MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 13:00
Melihat Tempat Kerja Leni, Kasir yang Gelapkan Rp 25 Miliar
WIDIH..!! Rekan Kerja Malah Duga Kerugian Capai Rp 33 M, Jarang Pakai Emas ke Kantor
JADI BUAH BIBIR: Leni Nurusanti (kedua kiri) dan Jefriansyah (kedua kanan) saat berada di Polda Kaltim, Jumat (7/7). (DOK/KP)

PROKAL.CO, Sosok Leni Nurusanti (29), kasir di PT Serba Mulia Auto (SMA) yang menilap uang perusahaan hingga Rp 25 miliar terus menjadi buah bibir. Sejumlah aset kekayaannya dengan nilai miliaran sudah disita polisi karena diduga hasil kejahatan. Aksi curang Leni dilakukan bersama suaminya, Jefriansyah. Dia juga melibatkan adiknya, Deni Rayindra (25).

SEBUAH ruang terbuka berdinding kaca. Ukurannya sedang tak terlalu besar. Tempat itulah lulusan SMK jurusan akuntansi itu beraksi menilap uang perusahaan saat masih bekerja. Kemarin (10/7), Kaltim Post mengunjungi bekas tempat kerjanya di PT SMA, Jalan PM Noor, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara. “Ya di sana (kasir), biasanya duduk di situ,” sebut seorang karyawan yang mengaku sudah kerja delapan tahun di PT SMA. Jabatan kasir memang langsung diperoleh Leni setelah diterima PT SMA. Karena sudah melalui serangkaian tes sebelum direkrut, tak ada yang menaruh curiga terhadap perempuan dengan rambut lurus sebahu itu. Apalagi berpikiran miring.

Kemarin media ini ingin bertemu kepala kantor cabang tempat dulu Leni bekerja. “Kalau kepala yang lama sudah diganti, penggantinya sedang keluar kota,” ucap perempuan yang duduk manis di meja resepsionis. Lebih lama bekerja dari Leni, perempuan yang namanya enggan dikorankan itu menuturkan, kemungkinan besar lebih dari 43 mobil dari hasil penggelapan Leni.

Setelah kasus ini mencuat, perempuan yang mengenakan jilbab dengan lipstik merah merona itu tidak ambil pusing. Bahkan, karyawan di PT SMA merasa tak ada yang aneh. “Anehnya itu kenapa baru sekarang diekspos,” ujarnya. Disinggung soal kamera closed circuit television (CCTV) yang langsung memantau aktivitas Leni, perempuan yang mengaku sebagai customer service di PT SMA itu menyebut, pemantauan langsung dari ruangan kepala kantor.

Bagaimana dengan sosok Jefri, suami Leni? Kepada rekan di kantor, Leni memperkenalkan Jefri sebagai pengusaha batu bara di Kaltim. Diduga itu dilakukan Leni agar memuluskan jalannya untuk memanipulasi laporan keuangan yang masuk. Lanjut perempuan di meja resepsionis itu, kerugian yang dialami PT SMA angkanya menyentuh Rp 33 miliar. Versi polisi Rp 25 miliar. “Kalau yang baru didapat setahu saya hanya Rp 22 miliar, sisanya ya entah di mana,” imbuhnya.

Di PT SMA, Jalan PM Noor, itu Leni yang terdaftar sebagai kasir sejak April 2015 menjadi satu-satunya. “Dari dulu kasir ya satu saja,” ujar perempuan tersebut. Perempuan itu juga menyebut, kuat kemungkinan jika Leni tak melibatkan adanya orang lain dalam kejahatannya kecuali suami dan adiknya.

Adanya pemberitaan tentang keterlibatan orang lain, membuat banyak karyawan yang angkat kaki dari PT SMA. “Ya di sini menganggap, kalau dia (Leni) mengganggu piring nasi karyawan lain,” jelasnya. Soal investigasi khusus, perempuan yang setiap kali ditanya kerap tersenyum sembari memegang telapak tangannya itu tak mengetahui secara pasti. Pasalnya, semua urusan perusahaan dan kebijakan sudah diambil alih pusat.

HIDUP SEDERHANA

Dari beberapa rekan kerja Leni, ibu dua anak itu selalu tampil biasa jika turun ke kantor. Mobil yang kerap digunakan pelaku penggondol uang perusahaan miliaran rupiah itu adalah Peugeot RCZ KT 88 LJ. “Tapi, selalu suaminya yang mengantar, dia (Leni) kan tidak bisa nyetir mobil,” ujar perempuan yang ditaksir berumur 30-an itu.

Selama bekerja di PT SMA, Leni kerap berpenampilan layaknya karyawan pada umumnya. “Jarang dia pakai emas,” imbuh perempuan yang kembali menegaskan agar namanya tak disebut itu. Disinggung soal liburan ke luar negeri, karyawan yang sebelumnya di bagian sales itu menyebut tak pernah mendengar. Dia menduga itu tak benar. “Keluar kota saja waktu ke Palembang dan itu berkunjung ke rumah orangtuanya,” imbuhnya. Perihal membawa buah tangan, karyawati yang cukup lama malang-melintang di dunia jual-beli mobil itu menganggap hal biasa. Namun, saat disinggung sebuah pesta besar perayaan ulang tahun suaminya di sebuah tempat hiburan malam (THM) di Samarinda, hal itu dibenarkan.

Selama bekerja sebagai kasir, Leni terlihat sebagai sosok yang tak banyak bicara dengan karyawan lain. Disinggung lebih jauh soal rumah di kawasan Bukit Mediterania, Cluster Spain B1, Nomor 20 dan 21, Jalan MT Haryono, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, perempuan itu mengaku tak tahu banyak. “Kalau dengar cerita dari teman yang lain, dalamnya bilang bagus dan mewah,” katanya. Sayang, berkas alamat tempat tinggal keluarga Leni tak pernah tercatat di buku arsip karyawan. Jadi, tak banyak yang tahu soal tempat tinggal keluarganya yang lain.  (*/dra/*/ryu/far/k8)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 08:48

Adang Masjid, Daftarkan Cagar Budaya

SAMARINDA – Gelombang penolakan pembangunan Masjid Al Faruq di Lapangan Kinibalu terus berlanjut.…

Minggu, 10 Desember 2017 08:42

Lima Kandidat, Manuver Jaang

SAMARINDA – Saat suhu politik yang mendingin jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, Syaharie…

Minggu, 10 Desember 2017 08:41

Keputusan Trump Pengaruhi Dunia Pariwisata

GUNUNG KIDUL – Suara Mahmoud Abbas di ujung telepon Jumat (8/12) malam langsung membuat Presiden…

Minggu, 10 Desember 2017 08:37

Berebut Jadi Istri Pertama demi Warisan Saudagar

GERIMIS yang malu-malu bukan penghalang bagi Karin–nama samaran– untuk mantap melangkahkan…

Minggu, 10 Desember 2017 08:35

Seirama dengan Optimalisasi PAD

STRUKVAGANZA yang digagas Kaltim Post disebut seirama dengan rencana optimalisasi pendapatan asli daerah…

Minggu, 10 Desember 2017 08:34

Tahlilan Tiap Malam Jumat, Susun Kamus Bahasa Daerah

Orang-orang Bawean mewarnai sejarah Malaysia. Mereka merantau, beranak pinak, mempertahankan tradisi,…

Sabtu, 09 Desember 2017 20:50

Pemprov Tak Tahu Tanah Eks Hotel Lamin Indah Jadi RTH

SAMARINDA – Pembangunan Transmart di Samarinda masih “dipeluk” masalah. Belum selesai…

Sabtu, 09 Desember 2017 20:47

Megah di Tengah yang Susah

SAMARINDA– Sudah kelewat banyak argumentasi yang membangun kesimpulan bahwa pembangunan Masjid…

Jumat, 08 Desember 2017 09:40

Mengubur Lokasi Bersejarah

Lapangan Kinibalu yang menjadi lokasi pembangunan Masjid Al Faruq adalah saksi bisu peristiwa penting…

Jumat, 08 Desember 2017 09:32

Dewan Sebut Tak Kuasa Membendung

GUBERNUR Kaltim Awang Faroek Ishak bergeming dengan gelombang penolakan masyarakat terhadap alih fungsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .