MANAGED BY:
KAMIS
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 19 Juni 2017 11:09
CEK LEGALITAS..!! Hati-Hati Iming-Iming Rumah Murah

Pembiayaan Langsung ke Bank, Bukan Pengembang

WASPADA: Program sejuta rumah murah memang menarik. Namun, sebelum membeli, pastikan dulu legalitas pengembangnya.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Meski aturan sudah cukup ketat, kebijakan rumah murah yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo masih rawan dari tangan nakal pengembang abal-abal. Tak jarang, pengembang bodong itu berakhir ke meja hijau untuk bertanggung jawab atas ulahnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Samarinda Dadang Airlangga menuturkan, memang tak ada klasifikasi khusus yang ditetapkan pemerintah pusat untuk pengembang yang ingin membangun program rumah murah. “Bebas saja, bisa dari REI (Real Estate Indonesia), Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman), atau individu,” katanya.

Ihwal itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) 38/2015 tentang Bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum bagi Perumahan Umum.

Hanya, lanjutnya, bagi warga yang berminat membeli rumah murah sebaiknya memperhatikan aspek legal pengembang. Karena, untuk membangun program sejuta rumah Jokowi tersebut cukup ketat dalam persyaratan teknis. Dari penyesuaian tata ruang wilayah, izin kepala daerah, hingga klirnya legalitas lahan dan perizinan lain. “Lahannya pun harus dimatangkan dulu baru bisa mendapat subsidi pemerintah. Kalau program rumah murah tapi masih hutan belantara, pasti abal-abal,” terang Dadang.

Soal luasan rumah murah pun mengacu Permen PUPR. Misalnya, tipe rumah 35 dengan luas 60 meter persegi. Begitu pula dengan harga penjualan harus berkisar Rp 110–200 juta. Tak luput, sambungan listrik dan air harus sudah tersedia kala penjualan rumah murah. “Jadi, ketika pembeli menempati sudah tersedia air dan listriknya,” ucapnya.

Pengawasan dari Kementerian PUPR, sebutnya, tak hanya di awal rekomendasi terbit. “Berkontinu, ada verifikasi ulang,” sambungnya.

Saat verifikasi kementerian, bangunan yang dibangun pengembang harus mencapai 50 persen sebaran rumah murah yang diajukan semula. Jika tidak, subsidi pemerintah dalam membangun rumah murah akan diputus. “Misal, ada pengembang yang mengajukan rumah murah presiden 100 unit. Ketika verifikasi kementerian, di lapangan pembangunannya harus sudah 50 unit,” katanya berumpama.

Skema pembiayaan pun langsung ditangani perbankan yang bekerja sama dengan pengembang. Sehingga, jika pembayaran tidak ditujukan ke bank tertentu maka bisnis properti itu dipastikan bukan program rumah murah presiden. “Subsidi pembiayaan langsung lewat bank. Karena bank yang mengatur uang muka dan nilai cicilannya. Bukan langsung ke pengembang untuk pembiayaannya,” pungkasnya. (*/ryu/er/k9)


BACA JUGA

Selasa, 15 Agustus 2017 22:38

Korban Longsor Terima Bantuan

SAMARINDA - Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin dalam kunjungannya ke Samarinda tak melewatkan begitu…

Senin, 14 Agustus 2017 14:41

Ini Dia Pelatih Baru Borneo FC

 SAMARINDA – Tidak perlu waktu lama untuk mencari pengganti tetap Dragan Djukanovic. Akhirnya…

Senin, 14 Agustus 2017 09:53

Masyarakat Mulai Melek Gaya Hidup Sehat

SAMARINDA – Minggu (13/8), aula Dinas Kehutanan di Jalan Kusuma Bangsa, Samarinda Kota, dipenuhi…

Senin, 14 Agustus 2017 09:52

Sistem Pinjam-Pakai Memungkinkan

SAMARINDA – Regulasi menyandung upaya pemkot merelokasi warga bantaran Sungai Karang Mumus (SKM)…

Senin, 14 Agustus 2017 09:49

Pelanggaran Terbanyak Sebabkan Kecelakaan

SAMARINDA – Peristiwa kecelakaan hingga nyawa pengendara sedianya harus jadi peringatan keras…

Senin, 14 Agustus 2017 09:48

Unmul Bersalju Oleh: Annisa El Qowiyyu

Beberapa hari ini hujan mengguyur Samarinda. Orang-orang membalut tubuh dengan jaket. Juli datang memenuhi…

Senin, 14 Agustus 2017 09:44

Revisi Perda Penanganan Anjal-Gepeng, Seharusnya Bisa Singkat

SAMARINDA – Revisi peraturan daerah (perda) tentang penertiban dan penanggulangan pengemis, anak…

Senin, 14 Agustus 2017 09:42

Cereweti Asupan Gizi saat Hamil

KEHAMILAN adalah masa perempuan benar-benar memperhatikan kondisinya. Khususnya pada triwulan pertama…

Senin, 14 Agustus 2017 09:41

Kesehatan Dua Calhaj Sempat Bermasalah

SELURUH anggota jamaah calon haji (calhaj) kelompok terbang (kloter) III embarkasi Balikpapan adalah…

Senin, 14 Agustus 2017 09:39

Menentang Undang-Undang, Sebut Permintaan Gubernur

SAMARINDA – Jelang pelaksanaan upacara peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan Indonesia, surat edaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .