MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 17 Juli 2017 07:19
Jangan Sampai Dianggap Lumrah

Kemenhub Diminta Serius Sikapi Lonjakan Harga Tiket Pesawat

INDIKASI PERMAINAN HARGA: Periodelibur sekolah berakhir kemarin. Harga tiket pesawat pun diharapkan kembali normal secepatnya. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Melambungnya harga tiket dinilai sebagai fenomena yang tidak wajar. Sebab, kenaikan hingga tiga kali lipat itu memanfaatkan momentum masuknya anak sekolah. Kemenhub pun diminta bersikap tegas terhadap adanya kemungkinan kapitalisme dalam bisnis ini.

Kemungkinan tersebut diungkapkan Akademisi dari Universitas Mulawarman, Aji Sofyan Effendi. Dia menyebut, ada dugaan permainan harga secara sistematis oleh beberapa, bahkan bisa jadi seluruh maskapai di Indonesia. Sebab, kata dia, kenaikan harga terjadi merata pada semua perusahaan jasa penerbangan.

Bahkan, setelah kabar lonjakan harga tiket meluap ke permukaan, tak ada satu pun yang mau menurunkan atau menjualnya dengan harga normal. Padahal, Sofyan menyebut, cara tersebut efektif untuk memangkas harga pasaran yang sedang melonjak itu.

Dia pun meyakini adanya sistem kapitalisme dalam sektor jasa tersebut. Di tengah momen yang menuntut kebutuhan tinggi akan jasa angkutan udara, Sofyan menyebut, memang terdapat peluang meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

“Kemenhub harus cepat mengambil sikap. Kalau dibiarkan akan menjadi pola yang seolah lumrah terjadi di setiap peak season. Pemerintah harus memberikan batasan harga yang wajar. “Sanksi tegas harus diberikan kepada mereka yang memainkan harga tersebut,” papar Ketua Pusat Kajian Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah Unmul.

Selain itu, Sofyan menyebut, seluruh organisasi perlindungan konsumen bersikap nyata. Tak sekadar memberikan imbauan, tetapi membuat laporan resmi atau gugatan.

“Penegak hukum, saya rasa juga harus bergerak. Sebab ini merupakan sudah masuk indikasi adanya permainan harga,” kata dia. 

Terpisah, salah seorang pembeli tiket, Adityantara mengaku telah membeli tiket Balikpapan-Surabaya dengan harga normal Rp 550 ribu, sebelum peak season mudik Lebaran lalu. Karena belum memutuskan jadwal pulang ke Kalimantan, dia menunda pemesanan tiket. Kala itu, harga masih normal.

“Setelah tiga hari dicek lagi, harga sudah melambung tiga kali lipat. Akhirnya saya batalkan keberangkatan. Dari pada rugi jutaan rupiah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail menyebut, banyak warga Kaltim yang mau antar anak menuntut ilmu di Jawa, tapi harga tiket melambung tinggi. Kata dia, karena banyak yang beli, mestinya diberikan diskon. Dua pekan selepas Lebaran, harga melambung hingga Rp 1 juta.

“Mestinya ada jika banyak yang membeli, maka diberlakukan harga kompetitif, bukan mencekik. Jika presiden bisa memberlakukan program satu harga di Papua, mengapa mengendalikan harga tiket pesawat tidak,” tegas Nusyirwan. (*/hdd/man/k18)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 07:38

Syarat Pekerja Asing Tak Berubah

JAKARTA – Penyederhanaan prosedur perizinan tenaga kerja asing (TKA) diyakini bakal berdampak…

Kamis, 26 April 2018 07:38

Ekspor Ternak, Kesehatan Jadi Fokus Utama

BANTEN - Pemerintah menegaskan, tak mudah mendapat persetujuan ekspor telur tetas ayam dari negara tujuan.…

Kamis, 26 April 2018 07:37

Lonjakan Konsumsi Mamin Bisa 50 Persen

SURABAYA - Permintaan bahan makanan maupun makanan dan minuman jadi, secara nasional sepanjang momen…

Rabu, 25 April 2018 07:23

Blok Terminasi Bisa Tutupi Beban Pertamina

JAKARTA – Penugasan kepada PT Pertamina (Persero) untuk mengelola tujuh wilayah kerja (WK) atau…

Rabu, 25 April 2018 07:20

TUH..!! Tak Ada Penerbangan Malam di APT Pranoto

SAMARINDA - Beroperasinya Bandara Aji PangeranTumenggung (APT) Pranoto di Samarinda ternyata belum menyeluruh.…

Rabu, 25 April 2018 07:14

Waspada Dampak Panic Buying

BALIKPAPAN – Lonjakan kebutuhan pangan saat Ramadan diklaim sudah diantisipasi oleh stakeholder…

Rabu, 25 April 2018 07:13

BRI Rambah Student Loan

SURABAYA - Dorongan untuk mengucur kredit bagi mahasiswa kembali direspons positif oleh perbankan. Setelah…

Rabu, 25 April 2018 07:12

Tiga Bulan, BCA Raup Laba Rp 5,5 Triliun

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA berhasil meraup laba Rp 5,5 triliun sepanjang…

Rabu, 25 April 2018 07:11

Pengusaha Keluhkan Bea Impor Tinggi di Afrika

JAKARTA - Pemerintah disebut perlu meminta negara-negara di Afrika menurunkan tarif bea masuk untuk…

Selasa, 24 April 2018 12:30

WARNING..!! Rupiah Terus Melemah, Ini yang Dilakukan BI

Nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan yang cukup dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .