lantas tertawa ringan.

Dia mengaku tak akan terlalu muluk memimpikan hunian di pusat kota. Meski di kawasan pinggiran, tapi terdapat akses yang memadai, maka sudah terasa sangat cukup. Meski demikian, Dini berharap pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang lebih berpihak. Sehingga, generasi muda dengan pendapatan terbatas pun bisa memiliki hunian layak. (*/roe/riz/k15)


BACA JUGA

Selasa, 10 Oktober 2017 09:06
Plus dan Minus Penggunaan Bahan Bakar Gas

Murah dari Premium, Ramah bagi Mesin

Gas mulai ramai dilirik pengendara di Balikpapan sebagai bahan bakar mobil. Sebagian besar adalah angkutan…

Selasa, 10 Oktober 2017 09:01

Pakai BBG, Lingkungan Diuntungkan

ADA 500 kendaraan di Balikpapan yang sudah mengonsumsi BBG. Baik mobil dinas maupun angkutan umum. Tahun…

Sabtu, 30 September 2017 07:57

Amunisi Pencitraan

HAMPIR  seperempat Mei 2015 adalah bulan yang tak biasa bagi Muhammad Sulaiman. Dia berada ratusan…

Sabtu, 30 September 2017 07:46

Lagi, Empat OPD Digeledah

PENGGELEDAHAN  tim KPK di Tenggarong berlanjut. Kemarin (29/9) penggeledahan dilakukan di empat…

Jumat, 29 September 2017 08:20

Pembunuh yang Tak Pandang Bulu

Pada 2012, pelatih Persiba Balikpapan, Junaidi (47) meninggal dunia usai bermain bola pada laga eksibisi…

Jumat, 29 September 2017 08:17

Olahraga Tiga Kali Seminggu

OTOT jantung tak seperti otot tubuh yang bisa dibentuk dan semakin kuat dengan berbagai olahraga. Meski…

Jumat, 29 September 2017 08:15

Kuasai Cpr Selamatkan Pasien

PASIEN jantung kini bisa menggunakan jalur jaminan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Penyakit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .