MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Jumat, 16 Juni 2017 08:39
Mudah Bersosialisasi dan lebih Lembut Tanpa Disuruh

Pentingnya Musik untuk Pendidikan Karakter Anak

SISI LAIN MUSIK: Hendra Yanuardi saat ditemui belum lama ini. Dia sudah 23 tahun malang melintang di dunia orkestra.(dok/kp)

PROKAL.CO, Ada banyak literatur yang membuktikan khasiat musik. Baik bagi pendidikan langsung atau pendidikan karakter. Contohnya di belahan Eropa, siswa dibekali musik sampai ke hal sederhana. Hasilnya menakjubkan, siswa dapat lebih terkontrol tanpa paksaan.  

DINA ANGELINA, Balikpapan

LAMA berkarier sebagai seniman di luar negeri membuat Hendra Yanuardi kaya akan pengetahuan, khususnya musik. Pria yang sudah malang melintang sebagai music arranger itu turut mengamati bagaimana pengaruh budaya musik di setiap negara yang telah dia kunjungi. Beragam cerita dari setiap perjalanan membukakan matanya bahwa musik memiliki peran besar untuk dapat membentuk sebuah karakter.

Musisi yang sudah bergabung dengan orkestra kurang lebih selama 23 tahun itu berpendapat, musik mampu berperan sebagai media pembelajaran dan manfaat segudang. Pendiri Hadiningrat Symphonic tersebut mengungkapkan, musik dapat mendukung perkembangan anak dan pendidikan. Sehingga berpengaruh pada kemajuan dan mental anak bangsanya.

Berdasarkan penelitian di Hong Kong, ucap dia, musik mampu meningkatkan kemampuan otak dan daya ingat anak. Hendra mengatakan, siswa yang mengambil kelas musik terbukti memiliki nilai lebih baik dibandingkan mereka yang tidak masuk kelas musik. Bahkan, beberapa negara telah memilih musik menjadi bagian dari program co-curriculum. Berbeda dengan di Indonesia, musik masuk dalam ekstrakurikuler.

“Pemilihan pelajaran untuk co-curriculum sangat selektif, termasuk musik. Lalu, saya tanya apa perbedaannya, ternyata pelajaran yang masuk dalam co-curriculum adalah yang memiliki efek dan manfaat langsung dalam pendidikan anak,” bebernya. Pendiri City of Balikpapan Orchestra (CBO) berbagi pengalamannya saat mengajar di Manchester, Inggris. Dia menyebutkan, sekolah di sana memilih untuk memutarkan musik selama jam istirahat yang berlangsung 15 menit. Sehingga siswa sembari bermain akan mendengarkan musik.

“Pada saat jam istirahat musik berputar, ini berjalan sejak 2003. Saat tahun kedua mulai terlihat efeknya melalui kegiatan yang mereka lakukan selama istirahat berubah drastis. Awalnya bermain masih ada unsur kekerasan. Namun, dengan musik mereka bisa bersosialisasi dan lebih lembut tanpa ada suruhan,” ungkapnya. Hingga sekarang hampir seluruh sekolah di Inggris sudah menerapkan sistem tersebut.

Hendra sendiri pernah menjadi guest conductor dan arranger di Oesterreich Brass Band Austria. Dia takjub melihat permainan orkestra dari sebagian orang yang justru tidak berprofesi sebagai seniman. “Setelah latihan saya berkenalan, ternyata dari 40 orang yang bermain musik hanya ada 6 orang yang benar-benar musisi. Sisanya dokter gigi, penjaga pom bensin, ibu rumah tangga, dan sebagainya. Bagi mereka, menyanyi dan musik adalah bagian dari hidup. Sedari kecil, sekolah sudah memperkenalkan musik. Meski nantinya setiap anak memiliki cita-cita dan profesi masing-masing,” imbuhnya.

Dengan begitu, mereka yang mendapatkan pendidikan musik sedari dini dapat terlihat memiliki karakter serta mental baik. Kemudian, hidup yang teratur dengan berbudaya musik. Maka tak ada salahnya jika sedari kecil, anak telah diajarkan mengenal musik. “Jadi, mereka sudah sedari dini mengenal dan tertarik pada musik. Musik menjadi keseharian dan tidak perlu menunggu punya profesi jadi musisi. Ini juga terjadi di luar negeri, para pemain orkestra tidak harus memiliki profesi. Sebab, di sana sejak masih sekolah sudah didik bermain musik,” jelasnya.

Mengapa begitu penting? Hendra mengatakan, musik ibarat sebuah terapi dan dapat memengaruhi alam bawah sadar seseorang. Bahkan, dia menemukan banyak rumah sakit di Eropa melakukan terapi pasien dengan musik. “Satu-satunya aktivitas yang bisa mengaktifkan seluruh bagian pekerjaan otak adalah gelombang suara. Gelombang suara teratur itu tercipta melalui berada di musik. Manfaat musik dapat membuat otak awet, artinya meski berada dalam usia tua tetapi masih mempunyai kemampuan berpikir baik,” tuturnya.

Selain itu, menurut penelitian, musik dapat menenangkan saraf. Bahkan Hendra membuktikannya melalui riset sederhana selama 35 hari. Dia memilih untuk mendengarkan sebuah jenis musik. Di mana musik itu dapat membuat orang tertidur setelah mendengarkannya lebih dari 7 menit. “Saya tergolong orang yang sulit tidur, belum lagi karena efek konsumsi kopi. Ketika melakukan uji coba ini, benar saja saya hanya bertahan selama tujuh hari. Sejak hari ke delapan saya selalu bisa tertidur setelah mendengarkan musik itu. Jadi, efek musik berpengaruh memberikan stimulus ke alam bawah sadar,” pungkasnya. (riz/k15)


BACA JUGA

Kamis, 12 Oktober 2017 08:26

Ketika Air Laut Kelewat Dipercaya Memupus Haus

Kekuasaan itu seperti air laut. Makin diminum, makin bikin haus. Haus dan air laut yang luput kendali…

Rabu, 11 Oktober 2017 08:23

Perokok Makin Muda, Berhenti Cukup dengan Teknik Pernapasan

Lebih dari sepertiga atau 36,3 persen penduduk Indonesia saat ini menjadi perokok. Bahkan, 20 persen…

Selasa, 10 Oktober 2017 08:16

Pesona Itu Bernama Lettu Burai Enggang

Dalam HUT ke-40 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2017, busana khas Dayak menyihir pengunjung. BUSANA…

Senin, 09 Oktober 2017 08:23

Baru Empat Bulan, Tak Punya Pembina, Bersiap Penghijauan Massal

Sudah saatnya yang muda menularkan semangat menjaga keasrian lingkungan. Seperti yang dilakukan sekelompok…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:20

Kaltim Lakukan 2.000 Aksi dari 1.300 Zetizen

Ada ribuan zetizen di Kaltim yang mengunggah aksi positif ke www.zetizen.com. Dari ribuan orang itu,…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:10

Terkesan Kota yang Dinamis dengan Warganya yang Sadar Hukum

BALIKPAPAN  –  AKBP Jeffri Dian Juniarta yang kurang lebih dua tahun menjabat kapolres…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:04

FM2S Sigap Informasikan Kebakaran

Menggunakan Fire Man Monitoring System (FM2S), petugas maupun masyarakat dapat mengirimkan informasi…

Sabtu, 07 Oktober 2017 00:08

Susun Skema Kembangkan UMKM di Balikpapan

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Minyak bisa dibilang hanya segelintir saja yang…

Jumat, 06 Oktober 2017 07:52

Tak Sedikit Korban Perundungan Akhirnya Bunuh Diri

Bicara soal kekerasan, sering kali perempuan dan anak menjadi korban. Baik verbal maupun nonverbal.…

Kamis, 05 Oktober 2017 08:34

Tanpa Sadar Perundungan kepada Anak Bisa Dilakukan Orangtua

Belakangan, kasus bullying atau perundungan ramai dibicarakan. Kebanyakan terjadi di sekolah. Namun,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .