MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 27 Juli 2017 10:47
Dikenal Ceria, Mahasiswa Itu Bunuh Diri

Tinggalkan Pesan: Hanya Bisa Mengalihi Kuitan

PROKAL.CO, TANA PASER – Sepekan terakhir, publik dihebohkan dengan berita bunuh diri. Diawali dari kematian tragis Chester Bennington, pentolan band Linkin Park, di tali gantungan, Kamis (20/7). Kemudian, aksi nekat kakak-adik yang loncat dari Apartemen Gateway, Bandung, Jawa Barat, awal pekan ini, Senin (24/7). Detik-detik Elviana Parubak (34) dan Eva Septiani Parubak (28) loncat dari apartemen bahkan terekam video dan beredar di dunia maya.

Kasus teranyar datang dari Kaltim. Salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) bernama Muhammad Rafi’i (24) ditemukan tak bernyawa Rabu (26/7) dini hari.

Mahasiswa asal Kabupaten Paser itu gantung diri di rumah kontrakannya di Banjarmasin. Fi’i, sapaan akrabnya, merupakan mahasiswa semester delapan Jurusan Perbankan Syariah yang sedang disibukkan rutinitas skripsi.

Kemarin jenazah korban sudah tiba di rumah duka. Pantauan Kaltim Post di kediaman orangtua almarhum, Jalan Bhayangkara, Gang Sentosa, RT 06, Kecamatan Tanah Grogot, Paser, keluarga dan kerabat ramai datang untuk melayat.

Puncaknya malam, setelah salat Magrib, di rumah bernomor 32, dengan bangunan kayu berdinding keramik putih dan cat cokelat itu digelar pembacaan doa dan salat jenazah. Dari informasi yang dihimpun, orangtua almarhum, Jamani dan Salmiah, baru mengetahui kabar anak mereka meninggal pukul 01.00 Wita, Rabu (26/7). Jamani adalah pedagang kain di pertokoan Kandilo Plaza, Paser.

Setelah mendapat kabar tersebut, pukul 03.00 Wita, Jamani dan kerabatnya bergegas menuju Banjarmasin. Mereka tiba di kota tetangga itu sekitar pukul 12.00 Wita. Tak sampai delapan jam, jenazah pun tiba di Tana Paser, sekitar pukul 19.30 Wita. Korban dibawa dengan mobil ambulans bernomor polisi DA 9738 BH.

Setelah tiba, keluarga dan para pelayat langsung menyalatkan. Tak sampai satu jam, jenazah kemudian dikebumikan di TPU Semumun, Km 1, Tanah Grogot. Sebelum jenazah tiba, koran ini sempat berbincang dengan kakak Fi'i, Raudatul Kiptiah (25). Namun, karena masih dirundung duka, dia pun belum mau berbicara banyak. Dia hanya berkata sang adik merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. “Nanti dulu ya, waktunya belum tepat,” sebutnya dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, penuturan tetangga tepat di sebelah rumah duka, Sahrul, Fi’i baru kembali ke Banjarmasin, setelah libur panjang Lebaran selama sepuluh hari di rumah orangtuanya. Dari yang dia tahu, Fi’i merupakan pribadi yang baik, bahkan tidak pernah terlihat mengeluh.

Almarhum juga sosok yang ceria dan taat agama. “Sering saya lihat ikut pengajian kalau pas lagi pulang ke Paser,” jelasnya. Sang ayah pun, ungkap Sahrul, mengaku kaget begitu mendengar kabar kepergian sang anak dengan cara bunuh diri. "Selama ini tidak pernah diduga (Fi'i) memiliki masalah besar," ujar Sahrul.

“Infonya (keluarga) baru tahu setelah Paman Fi’i yang menelepon bahwa sudah meninggal. Sebelumnya ayah Fi’i ditelepon teman-teman kampus korban, mengapa lebih tiga hari tidak masuk kampus. Pak Jamani kemudian meminta kerabatnya (paman) untuk menengok di indekosnya (di Banjarmasin), akhirnya setelah dijenguk sudah tidak bernyawa,” lanjutnya, menjelaskan.

Fi’i sekitar setahun lebih tinggal sendiri di rumah kontrakannya di Banjarmasin. Sebelumnya, dia bersama kakak perempuannya yang juga kuliah di sana. Sang kakak lebih dulu lulus dan kembali ke Paser.

KEJANGGALAN

Dari penuturan rekan Fi'i yang satu sekolah sejak SD sampai SMA dan kini juga berkuliah di Banjarmasin namun beda kampus, dia merasa ada kejanggalan dari beberapa status di media sosial, Line, almarhum. Mulai masalah hidup, posting-an tentang hubungan asmara, dan puncaknya yang mencurigakan ialah dalam posting-an pada 11 Juli 2017. Saat itu, almarhum berkata, “Good bye Gerogot dan akan kembali dalam waktu yang tepat". Serta status terakhirnya pada 18 Juli, mengucapkan, “Bismillah”.

“Tapi, saya tidak berani menilai karena apa. Yang saya tahu Fi’i orangnya suka bergaul dan tidak menyendiri. Kalau tidak salah dia juga ikut organisasi,” kata pria yang meminta namanya tak disebutkan itu.

TINGGALKAN PESAN

Tewasnya Fi'i dengan cara bunuh diri membuat banyak orang dekat korban tersentak.  Demikian halnya pihak civitas akademika UIN Antasari.  Sebab, korban tak pernah terlihat memiliki banyak masalah.

Bahkan, menurut penuturan rekan kuliah, korban termasuk mahasiswa aktif di organisasi.  Korban yang akrab disapa rekannya dengan panggilan Lay ini dikenal aktif di LPM Sukma dan Lingkaran Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (LSIS). 

Fi’i ditemukan tewas gantung diri di dalam rumah kosnya, Jalan A Yani, Km 3,5, Kompleks Beringin, Jalur III, Banjarmasin Timur, Rabu (26/7) dini hari. Saat ditemukan, korban diperkirakan sudah tak bernyawa lebih dari satu hari. 

Fi'i awalnya ditemukan teman sekampusnya yang merasa curiga karena sudah beberapa hari tak masuk kuliah. Betapa kagetnya temannya ketika menemukan jasadnya yang mulai membusuk.  Rekannya itu juga menemukan selembar kertas yang ditaruh di atas meja di dapur. Kalimat itu bertuliskan, “Hanya bisa mengalihi kuitan Allah”. (Hanya bisa menyusahkan orangtua).

Kapolsekta Banjarmasin Timur Kompol Dese Yulianti mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Informasi lain, berdasarkan keterangan sejumlah rekannya, korban sempat berpamitan di grup WhatsApp (WA) organisasi. “Dia sempat meminta maaf kepada rekannya yang ada di grup itu beberapa hari sebelumnya dan menulis chat bahwa akan bunuh diri,” jelas Dese.

Sayangnya, chat yang disampaikannya tersebut tidak membuat teman-temanya menaruh curiga, mereka menyangka korban hanya bercanda. "Dugaan dia punya masalah pribadi, tapi itu yang tidak diketahui. Kalau dilihat tulisan yang ditinggalkan ada dugaan tekanan dari orang terdekat," ujarnya.

Terlepas dari itu, pihaknya menyatakan korban murni bunuh diri. Jasad korban setelah diidentifikasi langsung dilarikan ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, sementara pihak keluarga langsung ditelepon. "Korban dibawa ke kampung halamannya Tanah Grogot Kaltim," terang Dese.

Kepala Humas UIN Antasari Banjarmasin Akhmad Syaikhu membenarkan, korban mahasiswa aktif semester akhir di UIN. “Korban semester akhir proses skripsi dan dia anak Fakultas Syariah jurusan Perbankan Syariah angkatan 2013. Sejauh ini, anaknya dikenal baik, tidak memiliki masalah, begitu juga dengan kegiatan kuliah selalu rajin dan di luar itu dia dikenal aktif di organisasi mahasiswa," jawab Syaikhu.

Syaikhu menyayangkan dengan kejadian itu. Dia berharap, peristiwa ini tak terjadi lagi. Sementara itu, pihaknya tidak menerima informasi akan permasalahan motif gantung dirinya korban.

“Bagi para mahasiswa UIN, barang kali ada permasalahan jangan berdiam atau menyimpan sendiri masalahnya. Permasalahan bisa dibicarakan dengan dosen pembimbing atau dosen-dosen lainnya, terbukalah karena setiap masalah pasti ada jalannya,” katanya, berpesan. (ian/ay/ran/jpnn/*/jib/far/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Mei 2019 00:47

MANTAP JUGA..!! 9 Kabupaten Kota Se Kaltim Meraih Opini WTP dari BPK

SAMARINDA -  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kalimantan Timur menyerahkan Laporan…

Jumat, 24 Mei 2019 13:50

HAIISSSS...!! Tol Balsam Batal Dibuka Lebaran

BALIKPAPAN-Keinginan warga Benua Etam merasakan mudik Idulfitri tahun ini via…

Jumat, 24 Mei 2019 13:29
Polri Bilang, Massa Ditunggangi Dua Kelompok Berbeda

8 Orang Jadi Korban Jiwa Kerusuhan 21-22 Mei

JAKARTA- Korban meninggal bertambah dua orang akibat bentrokan yang terjadi…

Jumat, 24 Mei 2019 13:21
Kerusuhan Berakhir, Tanah Abang Hari Ini Buka Lagi

ALHAMDULILLAH..!! Kondisi Jakarta Mulai Pulih

JAKARTA – Aksi pengerahan massa diprediksi masih terjadi di Jakarta…

Jumat, 24 Mei 2019 11:16

Antisipasi Lonjakan Penumpang Kapal, Pemkot Siapkan Tempat Penampungan

BALIKPAPAN- Pemkot Balikpapan berencana menyiapkan penampungan penumpang kapal jelang arus…

Jumat, 24 Mei 2019 11:14

Realisasi APBD 2019 Diprediksi Rp 2,57 T

SAMARINDA- Tahun ini, realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD)…

Kamis, 23 Mei 2019 14:42

Kaltim Belum Minat Obligasi

SAMARINDA- Pemprov Kaltim tampaknya belum tertarik menerbitkan obligasi sebagai alternatif…

Kamis, 23 Mei 2019 14:36

GIMANA NIH..!! Sudah Diresmikan, Maloy Tak Kunjung Beroperasi

SAMARINDA- Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK-MBTK) di…

Kamis, 23 Mei 2019 14:25

Error Berjamaah agar Hoax Tak Mudah Menyebar

MEDIA sosial, khususnya Facebook, WhatsApp (WA), dan Instagram (IG), layanannya…

Kamis, 23 Mei 2019 13:05

AP 1 Batal Kelola APT Pranoto, Ini Sikap Dishub Kaltim

SAMARINDA – PT Angkasa Pura I tak bergairah mengelola Bandara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*