MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 06 Agustus 2017 09:18
MAKETNYA CANTIK..!! Jembatan Tol, Buka Akses Kalimantan Selatan

Bantu Balikpapan Cari Penumpang Bandara

BAKAL JADI IKON BARU: Maket Jembatan Tol Balikpapan-PPU yang dipresentasikan konsultan di Gran Senyiur Balikpapan, Jumat (4/8). Jembatan akan membentang di Teluk Balikpapan. (FOTO REPRO)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) benar-benar berefek domino. Bila rampung, keberadaan infrastruktur tersebut bakal berdampak hingga Kalimantan Selatan (Kalsel). Terutama bagi warga yang hendak bepergian ke luar daerah lewat Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) adalah satu kesatuan. Jadi, sudah seharusnya akses penghubung kedua daerah diperlancar. “Ke depan kan kalau Bandara Samarinda Baru sudah dipakai, otomatis banyak penumpang dari Samarinda, Tenggarong, dan dari utara pindah ke Samarinda. Makanya, akses dari selatan harus diperlancar. Dari PPU, Paser, hingga Kalsel yang masuk menggantikan (penumpang yang pindah ke Samarinda),” ujarnya.

Dia melanjutkan, pembangunan jembatan ini juga sebagai strategi agar Balikpapan tak ditinggalkan. Masuknya orang PPU ke Balikpapan harus dilihat dari sisi positif. Mereka akan membelanjakan uangnya di Balikpapan. “Hotel-hotel bisa penuh kalau banyak pengunjung ke Balikpapan,” tambahnya.

Kemudian, dengan adanya jembatan itu bakal mengurangi beban permukiman yang ada di Balikpapan. Saat ini, kondisi sudah semakin sesak. Dengan adanya jembatan dan waktu tempuh yang tak lama diharapkan nantinya banyak orang yang mau tinggal di PPU meskipun bekerja di Balikpapan.

Jadi, keberadaan jembatan tadi bukan menambah kemacetan, justru mengurai kemacetan pada masa mendatang. Sekaligus menjaga perputaran ekonomi setelah bandara Samarinda beroperasi. Soal kemungkinan warga PPU yang justru pindah ke Balikpapan, menurut dia tak menjadi masalah.

“Sekarang pun sudah banyak orang PPU yang punya rumah di Balikpapan. Kenapa mesti takut? Sekali lagi kita ini kan satu kesatuan. Justru masuknya orang PPU itu, kami bisa menularkan budaya hidup bersih seperti apa. Nanti kan imbasnya pemerataan pembangunan,” papar Rizal.

Sementara itu, Pemkot Balikpapan juga sudah mencium adanya kekhawatiran warga terhadap pencemaran lingkungan setelah Jembatan Tol Balikpapan-PPU rampung. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan Suryanto yakin, adanya kerugian Kota Minyak dari segi lingkungan itu merupakan risiko dari pembangunan.

Meski demikian, kata dia, bukan berarti pemerintah daerah (pemda), dalam hal ini Pemkab PPU, Pemkot Balikpapan, dan Pemprov Kaltim membiarkan kerusakan itu terjadi. Menurut dia, pemda sudah mengantisipasi segala kemungkinan setelah megaproyek tersebut rampung.

Suryanto meminta masyarakat tak perlu risau dengan langkah pemerintah membangun Jembatan Tol Teluk Balikpapan itu. Dia menilai, bila ada kekhawatiran dengan adanya jembatan ini bisa merusak wajah kota dan kepadatan penduduk, maka itu adalah konsekuensi dari tingginya mobilitas warga. “Saya rasa itu tidak akan terlalu besar pengaruh untuk Balikpapan,” terangnya kepada Kaltim Post, kemarin (5/8).

Dia menyebut, persoalan lingkungan khususnya sampah yang dihasilkan oleh warga yang masuk ke Balikpapan juga sudah diperhitungkan DLH Balikpapan. Kapasitas pengolahan sampah Kota Minyak, terang dia, masih memadai untuk menerima tambahan.

Pria berkacamata itu menjelaskan, tanpa jembatan pun mobilitas masyarakat PPU menuju Balikpapan sudah lumayan tinggi. Dan persoalan sampah masih bisa dikelola oleh pemerintah daerah.

Suryanto menuturkan, mereka yang punya pemikiran Balikpapan akan kian padat dan ramai justru harus kembali. Sebab, sebut dia, justru PPU-lah yang bakal kian ramai dan pembangunan di sana semakin masif.

Mengingat, saat ini Balikpapan sudah sangat padat dengan jumlah penduduk sebanyak 700 ribu jiwa. Sementara itu, PPU dinilai relatif lapang. Jadi, pembangunan di PPU diproyeksi pasti akan kian pesat. “Sangat mungkin dengan kian dekatnya jarak Balikpapan-PPU minat developer membangun di sana (PPU) semakin tinggi,” beber dia.

Menurut dia, PPU adalah daerah yang paling diuntungkan dari proyek jembatan ini. Sebab, pemerataan pembangunan akan terjadi. Dengan demikian, warga PPU yang akan lebih banyak menikmatinya. “Tentu kita semua ingin saudara-saudara kita di PPU memiliki pembangunan daerah yang maksimal,” imbuhnya.

PERHITUNGKAN KAJIAN LHR

Salah satu pembahasan yang masih belum matang dalam perencanaan Jembatan Tol Teluk Balikpapan yakni kajian lalu lintas harian rata-rata (LHR). Sejauh ini, LHR baru sekali dipaparkan oleh konsultan kepada pemda. Berdasar kajian, LHR yang tersedia itu nilai ekonominya pas-pasan dengan biaya konstruksi yang mencapai Rp 9,4 triliun jika menggunakan 4 pylon (pilar).

Saat ini, kata dia, belum tersedia data pasti soal kajian LHR dan efisiensi biaya konstruksi. Sebaiknya perlu dilakukan perhitungan matang kedua aspek tersebut. Jadi, banyak pihak masih menunggu soal kepastian LHR tersebut. Termasuk Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar. Jumat malam (4/8), dia menyebut masih perlu beberapa kajian yang melibatkan ahli.

“Tolong pastikan LHR, kami juga mengundang tenaga ahli agar bisa menentukan estimasinya. Kita simulasi berapa LHR, jadi bisa diperkirakan mendapatkan tarif serendah mungkin,” katanya.

Yusran mengaku setuju dengan penggunaan dua pylon. Mengingat biaya konstruksi akan jauh lebih murah dan terjangkau. Pihaknya sejak awal menginginkan pembiayaan Tol Teluk Balikpapan dapat seminal mungkin. Alasannya, agar beban kepada pengguna jalan tol bisa murah. Dia sempat memaparkan rencana penggunaan empat pylon kepada DPRD PPU.

“Anggota dewan sempat terkejut dengan estimasi tarif jembatan tol yang dapat mencapai Rp 350 ribu dengan empat pylon. Mereka berpikir ini mahal sekali dan tidak masuk akal. Kalau bisa semurah mungkin, jadi kami setuju dua pylon,” tuturnya.

Sebelumnya dengan rencana dua pylon, simulasi tarif masuk Jembatan Tol Teluk Balikpapan sebesar Rp 250 ribu untuk mobil dan Rp 25 ribu untuk motor. Secara investasi disebut sangat tipis keuntungannya. Masa konsesi jembatan sendiri selama 40 tahun. Meski begitu, willingness to pay (WTP) atau keinginan dan kemampuan masyarakat untuk masuk tol cukup tinggi. Selain lebih murah dari transportasi laut.

Menanggapi pernyataan Yusran soal LHR, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, LHR bukan lagi masalah besar. Sebab, sudah banyak contoh pembangunan infrastruktur di negara lain tak lagi memikirkan LHR. Misalnya Tiongkok, saat membangun tol dan bandara tidak ambil pusing kajian LHR.

“Yang penting tercipta dulu infrastrukturnya. Saya yakin jembatan ini akan laku karena masyarakat Penajam sampai Kalsel akan berbondong-bondong ke sini karena aksesnya sudah mudah,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Waskita Tol Road Purma Yose mengatakan, hingga saat ini, pihaknya belum bertemu dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) soal penggunaan 2 atau 4 pylon. Sebab, Jumat (4/8) malam itu masih dilakukan penentuan sikap antara pemegang saham. Hasilnya semua pihak dari Waskita Karya, Pemprov Kaltim, Pemkab PPU, dan Pemkot Balikpapan sepakat memilih dua pylon.

“Kalau DED (detail engineering design) sudah kami siapkan baik 2 dan 4 pylon. Secara desain, empat pylon lebih sulit dan perlu waktu lebih lama. Kemudian kita perlu pastikan, apa benar memang perlu dua jalur? Kalau satu jalur saja sudah cukup buat apa bikin dua (permintaan Kemenhub). Kami berharap satu jalur saja cukup,” katanya kepada media ini.

Purma berharap, semoga keinginan 2 pylon mendapatkan persetujuan dari Kemenhub. Seperti masalah clearance jembatan kemarin yang berhasil kembali ke rencana setinggi 50 meter. “Kalau lihat semangat pembenahan infrastruktur seharusnya peraturan bisa saja direvisi,” sebutnya.

Saat ini yang menjadi perhatiannya adalah penyerahan dokumen persyaratan ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Targetnya dokumen bisa selesai Agustus kepada BPJT, termasuk simulasi tarif tol. “Kami komparasikan ke biaya penyeberangan sekarang (feri), maksimal sama dengan biaya penyeberangan itu. Bahkan, harusnya bisa di bawah itu. Jadi, kami terus berusaha mendapatkan estimasi tarif tol semurah mungkin,” tutupnya.

Sebelumnya, polemik konstruksi Jembatan Tol Balikpapan-PPU belum sepenuhnya tuntas. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tetap bersikukuh jembatan tersebut menggunakan desain awal dua pylon. Dengan demikian, biaya pembangunan akan bisa ditekan.

Faroek mengatakan, diperkirakan anggaran yang diperlukan bila jembatan itu menggunakan dua pylon sebesar Rp 8,4 triliun. Biaya tersebut lebih rendah dibandingkan dengan konstruksi empat pylon yang mencapai Rp 9,4 triliun.

“Kami tetap minta dua pylon dan tadi kajian dari konsultan memang memungkinkan. Jadi, saya rasa tidak akan ada masalah lagi. Ini sudah final,” terangnya setelah rapat dengan Konsorsium Jembatan Tol Balikpapan-PPU, di Hotel Gran Senyiur, tadi malam (4/8). “Nanti, tinggal Waskita Karya (BUMN/pemrakarsa) yang menghadap BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) agar segera groundbreaking. Jadi yang penting jalan dulu,” sambungnya.

Team Leader Basic Desain Jembatan Tol Balikpapan dari PT LAPI Ganeshatama ITB Arvila Delitriana menambahkan, Jembatan Tol Teluk Balikpapan akan memiliki bentang terpanjang di Indonesia.

Dikatakan, pilihan dengan dua pylon memiliki ukuran balances cantilever (precast) atau jarak antarpilar sebesar 120 meter. Sedangkan empat pylon dengan 180 meter. “Kami siap melaksanakan, tinggal tunggu eksekusi mana alternatif yang terpilih. Kalau empat pylon, bentangnya bisa sekitar 500 meter per pylon,” ujar perempuan yang akrab disapa Dina tersebut.

PENUNJANG IBU KOTA

Sementara itu, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak kembali menyuarakan perihal kesiapan Kaltim khususnya Balikpapan dan PPU menjadi ibu kota negara menggantikan DKI Jakarta. Itu seiring dengan rencana pembangunan jembatan dengan panjang 7,6 kilometer tersebut. “Ini semakin menguatkan posisi Kaltim (sebagai ibu kota negara). Fasilitas dan infrastruktur Kaltim saya pikir yang paling memadai,” kata dia.

Dia menerangkan, Jembatan Tol Balikpapan-PPU akan difungsikan untuk kendaraan pribadi. Sementara itu, truk dan kendaraan berat diarahkan melewati Jembatan Pulau Balang yang saat ini pembangunannya masih berlangsung.

Diketahui, tiga provinsi di Pulau Kalimantan menjadi opsi lokasi baru ibu kota negara. Adapun itu, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kaltim.

Dari sederet daerah itu, Palangkaraya (Kalteng) menjadi kandidat kuat pengganti Jakarta. Meski bukan kali pertama wacana itu mengemuka, tapi pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) lebih serius. Terbukti, kajian awal pemindahan ibu kota dalam penyusunan.

Namun, bukan berarti Kaltim tak memiliki peluang. Apalagi Awang Faroek Ishak sudah menyampaikan secara terbuka di hadapan Presiden Joko Widodo saat kunjungan ke Balikpapan, Kamis (13/7). Faroek menyatakan Benua Etam dianggap paling siap ketimbang dua provinsi lainnya, bila ditunjuk menjadi ibu kota negara. (gel/*/hul/rom/k8)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 09:27
Putusan Bebas Abun dan Elly, Jaksa Masih Buat Telaah Hukum

Sekarang Giliran KPK

SAMARINDA – Putusan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda yang membebaskan Hery Susanto Gun alias Abun…

Kamis, 14 Desember 2017 09:23

Antisipasi Manuver di Sidang Setnov

JAKARTA – Setya Novanto (Setnov) tidak bisa berkelit ketika ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor…

Kamis, 14 Desember 2017 09:16

Sembilan Suspek Difteri di Kaltim

SAMARINDA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendapat laporan 11 provinsi tentang kejadian luar…

Kamis, 14 Desember 2017 09:14

Masuk Lebih 2 Ribu Setruk

ANTUSIASME tinggi ditunjukkan publik untuk mengikuti program Strukvaganza. Buktinya, jumlah setruk yang…

Kamis, 14 Desember 2017 09:13

Hasil Tangan Kreatif Perempuan Gaza yang Jadi Senjata Diplomasi

Sejumlah tokoh publik di Tanah Air mengirimkan dukungan mereka ke Palestina lewat syal. Ada cerita perjuangan…

Rabu, 13 Desember 2017 09:37

Tak Terbukti Memeras, Abun Bebas

SAMARINDA – Perkara dugaan pemerasan di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran yang disidangkan di…

Rabu, 13 Desember 2017 09:27
Golkar Kaltim Belum Tentukan Arah Dukungan

Pasang Kriteria Ketum Baru

SAMARINDA – Partai Golkar segera menentukan babak baru masa depannya. Seluruh DPD Golkar provinsi…

Rabu, 13 Desember 2017 09:23

IUP Menunggak PNBP Rp 1 T

SAMARINDA – Pemblokiran aktivitas pemegang izin usaha pertambangan (IUP) menjadi cara baru pemerintah…

Rabu, 13 Desember 2017 09:21

Jangan Lupa Simpan Setruk Anda

BAGI Anda yang sudah mengikuti program Strukvaganza, setelah mengirim foto setruk via WhatsApp (WA),…

Rabu, 13 Desember 2017 09:21

17 Dokter Batal Mundur, Pasien Terlayani Kembali

Kisruh dokter spesialis dengan manajemen RS Regional Sulbar berakhir. Rumah sakit kembali hidup. Pasien…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .