MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Kamis, 13 Juli 2017 07:57
Sekali Latihan Langsung Ketagihan

Intim dengan Devira Warouw, Wakil Kaltim di Event Wakeboard Internasional

COME BACK: Memanfaatkan libur kuliah, Devira Adyannie Warouw kembali menjajal olahraga wakeboard di Pantai Banua Patra, Balikpapan, belum lama ini.(11/7). (anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, Dunia akuntansi yang melekat dengan hitung-hitungan menarik perhatiannya. Walau tetap saja menyusun laporan keuangan adalah hal yang sulit.

DINA ANGELINA, Balikpapan

AKTIVITAS dalam menutut ilmu membuatnya jauh dari kota kelahirannya di Balikpapan. Sudah tiga tahun lebih, Devira Adyannie Warouw berada di Jogjakarta. Kesibukan di sana sangat berbeda dari kebiasaan semasa di Kota Minyak. Perempuan berusia 21 tahun ini tak lagi akrab dengan papan seluncur, pantai, serta ombak. Justru sebaliknya, dia sibuk dengan pembukuan, kalkulator, dan segala hal yang berhubungan dengan dunia akuntansi.

Kepada Kaltim Post, Devira bercerita, dirinya sedang bersiap diri masuk semester akhir. Hal itu yang membuatnya sementara harus fokus dalam perkuliahan. Walau jiwa dan hobinya di bidang olahraga, Devira menyadari pendidikan tetap elemen penting. Sehingga target untuk menamatkan pendidikan harus dia kejar dan meraih gelar sarjana ekonomi.

Lalu, mengapa memilih akuntansi? Ia mengaku, pilihan mengambil jurusan dalam rumpun Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut sebenarnya terinspirasi dari sang ibu, Rayhana Bustani yang seorang akuntan. Sosok ibu banyak mendorongnya untuk terjun ke bidang akuntansi.

Devira mengungkapkan, dunia akuntansi yang melekat dengan hitung-hitungan menarik perhatiannya. Walau tetap saja menyusun laporan keuangan adalah hal yang sulit.

Namun, justru membuatnya semakin tertantang. Itu yang tak membuatnya patah semangat, dia berencana mengambil program studi auditing. “Kalau sekarang jadwal padat dan cukup lelah karena masuk semester terakhir. Semoga tahun depan bisa lulus. Jadi, sekarang lumayan jarang bisa main wakeboard. Apalagi di Jogjakarta tidak tersedia venue latihan yang mendukung,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, baru bisa bermain dan berselancar dengan wakeboard saat pulang ke Balikpapan. Hal ini turut berpengaruh pada jadwal latihan dan penampilannya. Jauh berbeda dengan kondisi ketika dulu masih berada di Balikpapan. Devira berlatih sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu. Biasanya Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) menjadi venue favorit berlatih.

“Pengalaman kesulitan cari venue latihan di Balikpapan juga pernah saat kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), saya lupa tahun tepatnya. Kondisi ombak di Monpera cukup besar. Akhirnya saya dan kakak latihan di Kampung Baru. Posisinya muara, jadi harus lebih berhati-hati,” sebutnya. Olahraga air memang menjadi hobi gadis mungil ini. Sedari kecil, dia sudah akrab dengan renang dan jet ski.

Setiap akhir pekan,Devira dan keluarga menghabiskan waktu dengan rutinitas olahraga air tersebut. Sedangkan fokus mendalami wakeboard dia mulai saat berusia 13 tahun. Tidak hanya seorang diri, bersama sang kakak, Devina Warouw, keduanya mendalami wakeboard sejak 2010 silam. “Ide terjun ke wakeboard juga tidak sengaja, hanya iseng. Berlatih sekali ternyata bisa dan saya ketagihan,” tuturnya. Siapa sangka, pengalaman itu justru mengantarkan alumnus SMA 1 Balikpapan ini menjadi seorang atlet wakeboard Benua Etam. Padahal tidak mudah menemukan seorang yang berbakat di bidang wakeboard. Apalagi dia seorang perempuan.

Pernah masuk sebagai finalis PON XIX Jawa Barat, Devira mengatakan ada banyak pengalaman dan ilmu yang dia raih. Selama masa karantina saja, Devira dituntut untuk hidup sehat dengan menjaga pola makan. Lalu, selama masa training center tersebut, seluruh kegiatan harus berjalan teratur. Termasuk soal makan rutin saat pagi, siang, dan malam.

“Pantangan banget tidak, tapi memang makanannya empat sehat lima sempurna. Dari lauk, sayur, sampai susu wajib. Kami dilarang konsumsi minuman bersoda dan es. Jauh dari mi instan dan makanan yang berbau pedas. Karena jika melanggar aturan pola makan ini pengaruh terasa ke performance atlet,” ucapnya. Ketika melewati masa training di Jakarta, para atlet hanya memiliki waktu sekitar satu jam untuk latihan. Sebab, atlet banyak dan venue terbatas, mereka harus rela antre bergantian menggunakan venue. Berbeda dengan Balikpapan yang memiliki venue sendiri, dia merasa bisa maksimal berlatih pada pagi dan sore hari.

Jika tidak ada kompetisi, biasanya dia cukup menyentuh wakeboard setiap akhir pekan. Sedangkan saat mendekati kompetisi pasti latihan dilakukan setiap hari. “Kalau saat ini, wakeboard tetap menjadi hobi dan saya sebisa mungkin berpartisipasi jika ada kesempatan kompetisi,” imbuhnya.

Selama berkarier, Devira tak hanya menjajal kompetisi level domestik. Dia pernah menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang perlombaan wakeboard internasional di Singapura medio 2012.

 “Waktu itu dapat undangan dan pertama kali masuk ajang internasional. Banyak pengalaman dari sana karena saya bisa belajar dari atlet wakeboard yang telah mendunia,” ucapnya. Kekuatan bertahan di dunia wakeboard, bukan hanya karena gemar. Alasan lainnya karena banyaknya dukungan yang mengalir. Segala support itu mengumpulkan tenaga dan kepercayaan diri agar bisa melakukan yang terbaik dalam setiap kompetisi. Bahkan, teman sesama atlet PON turut membantu dengan doa dan dukungan.

Mereka ingin Devira bisa serius di bidang ini, caranya mengambil sekolah khusus wakeboard. “Tapi yang paling utama pasti dukungan keluarga seperti orangtua dan kakak. Contoh mama yang tahu semua jadwal kejuaraan dan event wakeboard. Saya tidak tahu banyak, jadi info malah datang dari mama agar saya masih bisa aktif bermain. Kalau waktunya cocok pasti saya ambil kesempatan itu,” ujarnya.

Ia mengaku, masih ingin ikut dalam kejuaraan PON 2020 di Papua. Sebab, Devira menargetkan menembus babak final dan membawa gelar untuk Kaltim. Namun sebelumnya, dalam waktu dekat dia harus mempersiapkan diri melewati Porprov 2018.(riz/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 16 September 2017 08:15

Kembali ke Daerah, Siap Tugas di Daerah Terpencil

Mengenakan jas putih, khas para dokter, lalu menolong seseorang yang sedang sakit, menjadi mimpi Rizka…

Rabu, 13 September 2017 08:40

Hitung Rokok Tiap Hari, lalu Rehabilitasi Perokok Berat

Menghilangkan ‘budaya’ merokok rasanya seperti hal mustahil. Itu yang dirasakan Ni Made…

Selasa, 12 September 2017 08:10

Sempat Ditolak, Kini Warga Sadar Pentingnya Septic Tank

Sanitasi di wilayah pesisir jadi masalah kompleks. Ini turut dialami Darmawati. Dia harus mengubah perilaku…

Senin, 11 September 2017 09:09

Berantas Campak dengan Kecapi

Sebagai surveilans campak, perawat Puskesmas Klandasan Ilir ini merasa perlu mempertajam data, sekaligus…

Sabtu, 09 September 2017 07:48

Pacaran yang Menghasilkan, Beli Delapan Mobil dari Video Komedi

Menjadi miliarder pada usia muda bukan cerita sinetron belaka. Sejoli mahasiswa dari Universitas Mulawarman…

Sabtu, 09 September 2017 07:41

Mengulik Perjalanan Film sampai Workshop di Busan

Pertengahan Juli lalu menjadi momen berkesan bagi Abdillah Farhan. Mewakili Indonesia menjadi peserta…

Sabtu, 09 September 2017 07:37

Tak Bisa Berpisah Lama, Ikut Hash Selalu Berdua

Dari lari jatuh ke hati. Berkawan hingga berjodoh. Begitulah yang dialami pasangan satu ini. Benih cinta…

Jumat, 08 September 2017 08:44

Bikin Buku agar Jumlah Gigi Sehat hingga Karang Gigi Terpantau

Mungkin tak banyak orang tahu kalau kesehatan gigi dan mulut juga penting untuk ibu hamil. Hal itulah…

Kamis, 07 September 2017 08:54

Ubah Tata Cara Minum Obat Setiap 8 Jam dengan e-Ticket

Banyak penyakit bertambah parah akibat salah mengonsumsi obat. Hal ini menggugah Suci Laraswitasari…

Rabu, 06 September 2017 08:57

Lawan Paradigma hingga Keterbatasan Dana

Masyarakat kerap salah paham seputar nutrisi kepada buah hati. Pemerintah pun gencar menggalakkan program…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .