MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 27 Juni 2017 11:12
Teror Mapolda Sumut, Polri Tetapkan Tiga Tersangka

Pelaku Survei Lokasi Seminggu sebelum Penyerangan

PROKAL.CO, JAKARTA – Pasca penyerangan Mapolda Sumut pada Sabtu dini hari (25/6), Polri menetapkan tiga tersangka. Dua di antaranya merupakan pelaku yang menikam Aiptu Martua Sigalingging. Yakni Syawaluddin Pakpahan (SP) dan Ardial Ramadhana (AR). Nama kedua meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan SP, masih dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Satu tersangka lainnya bernama Hendri Pratama alias Boboy.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul menjelaskan, Boboy merupakan pemuda berusia 17 tahun yang teridentifikasi membantu kedua pelaku. ”Peran BB bersama pelaku AR membantu melakukan survei satu minggu sebelum kejadian ke Mapolda Sumut,” terang dia kepada Jawa Pos kemarin (26/6). Atas tindakan tersebut, Boboy dijerat hukuman dengan pasal serupa yang dikenakan kepada kedua pelaku.

Yakni pasal 6 dan atau 7 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan atau pasal 340 KUHP. Dalam penyidikan kasus penyerangan Mapolda Sumut, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. ”Ada 12 orang yang sudah diperiksa sebagai saksi,” kata pria yang akrab dipanggil Martin itu. Termasuk di antaranya Boboy yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, keluarga pelaku juga turut masuk dalam data 12 saksi yang sudah diperiksa. Baik istri, anak, maupun orangtua pelaku. ”Sudah dipulangkan,” ucap Martin. Petugas juga sudah menggeledah sejumlah lokasi. Tidak terkecuali tempat tinggal kedua pelaku. Dari penggeledahan itu, mereka mengamankan beberapa barang bukti. Mulai buku tulis, sepeda motor, telepon genggam, buku nikah, sampai kartu keluarga.

Sementara itu, Menkopolhukam Wiranto meminta publik lebih aware dengan kondisi di lingkungannya. Terutama, terhadap orang-orang yang tidak dikenal. ’’Paling tidak, itu bisa menjadi early warning system,’’ terangnya. Bila ada aktivitas yang aneh, sebaiknya masyarakat langsung melaporkan ke aparat setempat.

Dari situ, aparat yang akan menyelidiki apakah aktivitas tersebut memang mencurigakan dan perlu tindak lanjut atau dinyatakan aman. Peran masyarakat menjadi vital karena jangkauan aparat keamanan tidak bisa sampai 100 persen ke seluruh wilayah. Celah pengawasan itulah yang dimanfaatkan kelompok teroris. Apalagi, aksi teror belakangan ini semakin sulit diprediksi kapan bakal dilakukan.

Menurut mantan panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu, dalam menjalankan aksinya, pelaku teror tidak akan menunggu momen tertentu. Terbukti, pada hari H Idulfitri masih terjadi serangan. ’’Bagi mereka, tatkala kita lengah ya mereka mengadakan suatu aksi,’’ lanjut Wiranto. 

Karena itulah, di internal aparat sudah ada perintah agar lebih waspada terhadap kemungkinan aksi teror. Apalagi, beberapa tahun belakangan aparat keamanan selalu menjadi sasaran utama. Dua serangan terakhir sudah membuat dua personel Polri gugur. 

Meskipun demikian, tambahnya, masyarakat tidak perlu cemas berlebihan. Masyarakat cukup mengambil peran di lingkungan masing-masing. Selebihnya, aparat keamanan yang akan bekerja. ’’Masyarakat harap tenang. Aparat yang akan bekerja secara maksimal,’’ tambahnya. (byu/syn/jpg/tom/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 15:00
Real Madrid vs Liverpool

Asal Bukan Real

KIEV  –  Sentimen anti-Real Madrid sudah telanjur terbentuk. Terutama sejak Real melangkah…

Sabtu, 26 Mei 2018 14:11

Kerja Sama dengan AP I Operasikan APT Pranoto, Pemprov Kejar Pendapatan

SAMARINDA  –  Pemprov Kaltim disebut telah menandatangani nota kesepahaman dengan Angkasa…

Sabtu, 26 Mei 2018 14:00
Stadion Palaran yang Rusak

AIIHH..!! Ternyata, Gubernur Enggak Kuat Merawat

SAMARINDA  –  Rusaknya sejumlah fasilitas Stadion Utama Palaran, Samarinda memang tidak…

Sabtu, 26 Mei 2018 02:23

Mangkrak sejak Era Bupati Isran Noor

LAMA tak terdengar, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batu Bara (PLTGB) Kabo di Jalan Kabo Jaya, Desa Swarga…

Jumat, 25 Mei 2018 21:00
Bandara APT Pranoto Sejarah Baru Samarinda

Sementara Buka Rute Kaltim-Kaltara, Mimpi Selanjutnya, Layani Penerbangan ke Tanah Suci

SAMARINDA – Mimpi warga Kota Tepian memiliki bandara representatif akhirnya terwujud. Sejarah…

Jumat, 25 Mei 2018 09:00

Delapan Anak Tangga ke Museum Jadi Tempat Mengenang

Sebulan jelang peringatan dua tahun teror truk di Nice, Prancis, tidak tampak pengamanan berlebihan…

Kamis, 24 Mei 2018 14:00
Tiga Tahun Minim Perawatan, Sana Sini Stadion Palaran Rusak

YA ALLAH..!! Lihatlah Kondisi Stadion Utama Palaran, Dulu Disayang, Kini “Dibuang”

SAMARINDA -  Pemprov Kaltim begitu menggebu-gebu membangun Stadion Utama Palaran, Samarinda, saat…

Kamis, 24 Mei 2018 13:10

Anggaran Menyusut, Banjir Berlarut-larut

SAMARINDA – Pemkot Samarinda dinilai tak serius mencegah banjir. Program yang dijalankan tidak…

Kamis, 24 Mei 2018 13:00

Saksi Rita Tegaskan Keberadaan Tim 11

JAKARTA – Keberadaan tim khusus yang terlibat langsung dalam roda pemerintahan Bupati Kutai Kartanegara…

Kamis, 24 Mei 2018 08:46

No Tibo No Party

SAMARINDA - Paceklik kemenangan Borneo FC di enam laga akhirnya pecah di Stadion Segiri, semalam (23/5).…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .