MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Kamis, 13 Juli 2017 07:57
Sekali Latihan Langsung Ketagihan

Intim dengan Devira Warouw, Wakil Kaltim di Event Wakeboard Internasional

COME BACK: Memanfaatkan libur kuliah, Devira Adyannie Warouw kembali menjajal olahraga wakeboard di Pantai Banua Patra, Balikpapan, belum lama ini.(11/7). (anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, Dunia akuntansi yang melekat dengan hitung-hitungan menarik perhatiannya. Walau tetap saja menyusun laporan keuangan adalah hal yang sulit.

DINA ANGELINA, Balikpapan

AKTIVITAS dalam menutut ilmu membuatnya jauh dari kota kelahirannya di Balikpapan. Sudah tiga tahun lebih, Devira Adyannie Warouw berada di Jogjakarta. Kesibukan di sana sangat berbeda dari kebiasaan semasa di Kota Minyak. Perempuan berusia 21 tahun ini tak lagi akrab dengan papan seluncur, pantai, serta ombak. Justru sebaliknya, dia sibuk dengan pembukuan, kalkulator, dan segala hal yang berhubungan dengan dunia akuntansi.

Kepada Kaltim Post, Devira bercerita, dirinya sedang bersiap diri masuk semester akhir. Hal itu yang membuatnya sementara harus fokus dalam perkuliahan. Walau jiwa dan hobinya di bidang olahraga, Devira menyadari pendidikan tetap elemen penting. Sehingga target untuk menamatkan pendidikan harus dia kejar dan meraih gelar sarjana ekonomi.

Lalu, mengapa memilih akuntansi? Ia mengaku, pilihan mengambil jurusan dalam rumpun Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut sebenarnya terinspirasi dari sang ibu, Rayhana Bustani yang seorang akuntan. Sosok ibu banyak mendorongnya untuk terjun ke bidang akuntansi.

Devira mengungkapkan, dunia akuntansi yang melekat dengan hitung-hitungan menarik perhatiannya. Walau tetap saja menyusun laporan keuangan adalah hal yang sulit.

Namun, justru membuatnya semakin tertantang. Itu yang tak membuatnya patah semangat, dia berencana mengambil program studi auditing. “Kalau sekarang jadwal padat dan cukup lelah karena masuk semester terakhir. Semoga tahun depan bisa lulus. Jadi, sekarang lumayan jarang bisa main wakeboard. Apalagi di Jogjakarta tidak tersedia venue latihan yang mendukung,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, baru bisa bermain dan berselancar dengan wakeboard saat pulang ke Balikpapan. Hal ini turut berpengaruh pada jadwal latihan dan penampilannya. Jauh berbeda dengan kondisi ketika dulu masih berada di Balikpapan. Devira berlatih sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu. Biasanya Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) menjadi venue favorit berlatih.

“Pengalaman kesulitan cari venue latihan di Balikpapan juga pernah saat kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), saya lupa tahun tepatnya. Kondisi ombak di Monpera cukup besar. Akhirnya saya dan kakak latihan di Kampung Baru. Posisinya muara, jadi harus lebih berhati-hati,” sebutnya. Olahraga air memang menjadi hobi gadis mungil ini. Sedari kecil, dia sudah akrab dengan renang dan jet ski.

Setiap akhir pekan,Devira dan keluarga menghabiskan waktu dengan rutinitas olahraga air tersebut. Sedangkan fokus mendalami wakeboard dia mulai saat berusia 13 tahun. Tidak hanya seorang diri, bersama sang kakak, Devina Warouw, keduanya mendalami wakeboard sejak 2010 silam. “Ide terjun ke wakeboard juga tidak sengaja, hanya iseng. Berlatih sekali ternyata bisa dan saya ketagihan,” tuturnya. Siapa sangka, pengalaman itu justru mengantarkan alumnus SMA 1 Balikpapan ini menjadi seorang atlet wakeboard Benua Etam. Padahal tidak mudah menemukan seorang yang berbakat di bidang wakeboard. Apalagi dia seorang perempuan.

Pernah masuk sebagai finalis PON XIX Jawa Barat, Devira mengatakan ada banyak pengalaman dan ilmu yang dia raih. Selama masa karantina saja, Devira dituntut untuk hidup sehat dengan menjaga pola makan. Lalu, selama masa training center tersebut, seluruh kegiatan harus berjalan teratur. Termasuk soal makan rutin saat pagi, siang, dan malam.

“Pantangan banget tidak, tapi memang makanannya empat sehat lima sempurna. Dari lauk, sayur, sampai susu wajib. Kami dilarang konsumsi minuman bersoda dan es. Jauh dari mi instan dan makanan yang berbau pedas. Karena jika melanggar aturan pola makan ini pengaruh terasa ke performance atlet,” ucapnya. Ketika melewati masa training di Jakarta, para atlet hanya memiliki waktu sekitar satu jam untuk latihan. Sebab, atlet banyak dan venue terbatas, mereka harus rela antre bergantian menggunakan venue. Berbeda dengan Balikpapan yang memiliki venue sendiri, dia merasa bisa maksimal berlatih pada pagi dan sore hari.

Jika tidak ada kompetisi, biasanya dia cukup menyentuh wakeboard setiap akhir pekan. Sedangkan saat mendekati kompetisi pasti latihan dilakukan setiap hari. “Kalau saat ini, wakeboard tetap menjadi hobi dan saya sebisa mungkin berpartisipasi jika ada kesempatan kompetisi,” imbuhnya.

Selama berkarier, Devira tak hanya menjajal kompetisi level domestik. Dia pernah menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang perlombaan wakeboard internasional di Singapura medio 2012.

 “Waktu itu dapat undangan dan pertama kali masuk ajang internasional. Banyak pengalaman dari sana karena saya bisa belajar dari atlet wakeboard yang telah mendunia,” ucapnya. Kekuatan bertahan di dunia wakeboard, bukan hanya karena gemar. Alasan lainnya karena banyaknya dukungan yang mengalir. Segala support itu mengumpulkan tenaga dan kepercayaan diri agar bisa melakukan yang terbaik dalam setiap kompetisi. Bahkan, teman sesama atlet PON turut membantu dengan doa dan dukungan.

Mereka ingin Devira bisa serius di bidang ini, caranya mengambil sekolah khusus wakeboard. “Tapi yang paling utama pasti dukungan keluarga seperti orangtua dan kakak. Contoh mama yang tahu semua jadwal kejuaraan dan event wakeboard. Saya tidak tahu banyak, jadi info malah datang dari mama agar saya masih bisa aktif bermain. Kalau waktunya cocok pasti saya ambil kesempatan itu,” ujarnya.

Ia mengaku, masih ingin ikut dalam kejuaraan PON 2020 di Papua. Sebab, Devira menargetkan menembus babak final dan membawa gelar untuk Kaltim. Namun sebelumnya, dalam waktu dekat dia harus mempersiapkan diri melewati Porprov 2018.(riz/k15)


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 10:26

Mau Nikah Siri? Pikir Lagi

ADA 183 isbat nikah terjadi di Samarinda pada 2016. Angka itu meningkat dibanding 2015 yang angkanya…

Sabtu, 11 November 2017 06:43

Kenalkan Pariwisata PPU kepada Anak Muda Se-Indonesia

Tiga pemuda asal PPU terpilih mewakili Kaltim dalam Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2017. Pertemuan akbar…

Kamis, 09 November 2017 08:30

Sering Diabaikan, Atasi dengan Senam Kegel hingga Operasi

Mengompol atau kesulitan menahan kencing kerap dialami anak-anak. Siapa sangka, ada sebagian orang dewasa…

Rabu, 08 November 2017 08:26

Facial 28 Hari Sekali hingga Terapi Laser

Bagi sebagian perempuan, wajah merupakan bagian amat penting. Sebab, keindahan kulit wajah yang sehat…

Selasa, 07 November 2017 08:18

Tak Perlu Matang, Desain Awal Menentukan

Seni memahat bisa diaplikasikan ke berbagai media. Dulu, kayu dan tembikar umum digunakan. Saat ini,…

Senin, 06 November 2017 08:20

Baru 5 Kilometer, Keringat Sudah Bercucuran

Adrenalin goweser benar-benar diuji pada Ahad (5/11). Mereka harus menaklukkan rute “gila”…

Senin, 06 November 2017 08:13

Tetap Keluarkan Sertifikat Halal, Siapkan Solusi Bantu UMKM

Tak hanya memperhatikan komposisi. Adanya label halal di sebuah kemasan pun jadi penentu. Terutama bagi…

Sabtu, 04 November 2017 08:01

Minim Pesaing, Sepuluh Tahun Membina Bulu Tangkis

Sepak bola selalu menjadi yang terpopuler di Indonesia. Tapi, bulu tangkis adalah olahraga nasional.…

Sabtu, 04 November 2017 07:54

Riki Bawakan Dua Lagu Karya Sendiri

Minggu (5/11), akan menjadi kali pertama tampil di hadapan masyarakat Balikpapan. Dengan musik yang…

Sabtu, 04 November 2017 06:59

Raih Gelar Pemain Terbaik, Utamakan Doa Orangtua

Sempat dianggap gila teman sepermainan, Bima Sakti membayar dengan prestasi. Dia jadi penggawa Timnas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .