MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 27 Juni 2017 11:12
Teror Mapolda Sumut, Polri Tetapkan Tiga Tersangka

Pelaku Survei Lokasi Seminggu sebelum Penyerangan

PROKAL.CO, JAKARTA – Pasca penyerangan Mapolda Sumut pada Sabtu dini hari (25/6), Polri menetapkan tiga tersangka. Dua di antaranya merupakan pelaku yang menikam Aiptu Martua Sigalingging. Yakni Syawaluddin Pakpahan (SP) dan Ardial Ramadhana (AR). Nama kedua meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan SP, masih dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Satu tersangka lainnya bernama Hendri Pratama alias Boboy.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul menjelaskan, Boboy merupakan pemuda berusia 17 tahun yang teridentifikasi membantu kedua pelaku. ”Peran BB bersama pelaku AR membantu melakukan survei satu minggu sebelum kejadian ke Mapolda Sumut,” terang dia kepada Jawa Pos kemarin (26/6). Atas tindakan tersebut, Boboy dijerat hukuman dengan pasal serupa yang dikenakan kepada kedua pelaku.

Yakni pasal 6 dan atau 7 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan atau pasal 340 KUHP. Dalam penyidikan kasus penyerangan Mapolda Sumut, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. ”Ada 12 orang yang sudah diperiksa sebagai saksi,” kata pria yang akrab dipanggil Martin itu. Termasuk di antaranya Boboy yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, keluarga pelaku juga turut masuk dalam data 12 saksi yang sudah diperiksa. Baik istri, anak, maupun orangtua pelaku. ”Sudah dipulangkan,” ucap Martin. Petugas juga sudah menggeledah sejumlah lokasi. Tidak terkecuali tempat tinggal kedua pelaku. Dari penggeledahan itu, mereka mengamankan beberapa barang bukti. Mulai buku tulis, sepeda motor, telepon genggam, buku nikah, sampai kartu keluarga.

Sementara itu, Menkopolhukam Wiranto meminta publik lebih aware dengan kondisi di lingkungannya. Terutama, terhadap orang-orang yang tidak dikenal. ’’Paling tidak, itu bisa menjadi early warning system,’’ terangnya. Bila ada aktivitas yang aneh, sebaiknya masyarakat langsung melaporkan ke aparat setempat.

Dari situ, aparat yang akan menyelidiki apakah aktivitas tersebut memang mencurigakan dan perlu tindak lanjut atau dinyatakan aman. Peran masyarakat menjadi vital karena jangkauan aparat keamanan tidak bisa sampai 100 persen ke seluruh wilayah. Celah pengawasan itulah yang dimanfaatkan kelompok teroris. Apalagi, aksi teror belakangan ini semakin sulit diprediksi kapan bakal dilakukan.

Menurut mantan panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu, dalam menjalankan aksinya, pelaku teror tidak akan menunggu momen tertentu. Terbukti, pada hari H Idulfitri masih terjadi serangan. ’’Bagi mereka, tatkala kita lengah ya mereka mengadakan suatu aksi,’’ lanjut Wiranto. 

Karena itulah, di internal aparat sudah ada perintah agar lebih waspada terhadap kemungkinan aksi teror. Apalagi, beberapa tahun belakangan aparat keamanan selalu menjadi sasaran utama. Dua serangan terakhir sudah membuat dua personel Polri gugur. 

Meskipun demikian, tambahnya, masyarakat tidak perlu cemas berlebihan. Masyarakat cukup mengambil peran di lingkungan masing-masing. Selebihnya, aparat keamanan yang akan bekerja. ’’Masyarakat harap tenang. Aparat yang akan bekerja secara maksimal,’’ tambahnya. (byu/syn/jpg/tom/k18)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 09:47

Manis Batu Bara Masih di Atas Saja

Membaiknya harga batu bara belum bisa mengembalikan perputaran roda ekonomi Kaltim. Masih sulit rebound…

Senin, 19 Februari 2018 09:38

Rasanya seperti Berlari dan Terus Berlari

Tak banyak orang kenal myasthenia gravis (MG). Jumlah penderita yang tidak terlalu banyak dan pengobatan…

Minggu, 18 Februari 2018 09:01

KEJI..!! Mereka Ini Membabi Buta Tembaki Orangutan

SANGATTA – Pelaku penembakan orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK), Desa Teluk Pandan, Kecamatan…

Minggu, 18 Februari 2018 08:57

Dilarang Terima Konsumen Baru

BALIKPAPAN – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim mengambil sikap kepada…

Minggu, 18 Februari 2018 08:53

Menambang Ilegal di Konsesi PKP2B

SAMARINDA – Penambangan batu bara ilegal sepertinya sulit dicegah. Di Samarinda, aktivitas terlarang…

Minggu, 18 Februari 2018 08:52

Cari yang Langka karena Spesialis Bedah Sudah Banyak

Tak hanya langka dalam spesialisasi, Achmad Arifin tergolong langka dari dokter kebanyakan untuk urusan…

Minggu, 18 Februari 2018 08:49

Dibekukan, Albothyl Masih Beredar

SERIAWAN memang terasa menyiksa. Albothyl, jadi salah satu obat yang dipilih masyarakat untuk menyembuhkannya.…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:18
NANAS BERUJUNG BERINGAS

Tembak Orangutan, Satu Keluarga Tersangka

Penembakan orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK) berhasil diungkap tim gabungan Polres Kutim dan Polda…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:02

Berkebun di TNK, Sanksinya Pidana

Tangan perambah mencengkeram Taman Nasional Kutai (TNK). Kadang berlindung di balik upaya bertahan hidup.…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:01

TNK, Antara Konservasi dan Eksploitasi

Fauna TNK memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Baik tingkat genetik, spesies, maupun ekosistem.Terdapat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .