MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Senin, 17 Juli 2017 08:31
Bangun Kesadaran Menyusui sejak Pra Nikah

Bincang dengan Komunitas Peduli ASI Balikpapan

GENCAR SOSIALISASI: Suminar Ramdanika (kanan) memberikan materi konsultasi ASI di salah satu puskesmas di Balikpapan, belum lama ini. (KPAB FOR KALTIM POST)

PROKAL.CO, Kesadaran ibu menyusui yang masih terhitung rendah di Balikpapan menjadi landasan berdirinya komunitas ini. Sejak resmi hadir empat tahun silam, Komunitas Peduli ASI Balikpapan (KPAB) membawa misi besar untuk meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif. Bahkan, penyebaran informasi soal ASI telah diberikan kepada pasangan yang ingin menikah.

DINA ANGELINA, Balikpapan

BERGERAK sebagai kelompok pendukung pemberian ASI, KPAB menyadari banyak sekali permasalahan yang menjadi kendala para ibu untuk menyusui. Kepada Kaltim Post, pengurus KPAB Suminar Ramdanika menyebutkan, ada beragam faktor pendukung yang menyebabkan terjadinya kegagalan ASI eksklusif. Di antaranya puting retak, payudara bengkak, dan bingung puting dari kalangan ibu yang juga pekerja aktif.

“Hampir semua keluhan yang kami temukan sama. Mulai dari kendala sulitnya ASI keluar sampai mendapatkan waktu untuk pemberian ASI. Hingga faktor lain seperti kurangnya dukungan keluarga dalam proses pemberian ASI untuk anak,” ucapnya.Mengusung tagline menginspirASI, mengedukASI, mengASIhi, KPAB hadir untuk mendukung berjalannya gerakan ibu menyusui dan ASI eksklusif.

Caranya dengan menyebarkan informasi seputar manfaat dan peran ASI. Baik untuk anak, ibu, dan keluarga. Semua dikemas dalam beragam kegiatan. Di antaranya kelas ASI dan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), seminar ASI, ASI goes to KUA untuk penasehat perkawinan, dan sebagainya. “Kelas ASI dilakukan setiap bulan tanpa ada biaya pungutan. Biasanya, selain ibu menyusui, kami mengajak siapa pun anggota keluarga yang paling dapat mendukung proses menyusui untuk ikut dalam kelas ASI. Sehingga keilmuan dan pemahaman tentang ASI bisa sama,” tuturnya.

Perempuan yang juga bertugas sebagai konselor menyusui itu mengatakan, KPAB tidak hanya hadir melalui berbagai kegiatan tersebut. Namun juga turun langsung dan bertatap muka dengan para ibu menyusui. Melalui bantuan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, KPAB turut terlibat sebagai pembina kelompok pendukung ibu di setiap kelurahan.  “Target besar adalah meningkatkan kesadaran ibu menyusui. Sejauh ini keberhasilan belum bisa terukur dengan data pasti. Namun selain meningkatkan kesadaran dan keberhasilan ASI eksklusif, kami ingin membangun kemitraan antara KPAB dan kelompok pendukung ASI lainnya di setiap wilayah agar lebih mudah untuk menggaungkan program ASI eksklusif,” bebernya.

Salah satu kegiatan penting lainnya yaitu mengadakan kunjungan rumah gratis tanpa ada biaya. Biasanya kunjungan rumah tergantung permintaan dan melihat daruratnya kasus. Menurutnya, dukungan untuk ibu menyusui memang harus dilakukan face to face. “Jadi kehadiran kami tidak hanya sebagai komunitas pendukung ASI, kami juga berkewajiban memberikan bantuan dalam bentuk konseling,” imbuhnya.

Tak sampai disitu, KPAB juga ditunjuk sebagai penasihat perkawinan untuk calon ibu. Tahun ini, program tersebut juga menjadi fokus para anggota KPAB. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap minggu tepatnya hari Selasa di Kantor Urusan Agama (KUA). Nasihat tersebut disampaikan oleh konselor menyusui KPAB. Di antaranya untuk KUA wilayah utara, tengah, dan selatan. Sisanya untuk KUA wilayah lain berasal dari konselor puskesmas dan Dinas Sosial Balikpapan.

“Tujuan nasihat agar menumbuhkan kesadaran para ibu untuk menyusui. Hal ini harus dilakukan dari sejak awal pasangan merencanakan pernikahan. Jadi pasangan yang ingin menikah sudah mengenal informasi ini,” ucapnya.

Perempuan berusia 31 tahun ini menyampaikan, materi nasihat perkawinan ini seperti manfaat ASI eksklusif, bahaya susu formula, dan empat standar makanan bayi. Yakni inisiasi menyusui dini, ASI eksklusif selama 6 bulan, program menyusui selama 2 tahun, dan makan pendukung ASI (MPASI).

“Karena ini informasi untuk para perempuan yang akan menikah alias calon ibu, kami juga menyelipkan tentang kesehatan reproduksi. Lalu peran ASI nantinya untuk kesehatan ibu. Ilmu ini sebagai perkenalan awal bagi mereka yang ingin menikah. Konseling bisa lanjut setelah ibu mulai hamil, baik di puskesmas atau join dengan kami lewat media sosial,” jelasnya. Sebagai informasi, saat ini KPAB memiliki 15 orang pengurus dan jumlah anggota mencapai 150 orang. Mereka terdaftar resmi dan memiliki kartu anggota.

Berasal dari kalangan mana saja yang terpenting memiliki tujuan untuk mendukung gerakan ASI. Tidak harus seorang konselor dan ibu menyusui. “Siapa saja bisa bergabung. Misalnya dari tenaga kesehatan seperti bidan, konselor, ibu menyusui, sampai para suami. Sebab perlu dukungan semua pihak agar program ASI eksklusif berhasil. Jadi tujuan utama untuk mendorong banyak ibu ramai-ramai menerapkan ASI eksklusif,” pungkasnya. (riz/k18)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 11:21

Kinigalau Kampung Sebelah

Oji hanya bisa bengong. Dia tak mengira, Lapangan Kinigalau di Kampung Sebelah yang jadi tempat bermainnya…

Selasa, 05 Desember 2017 11:02

Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua

Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan…

Jumat, 01 Desember 2017 07:38

Asuh 40 Anak Yatim Piatu, Suami Meninggal karena Depresi

Perempuan ini telah menghabiskan waktu 11 tahun hidup bersama human immunodeficiency virus (HIV). Bukan…

Kamis, 30 November 2017 08:34

Bawa Rempah Sendiri, Sanggup Menampung 20 Orang

Sauna ini baru pertama di TPA yang ada di Indonesia. Terobosan ini dulunya sempat dianggap gila. GUNUNGAN…

Rabu, 29 November 2017 08:35

Pengajuan Anggaran Molor, Hasil Musrenbang Belum Diakomodasi

  Masalah utang pihak ketiga yang tak kunjung tuntas menghantui Pemkot Samarinda. Solusi sejatinya…

Selasa, 28 November 2017 08:38

Harus Cerdas Ekspos Temuan agar Tak Ditunggangi Kepentingan Politik

Investigasi Kaltim Post pada Desember 2016 di wilayah Muara Jawa, Kutai Kartanegara, berdampak signifikan.…

Sabtu, 25 November 2017 07:44

Sebagian Besar Makanan yang Dikonsumsi Diolah Sendiri

Pada usia yang memasuki angka 80 tahun, artis Titiek Puspa seolah tak kalah dengan penuaan. Wajahnya…

Sabtu, 25 November 2017 07:23

Tak Membatasi Diri dalam Ber-MC, Idolakan Choki Sitohang

Terjun ke dunia entertainment tak pernah terlintas di benak Willybrodus Angelbertus Suhaili sebelumnya.…

Sabtu, 25 November 2017 07:18

Belajar Bertoleransi melalui Film Ahu Parmalim

Memperingati Hari Toleransi Internasional, tiga yayasan yakni –  Yayasan Kampung Halaman,…

Sabtu, 25 November 2017 06:45

Jual Diri untuk Biaya Pulang Kampung

Lies (nama samaran, Red), seorang janda dan ibu dari satu anak ini tidak menyangka tertangkap dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .