MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 15 Juni 2017 11:09
ASTAGA..!! Kopi Pangku Masih Beroperasi, Ternyata Ada Upeti..!!

Praktik Prostitusi Kopi Pangku di Jalan Poros Samarinda–Kukar

PROKAL.CO, KEDATANGAN Kaltim Post di salah satu warung persinggahan di kawasan tersebut disambut seorang perempuan. Sebut saja dia Puteri. Rambutnya panjang, jatuh bebas di pundak. Sesekali aroma parfum ala merk terkenal menyeruak dari tubuhnya kala diterpa angin malam. “Mau ngopi atau yang lain, Mas?”

Memperkenalkan diri sebagai mahasiswa, Kaltim Post lantas berkesempatan mengorek keterangan dari Puteri dan teman-temannya. Dia membeberkan, warung kopi memang hanya menjadi kedok prostitusi. Dia, bersama sejumlah temannya, berada di sana untuk melayani pengunjung yang ingin melampiaskan nafsunya.

Aktivitas tersebut dilarang, mereka mengerti. Hanya, atas dasar kebutuhan, mereka tidak punya pilihan lain. Kian sesak dada mereka karena saat ini sebagian besar masyarakat menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. “Kerja begini saja penghasilannya tak sebanding,” ujarnya.

Pada pekan pertama Ramadan, Puteri sempat absen. Dia khawatir kalau rumor razia benar-benar terjadi. Menariknya, Puteri mengungkapkan, mereka rutin membayar upeti kepada petugas pemerintah yang kerap datang diam-diam. “Rp 90 ribu per warung. Nah, di sini kan banyak,” urai dia sembari menyugar rambut menggunakan jemari.

Sebagai kompensasi atas upeti, mereka mendapat informasi tentang pelaksanaan razia. “Kami selalu dapat bocoran,” imbuhnya.

Dia menyebut, di wilayah RT 21, Bukit Pinang, Samarinda Ulu, terdapat 16 warung kopi yang menyediakan layanan lebih berupa bisnis prostitusi. Sedangkan pungutan dilakukan setiap bulan. Jika dikalkulasikan, maka oknum petugas tersebut bisa meraup hingga Rp 1,5 juta setiap bulannya.

Menyediakan kopi hanya pengantar. Lanjut Puteri, tawaran pijat jadi pintu masuk ke praktik prostitusi yang mereka lakoni. Sedikitnya, di setiap warung, terdapat tiga perempuan yang bertugas menjadi pelampiasan nafsu seks pengunjung. (*/dra/ndy)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 14:32

WOW..!! Isran - Hadi Bertemu Rita Widyasari

JAKARTA- Bupati Kutai Kartanegara  (non-aktif) Rita Widyasari mendapat kunjungan dari pasangan…

Selasa, 24 April 2018 10:38

Momen Buktikan Kemampuan

SAMARINDA – Menjamu Madura United (27/4), Borneo FC tampil tanpa Lerby Eliandry. Dia jalani tugas…

Selasa, 24 April 2018 10:00

Tangkal Hoax dengan Jurnalisme

INTERNET sebagai new media, kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Termasuk…

Selasa, 24 April 2018 10:00

Beroperasi sebelum Lebaran

SAMARINDA –Pemprov Kaltim merencanakan penerbangan pertama di Bandara APT Pranoto pada 24 Mei.…

Selasa, 24 April 2018 09:58

Mau Jadi Advokat, Daftar Sekarang

KABAR gembira untuk Anda yang ingin menjadi seorang advokat. Pada Sabtu (5/5), akan digelar ujian profesi,…

Selasa, 24 April 2018 09:53

Fokus Sejarah Lahirnya Pancasila dan NKRI

Upaya memperkuat integrasi bangsa dilakukan dengan sosialisasi empat pilar bernegara. Hal tersebut tercantum…

Senin, 23 April 2018 09:29

Gubernur Resmikan Gedung Joeang '45

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meresmikan Gedung Veteran Graha Purna Yudha…

Senin, 23 April 2018 09:28

Ajak Umat Hindu Jaga Kondusivitas Daerah

BALIKPAPAN – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengajak seluruh umat Hindu di Kaltim bersama…

Senin, 23 April 2018 09:25

Jangan Terlalu Turuti Warga

SAMARINDA – Pemkot Samarinda harus menyiapkan dana sebesar Rp 34 miliar jika ingin membebaskan…

Senin, 23 April 2018 09:25

Mirasnya Satu Pintu, Ada Tamu Baru Diambil

Niat menghentikan kegiatan prostitusi rupanya jauh panggang dari api. Ya, faktanya bisnis esek-esek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .