MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Selasa, 11 Juli 2017 08:15
Tiru Konsep F1, Butuh Dana hingga Rp 80 Juta

Mahasiswa Teknik Mesin ITK Ciptakan Pionir Mobil Listrik dari Kalimantan

PROYEK DIKEBUT: Mohammad Muttaqien Yusuf selaku ketua Divisi Vehicle Denamic tengah mengerjakan tahap awal pengelasan rangka mobil.(dina angelina/kp)

PROKAL.CO, Setelah sukses dengan mobil Enggang pada tahun lalu, mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kembali membuat terobosan. Kali ini, proyek terkait mobil listrik. Rencananya, prototipe ini hadir dengan kekuatan baterai yang menjadi penggerak motor dan tampilan bak pacuan di formula 1 (F1).

DINA ANGELINA, Balikpapan

TIM pencipta mobil listrik ini berasal dari sekumpulan civitas akademisi Jurusan Teknik Mesin. Tepatnya, mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Student Automotive Association (SAA). Sekitar lima bulan terakhir, tim ini fokus dalam pengerjaan mobil listrik. Rencananya mobil tersebut akan dipersiapkan dalam kontes level nasional, Mobil Listrik Indonesia (MLI) garapan Politeknik Negeri Bandung.

Sebelum terjun dalam proyek ini, SAA terlebih dahulu menciptakan mobil Enggang. Sebuah teknologi otomotif sebagai media pembelajaran. Di mana mobil Enggang merupakan sarana para anggota berlatih menciptakan sebuah kendaraan visioner. Manajer Tim Mobil Listrik ITK Herdy Aditya mengungkapkan, persiapan mobil listrik sudah rampung sekitar 65 persen. Proses pengerjaan seluruhnya berlangsung di Laboratorium Teknik Mesin ITK. Sejak Februari lalu, tim telah menyelesaikan bagian rangka, roda, dan kaki-kaki. Tampilannya bisa terlihat hampir rampung 90 persen dan siap finishing.

Saat ini, SAA masih mengejar proses pembuatan bagian bodi dan mencari dana pembelian sumber penggerak mobil, yakni baterai dan motor listrik. “Kalau perencanaan ini sudah kami mulai dari satu tahun lalu. Namun, untuk proses pengerjaan baru mulai sekitar Februari kemarin. Dalam kompetisi nanti, mobil bisa ikut beragam macam kategori perlombaan dari kecepatan, efisiensi, sistem pengereman, hingga teknik slalom,” bebernya. Bicara soal konsepnya, mobil listrik ini akan memiliki tampilan bak acuan mobil jet darat di ajang F1.

Hanya berisi untuk satu orang kemudi, desain mobil terinspirasi dari ajang mobil formula ciptaan mahasiswa di Jerman. Namun, mobil listrik ITK ini hadir dalam bentuk versi mini. “Dari spesifikasi lomba, mobil akan memiliki kekuatan 2 kilowatt dan bobot minimal sebesar 175 kilogram. Jadi, gambaran mobilnya seperti itu bahkan bisa lebih. Kemudian, kami memilih menggunakan roda motor untuk ban mobil listrik. Ini sudah kami perhitungkan melihat dari berbagai referensi lain,” bebernya.

Ia menuturkan, Agustus menjadi deadline pengerjaan mobil untuk kontes MLI. Sementara ini, SAA sedang fokus mencari dana untuk membuat mobil sempurna. Herdy menyebutkan, dana masih menjadi kendala besar tim. Khususnya lagi dana untuk bagian engine, yaitu penggerak motor listrik dan baterai. “Jadi, masih mencari dana untuk membeli penggerak motor dan baterai sebagai penyuplai tenaga motor. Kami pakai tipe baterai lithium-ion (lion) yang estimasinya bisa bertahan selama enam jam. Ketika baterai habis, tenaga mobil akan diisi ulang seperti charge handphone,” ujarnya.

Herdy bercerita, untuk mendatangkan motor listrik dan baterai bukan perkara mudah. Biaya cukup besar dan masih harus inden dari Pulau Jawa. Motor listrik sendiri berharga hingga Rp 10 juta. Sedangkan dana pembelian baterai lebih fantastis lagi mencapai Rp 20 juta. Ia mengatakan, kebutuhan suku cadang bagian engine memang sangat sulit ditemukan di Kota Minyak. Ia mengaku, mesin sebagai bagian utama masih harus pesan dari luar Kalimantan.

Dari sini, tim hanya dapat membentuk rangka, roda, kaki, piring, dan hal-hal lain. Sejauh ini, mobil listrik telah menghabiskan dana sekitar Rp 10-15 juta. Sedangkan untuk menciptakan mobil listrik sempurna butuh dana mencapai Rp 80 juta. “Jadi, pendanaan yang masih kurang sekitar Rp 65 juta. Sementara, dana berasal dari tim SAA pribadi dan donatur. Kami masih terus cari donatur lain untuk mencukupi dana, terutama membeli motor listrik dan baterainya,” jelasnya.

Selain menciptakan kendaraan untuk kompetisi, SAA berharap produk ciptaan mereka dapat menjadi pionir mobil listrik pertama di Kalimantan. Apalagi seluruh tim yang bertugas merupakan putra daerah Kaltim. Mereka bermimpi dapat membuat nama daerah harum melalui inovasi berupa mobil listrik. Herdy mengungkapkan, proyek mobil listrik sebagian besar juga terinspirasi dari tim sapu angin ITS dan tim solar car ITS. Kedua tim itu sudah terlebih dahulu ikut beragam kompetisi mobil. Bahkan tim asal Kota Pahlawan ini mampu mengikuti ajang berlevel internasional di Australia.

Untuk diketahui, mobil listrik ITK digarap oleh 15 mahasiswa. Mereka adalah anggota tim SAA dari lintas semester. Setiap orang memiliki tugas masing-masing yang terbagi dalam empat divisi. Di antaranya secara umum, yakni divisi bodi dan rangka, divisi penggerak mesin, divisi sistem pengereman, dan divisi non-teknis untuk publikasi.

“Kendala secara teknis karena kami masih sambil memperdalam ilmu. Bagaimanapun kami statusnya masih mahasiswa. Jadi selain ilmu di kampus, kami juga mendapatkan ilmu dari pengalaman proyek mobil Enggang. Kadang perencanaan tidak sesuai dengan fakta saat pengerjaan,” tuturnya.

SAA turut dibantu oleh dosen pembimbing ITK dan petugas laboratorium Teknik Mesin yang sebelumnya berada dalam tim solar car ITS. Mereka memberi saran dan bertindak sebagai penasihat. Sejauh ini, tim masih terus bergerilya mencari dana agar proses pengerjaan dapat berjalan kembali. Jika Anda turut ingin membantu dan menyukseskan mobil listrik karya anak Kaltim ini dapat menghubungi Herdy Adutya melalui sambungan telefon 08115450491 atau Rizky Edytya pada e-mail rizkyedytya@gmail.com. (riz/k15)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 11:21

Kinigalau Kampung Sebelah

Oji hanya bisa bengong. Dia tak mengira, Lapangan Kinigalau di Kampung Sebelah yang jadi tempat bermainnya…

Selasa, 05 Desember 2017 11:02

Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua

Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan…

Sabtu, 02 Desember 2017 06:59

Meneteskan Air Mata Kala Dengar Curhat PSK

Menjadi petugas trantib (ketenteraman dan ketertiban) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten…

Jumat, 01 Desember 2017 07:38

Asuh 40 Anak Yatim Piatu, Suami Meninggal karena Depresi

Perempuan ini telah menghabiskan waktu 11 tahun hidup bersama human immunodeficiency virus (HIV). Bukan…

Kamis, 30 November 2017 08:34

Bawa Rempah Sendiri, Sanggup Menampung 20 Orang

Sauna ini baru pertama di TPA yang ada di Indonesia. Terobosan ini dulunya sempat dianggap gila. GUNUNGAN…

Rabu, 29 November 2017 08:35

Pengajuan Anggaran Molor, Hasil Musrenbang Belum Diakomodasi

  Masalah utang pihak ketiga yang tak kunjung tuntas menghantui Pemkot Samarinda. Solusi sejatinya…

Selasa, 28 November 2017 08:38

Harus Cerdas Ekspos Temuan agar Tak Ditunggangi Kepentingan Politik

Investigasi Kaltim Post pada Desember 2016 di wilayah Muara Jawa, Kutai Kartanegara, berdampak signifikan.…

Sabtu, 25 November 2017 07:44

Sebagian Besar Makanan yang Dikonsumsi Diolah Sendiri

Pada usia yang memasuki angka 80 tahun, artis Titiek Puspa seolah tak kalah dengan penuaan. Wajahnya…

Sabtu, 25 November 2017 07:23

Tak Membatasi Diri dalam Ber-MC, Idolakan Choki Sitohang

Terjun ke dunia entertainment tak pernah terlintas di benak Willybrodus Angelbertus Suhaili sebelumnya.…

Sabtu, 25 November 2017 07:18

Belajar Bertoleransi melalui Film Ahu Parmalim

Memperingati Hari Toleransi Internasional, tiga yayasan yakni –  Yayasan Kampung Halaman,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .