MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 12:56
Jefri Pernah Hina Mantan Suami dan Mertua Leni, Ada Gugatan Praperadilan

PROKAL.CO, Sebelum Leni dan keluarganya ini disidik Polda Kaltim, jauh sebelumnya kasus ini sudah digarap Polsekta Samarinda Utara. Bahkan, ada gugatan praperadilan yang diajukan “kasir cantik” bersama Jefriansyah, lantaran penyitaan aset-aset yang ditengarai dibelinya dari hasil penggelapan yang dilakukannya.

Perkara bernomor 1/Pid.Pra/2017/PN Smr tertanggal 13 Februari 2017 itu menggugat Polsekta Samarinda Utara. Namun, ketika perkara itu berakhir medio Mei lalu, majelis hakim tunggal yang menangani sidang praperadilan itu menilai penyitaan dan penahanan telah sesuai KUHAP. “Saya juga kaget itu baca, tiba-tiba beralih di sana (polda). Karena ketika saya sidangkan itu Polsek Utara (Polsekta Samarinda Utara),” ucap Parmatoni, ketua majelis hakim yang menangani perkara ini.

Selain menyoal penyitaan aset, pasutri itu turut pula mempraperadilankan penetapan keduanya sebagai tersangka yang dilakukan kepolisian tersebut. “Memang ketika persidangan dia hamil. Tapi, saya menilai, proses saat itu penahanan tak dilakukan hanya penetapan tersangka saja. Makanya, di putusan akhir saya tolak permohonan yang diajukannya,” tutur pria berkacamata ini.

Kasus yang membelit Jefriansyah tak hanya tentang penggelapan hingga Rp 25 miliar yang dilakukannya bersama istrinya, Leni Nurusanti. Ada pula tentang perkara Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Perkara bernomor 450/Pid.Sus/2017/PN Smr ini sudah bergulir medio Maret lalu dan kini tinggal menunggu pembacaan nota pembelaan yang diajukannya.

Jefri didakwa dengan tuduhan penghinaan terhadap mantan suami dan mantan mertua istrinya. Entah ada kaitannya atau tidak, beberapa saat kemudian, masalah yang lebih besar menimpa Jefri dan Leni. Ibarat kualat, keduanya dilaporkan pihak perusahaan tempat Leni bekerja atas tuduhan penggelapan uang konsumen.  Dalam kasus penghinaan, Jefri sudah menjalani tahapan persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda. Bahkan kasusnya sudah memasuki tahap penyampaian tuntutan oleh JPU Agus Suprianto. Jefri didakwa melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan tuntutan hukuman kurungan penjara 1 tahun 6 bulan.

Jefri dilaporkan karena mengirim pesan pendek berisi kata-kata tak senonoh kepada M Taufik yang tak lain mantan suami Leni (29) dan ayahnya Syaiful Anwar (59), mantan mertua Leni. Pesan pendek dikirim lewat media sosial (medsos) Facebook dan pesan di HP.

Kata-kata hinaan yang dilontarkan Jefri lantaran keberatan saat Taufik mengajak jalan anak-anak hasil perkawinannya dengan Leni. “Untuk kasus laporan Undang-undang ITE yang memasuki tahap penuntutan JPU akan kami buatkan pledoi. Kemudian TPPU ini kita lihat saja nanti di persidangan, kita buktikan saja,” tutur kuasa hukum Jefriansyah, Jahidun.

Dari kasus ini, Jefri, begitu dia disapa, turut pula mengajukan praperadilan. Namun, upaya menyoal penetapan dirinya sebagai tersangka tetap ditolak majelis hakim yang diketuai Rasyid Purba.

Diketahui, sejak April 2015 hingga Desember 2016, Leni yang bekerja sebagai kasir di PT SMA menggelapkan uang perusahaan hingga puluhan miliar rupiah. Caranya memanipulasi data. Mulai kuitansi, tanda terima, hingga pihak akunting perusahaan tak mendeteksi.

Sebelum beraksi, Leni mempelajari seluruh aktivitas proses administrasi, hingga unit mobil dikeluarkan. Setiap bulan, dia mampu melakukan transaksi 2–3 kali. Setiap transaksi, Leni tak menyetorkan seluruh duit konsumen, dia menyunatnya.

Sisa dana yang disetor ke perusahaan, oleh Leni dibuat kuitansi sesuai duit yang sudah dipotong. Jadi, kuitansi yang masuk ke konsumen dan perusahaan berbeda, namun perusahaan melihat secara kasatmata, dana sesuai dengan data.

Modus lain, Leni mengumpulkan fotokopi KTP milik keluarga, kerabat, dan lainnya. Ini untuk mengajukan pembelian mobil. Untuk modus ini, peran suami Leni yakni Jefriansyah yang menjadi utama. Setelah unit keluar, dia bertugas menjual kembali mobil-mobil jenis minibus, antara lain Terios, Sigra, Ayla, Xenia tersebut sesuai harga pasar. Tentu setelah sebelumnya memanipulasi harga. Kasus ini terungkap setelah ada audit internal.

Barang bukti hasil kejahatan Leni dan suami adalah, dua rumah di Jalan MT Haryono, Perumahan Bukit Mediterania Cluster Spain, Blok B, No 20 dan 21, Kelurahan Air Putih, Samarinda Utara, seharga Rp 800 juta. Satu mobil Peugeot RCZ warna putih dua pintu KT 88 LJ Rp 705 juta. Satu mobil Daihatsu Copen warna merah KT 888 JL Rp 460 juta.

Satu Toyota Fortuner Hitam KT 1216 JL Rp 563 juta. Satu mobil Mercy GLA 200 Hitam KT 8 LJ Rp 825 juta, dan satu Ford Focus Hitam KT 21 LJ Rp 400 juta. Satu Toyota Calya Rp 162 juta. Satu Yamaha R1M Rp 812 juta, dan satu Yamaha Nmax Rp 28 juta.

Juga, 4 Daihatsu Terios masing-masing Rp 240.950.000, 3 Daihatsu Xenia masing-masing Rp 235.750.000, 3 Daihatsu Sigra masing-masing Rp 150 juta, 1 Daihatsu Ayla Rp 140 juta, dan satu pikap Rp 120 juta. Sementara itu, barang bukti uang tunai Rp 305.136.200. (dra/fru/sapos/kp)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 13:00
Mesra di Debat Perdana

Minim Ketegangan, Seluruh Paslon Bidik Hilirisasi

JAKARTA – Debat perdana empat pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub)…

Kamis, 26 April 2018 11:47

Bagikan Sembako Bergambar Stiker Cabup PPU, Sopir Dijadikan Tersangka

PENAJAM – Penyidik Polda Kaltim telah menetapkan tersangka pada dugaan politik uang pada Pilkada…

Kamis, 26 April 2018 11:00
Pengupasan Lahan Jadi Bagian Reklamasi

Diklaim untuk Kepentingan Sekolah

SAMARINDA – Pengupasan lahan di daerah Bantuas, Kecamatan Palaran, yang sangat dekat dengan…

Kamis, 26 April 2018 09:23
LSM Lingkungan, Akademisi, Pertamina, dan KLHK Bahas Dampak Tumpahan Minyak

Sepakat Fokus pada Solusi

IKATAN Mahasiswa Pencinta Alam (Imapa) Universitas Mulawarman selenggarakan seminar lingkungan dengan…

Kamis, 26 April 2018 09:16

Vonis Abun Diprediksi Lebih Cepat

JAKARTA – Sidang kasus korupsi Hery Susanto Gun alias Abun diprediksi bakal berlangsung lebih…

Kamis, 26 April 2018 09:13

Meski Berbahaya, Adu Kerbau Jadi Magnet

Adu kerbau atau ma'pasilaga tedong jadi salah satu yang paling digemari pada rangkaian upacara adat…

Rabu, 25 April 2018 09:59

PARAH..!! Lihat Nih, Sekolah Dikepung Tambang

SAMARINDA – Penambangan batu bara berdampingan dengan fasilitas umum (fasum) terus mengancam.…

Rabu, 25 April 2018 09:09
Menjaga Kelangsungan Keanekaragaman Hayati di Bentang Alam Wehea-Kelay

Sulit untuk Mandiri, Lepaskan Lahan demi Konservasi

SAMARINDA – Menjaga kelangsungan keanekaragaman hayati di bentang alam Wehea-Kelay sulit untuk…

Rabu, 25 April 2018 09:07

AKHIRNYA..!! Kapal MV Ever Judger Disita

BALIKPAPAN - Penyidikan kasus putusnya pipa minyak Pertamina mengarah ke kapal MV Ever Judger. Kemarin…

Rabu, 25 April 2018 09:04

Tarik Fee Proyek 15 Persen tiap OPD

JAKARTA – Pejabat di Kutai Kartanegara (Kukar) disebut sudah tutup mata dengan aksi korupsi di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .