MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Jumat, 16 Juni 2017 08:57
Antusias Berbagi Semangat, Tetap Menulis saat Sakit

Mengenang Survivor Kanker, Tri Wahyuni Zuhri

KEHILANGAN: Nur Aisyah tak dapat menyembunyikan duka yang menimpanya kemarin. Tri Wahyuni Zuhri (inset). (alan rusandi/kp)

PROKAL.CO, Tri Wahyuni Zuhri, dia dikenal sebagai penulis, blogger, sekaligus survivor kanker. Banyak karya dan penghargaan yang dia dapat selama ini. Namun, perjuangannya melawan kanker telah berakhir. Kemarin (15/6), pejuang kanker tiroid tersebut berpulang ke ribaan Yang Maha Kuasa.

NOVITA INDRIANI, Samarinda

KESEDIHAN tak dapat disembunyikan dari wajah Nur Aisyah. Tubuh rentanya tampak lemah, lirih dia bercerita tentang putri ketiganya yang akrab disapa Yayuk tersebut. “Sudah hilang orangnya, dia sudah pulang. Ya Allah, anakku,” ucapnya menahan tangis.

Aisyah mengatakan, setengah bulan terakhir, Yayuk dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS). Empat tahun sudah dia bertarung melawan kanker tiroid, yang telah menyebar ke tulang dan jantung. “Karena sudah menyebar ke jantung, jadinya dia sering sesak. Sejak dini hari tadi, dia sesak napas, tapi masih bisa berzikir, menyebut nama Allah. Dan pukul 05.00 dia meninggal dunia,” ujarnya.

Selama 2,5 tahun terakhir ini, Yayuk hanya bisa berbaring di kamar. Namun, semangatnya masih tinggi. Aisyah mengatakan, satu-satunya anak perempuannya tersebut, selalu semangat untuk menulis. Walaupun sakit, dia juga tidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai ibu.

“Anaknya ada tiga orang, walau sakit dia tetap menemani anak-anaknya belajar. Yayuk itu senang menulis sejak kecil, keturunan mengikuti kakeknya yang juga penulis,” tuturnya. Salah satu teman Yayuk di sebuah komunitas Cancer Information and Support Center (CISC) Kaltim, Sawiningtyas turut menceritakan sosok Yayuk. Dia dikenal sebagai perempuan yang menginspirasi. Yayuk adalah salah satu penggagas CISC di Kaltim. Bersama survivor kanker lainnya, dia menggandeng dr Samuel Kelvin Ruslim SpOnk dan dr Zainal Abidin SpB(K)Onk dalam komunitas tersebut.

“Walaupun sakit dan hanya bisa berbaring, tetapi antusiasnya sebagai survivor kanker sangat luar biasa. Februari lalu, kami mengadakan acara memperingati Hari Kanker Sedunia. Di acara tersebut, dia bertugas sebagai sekretaris dan tetap hadir ke tempat acara, menggunakan bunker dipan. Dia selalu antusias berbagi semangat dengan orang lain,” ucap perempuan berjilbab tersebut.

Ditambahkan oleh Ellie Hasan, dia mengatakan, Yayuk merupakan adik kelasnya saat di SMA 1 Samarinda. Selama ini, mereka berkomunikasi lewat media sosial, karena kesibukan masing-masing membuat mereka jarang bertemu. Namun, komunikasi tetap intens melalui media sosial.

“Kami bertemu di sebuah acara Hari Kanker Sedunia. Sehari setelah acara itu saya ke rumahnya dan saling curhat, kami juga sharing buku Aku Curhat Tentang Aku, Yuni curhat tentang dia.                       

Sampai kami sharing buku yang menjadi pengingat dan motivasi, bahwa hidup itu adalah anugerah. Apapun itu harus disyukuri dan setiap waktu harus diupayakan agar bahagia,” ungkapnya. Bagi Ellie, Yayuk adalah perempuan yang sangat menginspirasi dan sangat kuat. Meski sakit tapi masih sangat produktif menulis, menyemangati teman-teman sesama pejuang kanker, dan terus menemani anak-anaknya.

Ellie melanjutkan, hal yang paling hebat dari Yayuk adalah bisa bertahan dan terus bertahan dengan sangat baik, melampaui tuduhan dan perkiraan para dokter. Dengan kanker stadium lanjut, Yayuk bisa bertahan selama empat tahun. “Meski sakit dia tetap produktif menulis, setahu saya ada tiga buku yang dia hasilkan selama sakit menderita sakit lumayan berat beberapa tahun ini. Dia masih aktif mengedukasi dengan memaksimalkan yang ada, memanfaatkan laptop, handphone, dan media sosial, dia menjangkau banyak orang. Hidupnya membawa kebaikan, ilmu, pengalaman, semangat, dan manfaat,” tegas perempuan manis itu.

Selama hidupnya, Yayuk mendapatkan banyak penghargaan. Dia pernah menjadi finalis Kartini Next Generation pada 2015. Dia juga telah memiliki banyak karya tulis. Di tengah sakitnya, “Tentang Sebuah Rasa” adalah salah satu buku terbaru karya Yayuk yang terbit pada Mei Lalu. (lihat grafis). (riz/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 11:05
Subuh Perdana Novel Baswedan di Masjid Al Ihsan setelah Teror Air Keras

Tidak Trauma, Hanya Pandangan Mata Kabur

Setelah lebih dari sepuluh bulan, Novel Baswedan kembali berjalan kaki melewati jalan tempat dia disiram…

Senin, 29 Januari 2018 08:26

Bertahun-tahun Tersesat, Lupa Nama dan Alamat

Hampir semua orang ingin berumur panjang. Tapi, tak selamanya anugerah itu membuat orang bahagia. Di…

Minggu, 28 Januari 2018 07:44

Ada Timses Tak Bisa Bikin Surat Elektronik

Sistem baru pelaporan harta kekayaan peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berbasis online…

Sabtu, 27 Januari 2018 07:02

Merasakan Serunya Memacu Ski-doo

Setelah kunjungan ke pabrik alat-alat berat, saatnya menjajal lokasi wisata. Menikmati keseruan ski-doo…

Sabtu, 27 Januari 2018 06:53

Tumbuh Subur, Suplai Hasil Panen ke Hotel dan Perusahaan

Tak banyak yang tahu kegiatan narapidana di dalam lapas. Selama ini, mereka hanya diidentikkan terisolasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .