MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 17 Juli 2017 16:42
Buya Syafii Bikin Jokowi Terkaget-kaget
Buya Ahmad Syafii Maarif. Foto JPNN.com

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">PROKAL.CO, JAKARTA- Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif membuat Presiden Jokowi terkejut. Sejumlah kalimat yang terucap dari Buya Syafii membuat Jokowi terkaget-kaget. Hal itu terjadi saat Buya Syafii secara khusus meminta waktu bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/7).

Buya Syafii, mengaku membicarakan sejumlah isu dengan Jokowi. Antara lain masalah ketimpangan ekonomi yang menurutnya bisa menjadi ancaman.

"Persoalan pertama adalah ketimpangan ekonomi. Ini perlu cepat. Pemerintah sudah bekerja tapi harus dipercepat. Sebab kalau tidak, ini timbul lagi nanti prahara sosial, Mei 1998. Itu kan hancur kita," ujar Buya saat ditemui wartawan usai bertemu Jokowi di kompleks Istana Negara.

Menurut dia, saat ini pemerintah telah mencabut banyak izin tanah yang dikuasai konglomerat. Ke depan, katanya, harus ada gerakan memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM). Termasuk melibatkan para pengusaha kelas kakap.

"Saya sudah bicara dengan tiga konglomerat kelas hiu, enggak saya sebut nama. Saya bilang ini kalau ketimpangan dibiarkan begini, ngamuk rakyat nanti. Mereka paham betul," jelas dia.

Sehingga, para pengusaha-pegusaha besar juga harus turun tangan untuk ikut memberdayakan perekonomian masyarakat.

"Saya punya ide begini, di tiap kabupaten dan kota, itu ada pengusaha yang punya komitmen kerakyatan sehingga pertumbuhan yang berkeadilan itu menjadi pedoman kita semua," ungkap mantan ketua umum PP Muhammadiyah itu.

Selain itu, dia juga menyampaikan masalah gerakan-gerakan yang bisa menjadi ancaman bagi NKRI. Hal ini menurut dia telah terjadi dan merusak sejumlah negara seperti di Marawi, Filipina Selatan.

"Yang saya katakan, presiden agak kaget tadi, adalah rongsokan peradaban Arab yang kalah. ISIS puncaknya. Kaget dia. Saya yang ngomong, saya katakan, ini berbahaya sekali," jelas tokoh kelahiran Sijunjung, Sumatera Barat ini.

Terakhir berkaitan dengan pendidikan lima hari atau full day school. Menurut Buya, itu hanya masalah komunikasi dan akan segera diatasi pemerintah dengan mengganti keputusan menteri dengan keputusan presiden (Keppres).(fat/jpnn)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 12:41

WANITA PADA GEGER..!! Ditemukan Kutang Berbahan Aneh

PADANGPARIAMAN-  Belum lagi terpecahkan penemuan cairan aneh berbungkus plastik di dalam bra alias…

Sabtu, 24 Februari 2018 12:26

AHY-Gatot Cawapres Potensial

DEKLARASI Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres PDI Perjuangan (PDIP) akan diikuti manuver partai-partai…

Sabtu, 24 Februari 2018 11:10

PDIP Usung Jokowi Lagi, PKS-Gerindra Tak Gentar

JAKARTA- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra mengaku tak gentar menghadapi Joko Widodo. Terlebih,…

Sabtu, 24 Februari 2018 11:07

Satuan Tempur Baru di Indonesia Timur

JAKARTA – Mabes TNI memastikan akan menambah satuan baru, baik matra darat, laut, maupun udara,…

Jumat, 23 Februari 2018 13:02

Setnov "Nyanyi" Ganjar Pranowo Terima USD 500 Ribu

Setya Novanto (Setnov) "bernyanyi" keras di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/2). Mantan ketua DPR…

Jumat, 23 Februari 2018 12:51

Jokowi Dipastikan Hadiri Rakernas PDIP di Bali

Di sela-sela jadwal padat dalam kunjungan kerjanya di Bali, hari ini (23/2), Presiden Joko Widodo dipastikan…

Jumat, 23 Februari 2018 12:45

Lega, Tunjangan Guru Besar Belum akan Dihapus

Sempat jadi polemik, akhirnya kabar melegakan datang juga untuk 3.800 lebih guru besar alias…

Jumat, 23 Februari 2018 12:39

Jamin Aman, Rumah Novel Baswedan Dipantau Tiap Hari

Tak ingin peristiwa penyerang terhadap Novel Baswedan terulang, kediaman penyidik senior di…

Kamis, 22 Februari 2018 19:56

Bamsoet : Tak Perlu Perppu MD3

Di tengah pro-kontra lahirnya Undang Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), Ketua Dewan Perwakilan…

Kamis, 22 Februari 2018 19:56
BREAKING NEWS

WASPADALAH, Napi Teroris Tembus 600 Orang 

  JAKARTA – Indonesia serius melakukan pencegahan aksi radikalisme dan terorisme. Terbukti,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .