MANAGED BY:
KAMIS
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 27 Juni 2017 11:12
Teror Mapolda Sumut, Polri Tetapkan Tiga Tersangka

Pelaku Survei Lokasi Seminggu sebelum Penyerangan

PROKAL.CO, JAKARTA – Pasca penyerangan Mapolda Sumut pada Sabtu dini hari (25/6), Polri menetapkan tiga tersangka. Dua di antaranya merupakan pelaku yang menikam Aiptu Martua Sigalingging. Yakni Syawaluddin Pakpahan (SP) dan Ardial Ramadhana (AR). Nama kedua meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan SP, masih dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Satu tersangka lainnya bernama Hendri Pratama alias Boboy.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul menjelaskan, Boboy merupakan pemuda berusia 17 tahun yang teridentifikasi membantu kedua pelaku. ”Peran BB bersama pelaku AR membantu melakukan survei satu minggu sebelum kejadian ke Mapolda Sumut,” terang dia kepada Jawa Pos kemarin (26/6). Atas tindakan tersebut, Boboy dijerat hukuman dengan pasal serupa yang dikenakan kepada kedua pelaku.

Yakni pasal 6 dan atau 7 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan atau pasal 340 KUHP. Dalam penyidikan kasus penyerangan Mapolda Sumut, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. ”Ada 12 orang yang sudah diperiksa sebagai saksi,” kata pria yang akrab dipanggil Martin itu. Termasuk di antaranya Boboy yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, keluarga pelaku juga turut masuk dalam data 12 saksi yang sudah diperiksa. Baik istri, anak, maupun orangtua pelaku. ”Sudah dipulangkan,” ucap Martin. Petugas juga sudah menggeledah sejumlah lokasi. Tidak terkecuali tempat tinggal kedua pelaku. Dari penggeledahan itu, mereka mengamankan beberapa barang bukti. Mulai buku tulis, sepeda motor, telepon genggam, buku nikah, sampai kartu keluarga.

Sementara itu, Menkopolhukam Wiranto meminta publik lebih aware dengan kondisi di lingkungannya. Terutama, terhadap orang-orang yang tidak dikenal. ’’Paling tidak, itu bisa menjadi early warning system,’’ terangnya. Bila ada aktivitas yang aneh, sebaiknya masyarakat langsung melaporkan ke aparat setempat.

Dari situ, aparat yang akan menyelidiki apakah aktivitas tersebut memang mencurigakan dan perlu tindak lanjut atau dinyatakan aman. Peran masyarakat menjadi vital karena jangkauan aparat keamanan tidak bisa sampai 100 persen ke seluruh wilayah. Celah pengawasan itulah yang dimanfaatkan kelompok teroris. Apalagi, aksi teror belakangan ini semakin sulit diprediksi kapan bakal dilakukan.

Menurut mantan panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu, dalam menjalankan aksinya, pelaku teror tidak akan menunggu momen tertentu. Terbukti, pada hari H Idulfitri masih terjadi serangan. ’’Bagi mereka, tatkala kita lengah ya mereka mengadakan suatu aksi,’’ lanjut Wiranto. 

Karena itulah, di internal aparat sudah ada perintah agar lebih waspada terhadap kemungkinan aksi teror. Apalagi, beberapa tahun belakangan aparat keamanan selalu menjadi sasaran utama. Dua serangan terakhir sudah membuat dua personel Polri gugur. 

Meskipun demikian, tambahnya, masyarakat tidak perlu cemas berlebihan. Masyarakat cukup mengambil peran di lingkungan masing-masing. Selebihnya, aparat keamanan yang akan bekerja. ’’Masyarakat harap tenang. Aparat yang akan bekerja secara maksimal,’’ tambahnya. (byu/syn/jpg/tom/k18)


BACA JUGA

Rabu, 20 Februari 2019 12:50

Lahan Perumahan Masuk Zona Hijau, Kapan Revisi RTRW Samarinda?

SAMARINDA – Para pengembang hunian di Kaltim saat ini masih…

Rabu, 20 Februari 2019 12:23

Hanya 62 Persen Siswa Yang Mendaftar SNMPTN

 JAKARTA - Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)…

Rabu, 20 Februari 2019 09:20

Setelah Saling Serang, Dua Kampus Damai, Pasangan Diminta Putus

SAMARINDA–Keributan antarmahasiswa dua perguruan tinggi, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes)…

Selasa, 19 Februari 2019 14:27

TEPOK JIDAT..!! Ganti Rugi Rp 18 Triliun, Baru Dibayar Rp 32 Miliar

JAKARTA – Dalam debat calon presiden kemarin malam (17/2), Calon…

Selasa, 19 Februari 2019 14:01

Kejadian Lagi..!! Video Mesum Pelajar Samarinda Kembali Tersebar

DUA video durasi singkat dengan isi mengandung pornografi, menyebar. Diduga…

Selasa, 19 Februari 2019 12:22

BERANI NGGA? WALHI Tantang Jokowi Ungkap Lahan Negara yang Dikuasai Orang Dalam Timnya

JAKARTA- Terkait dengan lahan Hak Guna Usaha (HGU), Wahana Lingkungan…

Selasa, 19 Februari 2019 12:10

Jalan Samarinda - Muara Badak Berlubang, Bikin Suami Istri Tewas Ditabrak Truk

TENGGARONG - Sepasang suami istri tewas dalam kecelakaan di Jalan…

Selasa, 19 Februari 2019 12:08

Ada Tambang atau Tidak, Ngga Tau...

Debat calon presiden (capres), Minggu (17/2) malam, masih menyisakan banyak…

Selasa, 19 Februari 2019 10:31

Heboh Video Keributan saat Debat, Ini Kata TKN

Pendukung kedua pasangan calon presiden sempat terlibat adu mulut saat…

Selasa, 19 Februari 2019 10:13

Prabowo Diklaim Jujur daripada Jokowi, Bahkan BPN Bilang Wapres JK Mengakui

Penampilan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto saat debat capres…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*