MANAGED BY:
RABU
16 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

HIBURAN

Minggu, 18 Juni 2017 06:06
Teror Hiu Lantai Laut

47 Meters Down (In the Deep)

MASIH MENGIGIT:Meski masih berada satu level di bawah The Shallow, sebagai shark attack thriller, 47 Meters Down masih punya daya gigit kuat untuk dapat membuatmu terpaku di layar.(IST)

PROKAL.CO, TAHUN lalu sineas Jaume Collet-Serra bersama The Shallow bisa dibilang sukses kembalikan kengerian sub-genre shark attack ke level tertingginya. Ya, setelah The Jaws milik Steven Spielberg yang legendaris itu meneror sejak 1975, setelahnya belum ada tipe senada yang berhasil mendekati. Wajar saja, sebab dengan standar tinggi tersebut sutradara manapun di masa depan bakal sukar untuk reboot atau remake sinema hiu mematikan itu. Namun, tidak dengan The Shallow, film yang dibintangi Blake Lively itu lumayan laku.

Melirik sukses itu, Johannes Roberts sutradara dari The Other Side of the Door mencoba lakukan pendekatan dengan genre serupa, yakni 47 Meters Down (In the Deep). Berada di bawah bayang-bayang The Shallow yang dirilis tak jauh dari thriller serangan hiu miliknya, mau tidak mau penonton akan membandingkan 47 Meters Down dengan The Shallow, sebab selain sama-sama berada di koridor shark thriller, secara konsep film yang memiliki judul lain itu punya beberapa kesamaan. Ada set pantai Meksiko sebagai TKP-nya, ada liburan dan perempuan cantik sebagai jagoan utama dan tentu saja, hiu putih ganas.

Jika ada perbedaan paling mencolok boleh jadi dikarenakan47 Meters Down yang awalnya dimiliki oleh Dimension Film itu seperti tidak terlalu percaya diri dan memilih untuk merilis dalam format home video Agustus tahun lalu. Namun, langkah itu ditangkal lantas diambil alih oleh Entertainment Studios dan mengembalikannya ke format layar lebar yang rencananya akan tayang tahun ini.

Premis yang ditawarkan 47 Meters Down sangat familier dengan tipe shark thriller. Mimpi buruk itu perlahan dimulai ketika pasangan kakak-adik, Lisa dan Kate (Mandy Moore and Claire Holt) habiskan liburan mereka di pantai Meksiko. Demi menghibur kakaknya yang tengah bersedih setelah putus dengan pacarnya, Lisa mengajak Kate lakukan wisata bawah laut. Namun pelesiran itu tak lazim, sebab keduanya melibatkan hiu putih besar sebagai hiburannya.

Keduanya dimasukkan ke dalam kerangkeng besi besar yang dikaitkan dengan kabel baja panjang, lalu dicelupkan ke dalam laut untuk bisa melihat keindahan ekosistem bawah laut dan tentu saja hiu.Bisa ditebak apa yang terjadi kemudian. Kawat baja itu putus dan membawa keduanya dengan cepat jatuh ke dasar. Dari sini horor pun dimulai. Jauh dari jangkauan komunikasi dengan oksigen terbatas dan hiu putih berkeliaran, Lisa dan Kate memulai perjuangan bertahan hidup.

Memulai segalanya dengan cara generik, 47 Meters Down langsung bikin para pencinta shark thriller bersorak-sorai ketika kawat baja yang mengikat kerangkeng dua karakter utamanya terlepas. Dari sini penonton akan lupa membandingkan kemudian melupakan The Shallow. Langkah tersebut merupakan premis simpel namun sangat masuk akal dan bisa terjadi kapan saja, bahkan jika kamu sering menonton kanal-kanal ilmu pengetahuan di televisi berbayar atau YouTube buat yang tak mampu berlangganan, insiden-insiden mengerikan itu sangat mungkin terjadi.

Jarang atau mungkin hampir tidak pernah ada shark thriller yang melakukan pendekatan itu, yakni mengambil segala kengerian dari sudut pandang bawah laut dengan segala keterbatasannya. Memang para perempuan cantik itu terlihat aman di dalam kandang besi dari serangan hiu meski terdampar di lantai laut, namun itu jelas hanya sementara. Ada seribu satu cara yang kemudian memaksa mereka keluar, misalnya persediaan oksigen di tabung kecil yang terus-menerus tergerus, komunikasi yang jauh dari jangkauan dan tentu saja bobot hiu putih yang sebenarnya dengan mudah untuk menghancurkan kerangkeng besi itu.

Set bawah lautnya terlihat luas dan seperti tanpa batas, tetapi Roberts mampu menjadikannya sebagai sebuah teror klaustrofobia efektif dengan segala keterbatasan bergerak karakter-karakternya dan tentu saja momen-momen yang membuatmu gagal jantung. Mereka tidak bisa berlama-lama ria di dalam sana namun juga tidak bisa keluar begitu saja, selain ada para hiu yang berkeliaran (digarap dengan CGI yang di luar dugaan), berenang terlalu cepat ke permukaan dengan kedalaman seperti itu akan membunuhmu sama cepatnya dengan ditembak di kepala.

Kudos juga patut diberikan kepada Roberts dan co-writer, Ernest Riera yang tidak hanya melulu bermain-main dengan segala ancaman demi ancaman, mereka juga mencoba memerhatikan karakternya. Duo bersaudara Lisa dan Kate memang tidak punya dasar yang cukup untuk membuat penonton peduli dengan kondisi mereka sebelum masuk ke dalam sana, namun sebagai orang-orang yang bertahan hidup, interaksi keduanya yang saling memberi dukungan satu sama lain sedikit banyak sudah menciptakan emosi tersendiri, terlebih untuk subgenre teror hiu yang biasanya tidak peduli soal itu.

Meski demikian shark thriller bukan berarti tanpa kekurangan, garapan itu masih dihinggapi beberapa momen cheesy yang membuat dahimu berkerut, beberapa adegan terlalu dipaksakan termasuk pemilihan twist ending yang meski harus diakui memang mengejutkan namun dirasa tidak perlu, mengingat adegan puncaknya sudah dihadirkan dengan begitu mendebarkan. (net/*/ypl2/k15)

 


BACA JUGA

Rabu, 09 Agustus 2017 19:13

Tak Ada Lagi Mata Najwa

PROKAL.CO, JAKARTA- Setelah 8 tahun, tayangan Mata Najwa yang dipandu presenter kenamaan Najwa…

Rabu, 09 Agustus 2017 10:36

Goodbye, Najwa Shihab!

JAKARTA – Najwa Shihab membuat pengumuman mengejutkan. Presenter yang kondang lewat acara Mata…

Rabu, 09 Agustus 2017 10:32

Perankan Nyai Ahmad Dahlan

JAKARTA – Sudah dua kali Tika Bravani mendapat peran di film biopik. Dia menjadi Fatmawati dalam…

Rabu, 09 Agustus 2017 10:30

Dimeriahkan Anji dan Jevin Julian

BALIKPAPAN - DEJAVU Kitchen Bar & KTV akan merayakan hari jadi ke-9, Rabu (9/8) malam ini. Tempat…

Rabu, 09 Agustus 2017 10:26

Hadirkan Empat Saksi, Minta Direhabilitasi

JAKARTA – Penyanyi dangdut Ridho Rhoma kembali menjalani sidang kasus penyalahgunaan narkoba di…

Rabu, 09 Agustus 2017 10:23

Persembahkan Kado untuk HUT Kemerdekaan RI

JAKARTA – Aktor Reza Rahadian dan komposer Tya Subyakto punya kado spesial buat hari jadi ke-72…

Selasa, 08 Agustus 2017 10:10

Siap-Siap Hari Tangis Nasional

JAKARTA – Raisa dan Hamish Daud segera naik pelaminan. Setelah pertunangan mereka pada 21 Mei…

Selasa, 08 Agustus 2017 10:08

Menikah di Malaysia

JAKARTA – Hubungan artis peran Laudya Chintya Bella dan pengusaha asal Malaysia, Engku Emran telah…

Selasa, 08 Agustus 2017 10:04

Puaskan Fans sebelum Wamil

LEADER boyband Big Bang, Kwon Ji-yong alias G-Dragon (GD), siap kembali ke Indonesia. Dia akan mengadakan…

Selasa, 08 Agustus 2017 10:01

Belajar Urus Anak

JAKARTA – Penyanyi senior, Ahmad Albar, tampak bahagia. Meski di usia ke-71 tahun, vokalis band…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .