MANAGED BY:
MINGGU
23 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 13:10
Gubernur Klaim Kaltim Lebih Siap dari Provinsi Tetangga

Ibu Kota Mengerucut ke Balikpapan

IBUKOTA? : Lokasi yang diusulkan Gubernur menjadi ibu kota negara adalah Balikpapan, tepatnya di antara Balikpapan dan Samarinda. Pusat ibukotanya ada di Teluk Balikpapan.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Tiga provinsi di Pulau Kalimantan menjadi opsi lokasi baru ibu kota negara. Adapun itu, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kaltim.

Dari sederet daerah itu, Palangkaraya (Kalteng) menjadi kandidat kuat pengganti Jakarta. Meski bukan kali pertama wacana itu mengemuka, tapi pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) lebih serius. Terbukti, kajian awal pemindahan ibu kota dalam penyusunan.

Palangkaraya lebih diunggulkan. Bahkan, era Presiden Ke-1 RI Soekarno, tepatnya pada 1950-an, wacana ibu kota dapat berpindah ke Palangkaraya mencuat. Meski demikian, tak membuat surut semangat Kaltim.

Khusus Kaltim, lokasi yang diusulkan menjadi ibu kota baru Indonesia adalah kawasan di antara Balikpapan dan Samarinda. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, dari kedua kota itu, Kota Minyak yang dianggap paling siap. Pusat ibu kota nantinya di Teluk Balikpapan. Dari sisi pemandangan, kawasan tersebut memiliki nilai lebih. Dalam mendukung pemindahan ibu kota, proyek coastal road di sepanjang kawasan tersebut akan dibangun.

Mantan anggota DPR RI daerah pemilihan Kaltim itu menawarkan, pemindahan ibu kota ini nantinya tidak harus dilaksanakan sekaligus, tapi bertahap. “Mungkin yang pertama-tama pindah, Pertamina, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Lalu, menyusul kementerian/lembaga lainnya,” katanya setelah menghadiri upacara HUT Ke-71 Bhayangkara di Lapangan Merdeka, Balikpapan, kemarin (10/7).

Menurut dia, Benua Etam tetap memiliki kesempatan yang sama menjadi ibu kota negara. “Bukan hanya Kalteng yang punya opportunity, Kaltim lebih-lebih lagi,” ujarnya. Selain itu, Faroek menyebut, listrik di Kaltim khususnya di Balikpapan sudah terpenuhi.

Sejak dua tahun lalu dia telah berkoordinasi dengan DPR RI agar mempertimbangkan Kaltim, khususnya Balikpapan sebagai calon ibu kota. “Pendek kata, Kaltim paling siap jika pemindahan ibu kota terjadi dalam waktu dekat. Semua sudah tersedia. Tinggal melengkapi,” katanya.

Pusat, kata gubernur dua periode itu, tak perlu khawatir dengan ketersediaan lahan di Kaltim. Berapa pun yang diminta akan dipenuhi. Daerah ini unggul, karena wilayahnya masih terbilang luas. Usulan pemindahan ibu kota negara ke Kaltim pernah diungkap Faroek setahun lalu. Kembali ditegaskan karena pemindahan ibu kota tengah menjadi pembahasan hangat beberapa waktu belakangan.

Demi memuluskan perpindahan ibu kota negara, Pemprov Kaltim berencana mengirimkan surat permohonan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sekaligus ke Komisi II DPR RI yang membidangi pemerintahan dalam negeri.

“Saya siap untuk dipanggil ke Komisi II untuk memberikan pemaparan dan mempertahankan argumentasi mengenai pemindahan ibu kota negara ke Kaltim,” tuturnya.

Dia bersikap ngotot bukan tanpa sebab. Disebutnya, akan banyak keuntungan diterima Kaltim karena pemindahan pusat administrasi pemerintahan bila terealisasi. Paling utama, yakni terjadinya percepatan pembangunan.

Bukan hanya pindah ke Kaltim, menurut dia, ibu kota juga perlu dipindahkan secara berkala ke berbagai daerah di Indonesia agar terjadi pemerataan pembangunan. “Jadi, misalnya setelah 10 tahun berada di Kaltim, ibu kota bisa dipindah ke Papua. Setelah itu bisa ke Sulawesi,” selorohnya.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menambahkan, kota yang dipimpinnya tersebut layak jadi calon ibu kota. Namun, Balikpapan disebutnya tidak bisa berdiri sendiri. Perlu wilayah lain seperti Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai wilayah pendukung. Karena ibu kota memerlukan wilayah yang luas. “Ibu kota perlu lahan luas dan plain (datar). Saya kira baik,” ujarnya ditemui di lokasi yang sama didampingi istrinya, Arita Rizal Effendi.

Pernyataan Rizal ini tidak berubah sejak dua tahun lalu. Saat itu, dia menyebut persoalan daya dukung lahan yang minim teratasi jika tiga wilayah Kaltim itu bersatu. Meski harus dikaji lebih dalam termasuk persoalan sosial serta kondisi geografis dan sumber penghasilan daerah setempat. “Saya bukan mengatakan Balikpapan tidak siap (menjadi ibu kota). Tapi, dengan kondisi geografis dan infrastruktur saat ini, belum memungkinkan,” jelasnya saat itu.

Untuk menyiapkan itu, Rizal memperkirakan perlu “menyulap” Teluk Balikpapan sebagai calon ibu kota negara. Usaha itu diprediksi memakan 20 tahun, bergantung dari keseriusan pemerintah pusat serta dukungan seluruh masyarakat.

Dukungan itu diperlukan karena wacana Teluk Balikpapan menjadi ibu kota bisa berdampak besar. Penguasaan lahan bisa masif dan harga tanah naik drastis. Padahal, sejumlah proyek pembangunan sangat bergantung pembebasan lahan dari masyarakat. “Tidak hanya harga semen dan bahan bangunan yang mungkin naik, harga tanah demikian. Jika itu terjadi, pemerintah juga yang kesulitan,” ujarnya.

Santer belakangan, Presiden Jokowi mewacanakan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Palangkaraya. Salah satu alasan pemindahan ibu kota ini untuk mengurangi beban Jakarta yang dianggap sudah terlalu padat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, hasil kajian pemindahan ibu kota akan dilaporkan Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, kepada Presiden Jokowi selepas orang nomor satu di republik ini kunjungan ke Turki dan pertemuan G20 di Jerman.

“Nanti kalau sudah diputuskan, dalam hasil kajiannya Pak Bambang (Bappenas) layak enggak, mengapa harus pindah. Kalau pindah, ditentukan di mana. Baru dilihat perencanaan dan desain untuk lokasinya. Sekarang baru tahap mengapa harus pindah,” papar Basuki.

Menurut informasi yang dia terima dari Bappenas, Kalimantan Tengah (Palangkaraya), Kaltim, dan Kalsel menjadi calon kuat lokasi pemindahan. Alasan pemindahan ibu kota, terang dia, adalah untuk memisahkan pusat ekonomi dan pusat pemerintahan. Jakarta nantinya tetap menjadi kota pusat ekonomi atau bisnis.

Pemindahan ibu kota ini memang baru sebatas wacana. Jadi, Basuki dan kementeriannya belum bisa bergerak untuk mengkaji infrastruktur yang akan dibangun. “Kalau di lokasinya kan belum pasti, jadi belum bisa. Tapi, kalau fasilitas apa saja, yang pasti ya fasilitas perkotaan yang standar,” ujarnya.

Mulai, transportasi massal, drainase, perumahan. Sebagai contoh, minimal mau memindahkan pusat administrasi pemerintahan, PNS di pusat sekitar 900 ribu. Itu berarti, minimal sebanyak itu pula perumahan yang mesti disiapkan. “Tapi, kalau perumahan tok, hidup perkotaannya mesti dari mana? Ya pasti harus ada komersial. Ya, jadi saya kira itu baru identifikasi,” papar Basuki.

Mantan menteri Keuangan itu mengatakan, tahun depan paling mungkin yang dilakukan adalah memulai desain. Itu pun ketika persetujuan dari Presiden Jokowi terbit. “Kalau (Presiden) yes, 2018 baru mulai ada kegiatan menuju ke arah detailnya. Apakah menuju planning-nya, baru detail desainnya,” jelas Basuki. (ril/riz/*/rdh/rom/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Juli 2017 07:56

Anggaran Jembatan Membengkak Jadi Rp 9,4 T

BALIKPAPAN –  Lama tak terdengar, rencana pembangunan jembatan tol Balikpapan-Penajam Paser…

Sabtu, 22 Juli 2017 07:54

Bohongi Konsumen dengan Nilai Gizi Palsu

JAKARTA  –  Bareskrim Polri mengamankan 1.000 ton beras oplosan di gudang milik PT Indo…

Sabtu, 22 Juli 2017 07:49

Ingin Segera Kembali ke KPK

KONDISI mata kiri penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (NB) yang belum…

Sabtu, 22 Juli 2017 07:47

Diusulkan Tiap Tahun Tak Dilirik

BALIKPAPAN –  Terpenuhi syarat menyebut Kampung Sloklai di Balikpapan Timur sebagai anak…

Sabtu, 22 Juli 2017 07:45

Awas Tertipu Judul Konten Dewasa

”PAKAI IT Nomor 1 Dubai Mengatakan Chat HRS-FIRZA 100% Fake (Palsu), Begini Penjelasannya….”…

Jumat, 21 Juli 2017 13:01

809 Izin Usaha Pertambangan Distop, Baru 6 SK Terbit

SAMARINDA – Janji mengakhiri 809 izin usaha pertambangan (IUP) di Kaltim belum sepenuhnya dilakukan…

Jumat, 21 Juli 2017 13:00

100 Hari Penyerangan, Begini Kondisi Terakhir Novel Baswedan

KASUS penyerangan Novel Baswedan genap masuk hari ke-100, kemarin (20/7). Namun, sampai sekarang, kepolisian…

Jumat, 21 Juli 2017 13:00

Ini Alasan PLN Tak Sanggup Beri Setrum Sloklai

BALIKPAPAN – Perhatian terhadap Kampung Sloklai Lamaru yang 23 tahun tanpa aspal jalan dan listrik…

Jumat, 21 Juli 2017 12:56

NESTAPA..!! Kebakaran Bikin Duit untuk Kurban Ikut Hangus

LISTRIK tiba-tiba padam. Warga berhamburan berlari keluar rumah. “Kebakaran,” suara teriakan.…

Jumat, 21 Juli 2017 09:41

Foto Editan untuk Provokasi

PEMBUAT hoax yang satu ini mungkin punya nyali setara Mad Dog. Bagaimana tidak, dia berani membuat dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .