MANAGED BY:
KAMIS
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 15 Juni 2017 11:09
ASTAGA..!! Kopi Pangku Masih Beroperasi, Ternyata Ada Upeti..!!

Praktik Prostitusi Kopi Pangku di Jalan Poros Samarinda–Kukar

PROKAL.CO, KEDATANGAN Kaltim Post di salah satu warung persinggahan di kawasan tersebut disambut seorang perempuan. Sebut saja dia Puteri. Rambutnya panjang, jatuh bebas di pundak. Sesekali aroma parfum ala merk terkenal menyeruak dari tubuhnya kala diterpa angin malam. “Mau ngopi atau yang lain, Mas?”

Memperkenalkan diri sebagai mahasiswa, Kaltim Post lantas berkesempatan mengorek keterangan dari Puteri dan teman-temannya. Dia membeberkan, warung kopi memang hanya menjadi kedok prostitusi. Dia, bersama sejumlah temannya, berada di sana untuk melayani pengunjung yang ingin melampiaskan nafsunya.

Aktivitas tersebut dilarang, mereka mengerti. Hanya, atas dasar kebutuhan, mereka tidak punya pilihan lain. Kian sesak dada mereka karena saat ini sebagian besar masyarakat menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. “Kerja begini saja penghasilannya tak sebanding,” ujarnya.

Pada pekan pertama Ramadan, Puteri sempat absen. Dia khawatir kalau rumor razia benar-benar terjadi. Menariknya, Puteri mengungkapkan, mereka rutin membayar upeti kepada petugas pemerintah yang kerap datang diam-diam. “Rp 90 ribu per warung. Nah, di sini kan banyak,” urai dia sembari menyugar rambut menggunakan jemari.

Sebagai kompensasi atas upeti, mereka mendapat informasi tentang pelaksanaan razia. “Kami selalu dapat bocoran,” imbuhnya.

Dia menyebut, di wilayah RT 21, Bukit Pinang, Samarinda Ulu, terdapat 16 warung kopi yang menyediakan layanan lebih berupa bisnis prostitusi. Sedangkan pungutan dilakukan setiap bulan. Jika dikalkulasikan, maka oknum petugas tersebut bisa meraup hingga Rp 1,5 juta setiap bulannya.

Menyediakan kopi hanya pengantar. Lanjut Puteri, tawaran pijat jadi pintu masuk ke praktik prostitusi yang mereka lakoni. Sedikitnya, di setiap warung, terdapat tiga perempuan yang bertugas menjadi pelampiasan nafsu seks pengunjung. (*/dra/ndy)


BACA JUGA

Selasa, 15 Agustus 2017 22:38

Korban Longsor Terima Bantuan

SAMARINDA - Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin dalam kunjungannya ke Samarinda tak melewatkan begitu…

Senin, 14 Agustus 2017 14:41

Ini Dia Pelatih Baru Borneo FC

 SAMARINDA – Tidak perlu waktu lama untuk mencari pengganti tetap Dragan Djukanovic. Akhirnya…

Senin, 14 Agustus 2017 09:53

Masyarakat Mulai Melek Gaya Hidup Sehat

SAMARINDA – Minggu (13/8), aula Dinas Kehutanan di Jalan Kusuma Bangsa, Samarinda Kota, dipenuhi…

Senin, 14 Agustus 2017 09:52

Sistem Pinjam-Pakai Memungkinkan

SAMARINDA – Regulasi menyandung upaya pemkot merelokasi warga bantaran Sungai Karang Mumus (SKM)…

Senin, 14 Agustus 2017 09:49

Pelanggaran Terbanyak Sebabkan Kecelakaan

SAMARINDA – Peristiwa kecelakaan hingga nyawa pengendara sedianya harus jadi peringatan keras…

Senin, 14 Agustus 2017 09:48

Unmul Bersalju Oleh: Annisa El Qowiyyu

Beberapa hari ini hujan mengguyur Samarinda. Orang-orang membalut tubuh dengan jaket. Juli datang memenuhi…

Senin, 14 Agustus 2017 09:44

Revisi Perda Penanganan Anjal-Gepeng, Seharusnya Bisa Singkat

SAMARINDA – Revisi peraturan daerah (perda) tentang penertiban dan penanggulangan pengemis, anak…

Senin, 14 Agustus 2017 09:42

Cereweti Asupan Gizi saat Hamil

KEHAMILAN adalah masa perempuan benar-benar memperhatikan kondisinya. Khususnya pada triwulan pertama…

Senin, 14 Agustus 2017 09:41

Kesehatan Dua Calhaj Sempat Bermasalah

SELURUH anggota jamaah calon haji (calhaj) kelompok terbang (kloter) III embarkasi Balikpapan adalah…

Senin, 14 Agustus 2017 09:39

Menentang Undang-Undang, Sebut Permintaan Gubernur

SAMARINDA – Jelang pelaksanaan upacara peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan Indonesia, surat edaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .