MANAGED BY:
MINGGU
23 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 17 Juli 2017 07:19
Jangan Sampai Dianggap Lumrah

Kemenhub Diminta Serius Sikapi Lonjakan Harga Tiket Pesawat

INDIKASI PERMAINAN HARGA: Periodelibur sekolah berakhir kemarin. Harga tiket pesawat pun diharapkan kembali normal secepatnya. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Melambungnya harga tiket dinilai sebagai fenomena yang tidak wajar. Sebab, kenaikan hingga tiga kali lipat itu memanfaatkan momentum masuknya anak sekolah. Kemenhub pun diminta bersikap tegas terhadap adanya kemungkinan kapitalisme dalam bisnis ini.

Kemungkinan tersebut diungkapkan Akademisi dari Universitas Mulawarman, Aji Sofyan Effendi. Dia menyebut, ada dugaan permainan harga secara sistematis oleh beberapa, bahkan bisa jadi seluruh maskapai di Indonesia. Sebab, kata dia, kenaikan harga terjadi merata pada semua perusahaan jasa penerbangan.

Bahkan, setelah kabar lonjakan harga tiket meluap ke permukaan, tak ada satu pun yang mau menurunkan atau menjualnya dengan harga normal. Padahal, Sofyan menyebut, cara tersebut efektif untuk memangkas harga pasaran yang sedang melonjak itu.

Dia pun meyakini adanya sistem kapitalisme dalam sektor jasa tersebut. Di tengah momen yang menuntut kebutuhan tinggi akan jasa angkutan udara, Sofyan menyebut, memang terdapat peluang meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

“Kemenhub harus cepat mengambil sikap. Kalau dibiarkan akan menjadi pola yang seolah lumrah terjadi di setiap peak season. Pemerintah harus memberikan batasan harga yang wajar. “Sanksi tegas harus diberikan kepada mereka yang memainkan harga tersebut,” papar Ketua Pusat Kajian Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah Unmul.

Selain itu, Sofyan menyebut, seluruh organisasi perlindungan konsumen bersikap nyata. Tak sekadar memberikan imbauan, tetapi membuat laporan resmi atau gugatan.

“Penegak hukum, saya rasa juga harus bergerak. Sebab ini merupakan sudah masuk indikasi adanya permainan harga,” kata dia. 

Terpisah, salah seorang pembeli tiket, Adityantara mengaku telah membeli tiket Balikpapan-Surabaya dengan harga normal Rp 550 ribu, sebelum peak season mudik Lebaran lalu. Karena belum memutuskan jadwal pulang ke Kalimantan, dia menunda pemesanan tiket. Kala itu, harga masih normal.

“Setelah tiga hari dicek lagi, harga sudah melambung tiga kali lipat. Akhirnya saya batalkan keberangkatan. Dari pada rugi jutaan rupiah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail menyebut, banyak warga Kaltim yang mau antar anak menuntut ilmu di Jawa, tapi harga tiket melambung tinggi. Kata dia, karena banyak yang beli, mestinya diberikan diskon. Dua pekan selepas Lebaran, harga melambung hingga Rp 1 juta.

“Mestinya ada jika banyak yang membeli, maka diberlakukan harga kompetitif, bukan mencekik. Jika presiden bisa memberlakukan program satu harga di Papua, mengapa mengendalikan harga tiket pesawat tidak,” tegas Nusyirwan. (*/hdd/man/k18)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 07:30

Dana Talangan bagai Jebakan Batman

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO(Pemerhati Ekonomi Kerakyatan &  Ketenagakerjaan) TULISAN ini terinspirasi…

Jumat, 21 Juli 2017 07:26

Lifting Migas Turun, Pemerintah Obral Insentif

JAKARTA - Pemerintah jorjoran memberi insentif karena produksi siap jual (lifting) minyak dan gas bumi…

Jumat, 21 Juli 2017 07:24

Kemenperin: Oknum LSM Buat Investor Tak Nyaman

JAKARTA - Belasan kawasan industri di Indonesia akan mengalami peningkatan dalam tiga sampai lima tahun…

Jumat, 21 Juli 2017 07:20

Momen Tepat untuk Investasi

MESKIPUN industri properti masih belum stabil, sektor ini dinilai tetap menjadi pilihan investasi jangka…

Jumat, 21 Juli 2017 07:19

Begini Strategi Bank Mandiri Optimalkan Bangkitnya Bisnis Properti

Harga properti yang tumbuh melambat, setidaknya dalam dua tahun belakangan ini, banyak dianggap sebagai…

Jumat, 21 Juli 2017 07:14

Tiga Perusahaan Batal IPO Tahun Ini

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan terdapat tiga perusahaan yang batal melaksanakan penawaran…

Jumat, 21 Juli 2017 07:11

Pemerintah Kembali Hidupkan Mobil Listrik

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, akan ada peraturan presiden…

Kamis, 20 Juli 2017 07:18

Sudah Tiga Tahun Ekonomi Stagnan

INSTITUTE Development of Economics and Finance (Indef) menilai bahwa saat ini kondisi ekonomi di Tanah…

Kamis, 20 Juli 2017 07:09

Sektor Industri Penyumbang Terbesar

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mengaku masih menyisir potensi…

Kamis, 20 Juli 2017 07:08

Jangan Ikut Sebar Kabar Negatif tentang Rupiah

JAKARTA - Diluncurkan sejak akhir tahun lalu, uang rupiah tahun emisi 2016 masih saja dirundung isu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .