MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 26 Juni 2017 01:53
Polda Sumut Diteror, Satu Polisi Tewas
-

PROKAL.CO, MEDAN – Polisi kembali menjadi sasaran teror. Usai ledakan bom di Terminal Kampung Melayu Jakarta di mana polisi menjadi salah satu korbannya, kemarin giliran Mapolda Sumut yang disasar. Seorang polisi tewas, sementara satu dari dua pelaku ikut tewas setelah diterjang tembakan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian Menuding Jamaah Anshorut Daulah (JAD) sebagai dalang dari aksi teror tersebut. Kelompok tersebut memiliki intel dan berniat menyerang Mapolda Sumut. ’’Dua minggu lalu tiga orang ditangkap, yang sekarang ini sisa selnya,’’ ujar Tito di sela open house Presiden di Istana Negara kemarin (25/6).

Polisi, lanjut Tito, masih menjadi sasaran utama jaringan tersebut. Dalam keyakinan kelompok itu, polisi termasuk institusinya adalah kafir harbi, yang bagi mereka berarti harus diperangi. Sebab, polisi terus memerangi jaringan kelompok tersebut. Bahkan, polisi menjadi prioritas dibandingkan sasaran lainnya. Karena itulah, Polda Sumut menjadi sasaran.

Saat ini, satu pelaku yang selamat sedang menjalani perawatan yang bakal dilanjutkan dengan pemeriksaan. Tito menolak memerinci informasi yang didapat dari tiga pelaku yang tertangkap lebih dahulu maupun yang baru saja ditangkap. Alasannya, itu sama saja dengan memberitahu strategi polisi terhadap jaringan mereka.

Yang jelas, tambahnya, pengamanan jajaran Polri secara keseluruhan kini diperketat. ’’Saya sampaikan ke jajaran Polda, kepolisian sudah memperkuat pengamanan masing-masing satuan, kantor, maupun pribadi masing-masing,’’ tutup mantan Kapolda Metro Jaya itu.              

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, aksi teror di Mapolda Sumut terjadi Sabtu dini hari (25/6). ”Tadi jam 03.00 WIB ada serangan,” kata dia kepada wartawan. Dua terduga teroris masuk melalui gerbang pintu tiga yang biasa digunakan sebagai jalan keluar. Mereka nekat memanjat gerbang tersebut untuk menyerang petugas yang berjaga.

Menurut pria yang akrab dipanggil Setyo itu, tidak kurang empat personel bertugas di pos pintu tiga. Namun hanya Aiptu Martua Sigalinging yang berada di dalam pos. Tiga petugas lain sedang melakukan kontrol dan patroli. Karena itu, hanya Aiptu Martua yang menjadi sasaran. ”Yang diserang itu yang di dalam sedang istirahat,” ucap perwira tinggi Polri dengan dua bintang di pundak itu.

Kedua terduga teroris menyerang Aiptu Martua menggunakan sejata tajam. Mereka menikam leher, dada, dan tangan anggota  Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sumut itu sambil memekikan takbir. ”Saat diserang, Aiptu Martua gugur,” sesal Setyo. Luka akibat tikaman senjata tajam tidak kuasa ditahan oleh Aiptu Martua hingga dia menghembuskan nafas terakhir.

Menyadari serangan tersebut, Brigadir Ginting yang berada di luar pos tiga berteriak untuk meminta bantuan kepada anggota Brigade Mobil (Brimob) yang tengah berjaga di pos pintu satu. ”Anggota Brimob itu ambil tindakan,” jelas Setyo. Tindakan pertama yang dilakukan adalah tembakan peringatan. Namun tidak diindahkan oleh kedua terduga teroris.

Karena itu, angota Brimob tersebut memutuskan untuk melumpuhkan kedua terduga teroris. ”Satu tewas, satu kritis,” ujar Setyo. Anggota Brimob yang melumpuhkan kedua terduga teroris adalah Brigadir Novendri Sinaga, Bharatu Lomo Simanjuntak, dan Brigadir Karo. Sampai berita ini dibuat, kedua terduga teroris itu masih dalam penanganan Polda Sumut.

Namun demikian, Setyo belum bisa mengungkap identitas kedua terduga teroris itu secara detail. ”Keduanya masih diidentifikasi,” terang dia. Demikian pula senjata tajam yang dipakai untuk menikam Aiptu Martua. ”Sedang didalami Densus 88 Antiteror,” imbuhnya. Mereka juga menggeledah tempat tinggal kedua terduga teroris tersebut.

Setyo mengungkapkan, Bahrun Naim sudah mengimbau agar anggota kelompok atau jaringan teroris terafiliasi ISIS di Indonesia melakukan amaliah sebelum serangan di Mapolda Sumut terjadi. Tidak harus menggunakan bom, amaliah boleh dilakukan dengan cara apapun. ”Kalau nggak punya bom pakai senjata apa saja  untuk menyerang. Itu yang dilakukan di Medan (Mapolda Sumut),” terangnya.

Selain identitas kedua terduga teroris yang belum dapat diungkap secara rinci, Polri juga belum bisa memastikan kedua terduga teroris itu berasal dari jaringan mana. Namun, besar kemungkinan mereka masih satu jaringan dengan tiga teroris yang  ditangkap Selasa (6/6). Yakni Kelompok Anshorut Daulah Medan. ”Kelihatannya masih satu kelompok,” jelas Setyo.

Tentu mantan wakabaintelkam Polri itu tidak sembarangan berujar. Pasca penangkapan tiga teroris tersebut, serangan dilakukan ke Mapolda Sumut. Sebelumnya, tiga terors ditangkap lantaran terdeteksi hendak melakukan aksi teror dengan menyurvei Mako Brimob Sumut. Namun serangan malah dilakukan ke Mapolda Sumut. ”Terbukti ada dua orang langsung serang,” kata Setyo.

Guna mengantisipasi serangan susulan, Polri meningkatkan keamanan. Baik mapolsek, mapolres, mapolda, maupun Mabes Polri. ”Kami tetap waspada. Kemungkinan serangan terhadap Polri masih tetap ada,” jelasnya. Imbauan amaliah Bahrun Naim dan insiden di Mapolda Sumut sudah diprediksi oleh pengamat terorisme Al Chaidar.

Kepada Jawa Pos, Al Chaidar menyampaikan, anggota kelompok teroris berafiliasi ISIS bakal melakukan segala cara untuk melakukan amaliah. ”Mereka bisa gunakan kendaraan, senjata api, dan senjata tajam kalau tidak punya bom,” ungkap dia kemarin. Pernyataan serupa pernah disampaikan  Al Chaidar beberapa pekan lalu.

Meski Polri belum memastikan asal kelompok kedua terduga teroris yang menyerang Mapolda Sumut, Al Chaidar yakin betul mereka anggota Kelompok Anshorut Daulah Medan.  ”Gagal menyerang Mako Brimob Sumut kemudian memindahkan sasaran ke Mapolda Sumut,” jelasnya. Itu dilakukan lantaran mereka sudah mendapat perintah dari Bahrun Naim.

Serupa dengan keterangan Setyo, Al Chaidar menyebutkan bahwa aksi teror dengan sasaran anggota Polri masih akan terjadi. Bahkan, bukan tidak mungkin intensitasnya semakin tinggi. ”Bisa setiap bulan ada serangan,” kata dia. Karena itu, dia meminta Polri ekstra waspada. Khususnya ketika konsentrasi mereka terkuras pada agenda tertentu. Misalnya hari besar keagamaan. (byu/syn/tom)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 12:05

ASTAGA..!! TKI Dijual Lewat Situs Online

Menyusul terungkapnya perdagangan TKI via toko online di Singapura, kini pemerintah Indonesia mendesak…

Selasa, 18 September 2018 10:15
Ketika Kubu Jokowi Tak Gentar dengan Hasil Ijtima Ulama

PDIP Yakin Hasil Survey Masih Kuat

TIM kampanye nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengklaim, hasil Ijtima Ulama II tak akan…

Selasa, 18 September 2018 10:13
Dukungan Kepala Daerah di Pilpres

Dulu Diam-Diam, Sekarang Terbuka

JAKARTA- Dukungan kepala daerah jelang Pilpres 2019 kian marak. Kondisi tersebut sedikit berbeda dari…

Selasa, 18 September 2018 10:04
Tiga Perdirjampelkes BPJS Kesehatan Ditunda Sementara

Defisitnya Rp 7 Triliun, Pemerintah Talangi BPJS Kesehatan Rp 4,993 Triliun

 JAKARTA - Rapat pengucuran dana Rp 4,993 triliun untuk talangan defisit BPJS Kesehatan berlangsung…

Senin, 17 September 2018 23:19

BENER NIH..?? Kata Ma'ruf, Ijtima Ulama Ngga Ngefek

Bakal calon Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin mengaku lebih percaya dukungan ulama pesantren dibanding…

Senin, 17 September 2018 12:01

Prabowo Kembali Bicara Utang

JAKARTA  - Bakal calon presiden Prabowo Subianto menegaskan siap berjuang untuk kepentingan rakyat…

Minggu, 16 September 2018 22:30

Ijtima Ulama Keluar, Resmi Dukung Prabowo-Sandi

Ijtima Ulama II resmi menyatakan dukungan kepada pasangan bakal calon presiden-wakil presiden Prabowo…

Minggu, 16 September 2018 22:29

Ijtima Ulama Dukung Prabowo-Sandi, Prabowo Tandatangani 17 Poin Pakta Integritas

JAKARTA- Prabowo Subianto bersama Sandiaga Salahuddin Uno mendapat dukungan dari hasil rapat Ijtimak…

Jumat, 14 September 2018 11:15

Kena Batunya..!! Sering Palak Mobil Ambulans, Sopir Kesal, Tabrak Preman Sampai Koit

Dua dari tiga orang sopir ambulans yang menabrak pengendara sepada motor hingga tewas diringkus jajaran…

Jumat, 14 September 2018 10:26

Rick Bleszynski, WNI yang Jadi Bos Perusahaan Teknologi di AS

Belakangan ini media internasional banyak mengulas keberadaan Splend. Splend sendiri merupakan terobosan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .