MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 15 Juni 2017 11:09
ASTAGA..!! Kopi Pangku Masih Beroperasi, Ternyata Ada Upeti..!!

Praktik Prostitusi Kopi Pangku di Jalan Poros Samarinda–Kukar

PROKAL.CO, KEDATANGAN Kaltim Post di salah satu warung persinggahan di kawasan tersebut disambut seorang perempuan. Sebut saja dia Puteri. Rambutnya panjang, jatuh bebas di pundak. Sesekali aroma parfum ala merk terkenal menyeruak dari tubuhnya kala diterpa angin malam. “Mau ngopi atau yang lain, Mas?”

Memperkenalkan diri sebagai mahasiswa, Kaltim Post lantas berkesempatan mengorek keterangan dari Puteri dan teman-temannya. Dia membeberkan, warung kopi memang hanya menjadi kedok prostitusi. Dia, bersama sejumlah temannya, berada di sana untuk melayani pengunjung yang ingin melampiaskan nafsunya.

Aktivitas tersebut dilarang, mereka mengerti. Hanya, atas dasar kebutuhan, mereka tidak punya pilihan lain. Kian sesak dada mereka karena saat ini sebagian besar masyarakat menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. “Kerja begini saja penghasilannya tak sebanding,” ujarnya.

Pada pekan pertama Ramadan, Puteri sempat absen. Dia khawatir kalau rumor razia benar-benar terjadi. Menariknya, Puteri mengungkapkan, mereka rutin membayar upeti kepada petugas pemerintah yang kerap datang diam-diam. “Rp 90 ribu per warung. Nah, di sini kan banyak,” urai dia sembari menyugar rambut menggunakan jemari.

Sebagai kompensasi atas upeti, mereka mendapat informasi tentang pelaksanaan razia. “Kami selalu dapat bocoran,” imbuhnya.

Dia menyebut, di wilayah RT 21, Bukit Pinang, Samarinda Ulu, terdapat 16 warung kopi yang menyediakan layanan lebih berupa bisnis prostitusi. Sedangkan pungutan dilakukan setiap bulan. Jika dikalkulasikan, maka oknum petugas tersebut bisa meraup hingga Rp 1,5 juta setiap bulannya.

Menyediakan kopi hanya pengantar. Lanjut Puteri, tawaran pijat jadi pintu masuk ke praktik prostitusi yang mereka lakoni. Sedikitnya, di setiap warung, terdapat tiga perempuan yang bertugas menjadi pelampiasan nafsu seks pengunjung. (*/dra/ndy)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 08:07

632 Eks Galian Tambang Berpotensi Jadi Embung

JAKARTA – Sebanyak 632 lubang eks galian tambang batu bara di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim)…

Rabu, 22 November 2017 07:57

Majelis Hakim Ancam Surati Kejagung

SAMARINDA – Belum 2 menit palu sidang diketuk majelis hakim, pembacaan tuntutan kasus dugaan pemerasan…

Selasa, 21 November 2017 10:39

Sopir Diduga Serangan Jantung, Bus Antarkota Terjun ke Jurang

SAMARINDA – Kecelakaan di jalur poros antarkota kembali terjadi. Sebelumnya, truk bermuatan pupuk…

Selasa, 21 November 2017 10:37

Aroma Melati di Bus

JERITAN dan lantunan ayat suci lantang dipanjatkan. Seluruh tangan berpegangan ke besi di jendela. Kala…

Selasa, 21 November 2017 10:35

Kekerasan Anak Masih Ada

SAMARINDA – Sepanjang 2016 terdapat 423 kasus kekerasan anak dan perempuan yang diterima Dinas…

Selasa, 21 November 2017 10:29

Giliran Aktor Video Mesum Dipolisikan

KASUS penyebaran video mesum yang melibatkan eks siswa sekolah ternama di Samarinda tampaknya masih…

Selasa, 21 November 2017 10:28

Lurah Belum Tersangka, Polisi Periksa Dokumen ke Labfor

SAMARINDA – Kasus dugaan penyerobotan lahan dan pemalsuan dokumen yang menyeret Lurah Gunung Lingai…

Selasa, 21 November 2017 10:20

Fokuskan di Overpass Anggana

JEMBATAN Mahkota II dibuka 24 jam sebagai akses utama ratusan ribu masyarakat di sekitarnya. Traffic…

Selasa, 21 November 2017 10:20

Urusan Perut DPRD Lancar, Giliran Kepentingan Publik Lambat

SAMARINDA – Entah tengah sibuk apa anggota DPRD Samarinda sehingga 25 rancangan peraturan daerah…

Selasa, 21 November 2017 10:19

Permendagri Jadi Kambing Hitam

Mengapa 25 raperda yang sudah diajukan itu lambat disahkan? Anggota DPRD Samarinda tetap punya jawaban.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .