MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 19 Juni 2017 07:00
Target PAD Terjun Bebas

Mudahkan Investasi, Pajak Jadi Tulang Punggung Anggaran

PERLU BUJUK INVESTOR: Salah satu hotel berbintang di Samarinda. Perhotelan menjadi salah satu sektor yang target pajaknya dinaikkan pemkot tahun ini. (fatzerin/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Perubahan drastis terjadi pada target pendapatan asli daerah (PAD) Samarinda, dengan terpangkas hingga Rp 17 miliar pada target tahun ini. Hal itu memaksa target dari sumber lain seperti pajak hotel dan restoran pun digenjot. Di sisi lain, insentif bakal menjadi stimulant bagi kinerja swasta agar kontribusi untuk daerah dapat ditingkatkan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda Hermanus Barus menjelaskan, penurunan pendapatan terbesar bagi pemkot datang dari RSUD IA Moeis, yang terpangkas hingga Rp 15 miliar. Dari target awal Rp 45 miliar, rumah sakit di kawasan seberang Samarinda ini terpaksa dikurangi beban pendapatannya menjadi Rp 30 miliar.

Alasannya, ungkap Hermanus, karena Jamkesda yang tak ada lagi, karena diganti dengan BPJS. “Wajar jika perputaran pendapatan turun karena hal itu,” sebut pejabat penyuka golf ini.

Penurunan berikutnya, lanjut Hermanus, adalah dari sektor parkir. Tadinya, Dishub menargetkan Rp 11 miliar tahun ini. Namun karena proyeksi parkir berlangganan bersama Samsat belum dapat terealisasi, target terpaksa terjun bebas menjadi Rp 2,5 miliar.

Meski demikian, kata Hermanus, kenaikan target justru diberlakukan. Seperti dari sektor perhotelan yang ditambah Rp 500 juta. Kemudian pajak restoran juga naik Rp 1 miliar, PBB naik Rp 500 juta, serta BPHTB naik Rp 2 miliar.

Sedangkan dari sumber retribusi, penurunan terjadi dari pengujian kendaraan yang terpangkas hingga Rp 490 juta. Retribusi penyedotan tinja juga turun sebesar Rp 139 juta, dan pengendalian menara BTS turun Rp 600 juta.

Kenaikan target hanya terjadi di retribusi sampah hingga Rp 2 miliar. “Untuk realisasi pendapatan daerah bakal terlihat akhir tahun,” sebut dia.

Hermanus menyebut, Bapenda berupaya meningkatkan PAD dengan cara menyisir, sosialisasi door to door, dan penindakan terhadap wajib pajak bandel. Semisal memasang plang bahwa belum bayar pajak, memberikan surat peringatan, bahkan menyerahkan ke penegak hukum.

Menurut dia, langkah untuk meningkatkan potensi wajib pajak mestinya dengan memberikan kemudahan investasi. Sayangnya, belum ada regulasi Pemkot Samarinda yang memberikan insentif kepada investor yang masuk.

Misalnya dengan memudahkan perizinan, meringankan IMB dan PBB. “Kalau investasi masuk, pajak pasti masuk,” urai dia.

Dia mencontohkan, bila ada investor membangun mal. Pemkot bakal mendapatkan IMB dan PBB. Kemudian ada pajak parkir, restoran, hiburan, PPH badan, dan PPH Pasal 21. Menurut dia, untuk memancing investor mesti mencontoh Bandung yang menggratiskan IMB. “Paling tidak PBB, IMB, atau, BPHTB diringankan,” usul dia.

Dia menilai, bukan tanpa alasan jika saat ini berbagai daerah berlomba-lomba memancing investor masuk. Dia berharap para investor mengetahui bahwa Samarinda itu perizinannya mudah, serta biaya PBB, IMB, atau BPHTB yang juga ringan.

“Urusan mudah, kepastian hukum ada, dan lahan aman. Jika semua itu terwujud, iklim investasi di Samarinda bakal semakin bergairah. Jangan sampai image Samarinda di mata investor itu hanya tambang dan kayu. Itu masa lalu. Saat ini Samarinda kota jasa dan perdagangan,” pungkasnya. (*/hdd/man/k18)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 06:31

Permintaan Aneh Pelanggan Menggali Kreativitas

SETELAH lulus dari Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada 2014, Sherli Sukangto…

Minggu, 20 Mei 2018 06:28

Jaga Komunikasi, Kualitas, dan Kecepatan Kerja

MENGELOlA bisnis di bidang desain sejak 2014, Sherli Sukangto mengaku telah banyak menghadapi persaingan.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:09

BI Terbitkan Buku Kajian Stabilitas Keuangan

JAKARTA –  Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan No.30, Maret 2018.…

Jumat, 18 Mei 2018 06:37

Perusahaan Lokal Masih Enggan Go Public

BALIKPAPAN - Minat perusahaan lokal untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public…

Jumat, 18 Mei 2018 06:34

RDMP Berjalan, Gubernur Prioritaskan Naker Lokal

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meminta pembangunan kilang minyak baru milik PT Pertamina…

Jumat, 18 Mei 2018 06:32

Lampaui Target Konsumsi Nasional

TANA PASER  –  Meski terjadi kenaikan harga, masyarakat Paser tidak perlu bingung mencari…

Jumat, 18 Mei 2018 06:30

Penguatan Dolar Bisa Katrol Harga Otomotif

BALIKPAPAN - Harga jual otomotif di Kaltim diprediksi bakal terpengaruh penguatan dolar Amerika Serikat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:27

Asuransi Optimistis Tumbuh 20 Persen

JAKARTA – Industri asuransi tetap optimistis bisa tumbuh 20-30 persen tahun ini. Indonesia dinilai…

Jumat, 18 Mei 2018 06:26

Tren Positif Batu Bara Belum Merata

BALIKPAPAN - Meski harga batu bara menguat dan ekspor meningkat, kondisi ini tak serta-merta membuat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:23

Penambahan Subsidi Solar Belum Final

JAKARTA – Masyarakat harus bersabar. Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .