MANAGED BY:
SELASA
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Senin, 17 Juli 2017 08:31
Bangun Kesadaran Menyusui sejak Pra Nikah

Bincang dengan Komunitas Peduli ASI Balikpapan

GENCAR SOSIALISASI: Suminar Ramdanika (kanan) memberikan materi konsultasi ASI di salah satu puskesmas di Balikpapan, belum lama ini. (KPAB FOR KALTIM POST)

PROKAL.CO, Kesadaran ibu menyusui yang masih terhitung rendah di Balikpapan menjadi landasan berdirinya komunitas ini. Sejak resmi hadir empat tahun silam, Komunitas Peduli ASI Balikpapan (KPAB) membawa misi besar untuk meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif. Bahkan, penyebaran informasi soal ASI telah diberikan kepada pasangan yang ingin menikah.

DINA ANGELINA, Balikpapan

BERGERAK sebagai kelompok pendukung pemberian ASI, KPAB menyadari banyak sekali permasalahan yang menjadi kendala para ibu untuk menyusui. Kepada Kaltim Post, pengurus KPAB Suminar Ramdanika menyebutkan, ada beragam faktor pendukung yang menyebabkan terjadinya kegagalan ASI eksklusif. Di antaranya puting retak, payudara bengkak, dan bingung puting dari kalangan ibu yang juga pekerja aktif.

“Hampir semua keluhan yang kami temukan sama. Mulai dari kendala sulitnya ASI keluar sampai mendapatkan waktu untuk pemberian ASI. Hingga faktor lain seperti kurangnya dukungan keluarga dalam proses pemberian ASI untuk anak,” ucapnya.Mengusung tagline menginspirASI, mengedukASI, mengASIhi, KPAB hadir untuk mendukung berjalannya gerakan ibu menyusui dan ASI eksklusif.

Caranya dengan menyebarkan informasi seputar manfaat dan peran ASI. Baik untuk anak, ibu, dan keluarga. Semua dikemas dalam beragam kegiatan. Di antaranya kelas ASI dan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), seminar ASI, ASI goes to KUA untuk penasehat perkawinan, dan sebagainya. “Kelas ASI dilakukan setiap bulan tanpa ada biaya pungutan. Biasanya, selain ibu menyusui, kami mengajak siapa pun anggota keluarga yang paling dapat mendukung proses menyusui untuk ikut dalam kelas ASI. Sehingga keilmuan dan pemahaman tentang ASI bisa sama,” tuturnya.

Perempuan yang juga bertugas sebagai konselor menyusui itu mengatakan, KPAB tidak hanya hadir melalui berbagai kegiatan tersebut. Namun juga turun langsung dan bertatap muka dengan para ibu menyusui. Melalui bantuan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, KPAB turut terlibat sebagai pembina kelompok pendukung ibu di setiap kelurahan.  “Target besar adalah meningkatkan kesadaran ibu menyusui. Sejauh ini keberhasilan belum bisa terukur dengan data pasti. Namun selain meningkatkan kesadaran dan keberhasilan ASI eksklusif, kami ingin membangun kemitraan antara KPAB dan kelompok pendukung ASI lainnya di setiap wilayah agar lebih mudah untuk menggaungkan program ASI eksklusif,” bebernya.

Salah satu kegiatan penting lainnya yaitu mengadakan kunjungan rumah gratis tanpa ada biaya. Biasanya kunjungan rumah tergantung permintaan dan melihat daruratnya kasus. Menurutnya, dukungan untuk ibu menyusui memang harus dilakukan face to face. “Jadi kehadiran kami tidak hanya sebagai komunitas pendukung ASI, kami juga berkewajiban memberikan bantuan dalam bentuk konseling,” imbuhnya.

Tak sampai disitu, KPAB juga ditunjuk sebagai penasihat perkawinan untuk calon ibu. Tahun ini, program tersebut juga menjadi fokus para anggota KPAB. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap minggu tepatnya hari Selasa di Kantor Urusan Agama (KUA). Nasihat tersebut disampaikan oleh konselor menyusui KPAB. Di antaranya untuk KUA wilayah utara, tengah, dan selatan. Sisanya untuk KUA wilayah lain berasal dari konselor puskesmas dan Dinas Sosial Balikpapan.

“Tujuan nasihat agar menumbuhkan kesadaran para ibu untuk menyusui. Hal ini harus dilakukan dari sejak awal pasangan merencanakan pernikahan. Jadi pasangan yang ingin menikah sudah mengenal informasi ini,” ucapnya.

Perempuan berusia 31 tahun ini menyampaikan, materi nasihat perkawinan ini seperti manfaat ASI eksklusif, bahaya susu formula, dan empat standar makanan bayi. Yakni inisiasi menyusui dini, ASI eksklusif selama 6 bulan, program menyusui selama 2 tahun, dan makan pendukung ASI (MPASI).

“Karena ini informasi untuk para perempuan yang akan menikah alias calon ibu, kami juga menyelipkan tentang kesehatan reproduksi. Lalu peran ASI nantinya untuk kesehatan ibu. Ilmu ini sebagai perkenalan awal bagi mereka yang ingin menikah. Konseling bisa lanjut setelah ibu mulai hamil, baik di puskesmas atau join dengan kami lewat media sosial,” jelasnya. Sebagai informasi, saat ini KPAB memiliki 15 orang pengurus dan jumlah anggota mencapai 150 orang. Mereka terdaftar resmi dan memiliki kartu anggota.

Berasal dari kalangan mana saja yang terpenting memiliki tujuan untuk mendukung gerakan ASI. Tidak harus seorang konselor dan ibu menyusui. “Siapa saja bisa bergabung. Misalnya dari tenaga kesehatan seperti bidan, konselor, ibu menyusui, sampai para suami. Sebab perlu dukungan semua pihak agar program ASI eksklusif berhasil. Jadi tujuan utama untuk mendorong banyak ibu ramai-ramai menerapkan ASI eksklusif,” pungkasnya. (riz/k18)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 08:32

Tanpa Kertas, Hasil Keluar dalam 15 Menit

Para dokter spesialis saraf kerap kesulitan meluangkan waktu untuk screening pikun dini. Tes yang begitu…

Kamis, 21 September 2017 08:23

Perbanyak Publisitas e-Book hingga Bangun Kampung Literasi

Bagas terlihat asyik memainkan gawai (gadget) pemberian ayahnya. Jangankan tumpukan buku di meja belajar.…

Rabu, 20 September 2017 09:10

Hujan Interupsi, Gebrak Meja, tapi Lebih Suka Jadi Dubes

Sekelompok wakil rakyat berkumpul. Kali ini tak mengenakan setelan formal berdasi. Melainkan seragam…

Selasa, 19 September 2017 08:20

Berangkat Modal Iuran, Sabet Tiga Juara, Bersiap Rebut Piala Presiden

Tak ingin mengalah dengan keterbatasan. Ini dibuktikan sekelompok siswa dari SD 18 Samarinda Ulu. Berkat…

Senin, 18 September 2017 08:31

Rangsang Sensitivitas tapi Berisiko Tersedak hingga Diare

Sebagian masyarakat bukan hanya kurang paham tentang nutrisi yang baik bagi buah hati. Tetapi juga belum…

Sabtu, 16 September 2017 08:15

Kembali ke Daerah, Siap Tugas di Daerah Terpencil

Mengenakan jas putih, khas para dokter, lalu menolong seseorang yang sedang sakit, menjadi mimpi Rizka…

Sabtu, 16 September 2017 08:03

Banjir Penjenguk, Didiagnosis Terkena Epilepsi Akut

Setelah viral ,Riska akhirnya dirujuk ke RSUD Gunung Malang. Pembesuk tak henti datang. Pagi hingga…

Sabtu, 16 September 2017 06:37

Buka Jalur Peminat Investasi di Lahan Bekas Tambang

Berjaya sebagai penghasil emas hitam yang melimpah, Kaltim kini menyisakan banyak lubang tambang. Tak…

Jumat, 15 September 2017 08:39

Dorong Legalisasi Ganja sebagai Pengobatan

Tanaman ganja punya dua sisi yang saling berlawanan. Selain jadi barang terlarang, ganja juga diyakini…

Kamis, 14 September 2017 08:38

Rekrut Kader Lanjut Usia, Kawal Gizi Anak dengan Genting

Wajib bagi seorang ibu menjaga asupan gizi sang buah hati. Mengingat salah satu ancamannya adalah stunting.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .