MANAGED BY:
SELASA
03 MEI
HOME | UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 18 September 2013 08:59
Pemenang Menunggu Gugatan

Hari Ini Pleno Penetapan, Imdaad-Ipong Bakal Hadir

SAMARINDA - Memimpin perhitungan suara riil, calon wakil gubernur Kaltim Mukmin Faisyal HP bersikap tenang. Pasangan Awang Faroek Ishak ini mempersilakan jika calon lain melayangkan gugatan. Namun, Mukmin berharap gugatan dilayangkan sesuai aturan.

“Silakan saja (menggugat), itu kan hak mereka,” kata dia sembari terus tersenyum saat ditemui di kantor DPRD Kaltim, kemarin (17/9). “Silakan dibuktikan, ini kan negara hukum. Jadi harus bicara sesuai hukum dan tidak asal ngomong,” tambah dia.

Diwartakan, tertinggal empat persen dalam perhitungan riil Pemilihan Gubernur 2013, tim pemenangan Imdaad Hamid-Ipong Muchlissoni berencana menyengketakan hasil pilkada. Gugatan akan dibawa ke Mahkamah Konstitusi dengan harapan pilgub diulang. 

Dahri Yasin, ketua tim sukses pasangan Faroek-Mukmin mengatakan, sangat siap melayani gugatan yang ditujukan kepada pasangan pertahanan. Saat ini, 15 pengacara disiapkan tim sukses.

“Sepanjang itu kapasitas kami, kami sangat siap melayani,” ujar dia. “Kami akan pelajari dulu materi gugatan apakah ditujukan kepada Faroek-Mukmin, Mendagri, atau KPU,” lanjut Dahri.

Tim sukses Faroek-Mukmin, kata Ketua Komisi III DPRD Kaltim itu, masih memilah laporan masyarakat tentang pelanggaran pasangan lain dalam pilgub lalu. Jika cukup bukti, bukan tak mungkin temuan pelanggaran bakal dilaporkan.

“Kami masih melihat apakah dilaporkan ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) atau polisi,” terang dia.

Siang ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim mengadakan pleno penetapan hasil Pilgub 2013 di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda. Acara akan dihadiri pasangan calon, tim sukses dan pendukung, serta KPU dari 14 kabupaten/kota. Kemudian malam hari pukul 20.00 Wita, hasil rekapitulasi ditetapkan.

Ketua Timses Imdaad-Ipong, Supriyana, mengatakan tetap datang dalam pleno penetapan. “Kami pasti datang, walaupun (saksi kami) tidak menandatangani hasil perhitungan di 14 kabupaten/kota. Kehadiran bukan bentuk pengakuan kami sebab KPU tidak dapat memaksa kami untuk mengakui rekapitulasi suara,” tegasnya.

Mengenai gugatan yang akan diajukan kepada MK, Supriyana mengatakan, berisi dugaan keterlibatan pejabat di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta PNS dalam pemungutan suara. “Kami akan menggugat KPU sebagai penyelenggara sebab membiarkan penyalahgunaan wewenang dari salah satu kandidat hingga memengaruhi hasil perhitungan,” ujarnya.

Berbeda dengan Farid-Sofyan, pasangan nomor urut dua memilih santai menanggapi hasil pilgub. Ketua Timses Farid-Sofyan, Rusman Yakub, tidak buru-buru menggugat KPU. Dia masih menunggu hasil rekapitulasi KPU Kaltim.

“Kami melihat hasil penetapan rekapitulasi besok (hari ini). Masih ada masa sanggah setelah itu,” ujarnya. Pasangan nomor urut dua mengakui, pilgub kali ini banyak kecurangan. Rusman menilai Pilgub jauh dari kata kejujuran dan keadilan.

“Kami kembali ke rakyat karena rakyat yang berdaulat. Rakyat dapat menilai dari moral politik mereka,” ujar ketua DPW PPP Kaltim itu.

Tentang gugatan yang mengarah ke KPU, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim, Andi Sunandar, mengatakan gugatan dapat dilayangkan tiga hari setelah pleno penetapan rekapitulasi suara. Sunandar meyakini, rencana gugatan dari timses Imdad-Ipong tak akan berpengaruh banyak kepada rekapitulasi.

“Kami siapkan Pak Jofri (komisiner KPU yang berlatar belakang pengacara). Gugatan itu tidak akan berbeda jauh dengan gugatan PDI Perjuangan ke DKPP dan Bawaslu yang berujung penolakan,” tegasnya.

Tentang saksi Imdaad-Ipong yang tak menandatangani rekapitulasi di 14 kabupaten/kota, dinilai tidak akan memengaruhi proses pilgub. Pengamat politik dari Universitas Mulawarman Lutfi Wahyudi mengatakan, sikap ini diambil karena ketidakpuasan hasil perhitungan suara.

“Sah-sah saja tidak meneken rekapitulasi. Sementara soal gugatan ke MK, sepanjang bukti yang diajukan itu kuat dan dikabulkan, tak menutup kemungkinan pilgub diulang. Namun bila bukti lemah, legitimasi hukum kepada kandidat yang memenangkan pilgub bertambah,” ucapnya.

Lutfi memprediksi, pasangan Imdaad-Ipong akan menggugat ke MK. Namun peluang menang sepertinya kecil. “Saya belum melihat tim mereka (Imdaad-Ipong) memiliki materi gugatan yang kuat untuk menganulir hasil Pilgub Kaltim,” sebutnya.

Pengamat hukum dari Unmul, La Sina, mengatakan keyakinan tim Imdaad-Ipong menang di MK adalah hal wajar. Namun demikian, dia menganggap peluang menang cukup kecil.

“Bagaimanapun ini negara demokrasi. Siapapun bisa menggugat dan digugat,” tegas pria yang juga dekan Fakultas Hukum, Unmul.

PLENO BALIKPAPAN

Sementara, kemarin KPUD Balikpapan telah menggelar pleno hasil pemungutan suara di kota tersebut. Seperti telah dirilis media ini, Imdaad-Ipong menang telak di Kota Minyak.

“Ya inilah hasil Pilgub Kaltim yang lalu. Ada 252.885 surat suara yang masuk ke kami. 241.940 surat suara sah, dan 10.945 surat suara tidak sah,” kata Ketua KPUD Balikpapan, Gamal Rustamadji usai pleno di Hotel Menara Bahtera, Selasa (17/9).

Namun ada yang patut menjadi perhatian. Angka golongan putih (golput) di Balikpapan lebih dari 50 persen. Daftar Pemilih Tetap (DPT) ada 606.260 orang. Dari angka itu, 252.885 orang memberikan hak suara. Sedangkan 353.375 orang lainnya golput. (Berita terkait halaman 25 Metropolis).

Dari ketiga saksi pasangan calon itu, hanya saksi Imdaad-Ipong, Abdul Hamid, yang tidak mau menandatangi hasil pleno yang ditetapkan KPUD Balikpapan.

“Kami dapat perintah langsung dari Samarinda,” kata Abdul Hamid. Meski bersikap tegas, Hamid malah mengaku tak tahu alasan perintah itu.

“Permasalahannya saya enggak tahu. Yang jelas tak boleh melanggar perintah. Kemungkinan daerah lain juga melakukan apa yang saya lakukan,” ucapnya. (*/rkp/dwi/rom/*/fer/fel/che/k7)
 

BACA JUGA
Senin, 02 Mei 2016 12:01

Mengejar Sertifikasi Guru, Gratis tapi Terbatas

UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen memandatkan para pengajar itu wajib bersertifikasi. Tapi sayang, anggaran…

Senin, 02 Mei 2016 12:00

Sandera WNI Dibebaskan Abu Sayyaf, Pemerintah Klaim Hasil Diplomasi

BALIKPAPAN – Kabar yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang juga. Sepuluh WNI yang menjadi sandera…

Senin, 02 Mei 2016 11:30

Profesi Jadi Guru karena Panggilan Hati

SEJAK menjalani profesi guru pada 1984, banyak kisah hidup dan masa-masa sulit yang harus dilewatinya.…

Senin, 02 Mei 2016 10:46

Eranya Setiap Individu Adalah Media Massa

Tak ingin sekadar menjadi penghubung atau penyalur informasi pemerintahan, Bagian Humas dan Protokol…

Minggu, 01 Mei 2016 12:12

Pertamina Sidak Tabung Melon, Jika Menyimpang Kontrak Diputus

TENGGARONG - Pertamina akhirnya terjun ke lapangan. Ini setelah terkuaknya bisnis  pengoplosan…

Minggu, 01 Mei 2016 12:01

Pakai Kurs Rupiah, Ongkos Haji Lebih Mahal, Ini Besarannya....

JAKARTA - Ongkos naik haji tahun ini lebih mahal. Padahal, beberapa hari sebelumnya sempat beredar kabar,…

Minggu, 01 Mei 2016 11:35

Teddy Abay Kibarkan Layar Kaltim ke Pentas Internasional, Bina Atlet Muda, Enggan Layu Sebelum Berkembang

Meski telah bergelimang prestasi nasional, Teddy Abay mengaku belum bisa tidur dengan tenang bila layar…

Minggu, 01 Mei 2016 08:20

Duo Danny Punya Ambisi, Leicester Diambang Sejarah

MANCHESTER United adalah klub pertama yang dibela Danny Simpson dan Danny Drinkwater.  Dua penggawa…

Minggu, 01 Mei 2016 08:13

Di Sini, Mantan Pacar Disamakan Kecoa

MEME dear mantan; dulu dan sekarang, sedang ramai di jagat maya. Secuil artinya, "Menyesal lah engkau…

Sabtu, 30 April 2016 12:00

Pastikan Proyek Rel Kereta Api, Gubernur Kaltim ke Rusia Lagi, Tumben...Kali Ini Ajak DPRD

SAMARINDA - Proyek kereta api di Kaltim akan ditentukan dalam waktu dekat. Sebelum itu, Gubernur Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2015 Kaltim Post Group. All Right Reserved.