MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 19 Juni 2017 07:00
Target PAD Terjun Bebas

Mudahkan Investasi, Pajak Jadi Tulang Punggung Anggaran

PERLU BUJUK INVESTOR: Salah satu hotel berbintang di Samarinda. Perhotelan menjadi salah satu sektor yang target pajaknya dinaikkan pemkot tahun ini. (fatzerin/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Perubahan drastis terjadi pada target pendapatan asli daerah (PAD) Samarinda, dengan terpangkas hingga Rp 17 miliar pada target tahun ini. Hal itu memaksa target dari sumber lain seperti pajak hotel dan restoran pun digenjot. Di sisi lain, insentif bakal menjadi stimulant bagi kinerja swasta agar kontribusi untuk daerah dapat ditingkatkan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda Hermanus Barus menjelaskan, penurunan pendapatan terbesar bagi pemkot datang dari RSUD IA Moeis, yang terpangkas hingga Rp 15 miliar. Dari target awal Rp 45 miliar, rumah sakit di kawasan seberang Samarinda ini terpaksa dikurangi beban pendapatannya menjadi Rp 30 miliar.

Alasannya, ungkap Hermanus, karena Jamkesda yang tak ada lagi, karena diganti dengan BPJS. “Wajar jika perputaran pendapatan turun karena hal itu,” sebut pejabat penyuka golf ini.

Penurunan berikutnya, lanjut Hermanus, adalah dari sektor parkir. Tadinya, Dishub menargetkan Rp 11 miliar tahun ini. Namun karena proyeksi parkir berlangganan bersama Samsat belum dapat terealisasi, target terpaksa terjun bebas menjadi Rp 2,5 miliar.

Meski demikian, kata Hermanus, kenaikan target justru diberlakukan. Seperti dari sektor perhotelan yang ditambah Rp 500 juta. Kemudian pajak restoran juga naik Rp 1 miliar, PBB naik Rp 500 juta, serta BPHTB naik Rp 2 miliar.

Sedangkan dari sumber retribusi, penurunan terjadi dari pengujian kendaraan yang terpangkas hingga Rp 490 juta. Retribusi penyedotan tinja juga turun sebesar Rp 139 juta, dan pengendalian menara BTS turun Rp 600 juta.

Kenaikan target hanya terjadi di retribusi sampah hingga Rp 2 miliar. “Untuk realisasi pendapatan daerah bakal terlihat akhir tahun,” sebut dia.

Hermanus menyebut, Bapenda berupaya meningkatkan PAD dengan cara menyisir, sosialisasi door to door, dan penindakan terhadap wajib pajak bandel. Semisal memasang plang bahwa belum bayar pajak, memberikan surat peringatan, bahkan menyerahkan ke penegak hukum.

Menurut dia, langkah untuk meningkatkan potensi wajib pajak mestinya dengan memberikan kemudahan investasi. Sayangnya, belum ada regulasi Pemkot Samarinda yang memberikan insentif kepada investor yang masuk.

Misalnya dengan memudahkan perizinan, meringankan IMB dan PBB. “Kalau investasi masuk, pajak pasti masuk,” urai dia.

Dia mencontohkan, bila ada investor membangun mal. Pemkot bakal mendapatkan IMB dan PBB. Kemudian ada pajak parkir, restoran, hiburan, PPH badan, dan PPH Pasal 21. Menurut dia, untuk memancing investor mesti mencontoh Bandung yang menggratiskan IMB. “Paling tidak PBB, IMB, atau, BPHTB diringankan,” usul dia.

Dia menilai, bukan tanpa alasan jika saat ini berbagai daerah berlomba-lomba memancing investor masuk. Dia berharap para investor mengetahui bahwa Samarinda itu perizinannya mudah, serta biaya PBB, IMB, atau BPHTB yang juga ringan.

“Urusan mudah, kepastian hukum ada, dan lahan aman. Jika semua itu terwujud, iklim investasi di Samarinda bakal semakin bergairah. Jangan sampai image Samarinda di mata investor itu hanya tambang dan kayu. Itu masa lalu. Saat ini Samarinda kota jasa dan perdagangan,” pungkasnya. (*/hdd/man/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 06:24

Pendapatan Nelayan Meningkat Rp 2.000 Triliun

JAKARTA  -  Buah ketegasan Susi Pudjiastuti dalam menata sektor perikanan semakin terlihat.…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:08

BPD Kaltim Bakal Tambah Layanan ATM Drive Thru

SAMARINDA - Inovasi BPD Kaltim tak hanya dilakukan di perkotaan. Dalam waktu dekat, perusahaan bakal…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:07

Mesti Ada Pendekatan Bilateral

JAKARTA - Para pelaku industri tak menampik adanya proteksi dari beberapa negara tujuan ekspor minyak…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:05

Awasi Pasar Rakyat, Mendag Akan Libatkan BPK

JAKARTA - Tak melulu seputar mekanisme dagang, pembenahan sistem pasar rakyat juga dilakukan pada sisi…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:04

Pencairan Bansos Bakal Gunakan Sistem Biometrik

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) akan mengembangkan sistem penyaluran dana bantuan sosial nontunai.…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:03

BI Tahan Suku Bunga Acuan

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) di angka 4,25…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:02

Aksi Jual Saham Melebar, IHSG Kembali Lesu

JAKARTA - Alih-alih menembus level 6.000, indeks harga saham gabungan (IHSG) justru terus melemah. Kondisi…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:15

Pilih Rute Sesuai Potensi Pasar

BALIKPAPAN - Meski belum ada skema final, potensi perebutan pasar penumpang dari Bandara Sultan Aji…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:11

Pemkot Samarinda Tegaskan Tak Tutup Transportasi Online

SAMARINDA - Polemik kehadiran transportasi online di Balikpapan bisa jadi menimbulkan tanya bagi masyarakat.…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:11

2018, Dua Proyek Strategis Bisa Rampung

SAMARINDA – Pengerjaan sejumlah proyek strategis nasional di Kaltim belakangan terhambat proses…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .