MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 19 Juni 2017 12:04
Potensi Longsor Masih Tinggi, Pemprov Siagakan Alat Berat di Jalur Mudik
RAWAN: Jalan poros Balikpapan-Samarinda rawan longsor.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Puncak arus mudik jalur darat di Kaltim sudah dekat. Diprediksi akan berlangsung H-3 Idulfitri. Momen itu bertepatan hari pertama cuti bersama bagi pegawai lingkup pemerintahan.

Diketahui, jalan berstatus nasional memiliki andil besar selama arus mudik dan balik Lebaran. Menukil data Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim semester II 2016, dari panjang 1.710,9 kilometer (km), 118,97 km masih menjadi tantangan. Dengan perincian, rusak ringan sepanjang 79,37 km dan 39,6 km.

Lalu, bagaimana kesiapan jalan yang menjadi lintasan mudik di Kaltim? Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPR Kaltim Joko Setiono menerangkan, secara prinsip siap menjalankan tugas agar jalan nasional dan provinsi bisa fungsional. Sama seperti tahun sebelumnya, H-4 dan H+4 Lebaran, alat berat, termasuk material dan operator disiagakan. Mulai ekskavator, truk, dan loader. Alat berat tersebut ditempatkan di jalur poros utama lintasan mudik, di antaranya Samarinda–Balikpapan dan Samarinda–Bontang. (lihat grafis) “Jadi, siap dioperasikan jika kondisi darurat,” ujarnya kemarin (18/6).

Curah hujan tinggi yang mengguyur Kaltim menjadi perhatian. Sebab, potensi terjadinya longsor juga tinggi. Disebutnya, bencana longsor tak bisa dielakkan. Di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, misalnya, ada tebing bukit yang kerap longsor berimbas menutupi badan jalan. Khusus di lokasi tersebut, tak bisa melakukan pengupasan saat musim kemarau. Itu lantaran masuk kawasan konservasi. “Tapi, begitu longsor, mau tidak mau dilakukan pembersihan,” terangnya.

Sementara di jalur utara, poros Samarinda–Bontang terusik. Badan jalan di depan Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) mengalami longsor. Lokasi tersebut, terang Joko, sudah pernah ditangani dengan pembangunan dinding penahan imbas longsor. Baru-baru ini, tanpa izin dan koordinasi ada penggalian pipa PDAM.

“Pinggir aspal dan dinding penahan digali. Ditimbun hanya dengan tanah. Air masuk akhirnya ada pergerakan tanah,” jelasnya. “Sudah bergerak baru diplester mereka (pelaksana pekerjaan pemasangan pipa) ala kadarnya, ya percuma. Sekarang habis longsor,” sambungnya.

Untuk penanganan permanen, belum dilakukan karena terkendala kebutuhan pembiayaan yang besar. Sekarang, yang bisa dilakukan, yakni pemasangan rambu lalu lintas dan rambu peringatan di lokasi longsor. Di jalan rusak pun, rambu tersebut dipasang untuk memberi peringatan hati-hati kepada pengguna jalan.

Tahun ini, dia menerangkan, pekerjaan penanganan jalan nasional terkendala keterbatasan anggaran. Seperti pekerjaan long segmen jalan poros Lempake (Samarinda)–Sangatta. Dana yang tersedia hanya Rp 48 miliar. Itu digunakan untuk pekerjaan longsoran dan sapu lubang terhadap ruas jalan yang kondisinya rusak sedang dan berat. Beda dengan tahun lalu, segmen pekerjaan pendek. “Pelaksana pekerjaan keteteran. Anggaran itu untuk setahun,” paparnya.

Di samping kesiapan di jalan nasional, jalan provinsi juga bersiap. Alat berat juga dikerahkan di lintasan pantai, Samarinda–Sangasanga–Muara Jawa–Samboja–Balikpapan. Alat berat itu milik UPTD Dinas PUTRPR. Namun, seperti di Jalan Km 38 Samboja (Kutai Kartanegara) menuju Petung, sekarang sudah ada pekerjaan yang terkontrak sebesar Rp 10 miliar bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). “Alat UPTD ditarik, sekarang diserahkan ke kontraktor pelaksana,” sebutnya.

Terpisah, Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Kaltim Ambo Dalle mengatakan, jalan di Kaltim masih banyak yang perlu dibenahi. Bila tak bisa memuluskan seluruhnya, setidaknya jalan berlubang yang rawan kecelakaan ditutup. “Utamakan di lokasi rawan seperti tikungan. Itu harapan kami,” ucap dia. “Segera ditutup, jangan tunggu besar dulu. Kalau sudah besar, dampaknya anggaran yang dibutuhkan makin besar,” sambungnya. Begitu jalan mulus, masyarakat yang melakukan mudik bisa menikmati dengan nyaman dan aman.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengakui, kondisi jalan yang menghubungkan antardaerah di Benua Etam butuh perhatian serius. “Pemerintah daerah juga harus lebih giat dalam pembangunan infrastruktur jalan,” ucap Budi di sela memantau arus mudik di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Sabtu (17/6) siang.

Kata dia, Kemenhub dan Komisi V, DPR RI, berjanji bakal membantu Kaltim dalam pembangunan infrastruktur jalan. Pemerintah pusat, lanjut dia, sudah menaruh perhatian terhadap kondisi jalan di daerah. Sempat ada wacana akan ada masa pemugaran jalan, namun belum tahu kapan.

Kondisi jalan nasional di Kaltim, di atas kertas disebut semakin tahun kian membaik. Sebuah kontradiksi bila melihat fakta di lapangan. Padahal, jalan itu menjadi jalur utama saat mudik Lebaran. Bila sudah demikian, akses pun jadi lumpuh.

Merujuk data Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim, kondisi jalan nasional tergolong mulus pada 2011, menyentuh 71,17 persen. Setahun kemudian, kembali membaik menjadi 86,79 persen.

Pada 2013, menjadi 89,92 persen. Data terakhir hingga semester I 2016, dari total panjang jalan nasional di Kaltim 1.710,9 kilometer, dalam kondisi baik sebesar 91,54 persen. Dengan perincian, dalam kondisi baik sepanjang 828,52 kilometer dan kondisi sedang 737,68 kilometer.

Sementara itu, rusak ringan sepanjang 96,74 kilometer dan rusak berat 46,9 kilometer. Artinya, “hanya” 8,46 persen atau setara 143,64 kilometer yang tergolong tidak mulus. Seluruh jalan ini masih berstatus kelas III. (ril/rom/k11)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:50
PGK Bukan Ajang Kampanye Paslon Pilgub Kaltim

INGAT..!! Panitia akan Usir Oknum yang Pakai Atribut Paslon

SAMARINDA- Siang ini Piala Gubernur Kaltim (PGK) II/2018 resmi dibuka. Nah, kebetulan interval waktu…

Jumat, 23 Februari 2018 09:07

Kekerasan Seksual Mendominasi

BALIKPAPAN bisa dibilang menjadi sarang bagi kekerasan terhadap anak. Kasus tersebut di kota ini meningkat…

Jumat, 23 Februari 2018 08:59

GARA-GARA INI, Tol Balsam Kena Imbas, Bisa Molor Lagi....

SAMARINDA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyetop seluruh…

Jumat, 23 Februari 2018 08:57
Polres Periksa Oknum Polisi Penambang Ilegal di Kuburan

Sempat Menambang di Dua Lokasi

SAMARINDA – Tambang ilegal mulai menjamur di Kota Tepian setelah aktivitas terlarang itu sempat…

Jumat, 23 Februari 2018 08:51

Pengacara Rita: Angka Gratifikasi Cuma Asumsi Jaksa

JAKARTA – Gratifikasi senilai Rp 469 miliar yang didakwakan jaksa kepada Bupati Kutai Kartanegara…

Jumat, 23 Februari 2018 08:46

Indonesia Simpan Cadangan Bahan Baku hingga Ribuan Tahun

Thorium dianggap salah satu solusi terbaik untuk pengembangan pembangkit listrik. Inventarisasi Badan…

Jumat, 23 Februari 2018 08:40

Godaan ATM

LANGSUNG ke anjungan tunai mandiri (ATM) begitu dapat kabar transferan? Tentu wajar. Asal jangan lantas…

Kamis, 22 Februari 2018 10:19
Maut di Dalam Rumah

Fenomena Kekerasan kepada Anak yang Makin Marak

Kekerasan kepada anak cenderung meningkat. Mereka disiksa di tempat yang seharusnya paling aman dan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:05

Umbar Senyum, Diajak Kakak Foto Bareng

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak…

Kamis, 22 Februari 2018 09:56

Mendeteksi Jantung Bawaan sejak Dini

CATATAN: DR RAFLES PH SIMBOLON (*) TETRALOGI fallot (TF). Dua kata tersebut mungkin belum awam di tengah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .