MANAGED BY:
RABU
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 19 Juni 2017 07:00
Target PAD Terjun Bebas

Mudahkan Investasi, Pajak Jadi Tulang Punggung Anggaran

PERLU BUJUK INVESTOR: Salah satu hotel berbintang di Samarinda. Perhotelan menjadi salah satu sektor yang target pajaknya dinaikkan pemkot tahun ini. (fatzerin/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Perubahan drastis terjadi pada target pendapatan asli daerah (PAD) Samarinda, dengan terpangkas hingga Rp 17 miliar pada target tahun ini. Hal itu memaksa target dari sumber lain seperti pajak hotel dan restoran pun digenjot. Di sisi lain, insentif bakal menjadi stimulant bagi kinerja swasta agar kontribusi untuk daerah dapat ditingkatkan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda Hermanus Barus menjelaskan, penurunan pendapatan terbesar bagi pemkot datang dari RSUD IA Moeis, yang terpangkas hingga Rp 15 miliar. Dari target awal Rp 45 miliar, rumah sakit di kawasan seberang Samarinda ini terpaksa dikurangi beban pendapatannya menjadi Rp 30 miliar.

Alasannya, ungkap Hermanus, karena Jamkesda yang tak ada lagi, karena diganti dengan BPJS. “Wajar jika perputaran pendapatan turun karena hal itu,” sebut pejabat penyuka golf ini.

Penurunan berikutnya, lanjut Hermanus, adalah dari sektor parkir. Tadinya, Dishub menargetkan Rp 11 miliar tahun ini. Namun karena proyeksi parkir berlangganan bersama Samsat belum dapat terealisasi, target terpaksa terjun bebas menjadi Rp 2,5 miliar.

Meski demikian, kata Hermanus, kenaikan target justru diberlakukan. Seperti dari sektor perhotelan yang ditambah Rp 500 juta. Kemudian pajak restoran juga naik Rp 1 miliar, PBB naik Rp 500 juta, serta BPHTB naik Rp 2 miliar.

Sedangkan dari sumber retribusi, penurunan terjadi dari pengujian kendaraan yang terpangkas hingga Rp 490 juta. Retribusi penyedotan tinja juga turun sebesar Rp 139 juta, dan pengendalian menara BTS turun Rp 600 juta.

Kenaikan target hanya terjadi di retribusi sampah hingga Rp 2 miliar. “Untuk realisasi pendapatan daerah bakal terlihat akhir tahun,” sebut dia.

Hermanus menyebut, Bapenda berupaya meningkatkan PAD dengan cara menyisir, sosialisasi door to door, dan penindakan terhadap wajib pajak bandel. Semisal memasang plang bahwa belum bayar pajak, memberikan surat peringatan, bahkan menyerahkan ke penegak hukum.

Menurut dia, langkah untuk meningkatkan potensi wajib pajak mestinya dengan memberikan kemudahan investasi. Sayangnya, belum ada regulasi Pemkot Samarinda yang memberikan insentif kepada investor yang masuk.

Misalnya dengan memudahkan perizinan, meringankan IMB dan PBB. “Kalau investasi masuk, pajak pasti masuk,” urai dia.

Dia mencontohkan, bila ada investor membangun mal. Pemkot bakal mendapatkan IMB dan PBB. Kemudian ada pajak parkir, restoran, hiburan, PPH badan, dan PPH Pasal 21. Menurut dia, untuk memancing investor mesti mencontoh Bandung yang menggratiskan IMB. “Paling tidak PBB, IMB, atau, BPHTB diringankan,” usul dia.

Dia menilai, bukan tanpa alasan jika saat ini berbagai daerah berlomba-lomba memancing investor masuk. Dia berharap para investor mengetahui bahwa Samarinda itu perizinannya mudah, serta biaya PBB, IMB, atau BPHTB yang juga ringan.

“Urusan mudah, kepastian hukum ada, dan lahan aman. Jika semua itu terwujud, iklim investasi di Samarinda bakal semakin bergairah. Jangan sampai image Samarinda di mata investor itu hanya tambang dan kayu. Itu masa lalu. Saat ini Samarinda kota jasa dan perdagangan,” pungkasnya. (*/hdd/man/k18)


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 15:30

Leasing Hati-Hati, Suplai Tertahan

BALIKPAPAN – Sempatlesu beberapa tahun terakhir, pasar otomotif di Kaltim kembali bergairah tahun…

Rabu, 13 Desember 2017 15:28
Bangun Infrastruktur dan SDM Butuh Belanja Besar

Kemnkeu: Jangan Bergantung Pendapatan Negara

JAKARTA- Pemerintah menegaskan, pemerintah akan terus berusaha mencegah bencana pada masa mendatang…

Rabu, 13 Desember 2017 15:23

Harga Terus Naik, Investasi Emas Kian Diminati

SAMARINDA – PT Pegadaian(Persero) mencatat, harga emas berada dalam tren positif. Kondisi itu…

Rabu, 13 Desember 2017 15:22
Ekspansi Agresif, Flormar Pilih Kota Minyak

“Konsumen Kosmetik Jarang Loyal dengan Produk Tertentu”

Produk kosmetik memang bukan kebutuhan utama bagi sebagian besar masyarakat. Namun tetap saja, kebutuhan…

Rabu, 13 Desember 2017 07:05

Ekspor ke Israel Terus Turun

JAKARTA - Aktivitas perdagangan Indonesia dengan Israel terus turun dari tahun ke tahun. Beberapa faktor,…

Rabu, 13 Desember 2017 07:03

BPS: Kalangan Menengah Mulai Tertarik Investasi

BOGOR - Kelas menengah di Indonesia cenderung menghabiskan uang untuk berinvestasi dengan membeli saham…

Selasa, 12 Desember 2017 06:55

SDM Jadi Faktor Krusial

JAKARTA - Perkembangan zaman memaksa para pelaku usaha agar tak jalan di tempat. Termasuk untuk menghadapi…

Selasa, 12 Desember 2017 06:52

2018, Indonesia Dikepung Tantangan Domestik dan Global

JAKARTA - Investor dan pelaku pasar nasional disebut pantas waspada menyambut 2018. Peringatan dini…

Senin, 11 Desember 2017 08:21

Produksi Perkebunan Lampaui Migas

JOGJAKARTA – Kementerian Pertanian mencatat, baru 15 komoditas dari total 127 produk perkebunan…

Senin, 11 Desember 2017 08:20

Libur Akhir Tahun, Citilink Tambah 50.400 Kursi

JAKARTA – Citilink Indonesia mempersiapkan 50.400 kursi tambahan selama periode peak season Natal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .