MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 16 Juni 2017 10:09
Menikmati Ramadan di Tanah Rantau; Samara (11)
Musim Panas Bikin Puasa 18,5 Jam Tak Terasa Lama
RINDU TAKJIL: Penulis di tepian Sungai Volga, Samara. Di bibir sungai biasa digunakan untuk tempat berjemur. (RIZKA DESI RIVERA FOR KALTIM POST)

PROKAL.CO, Waktu siang yang panjang juga menjadi salah satu tantangan puasa di Rusia. Rata-rata muslim di bekas negara komunis itu harus menahan nafsu, haus, dan lapar hingga 18 jam. Seperti diceritakan Rizka Desi Rivera, mahasiswi asal Samarinda yang kuliah di Samara. Ini adalah kota besar di tepi Sungai Volga, sebelah tenggara Distrik Federal Volga, Rusia. Berikut penuturannya.

SUDAH tiga tahun saya melewati Ramadan di Rusia. Di sana umat muslim menjadi minoritas. Bulan puasa kali ini sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jumlah mahasiswa asing yang muslim sudah berkurang. Tinggal saya dan Puji Tri Utami. Mahasiswi asal Balikpapan. Mahasiswa lain berasal dari negara tetangga Rusia.

Di Rusia saya kuliah di Samara State Transport University, jurusan Railway Operation. Saya adalah satu mahasiswi yang mendapat beasiswa Kaltim Cemerlang dari Pemprov Kaltim. Dari Moskow, perjalanan ke Samara ditempuh selama 14 jam menggunakan kereta. Dua tahun sebelumnya saya dan teman-teman muslim asing lainnya yang tinggal satu asrama selalu memasak bersama. Kami juga “ngabuburit”, buka puasa, sahur, dan Tarawih bersama-sama. Kami menghidupkan suasana Ramadan dengan membuat takjil sendiri. Misalnya, lumpia, pastel, martabak telur, dan martabak manis. Itu kami lakukan untuk mengobati rasa rindu atas suasana Ramadan di Indonesia.

Umat muslim di Samara menjalankan ibadah puasa selama kurang lebih 18,5 jam. Subuh jatuh pukul 02.40. Sementara itu, matahari terbenam pukul 21.10. Walaupun menjalani puasa cukup panjang, namun sama sekali tidak terasa lama.  Kami beruntung karena walaupun puasa bertepatan dengan musim panas, tahun ini suhunya hanya berkisar 15 derajat celsius. Tidak sepanas tahun-tahun sebelumnya. Dan tidak sepanas di Indonesia.

Ramadan ini, seperti sebelum-sebelumnya, sangat ramai umat muslim yang pergi ke masjid untuk menjalankan salat. Khususnya Tarawih. Samara Cathedral Mosque adalah masjid yang biasa saya datangi. Masjid ini merupakan masjid terbesar di Samara dan ketujuh di Rusia. Bagian luar masjid berwarna merah bata. Sementara di dalam didominasi putih dengan kaligrafi berwarna emas. Terdapat tiga lantai. Lantai satu dan dua untuk jamaah pria, sementara sisanya digunakan jamaah perempuan. Di areal masjid juga terdapat museum. Di sekitarnya terdapat madrasah dan toko yang menjual produk halal. Ada pula tempat makan halal. Selepas salat Jumat biasanya di depan masjid banyak orang berjualan. Seperti Alquran, parfum, dan peci.

Ketika berbuka, tidak perlu repot mencari takjil. Pengurus masjid sudah menyediakan penganan yang tidak kalah enaknya dengan makanan-makanan Indonesia. Makanan yang tak pernah ketinggalan disediakan adalah plov. Makanan khas negara-negara Kaukasus yang dimasak dari beras, daging domba yang ditumis rempah-rempah dan ditanak dengan air kaldu hingga kecokelatan. Rasa dari plov sendiri kurang lebih mirip dengan nasi goreng Indonesia.

Kepada warga asing, muslim di Samara sangat ramah. Selepas salat Tarawih, ada saja yang menawarkan untuk mengantar pulang, karena sudah tidak ada angkutan umum. Maklum, karena Tarawih selesai larut malam. Isya sendiri dimulai pada pukul 22.30. Jarak dari asrama ke masjid sekitar 2,7 kilometer. Sekira 20 menit jika menggunakan bus. Saat siang hari, saya biasa menggunakan bus, lalu pulang dengan taksi. Walau puasa di Samara mengasyikkan, tetap saja ada rasa rindu kampung halaman. Sejak kuliah di Rusia, saya belum pernah merasakan Ramadan dan Idulfitri di Indonesia. Selalu terbentur dengan ujian dan praktikum. Kangen rasanya merasakan penganan khas jajanan pasar seperti bolu peca dan lumpia. Juga dengan keramaian pasar Ramadan.   

Selain dihantui rasa rindu, bagi saya belajar dengan perut kosong juga menjadi ujian tersendiri. Karena saya sudah terbiasa belajar sambil nyemil makanan. Singkatnya waktu saat malam membuat saya hanya sempat makan satu kali. Hanya saat sahur. Takut kekenyangan. (edw/far/k8)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 09:05

Korban Tuntut Ganti Rugi Ditebus

BALIKPAPAN – Dua tahun sudah korban gagal umrah dari PT Timur Sarana Tour & Travel (Tisa)…

Kamis, 23 November 2017 09:02

Presiden Selalu dari Satu Kelompok

SAMARINDA – Kericuhan dalam Pemilihan Raya (Pemira) Presiden BEM Universitas Mulawarman yang membuat…

Kamis, 23 November 2017 09:01

Kaltim Post Peduli Pajak

BALIKPAPAN – Kaltim Post ikut berperan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Kemarin…

Kamis, 23 November 2017 08:58

Lindungi Kesehatan Seluruh Masyarakat

PEMKAB Mahakam Ulu (Mahulu) membuktikan komitmen memberi kepastian perlindungan atas hak jaminan sosial…

Kamis, 23 November 2017 08:55

Khusus Penyetelan dan Finishing Tak Dikerjakan Karyawan

Tidak banyak perajin gitar di Balikpapan. Dari 776.632 warga Balikpapan tahun ini, fakta yang diperoleh…

Kamis, 23 November 2017 08:52

Dukung Kadrie Oening Jadi Nama GOR Sempaja

WACANA penamaan Kompleks GOR Madya Sempaja menjadi Kompleks GOR Kadrie Oening terus menuai dukungan.…

Rabu, 22 November 2017 10:10

Politik Minus Etika Kaum Intelek

SAMARINDA – Teriakan penuh amarah menggelegar di langit Universitas Mulawarman ketika ratusan…

Rabu, 22 November 2017 10:06

Golongan Putih di Kampus Hijau

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulawarman memang hanya sebuah organisasi. Namun, untuk…

Rabu, 22 November 2017 10:00

Nusyirwan: APBD Perubahan Molor

SAMARINDA – Belasan proyek penanganan banjir menumpuk pada akhir tahun. Fenomena itu diklaim bukan…

Rabu, 22 November 2017 09:56

Golkar Kaltim Masih Menimbang

SAMARINDA – Rumor Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) DPP Golkar setelah penahanan sang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .