MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 17 Juli 2017 16:42
Buya Syafii Bikin Jokowi Terkaget-kaget
Buya Ahmad Syafii Maarif. Foto JPNN.com

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">PROKAL.CO, JAKARTA- Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif membuat Presiden Jokowi terkejut. Sejumlah kalimat yang terucap dari Buya Syafii membuat Jokowi terkaget-kaget. Hal itu terjadi saat Buya Syafii secara khusus meminta waktu bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/7).

Buya Syafii, mengaku membicarakan sejumlah isu dengan Jokowi. Antara lain masalah ketimpangan ekonomi yang menurutnya bisa menjadi ancaman.

"Persoalan pertama adalah ketimpangan ekonomi. Ini perlu cepat. Pemerintah sudah bekerja tapi harus dipercepat. Sebab kalau tidak, ini timbul lagi nanti prahara sosial, Mei 1998. Itu kan hancur kita," ujar Buya saat ditemui wartawan usai bertemu Jokowi di kompleks Istana Negara.

Menurut dia, saat ini pemerintah telah mencabut banyak izin tanah yang dikuasai konglomerat. Ke depan, katanya, harus ada gerakan memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM). Termasuk melibatkan para pengusaha kelas kakap.

"Saya sudah bicara dengan tiga konglomerat kelas hiu, enggak saya sebut nama. Saya bilang ini kalau ketimpangan dibiarkan begini, ngamuk rakyat nanti. Mereka paham betul," jelas dia.

Sehingga, para pengusaha-pegusaha besar juga harus turun tangan untuk ikut memberdayakan perekonomian masyarakat.

"Saya punya ide begini, di tiap kabupaten dan kota, itu ada pengusaha yang punya komitmen kerakyatan sehingga pertumbuhan yang berkeadilan itu menjadi pedoman kita semua," ungkap mantan ketua umum PP Muhammadiyah itu.

Selain itu, dia juga menyampaikan masalah gerakan-gerakan yang bisa menjadi ancaman bagi NKRI. Hal ini menurut dia telah terjadi dan merusak sejumlah negara seperti di Marawi, Filipina Selatan.

"Yang saya katakan, presiden agak kaget tadi, adalah rongsokan peradaban Arab yang kalah. ISIS puncaknya. Kaget dia. Saya yang ngomong, saya katakan, ini berbahaya sekali," jelas tokoh kelahiran Sijunjung, Sumatera Barat ini.

Terakhir berkaitan dengan pendidikan lima hari atau full day school. Menurut Buya, itu hanya masalah komunikasi dan akan segera diatasi pemerintah dengan mengganti keputusan menteri dengan keputusan presiden (Keppres).(fat/jpnn)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 15:23

17 Dokter Spesialis Mundur, RS Mulai Tolak Pasien

17 dokter spesialis yang bertugas di RS Regional Sumbar mundur sejak akhir pekan lalu. Dampaknya pun…

Senin, 11 Desember 2017 15:15

Bangsawan Bali Bela Ustaz Somad

Meski sebagian orang sempat mendemo Ustad Abdul Somad, tapi sebagaian warga di Bali justru membela ustad…

Senin, 11 Desember 2017 15:09

Tuduh Ustaz Samad Anti Pancasila, Anggota DPD dari Bali Diperkarakan

Saat bersafari di Bali, Sabtu (9/12), Ustaz Abdul Somad yang hendak berceramah sempat mendapat…

Senin, 11 Desember 2017 15:02

Ditunjuk Gantikan Setnov, Aziz Bilang Siap

Ketua Umum Golkar Setya Novanto (Setnov) membuat surat sakti yang isinya menunjuk Aziz Syamsudin sebagai…

Senin, 11 Desember 2017 14:58

Separuh Lebih Anggota Fraksi Golkar di DPR Tolak Aziz Syamsuddin

Bukannya mendapat dukungan, keputusan Ketua Umum Golkar Setya Novanto menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai…

Senin, 11 Desember 2017 10:34

Jokowi Abaikan Penegakan HAM

JAKARTA - Kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut telah mengabaikan penegakan di bidang Hak…

Senin, 11 Desember 2017 09:24

Novanto Mundur, Tunjuk Azis Ketua DPR

JAKARTA - Jalan Aziz Syamsudin menduduki kursi Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI tak berjalan mulus.…

Minggu, 10 Desember 2017 08:12

Gatot Serahkan Bendera Kepemimpinan TNI

JAKARTA - Jenderal TNI Gatot Nurmantyo resmi menyerahkan tongkat komandonya kepada Marsekal TNI Hadi…

Minggu, 10 Desember 2017 08:09

Tangkapan Berantai Tiga Terduga Teroris

JAKARTA — Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan berantai terhadap tiga terduga teroris di…

Sabtu, 09 Desember 2017 20:16
Klaim Presiden AS Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Partai Demokrat Menentang dan Kecam Donald Trump

 JAKARTA- Menyikapi situasi yang terus berkembang pasca pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .