MANAGED BY:
MINGGU
23 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 12:56
Jefri Pernah Hina Mantan Suami dan Mertua Leni, Ada Gugatan Praperadilan

PROKAL.CO, Sebelum Leni dan keluarganya ini disidik Polda Kaltim, jauh sebelumnya kasus ini sudah digarap Polsekta Samarinda Utara. Bahkan, ada gugatan praperadilan yang diajukan “kasir cantik” bersama Jefriansyah, lantaran penyitaan aset-aset yang ditengarai dibelinya dari hasil penggelapan yang dilakukannya.

Perkara bernomor 1/Pid.Pra/2017/PN Smr tertanggal 13 Februari 2017 itu menggugat Polsekta Samarinda Utara. Namun, ketika perkara itu berakhir medio Mei lalu, majelis hakim tunggal yang menangani sidang praperadilan itu menilai penyitaan dan penahanan telah sesuai KUHAP. “Saya juga kaget itu baca, tiba-tiba beralih di sana (polda). Karena ketika saya sidangkan itu Polsek Utara (Polsekta Samarinda Utara),” ucap Parmatoni, ketua majelis hakim yang menangani perkara ini.

Selain menyoal penyitaan aset, pasutri itu turut pula mempraperadilankan penetapan keduanya sebagai tersangka yang dilakukan kepolisian tersebut. “Memang ketika persidangan dia hamil. Tapi, saya menilai, proses saat itu penahanan tak dilakukan hanya penetapan tersangka saja. Makanya, di putusan akhir saya tolak permohonan yang diajukannya,” tutur pria berkacamata ini.

Kasus yang membelit Jefriansyah tak hanya tentang penggelapan hingga Rp 25 miliar yang dilakukannya bersama istrinya, Leni Nurusanti. Ada pula tentang perkara Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Perkara bernomor 450/Pid.Sus/2017/PN Smr ini sudah bergulir medio Maret lalu dan kini tinggal menunggu pembacaan nota pembelaan yang diajukannya.

Jefri didakwa dengan tuduhan penghinaan terhadap mantan suami dan mantan mertua istrinya. Entah ada kaitannya atau tidak, beberapa saat kemudian, masalah yang lebih besar menimpa Jefri dan Leni. Ibarat kualat, keduanya dilaporkan pihak perusahaan tempat Leni bekerja atas tuduhan penggelapan uang konsumen.  Dalam kasus penghinaan, Jefri sudah menjalani tahapan persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda. Bahkan kasusnya sudah memasuki tahap penyampaian tuntutan oleh JPU Agus Suprianto. Jefri didakwa melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan tuntutan hukuman kurungan penjara 1 tahun 6 bulan.

Jefri dilaporkan karena mengirim pesan pendek berisi kata-kata tak senonoh kepada M Taufik yang tak lain mantan suami Leni (29) dan ayahnya Syaiful Anwar (59), mantan mertua Leni. Pesan pendek dikirim lewat media sosial (medsos) Facebook dan pesan di HP.

Kata-kata hinaan yang dilontarkan Jefri lantaran keberatan saat Taufik mengajak jalan anak-anak hasil perkawinannya dengan Leni. “Untuk kasus laporan Undang-undang ITE yang memasuki tahap penuntutan JPU akan kami buatkan pledoi. Kemudian TPPU ini kita lihat saja nanti di persidangan, kita buktikan saja,” tutur kuasa hukum Jefriansyah, Jahidun.

Dari kasus ini, Jefri, begitu dia disapa, turut pula mengajukan praperadilan. Namun, upaya menyoal penetapan dirinya sebagai tersangka tetap ditolak majelis hakim yang diketuai Rasyid Purba.

Diketahui, sejak April 2015 hingga Desember 2016, Leni yang bekerja sebagai kasir di PT SMA menggelapkan uang perusahaan hingga puluhan miliar rupiah. Caranya memanipulasi data. Mulai kuitansi, tanda terima, hingga pihak akunting perusahaan tak mendeteksi.

Sebelum beraksi, Leni mempelajari seluruh aktivitas proses administrasi, hingga unit mobil dikeluarkan. Setiap bulan, dia mampu melakukan transaksi 2–3 kali. Setiap transaksi, Leni tak menyetorkan seluruh duit konsumen, dia menyunatnya.

Sisa dana yang disetor ke perusahaan, oleh Leni dibuat kuitansi sesuai duit yang sudah dipotong. Jadi, kuitansi yang masuk ke konsumen dan perusahaan berbeda, namun perusahaan melihat secara kasatmata, dana sesuai dengan data.

Modus lain, Leni mengumpulkan fotokopi KTP milik keluarga, kerabat, dan lainnya. Ini untuk mengajukan pembelian mobil. Untuk modus ini, peran suami Leni yakni Jefriansyah yang menjadi utama. Setelah unit keluar, dia bertugas menjual kembali mobil-mobil jenis minibus, antara lain Terios, Sigra, Ayla, Xenia tersebut sesuai harga pasar. Tentu setelah sebelumnya memanipulasi harga. Kasus ini terungkap setelah ada audit internal.

Barang bukti hasil kejahatan Leni dan suami adalah, dua rumah di Jalan MT Haryono, Perumahan Bukit Mediterania Cluster Spain, Blok B, No 20 dan 21, Kelurahan Air Putih, Samarinda Utara, seharga Rp 800 juta. Satu mobil Peugeot RCZ warna putih dua pintu KT 88 LJ Rp 705 juta. Satu mobil Daihatsu Copen warna merah KT 888 JL Rp 460 juta.

Satu Toyota Fortuner Hitam KT 1216 JL Rp 563 juta. Satu mobil Mercy GLA 200 Hitam KT 8 LJ Rp 825 juta, dan satu Ford Focus Hitam KT 21 LJ Rp 400 juta. Satu Toyota Calya Rp 162 juta. Satu Yamaha R1M Rp 812 juta, dan satu Yamaha Nmax Rp 28 juta.

Juga, 4 Daihatsu Terios masing-masing Rp 240.950.000, 3 Daihatsu Xenia masing-masing Rp 235.750.000, 3 Daihatsu Sigra masing-masing Rp 150 juta, 1 Daihatsu Ayla Rp 140 juta, dan satu pikap Rp 120 juta. Sementara itu, barang bukti uang tunai Rp 305.136.200. (dra/fru/sapos/kp)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Juli 2017 07:56

Anggaran Jembatan Membengkak Jadi Rp 9,4 T

BALIKPAPAN –  Lama tak terdengar, rencana pembangunan jembatan tol Balikpapan-Penajam Paser…

Sabtu, 22 Juli 2017 07:54

Bohongi Konsumen dengan Nilai Gizi Palsu

JAKARTA  –  Bareskrim Polri mengamankan 1.000 ton beras oplosan di gudang milik PT Indo…

Sabtu, 22 Juli 2017 07:49

Ingin Segera Kembali ke KPK

KONDISI mata kiri penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (NB) yang belum…

Sabtu, 22 Juli 2017 07:47

Diusulkan Tiap Tahun Tak Dilirik

BALIKPAPAN –  Terpenuhi syarat menyebut Kampung Sloklai di Balikpapan Timur sebagai anak…

Sabtu, 22 Juli 2017 07:45

Awas Tertipu Judul Konten Dewasa

”PAKAI IT Nomor 1 Dubai Mengatakan Chat HRS-FIRZA 100% Fake (Palsu), Begini Penjelasannya….”…

Jumat, 21 Juli 2017 13:01

809 Izin Usaha Pertambangan Distop, Baru 6 SK Terbit

SAMARINDA – Janji mengakhiri 809 izin usaha pertambangan (IUP) di Kaltim belum sepenuhnya dilakukan…

Jumat, 21 Juli 2017 13:00

100 Hari Penyerangan, Begini Kondisi Terakhir Novel Baswedan

KASUS penyerangan Novel Baswedan genap masuk hari ke-100, kemarin (20/7). Namun, sampai sekarang, kepolisian…

Jumat, 21 Juli 2017 13:00

Ini Alasan PLN Tak Sanggup Beri Setrum Sloklai

BALIKPAPAN – Perhatian terhadap Kampung Sloklai Lamaru yang 23 tahun tanpa aspal jalan dan listrik…

Jumat, 21 Juli 2017 12:56

NESTAPA..!! Kebakaran Bikin Duit untuk Kurban Ikut Hangus

LISTRIK tiba-tiba padam. Warga berhamburan berlari keluar rumah. “Kebakaran,” suara teriakan.…

Jumat, 21 Juli 2017 09:41

Foto Editan untuk Provokasi

PEMBUAT hoax yang satu ini mungkin punya nyali setara Mad Dog. Bagaimana tidak, dia berani membuat dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .