MANAGED BY:
SELASA
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 10 Juli 2017 12:57
Ini Loh, Beda Tipis Kegunaan KTP-el dan Konvensional

Fungsi Elektronik Belum Dinikmati

TAK SESUAI HARAPAN: Fungsi elektronik dari KTP-el dinilai tak signifikan. (DOK/KP)

PROKAL.CO, Program KTP elektronik (KTP-el) sudah lima tahun bergulir. Nyatanya, belum seluruh penduduk berusia 17 tahun ke atas telah memilikinya.

MATAHARI belum meninggi, Susi Susilowati tiba di Kantor Kecamatan Sungai Kunjang. Sengaja ia datang lebih awal untuk melakukan rekam data KTP-el. Dia sadar, bila terlalu siang, waktu menunggu akan lama karena pengantre banyak.

Ya, pemegang KTP Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dibuat panik, medio 2016. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan warning kepada warga yang tak melakukan rekam data KTP-el. Tenggat akhir, pada 31 September 2016.

Bila tidak, siap-siap nomor induk kependudukan bakal diblokir. Implikasinya, bakal kerepotan untuk menikmati sejumlah pelayanan. Sejak deadline itu, kantor kecamatan seantero Kaltim mendadak ramai.

Belakangan, ancaman itu tak terbukti. Rupanya, Kemendagri sengaja memberi shock therapy. Tapi, cara itu terbilang efektif untuk meningkatkan wajib KTP yang belum melakukan migrasi dari SIAK ke sistem elektronik.

Masalah kemudian muncul. Butuh waktu lama setelah rekam data, fisik KTP-el diterima. Susi menjadi salah seorang warga yang sudah menunggu setahun. Sampai sekarang pun, belum juga sampai di tangan. “Saya sudah rekam sejak Juni 2016. Saat itu menerima resi untuk bukti pengambilan, dijanjikan tiga bulan (September 2016) sudah jadi,” kata perempuan 50 tahun itu.

Apa yang dijanjikan bak jauh panggang dari api. Blangko atau bahan KTP-el diberitahukan sedang kosong. Oleh pegawai kecamatan, ia diminta ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda. Di sana, untuk mengurus KTP sementara. Itu dipergunakan selama versi elektronik terbit. Masa berlaku kartu identitas temporer itu hanya enam bulan. “Ini terakhir saya cek bulan lalu (Juni), tepat setahun belum juga jadi,” tuturnya.

Alasan sama 10 bulan lalu yang diterima; blangko habis. Tak ada pemberitahuan lebih lanjut waktu penyelesaian. Praktis, dari rekam data, sudah tiga kali bolak-balik kantor kecamatan di Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung itu. “Rencana bulan ini mau mendatangi kembali,” ucap dia.

Susi bukan salah satu warga wajib KTP yang belum mengantongi kartu identitas sistem elektronik. Hasil survei dari Tim Riset Kaltim Post pun mengungkap, dari 101 responden tersebar di Balikpapan, Samarinda, dan Tenggarong, masih ada 20,8 persen belum memiliki KTP seumur hidup itu.

Diketahui, teknik pengambilan sampel, yakni simple random sampling. Adapun itu, anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel. Taraf kepercayaan yang digunakan adalah 95 persen dengan margin of error ±8 persen. Hasil survei ini tidak dimaksudkan untuk mewakili persepsi masyarakat Kaltim.

Bagi yang sudah mempunyai, berpendapat perbedaan dengan jenis KTP lama hanya terletak di bentuk fisik. Namun, lebih dominan menilai tak ada perbedaan sama sekali dengan terdahulu. “Iya, sama saja kata mereka,” papar Rizky Rizkyawandy, koordinator Tim Riset Kaltim Post kemarin (9/7).

Dari sisi kelebihan pun, 58,8 persen responden menyebut tak ada. Bila pun ada kelebihan, yakni pada masa berlaku seumur hidup. Tak perlu repot memperpanjang. Disebutnya, itu murni tanggapan responden tanpa diberi opsi jawaban. “Makanya mereka lebih memilih menggunakan KTP-el dibanding KTP SIAK,” tuturnya.

Sementara, yang menarik perhatian bahwa setelah melihat realita tentang kegunaan dari KTP-el, sebesar 92,5 persen responden belum menikmati sisi elektronik dari KTP-el tersebut. Bagi yang menjawab sudah, itu lebih karena data kependudukan bisa dicek kebenarannya secara online.

LEBIH CANGGIH

Bila dibandingkan dengan KTP konvensional, tentu saja KTP-el memiliki beberapa kelebihan. Namun, beredar kabar bahwa dokumen kependudukan ini rentan rusak. Terutama bila terlalu sering difotokopi atau disimpan dalam dompet yang lembap.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda Abdullah mengatakan itu tak sepenuhnya benar. Dia menerangkan, disebut elektronik karena dalam KTP-el dilengkapi fitur utama, yakni biometrik dan chip.

Verifikasi berbasis biometrik ini bisa melalui pengenalan karakteristik fisik. Antara lain melalui sidik jari, retina mata, bentuk wajah, hingga bentuk gigi. Sebenarnya, kata dia, hal serupa juga diterapkan pada surat izin mengemudi (SIM) dan paspor. “Kehadiran chip yang membuat KTP-el istimewa. Fungsinya sebagai alat penyimpan data elektronik yang diperlukan. Termasuk data biometrik tadi,” ucapnya kepada Kaltim Post.

Diketahui, chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua later teratas kartu. Jenis chip yang terpasang adalah Radio Frequency Identification (RFID). Ketika mendapat trigger dari pemancar, chip ini akan mengirimkan data kepada pembaca kartu (card reader).

Ketika alat fotokopi bekerja, ujarnya, memang akan timbul getaran frekuensi di sekelilingnya. Namun, getaran itu tak sama dengan frekuensi chip RFID. Dia menambahkan, spesifikasi teknis KTP-el salah satunya adalah chip yang mampu bekerja dengan baik pada temperatur antara minus 25 hingga 70 derajat Celsius.

“Suhu pada mesin fotokopi pun rasanya tidak akan merusak KTP-el. Namun, akan lebih baik instansi atau badan usaha yang memberikan pelayanan kepada masyarakat memiliki card reader agar mampu membaca data dalam KTP-el,” paparnya.

Abdullah meminta warga untuk menjaga dan merawat KTP-el dengan baik. Sama seperti kartu ATM dan kartu kredit, KTP-el bahkan sangat berharga. Sebab, kartu pengenal ini berlaku seumur hidup. Hal ini juga menepis informasi bahwa perlunya aktivasi KTP-el sebelum tahun 2013 adalah hoaks. “KTP-el yang habis masa berlakunya tak perlu diganti atau diaktivasi ulang,” jelasnya.

Bicara soal kerusakan yang terjadi, ujar dia, hanya dialami beberapa orang. Hal tersebut tak bisa digeneralisasi dengan menyebut kualitas kartu sangat buruk. “Justru, KTP-el ini lebih baik. Pengamanan berlapis membuatnya tidak bisa dipalsukan. Seluruh data pun terkoneksi online,” bebernya. (ril/*/roe/rom/k11)


BACA JUGA

Senin, 25 September 2017 14:20

WADUH..!! Warga Miskin Balikpapan Naik

BALIKPAPAN- Warga miskin alias berstatus kurang mampu di Kota Balikpapan diprediksi mengalami kenaikan.…

Senin, 25 September 2017 09:54

Soal Ini, Kaltim Kalah Telak dari Kalteng

SAMARINDA – Bersama perkebunan, pertanian Kaltim diklaim bakal menjadi andalan penopang perekonomian.…

Senin, 25 September 2017 09:52

Rock In Borneo Terus Digratiskan

SUDAH bukan rahasia lagi, Tenggarong menjadi destinasi menarik bagi musisi maupun grup band rock internasional.…

Senin, 25 September 2017 09:49

Misi Revans di Laga “Usiran”

BONTANG – Memainkan laga kandang “usiran” jauh ke Bontang. Borneo FC enggan menorehkan…

Senin, 25 September 2017 09:43

Beri Kuliah Umum, Gubernur Promosikan Daerah

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus dijajaki Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara)…

Minggu, 24 September 2017 12:00

13 Tahun Berkurang 40 Ribu Petani

SAMARINDA – Sektor pertambangan dan penggalian masih belum pulih benar. Padahal, Kaltim begitu…

Minggu, 24 September 2017 11:23
Skid Row Puaskan Dahaga Penikmat Rock di Kota Raja

“Aku Bangga Kalian”

FESTIVAL Rock In Borneo (RIB) 2017 berlangsung sukses di Lapangan Panahan, Kompleks Stadion Aji Imbut,…

Minggu, 24 September 2017 08:19

Perpisahan yang Pantas

BALIKPAPAN – Balikpapan Masters Cup 2017 bakal sangat emosional bagi publik Balikpapan. Juga Tanah…

Minggu, 24 September 2017 08:14

Pencalonan Wakil Wali Kota Bermula dari Duduk di Tangga

Perjalanan karier mendiang Mukmin Faisyal tak lepas dari dukungan para sahabat. Wakil gubernur Kaltim…

Minggu, 24 September 2017 08:06

Deteksi Kromosom Berlebih, Cek Kandungan sejak Dini

SEORANG bayi bernama Adam Fabumi mencuri perhatian lewat akun Instagram. Bukan karena tingkah lucunya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .