MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 13:10
Gubernur Klaim Kaltim Lebih Siap dari Provinsi Tetangga

Ibu Kota Mengerucut ke Balikpapan

IBUKOTA? : Lokasi yang diusulkan Gubernur menjadi ibu kota negara adalah Balikpapan, tepatnya di antara Balikpapan dan Samarinda. Pusat ibukotanya ada di Teluk Balikpapan.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Tiga provinsi di Pulau Kalimantan menjadi opsi lokasi baru ibu kota negara. Adapun itu, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kaltim.

Dari sederet daerah itu, Palangkaraya (Kalteng) menjadi kandidat kuat pengganti Jakarta. Meski bukan kali pertama wacana itu mengemuka, tapi pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) lebih serius. Terbukti, kajian awal pemindahan ibu kota dalam penyusunan.

Palangkaraya lebih diunggulkan. Bahkan, era Presiden Ke-1 RI Soekarno, tepatnya pada 1950-an, wacana ibu kota dapat berpindah ke Palangkaraya mencuat. Meski demikian, tak membuat surut semangat Kaltim.

Khusus Kaltim, lokasi yang diusulkan menjadi ibu kota baru Indonesia adalah kawasan di antara Balikpapan dan Samarinda. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, dari kedua kota itu, Kota Minyak yang dianggap paling siap. Pusat ibu kota nantinya di Teluk Balikpapan. Dari sisi pemandangan, kawasan tersebut memiliki nilai lebih. Dalam mendukung pemindahan ibu kota, proyek coastal road di sepanjang kawasan tersebut akan dibangun.

Mantan anggota DPR RI daerah pemilihan Kaltim itu menawarkan, pemindahan ibu kota ini nantinya tidak harus dilaksanakan sekaligus, tapi bertahap. “Mungkin yang pertama-tama pindah, Pertamina, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Lalu, menyusul kementerian/lembaga lainnya,” katanya setelah menghadiri upacara HUT Ke-71 Bhayangkara di Lapangan Merdeka, Balikpapan, kemarin (10/7).

Menurut dia, Benua Etam tetap memiliki kesempatan yang sama menjadi ibu kota negara. “Bukan hanya Kalteng yang punya opportunity, Kaltim lebih-lebih lagi,” ujarnya. Selain itu, Faroek menyebut, listrik di Kaltim khususnya di Balikpapan sudah terpenuhi.

Sejak dua tahun lalu dia telah berkoordinasi dengan DPR RI agar mempertimbangkan Kaltim, khususnya Balikpapan sebagai calon ibu kota. “Pendek kata, Kaltim paling siap jika pemindahan ibu kota terjadi dalam waktu dekat. Semua sudah tersedia. Tinggal melengkapi,” katanya.

Pusat, kata gubernur dua periode itu, tak perlu khawatir dengan ketersediaan lahan di Kaltim. Berapa pun yang diminta akan dipenuhi. Daerah ini unggul, karena wilayahnya masih terbilang luas. Usulan pemindahan ibu kota negara ke Kaltim pernah diungkap Faroek setahun lalu. Kembali ditegaskan karena pemindahan ibu kota tengah menjadi pembahasan hangat beberapa waktu belakangan.

Demi memuluskan perpindahan ibu kota negara, Pemprov Kaltim berencana mengirimkan surat permohonan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sekaligus ke Komisi II DPR RI yang membidangi pemerintahan dalam negeri.

“Saya siap untuk dipanggil ke Komisi II untuk memberikan pemaparan dan mempertahankan argumentasi mengenai pemindahan ibu kota negara ke Kaltim,” tuturnya.

Dia bersikap ngotot bukan tanpa sebab. Disebutnya, akan banyak keuntungan diterima Kaltim karena pemindahan pusat administrasi pemerintahan bila terealisasi. Paling utama, yakni terjadinya percepatan pembangunan.

Bukan hanya pindah ke Kaltim, menurut dia, ibu kota juga perlu dipindahkan secara berkala ke berbagai daerah di Indonesia agar terjadi pemerataan pembangunan. “Jadi, misalnya setelah 10 tahun berada di Kaltim, ibu kota bisa dipindah ke Papua. Setelah itu bisa ke Sulawesi,” selorohnya.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menambahkan, kota yang dipimpinnya tersebut layak jadi calon ibu kota. Namun, Balikpapan disebutnya tidak bisa berdiri sendiri. Perlu wilayah lain seperti Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai wilayah pendukung. Karena ibu kota memerlukan wilayah yang luas. “Ibu kota perlu lahan luas dan plain (datar). Saya kira baik,” ujarnya ditemui di lokasi yang sama didampingi istrinya, Arita Rizal Effendi.

Pernyataan Rizal ini tidak berubah sejak dua tahun lalu. Saat itu, dia menyebut persoalan daya dukung lahan yang minim teratasi jika tiga wilayah Kaltim itu bersatu. Meski harus dikaji lebih dalam termasuk persoalan sosial serta kondisi geografis dan sumber penghasilan daerah setempat. “Saya bukan mengatakan Balikpapan tidak siap (menjadi ibu kota). Tapi, dengan kondisi geografis dan infrastruktur saat ini, belum memungkinkan,” jelasnya saat itu.

Untuk menyiapkan itu, Rizal memperkirakan perlu “menyulap” Teluk Balikpapan sebagai calon ibu kota negara. Usaha itu diprediksi memakan 20 tahun, bergantung dari keseriusan pemerintah pusat serta dukungan seluruh masyarakat.

Dukungan itu diperlukan karena wacana Teluk Balikpapan menjadi ibu kota bisa berdampak besar. Penguasaan lahan bisa masif dan harga tanah naik drastis. Padahal, sejumlah proyek pembangunan sangat bergantung pembebasan lahan dari masyarakat. “Tidak hanya harga semen dan bahan bangunan yang mungkin naik, harga tanah demikian. Jika itu terjadi, pemerintah juga yang kesulitan,” ujarnya.

Santer belakangan, Presiden Jokowi mewacanakan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Palangkaraya. Salah satu alasan pemindahan ibu kota ini untuk mengurangi beban Jakarta yang dianggap sudah terlalu padat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, hasil kajian pemindahan ibu kota akan dilaporkan Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, kepada Presiden Jokowi selepas orang nomor satu di republik ini kunjungan ke Turki dan pertemuan G20 di Jerman.

“Nanti kalau sudah diputuskan, dalam hasil kajiannya Pak Bambang (Bappenas) layak enggak, mengapa harus pindah. Kalau pindah, ditentukan di mana. Baru dilihat perencanaan dan desain untuk lokasinya. Sekarang baru tahap mengapa harus pindah,” papar Basuki.

Menurut informasi yang dia terima dari Bappenas, Kalimantan Tengah (Palangkaraya), Kaltim, dan Kalsel menjadi calon kuat lokasi pemindahan. Alasan pemindahan ibu kota, terang dia, adalah untuk memisahkan pusat ekonomi dan pusat pemerintahan. Jakarta nantinya tetap menjadi kota pusat ekonomi atau bisnis.

Pemindahan ibu kota ini memang baru sebatas wacana. Jadi, Basuki dan kementeriannya belum bisa bergerak untuk mengkaji infrastruktur yang akan dibangun. “Kalau di lokasinya kan belum pasti, jadi belum bisa. Tapi, kalau fasilitas apa saja, yang pasti ya fasilitas perkotaan yang standar,” ujarnya.

Mulai, transportasi massal, drainase, perumahan. Sebagai contoh, minimal mau memindahkan pusat administrasi pemerintahan, PNS di pusat sekitar 900 ribu. Itu berarti, minimal sebanyak itu pula perumahan yang mesti disiapkan. “Tapi, kalau perumahan tok, hidup perkotaannya mesti dari mana? Ya pasti harus ada komersial. Ya, jadi saya kira itu baru identifikasi,” papar Basuki.

Mantan menteri Keuangan itu mengatakan, tahun depan paling mungkin yang dilakukan adalah memulai desain. Itu pun ketika persetujuan dari Presiden Jokowi terbit. “Kalau (Presiden) yes, 2018 baru mulai ada kegiatan menuju ke arah detailnya. Apakah menuju planning-nya, baru detail desainnya,” jelas Basuki. (ril/riz/*/rdh/rom/k8)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 08:48

Adang Masjid, Daftarkan Cagar Budaya

SAMARINDA – Gelombang penolakan pembangunan Masjid Al Faruq di Lapangan Kinibalu terus berlanjut.…

Minggu, 10 Desember 2017 08:42

Lima Kandidat, Manuver Jaang

SAMARINDA – Saat suhu politik yang mendingin jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, Syaharie…

Minggu, 10 Desember 2017 08:41

Keputusan Trump Pengaruhi Dunia Pariwisata

GUNUNG KIDUL – Suara Mahmoud Abbas di ujung telepon Jumat (8/12) malam langsung membuat Presiden…

Minggu, 10 Desember 2017 08:37

Berebut Jadi Istri Pertama demi Warisan Saudagar

GERIMIS yang malu-malu bukan penghalang bagi Karin–nama samaran– untuk mantap melangkahkan…

Minggu, 10 Desember 2017 08:35

Seirama dengan Optimalisasi PAD

STRUKVAGANZA yang digagas Kaltim Post disebut seirama dengan rencana optimalisasi pendapatan asli daerah…

Minggu, 10 Desember 2017 08:34

Tahlilan Tiap Malam Jumat, Susun Kamus Bahasa Daerah

Orang-orang Bawean mewarnai sejarah Malaysia. Mereka merantau, beranak pinak, mempertahankan tradisi,…

Sabtu, 09 Desember 2017 20:50

Pemprov Tak Tahu Tanah Eks Hotel Lamin Indah Jadi RTH

SAMARINDA – Pembangunan Transmart di Samarinda masih “dipeluk” masalah. Belum selesai…

Sabtu, 09 Desember 2017 20:47

Megah di Tengah yang Susah

SAMARINDA– Sudah kelewat banyak argumentasi yang membangun kesimpulan bahwa pembangunan Masjid…

Jumat, 08 Desember 2017 09:40

Mengubur Lokasi Bersejarah

Lapangan Kinibalu yang menjadi lokasi pembangunan Masjid Al Faruq adalah saksi bisu peristiwa penting…

Jumat, 08 Desember 2017 09:32

Dewan Sebut Tak Kuasa Membendung

GUBERNUR Kaltim Awang Faroek Ishak bergeming dengan gelombang penolakan masyarakat terhadap alih fungsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .