MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 19 Juni 2017 08:53
Raih Prestasi karena Buka Isolasi lewat Infrastruktur

Bupati Kukar Rita Widyasari, Tokoh Inspirasi Membangun Daerah (1)

PUNYA KEPEDULIAN: Tjahjo Kumolo (ketiga kanan) menyerahkan penghargaan Inspirator Pembangunan Daerah 2017 kepada Rita Widyasari di Jakarta, Kamis (15/6). (DOK PRIBADI)

PROKAL.CO, Kemajuan Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini sangat pesat. Rita Widyasari sebagai bupatinya punya andil besar. Dia juga turut membuka keterisolasian daerah.

TAHUN 2010 lalu masih banyak daerah terisolasi, bahkan jarang warga mengendarai mobil pribadi ke desa atau kecamatan di daerah pedalaman. Namun kini, perubahan pembangunan bisa dilihat sejak kepemimpinan Rita. Mulai membuka wilayah terisolasi hingga mendorong ekonomi kreatif menjadi tulang punggung perekonomian.

Totalitas Rita banyak meraih penghargaan. Prestasi paling anyar yang didapat ialah penghargaan sebagai tokoh Inspirator Pembangunan Daerah 2017 pada Kamis (15/6). Itu berdasarkan penilaian Pusat Kajian Keuangan Negara (Pusaka Negara), bertepatan momentum 21 tahun diberlakukannya otonomi daerah. Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Rita mengatakan, penghargaan ini diberikan karena Pusaka Negara menganggap Kukar telah menjalankan prinsip mpekat keroan kampong (mempererat warga kampung). Kemudian, adanya inovasi dan revitalisasi wilayah tambak serta bekas tambang menjadi lahan produktif. Juga dinilai berhasil mewujudkan Kukar sebagai lumbung padi di Kaltim. “Sehingga layak menerima penghargaan,” ucap Rita.

Direktur Eksekutif Pusaka Negara Prasetyo mengatakan, sebanyak 21 kepala daerah terpilih sebagai inspirator pembangunan karena memiliki inovasi, terobosan, dan gagasan. Sehingga bisa menginspirasi elemen pemerintahan maupun masyarakat daerahnya. Hasilnya juga dirasakan secara langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat. “Para kepala daerah yang mendapat penghargaan sebanyak 90 persen dari Indonesia bagian timur. Sesuai semangat pemerataan pembangunan sedang gencar dicanangkan Pemerintah RI,” jelas Prasetyo.

Kepala daerah yang mendapat penghargaan terdiri enam gubernur, yaitu Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Gubernur NTB M Zainal Majdi, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djonggala.

Sedangkan wali kota, adalah Wali Kota Bitung Maximilian J Lomban, Wali Kota Mataram Ahyar Abduh, Wali Kota Palu Hidayat, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sementara bupati, selain Rita Widyasari, di antaranya ada Bupati Banggai Herwin Yatim, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Bupati Buol Amirudin Rouf, Bupati Gianyar AA Gede Agung Bharata, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Bupati Lombok Tengah Suhaili Fadli, Bupati Morowali Anwar Hafid, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming.

Prasetyo menyebut, penghargaan yang didapat Rita ini merupakan bagian dari upaya dia memperjuangkan pembangunan yang merata di Kukar. Mengenai masalah kesejahteraan, masyarakat saat ini juga mendapatkan perhatian khusus dari masa kepemimpinannya.

Selama memimpin periode pertama hingga kedua, Rita membangun sejumlah proyek infrastruktur. Begitu banyak hal yang telah dicapai Pemkab Kukar. Berikut hasil rangkuman pembangunan.

Membangun Megaproyek Jalan dan Jembatan

Pada periode yang pertama, Rita memfokuskan pembangunan infrastruktur. Dan salah satu program yang dilanjutkan pembangunannya adalah membangun jalan penghubung (jalan layang) Jembatan Martadipura. Jalan dengan konstruksi mirip flyover itu menghubungkan jalan darat dari Kecamatan Kota Bangun-Kenohan-Kembang Janggut-Tabang.

Setelah Jembatan Kartanegara runtuh pada 2011, warga Kukar praktis hanya mengandalkan kapal penyeberangan gratis dan kapal kecil berbayar untuk menyeberangi Sungai Mahakam. Akhirnya, Jembatan Kutai Kartanegara yang baru, resmi dibuka untuk umum pada akhir 2015 lalu.

Jalan darat Kota Bangun-Muara Wis-Muara Muntai kian nyata. Bupati Rita menengok Jembatan Pela yang dibangun pada era Bupati Syaukani HR bersama Direktur Fasilitasi Dana Perimbangan Kemendagri Elvius Dailami pada Sabtu (3/6) lalu. Rita menyusuri jembatan bercat kuning itu.

Namun, Kukar dihadapkan pada persoalan keterbatasan anggaran, sehingga pemkab memutuskan melakukan pinjaman sebesar Rp 950 miliar untuk dicicil selama delapan tahun dan hal ini dibenarkan oleh PP 30 Tahun 2011.

Bangun PLTBM

Dari segi penerangan listrik, masih banyak desa belum dialiri. Namun, ada saja gebrakan yang dilakukan Bupati Rita, yakni bekerja sama dengan perusahaan sawit dan Ithochu. Ithochu merupakan perusahaan yang bisa mengolah energi terbarukan. Perusahaan ini yang kemudian mengolah limbah sawit menjadi energi listrik. Bahkan, perusahaan yang berbasis di Tokyo, Jepang itu bisa mengolah limbah sawit menjadi pelet. Kemudian diekspor ke Korea Selatan, Amerika, dan negara Eropa.

Tahun 2015, salah satu perusahaan sawit di Kembang Janggut (REA Kaltim) telah mendistribusikan dari pembangkit listrik berbahan biogas (limbah sawit) ke 11 desa di kecamatan itu selama 24 jam. Adapun keinginan besar ke depannya dari kerja sama ini dapat menghasilkan pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBM) dengan daya 1 megawatt (MW) listrik. Sehingga bisa mencukupi kebutuhan industri dan menerangi desa-desa lainnya di sekitar pabrik.

Jembatan Repo-Repo

Kunjungan ke Pulau Kumala meningkat drastis setelah Jembatan Repo-Repo diresmikan pada 2016 lalu. Jembatan yang menghubungkan Tenggarong dengan pulau di tengah Sungai Mahakam itu bahkan pada saat liburan Idulfitri membuat kunjungan mencapai 12.960 orang. Pembangunan ini tak hanya dirasakan langsung oleh masyarakat, namun juga menambah pundi-pundi pendapatan asli daerah.

Perempuan Tulang Punggung Ekonomi

Program lain yang cukup memberi andil semakin membaiknya ekonomi warga, kala Rita meluncurkan dana bergulir Kelompok Usaha Bersama Perempuan (KUBP). Melalui KUBP ini, kaum hawa di Kukar mampu menambah pendapatan keluarga. Program ini mendapat bantuan modal tanpa bunga tanpa jaminan dari Rp 25-500 juta.

Untuk program KUBP ini juga tanpa mengembalikan ke kas daerah jika terjadi kredit macet. Namun diharuskan dikembalikan ke rekening kelompok. Bantuan modal ini suatu keharusan karena seperti program bantuan sosial (bansos) sebelumnya yang kurang tepat sasaran.

Saat itu, Rita meminta kepala Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kukar untuk membentuk KUBP yang saat ini sudah tercatat ada 10 ribu orang yang terlibat dari 900 KUBP se-Kukar. “Ibarat jaring laba-laba, pusat pembangunan kami letakkan di pedalaman agar nantinya pembangunan ini menyebar secara merata dari tengah kabupaten sampai pesisir,” tutur ketua DPD Golkar Kaltim itu. (*/pms/adw/rom/k11)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 13:00

Potensi Zakat Besar, Sayangnya Transparansi LAZ Rendah

SAMARINDA  –  Hari Raya Idulfitri tinggal hitungan jam. Salah satu amalan penyempurna…

Sabtu, 24 Juni 2017 12:47
Lebaran, saat Jarak dan Waktu Dipangkas Teknologi Komunikasi

Pilih Virtual, Silaturahmi Bisa Tergerus

Bagi generasi 1980-an dan 1990-an, setiap menjelang Idulfitri, biasanya berburu kartu ucapan Lebaran.…

Sabtu, 24 Juni 2017 12:45
Para Tokoh Agama dalam Pembangunan Kaltim: Jos Soetomo (4-Habis)

Bangun Masjid Cheng Ho di Tiga Daerah

Selain dikenal sebagai pengusaha gaek, HM Jos Soetomo juga aktif berkecimpung dalam berbagai kegiatan…

Sabtu, 24 Juni 2017 12:30

Tergerusnya Romantisme Kartu Lebaran

PERKEMBANGAN  teknologi menyebabkan peminat kartu Lebaran menurun drastis. Kartu “legendaris”…

Sabtu, 24 Juni 2017 01:10

170 Anak Buah Terbunuh di Majapahit

Jawa menjadi salah satu tujuan utama ekspedisi Cheng Ho. Enam di antara tujuh pelayarannya menyinggahi…

Jumat, 23 Juni 2017 13:00

Saatnya Main “Pukul”..!! Perlu Aksi Besar Tangani Banjir Samarinda

SAMARINDA - Banjir yang menggenangi sebagian ruas jalan di Samarinda jelang Idulfitri juga mengusik…

Jumat, 23 Juni 2017 12:57
Teknik MISS MED, Inovasi Terbaru Operasi Tulang Belakang di Kaltim

Luka Irisan Mini, Tak Perlu Lagi ke Luar Negeri

Teknologi baru operasi tulang belakang kini bisa dilakukan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda.…

Jumat, 23 Juni 2017 12:56
Arus Mudik 2017

Hari Ini Padat, Pengasong Ditegur Jenderal

BALIKPAPAN – Sejumlah titik pelayanan mudik masih buruk. Temuan itu diketahui saat Kapolda Kaltim…

Jumat, 23 Juni 2017 12:45

WAH PARAH...!! Mau Terbang, Pilot Terdeteksi Narkotika

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Nusa Tengara Barat (NTB) mengamankan seorang pilot bernama…

Jumat, 23 Juni 2017 09:34

Buka Usaha untuk Ibadah, Umrahkan Jamaah yang Rajin Salat

Sukses berdagang ayam goreng, tak membuat Chusnul Dhihin lupa membantu orang lain. Dia mengaku, terobsesi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .