MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Jumat, 16 Juni 2017 08:39
Mudah Bersosialisasi dan lebih Lembut Tanpa Disuruh

Pentingnya Musik untuk Pendidikan Karakter Anak

SISI LAIN MUSIK: Hendra Yanuardi saat ditemui belum lama ini. Dia sudah 23 tahun malang melintang di dunia orkestra.(dok/kp)

PROKAL.CO, Ada banyak literatur yang membuktikan khasiat musik. Baik bagi pendidikan langsung atau pendidikan karakter. Contohnya di belahan Eropa, siswa dibekali musik sampai ke hal sederhana. Hasilnya menakjubkan, siswa dapat lebih terkontrol tanpa paksaan.  

DINA ANGELINA, Balikpapan

LAMA berkarier sebagai seniman di luar negeri membuat Hendra Yanuardi kaya akan pengetahuan, khususnya musik. Pria yang sudah malang melintang sebagai music arranger itu turut mengamati bagaimana pengaruh budaya musik di setiap negara yang telah dia kunjungi. Beragam cerita dari setiap perjalanan membukakan matanya bahwa musik memiliki peran besar untuk dapat membentuk sebuah karakter.

Musisi yang sudah bergabung dengan orkestra kurang lebih selama 23 tahun itu berpendapat, musik mampu berperan sebagai media pembelajaran dan manfaat segudang. Pendiri Hadiningrat Symphonic tersebut mengungkapkan, musik dapat mendukung perkembangan anak dan pendidikan. Sehingga berpengaruh pada kemajuan dan mental anak bangsanya.

Berdasarkan penelitian di Hong Kong, ucap dia, musik mampu meningkatkan kemampuan otak dan daya ingat anak. Hendra mengatakan, siswa yang mengambil kelas musik terbukti memiliki nilai lebih baik dibandingkan mereka yang tidak masuk kelas musik. Bahkan, beberapa negara telah memilih musik menjadi bagian dari program co-curriculum. Berbeda dengan di Indonesia, musik masuk dalam ekstrakurikuler.

“Pemilihan pelajaran untuk co-curriculum sangat selektif, termasuk musik. Lalu, saya tanya apa perbedaannya, ternyata pelajaran yang masuk dalam co-curriculum adalah yang memiliki efek dan manfaat langsung dalam pendidikan anak,” bebernya. Pendiri City of Balikpapan Orchestra (CBO) berbagi pengalamannya saat mengajar di Manchester, Inggris. Dia menyebutkan, sekolah di sana memilih untuk memutarkan musik selama jam istirahat yang berlangsung 15 menit. Sehingga siswa sembari bermain akan mendengarkan musik.

“Pada saat jam istirahat musik berputar, ini berjalan sejak 2003. Saat tahun kedua mulai terlihat efeknya melalui kegiatan yang mereka lakukan selama istirahat berubah drastis. Awalnya bermain masih ada unsur kekerasan. Namun, dengan musik mereka bisa bersosialisasi dan lebih lembut tanpa ada suruhan,” ungkapnya. Hingga sekarang hampir seluruh sekolah di Inggris sudah menerapkan sistem tersebut.

Hendra sendiri pernah menjadi guest conductor dan arranger di Oesterreich Brass Band Austria. Dia takjub melihat permainan orkestra dari sebagian orang yang justru tidak berprofesi sebagai seniman. “Setelah latihan saya berkenalan, ternyata dari 40 orang yang bermain musik hanya ada 6 orang yang benar-benar musisi. Sisanya dokter gigi, penjaga pom bensin, ibu rumah tangga, dan sebagainya. Bagi mereka, menyanyi dan musik adalah bagian dari hidup. Sedari kecil, sekolah sudah memperkenalkan musik. Meski nantinya setiap anak memiliki cita-cita dan profesi masing-masing,” imbuhnya.

Dengan begitu, mereka yang mendapatkan pendidikan musik sedari dini dapat terlihat memiliki karakter serta mental baik. Kemudian, hidup yang teratur dengan berbudaya musik. Maka tak ada salahnya jika sedari kecil, anak telah diajarkan mengenal musik. “Jadi, mereka sudah sedari dini mengenal dan tertarik pada musik. Musik menjadi keseharian dan tidak perlu menunggu punya profesi jadi musisi. Ini juga terjadi di luar negeri, para pemain orkestra tidak harus memiliki profesi. Sebab, di sana sejak masih sekolah sudah didik bermain musik,” jelasnya.

Mengapa begitu penting? Hendra mengatakan, musik ibarat sebuah terapi dan dapat memengaruhi alam bawah sadar seseorang. Bahkan, dia menemukan banyak rumah sakit di Eropa melakukan terapi pasien dengan musik. “Satu-satunya aktivitas yang bisa mengaktifkan seluruh bagian pekerjaan otak adalah gelombang suara. Gelombang suara teratur itu tercipta melalui berada di musik. Manfaat musik dapat membuat otak awet, artinya meski berada dalam usia tua tetapi masih mempunyai kemampuan berpikir baik,” tuturnya.

Selain itu, menurut penelitian, musik dapat menenangkan saraf. Bahkan Hendra membuktikannya melalui riset sederhana selama 35 hari. Dia memilih untuk mendengarkan sebuah jenis musik. Di mana musik itu dapat membuat orang tertidur setelah mendengarkannya lebih dari 7 menit. “Saya tergolong orang yang sulit tidur, belum lagi karena efek konsumsi kopi. Ketika melakukan uji coba ini, benar saja saya hanya bertahan selama tujuh hari. Sejak hari ke delapan saya selalu bisa tertidur setelah mendengarkan musik itu. Jadi, efek musik berpengaruh memberikan stimulus ke alam bawah sadar,” pungkasnya. (riz/k15)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 11:21

Kinigalau Kampung Sebelah

Oji hanya bisa bengong. Dia tak mengira, Lapangan Kinigalau di Kampung Sebelah yang jadi tempat bermainnya…

Selasa, 05 Desember 2017 11:02

Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua

Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan…

Sabtu, 02 Desember 2017 06:59

Meneteskan Air Mata Kala Dengar Curhat PSK

Menjadi petugas trantib (ketenteraman dan ketertiban) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten…

Jumat, 01 Desember 2017 07:38

Asuh 40 Anak Yatim Piatu, Suami Meninggal karena Depresi

Perempuan ini telah menghabiskan waktu 11 tahun hidup bersama human immunodeficiency virus (HIV). Bukan…

Kamis, 30 November 2017 08:34

Bawa Rempah Sendiri, Sanggup Menampung 20 Orang

Sauna ini baru pertama di TPA yang ada di Indonesia. Terobosan ini dulunya sempat dianggap gila. GUNUNGAN…

Rabu, 29 November 2017 08:35

Pengajuan Anggaran Molor, Hasil Musrenbang Belum Diakomodasi

  Masalah utang pihak ketiga yang tak kunjung tuntas menghantui Pemkot Samarinda. Solusi sejatinya…

Selasa, 28 November 2017 08:38

Harus Cerdas Ekspos Temuan agar Tak Ditunggangi Kepentingan Politik

Investigasi Kaltim Post pada Desember 2016 di wilayah Muara Jawa, Kutai Kartanegara, berdampak signifikan.…

Sabtu, 25 November 2017 07:44

Sebagian Besar Makanan yang Dikonsumsi Diolah Sendiri

Pada usia yang memasuki angka 80 tahun, artis Titiek Puspa seolah tak kalah dengan penuaan. Wajahnya…

Sabtu, 25 November 2017 07:23

Tak Membatasi Diri dalam Ber-MC, Idolakan Choki Sitohang

Terjun ke dunia entertainment tak pernah terlintas di benak Willybrodus Angelbertus Suhaili sebelumnya.…

Sabtu, 25 November 2017 07:18

Belajar Bertoleransi melalui Film Ahu Parmalim

Memperingati Hari Toleransi Internasional, tiga yayasan yakni –  Yayasan Kampung Halaman,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .