MANAGED BY:
SENIN
08 FEBRUARI
HOME | UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Senin, 16 September 2013 09:10
BKD Dianggap Tak Transparan
TANA PASER  -  Ketua Komisi III DPRD Paser Miswan Thahadi meminta agar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) transparan terkait penerimaan calon pegawai negeri sipil. Dirinya juga heran  mengapa terjadi  penyusutan kuota CPNS dari 130 menjadi 111 kursi, setelah adanya koreksi dari Bupati (seperti yang diungkapkan Kepala BKD Paser, Red).   Menurutnya hal itu sangat tidak wajar, mengingat Paser masih kekurangan pegawai, terutama bidang pelayanan.
 
“Sangat disayangkan. Mengapa kok malah ada penyusutan. Mengingat riil-nya kita masih banyak memerlukan pegawai yang berstatus PNS untuk menggerakkan birokrasi pemerintahan. Kalau sampai adanya pengurangan kuota, harus diperjelas itu, apa penyebabnya,” kata Miswan.
 
Politisi PKS itu juga berharap, pihak terkait harus bisa menjelaskan secara gamblang agar tak menjadi polemik di masyarakat. “Saya sendiri melihat bahwa di bidang pelayanan, masih banyak hal yang harusnya ditangani oleh PNS masih ditangani oleh honorer. Harusnya kesempatan menjadi PNS dibuka seluas-luasnya untuk mengurangi beban keuangan daerah,” urai pria ramah itu pada Kaltim Post.
 
Hal senada, diungkapkan LSM Lumbung Informasi Rakyat (LSM-Lira) Paser. Sekretarsi Lira, Susianto mengatakan, penyusutan formasi CPNS dari 130 menjadi 111 sangat menggelitik. Apalagi saat ini di daerah sedang gencar-gencarnya mengajukan formasi PNS sebanyak-banyaknya dari Pusat.
“Jika yang diajukan ribuan, mengapa setelah disetujui 130 malah minta 111. Ini kan jadi preseden buruk bagi BKD Paser sendiri. Memunculkan persepsi masyarakat ada ketidak jujuran dalam rekruitmen CPNS”.
 
“Persoalannya saat ini masyarakat sangat informatif terkait isu-isu sentral seperti penerimaan PNS, dengan semakin berkembangnya media sosial dan elektronik. Semua informasi bisa diakses dengan hanya memencet tombol klik saja di beberapa situs yang memberikan data akurat,” tuntas Santo, sapaan akrabnya. (nan/ind)
 

BACA JUGA
Sabtu, 06 Februari 2016 00:47

Remaja Jadi Bandar Narkoba

BONTANG – Usia Wa memang masih 17 tahun. Namun untuk urusan peredaran narkoba tak bisa dipandang…

Sabtu, 06 Februari 2016 00:44

Delineasi Pasca-Enklave Terhenti

        SANGATTA – Proses enklave lahan untuk Pemkab Kutim dari Taman Nasional…

Sabtu, 06 Februari 2016 00:43

Cetak 1.500 Hektare Sawah Baru

Untuk mencapai program swasembada beras, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutim terus menggenjot…

Sabtu, 06 Februari 2016 00:42

Satu Tersangka di Muara Badak

TIDAK hanya di Bontang. Dalam waktu yang hampir bersamaan, seorang terduga pengedar narkoba juga diringkus…

Sabtu, 06 Februari 2016 00:42

Kata Pengamat Ekonomi Ini, Pembangunan di Kaltim Tak Berkualitas

TANA PASER – Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengkritik sejumlah petinggi pemerintahan, baik…

Sabtu, 06 Februari 2016 00:40

Diciduk setelah Konsumsi Sabu

        TANA PASER – Lima tahun menjadi target operasi (TO) polisi, atas keterlibatannya…

Sabtu, 06 Februari 2016 00:39

Terima Bantuan RS-RTLHA 2015

Sebanyak 40 keluarga miskin yang ada di wilayah Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, mendapat bantuan…

Sabtu, 06 Februari 2016 00:36

Ada yang Mencurigakan, Lapor Polisi

        PENAJAM – Apa jadinya jika para remaja dibiarkan tanpa pemahaman memadai,…

Sabtu, 06 Februari 2016 00:33

Pasti Lepas, Berharap APBD Perubahan

        PENAJAM – KONI Penajam Paser Utara (PPU) harus gigit jari. Meski sudah…

Sabtu, 06 Februari 2016 00:32

Bantah Halangi Investor Masuk

        TANJUNG REDEB – Rencana perusahaan perkebunan Great Giant Pineapple…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2015 Kaltim Post Group. All Right Reserved.