MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 14 Juni 2017 13:00
WAH..!! Cuma 18 Perusahaan Tambang Kena Kartu Merah

DLH Terkendala Anggaran, Tahun Depan Lapor Sendiri

ADA MERAH: Ada 18 perusahaan tambang batu bara yang menerima rapor merah. Tampak angkutan batu bara di Mahakam.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Syak wasangka perusahaan batu bara sebagai penyumbang kerusakan lingkungan Kaltim sulit terbantahkan. Dari 83 pengeruk emas hitam yang dinilai, 18 di antaranya menerima rapor merah. Itu diartikan belum taat terhadap pengelolaan lingkungan hidup

Meski demikian, catatan perusahaan batu bara tahun ini agak sedikit lebih baik dibanding tahun lalu. Ini mengingat, tak satu pun kinerja perusahaan yang diganjar peringkat terburuk alias hitam. Beda dengan hasil proper yang diumumkan Pemprov Kaltim pada 2016. Rapor hitam disematkan kepada 12 perusahaan.

Sementara itu, penerima proper hitam tahun ini dari sektor industri minyak kelapa sawit serta industri dan jasa masing-masing sebanyak satu perusahaan.

Adapun perusahaan yang diberi peringkat merah dan hitam diartikan belum taat terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Peringkat biru disematkan kepada perusahaan taat. Sementara perseroan atau pemegang izin yang mengelola lingkungan lebih dari persyaratan, diganjar hijau dan emas. (lihat grafis)

“Hitam itu bukti mereka tidak peduli sama sekali dengan lingkungan,” ucap Riza Indra Riadi, kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, kemarin (13/6).

Walau demikian, terang dia, bagi penerima proper hitam, sanksi yang diberikan tak berujung pencabutan izin. “Tidak langsung, tapi diberi rekomendasi perbaikan. Kecuali tidak bisa dibina lagi, baru direkomendasi dicabut,” tegasnya. Secara umum, tutur dia, ada kecenderungan penurunan jumlah perusahaan yang dinilai.

Sebagai contoh, perusahaan batu bara. Dari 110 perusahaan pada 2014, menjadi 115 perusahaan. Tahun ini, tersisa 83 pelaku usaha. Itu tak lepas bisnis keruk-mengeruk emas hitam yang sempat terpuruk. “Banyak yang tutup,” imbuh dia.

Bagi yang bermodal kuat, mereka tetap taat dalam pengelolaan lingkungan. Jauh beda dengan yang kapital pas-pasan. “Yang kami nilai saat ke lapangan adalah yang ada perwakilan perusahaannya. Setiap pemeriksaan dibuktikan dengan berita acara yang diteken kedua belah pihak (pemerintah-perusahaan). Kalau tidak, nanti disebut mengada-ada,” imbuhnya.

Diterangkan, untuk penilaian proper tahun depan melalui self assessment. Adapun itu, perusahaan yang diminta melaporkan sendiri pengelolaan lingkungan kepada DLH. Itu murni dilakukan karena kendala anggaran. Kegiatan rutin tahunan itu menelan sekitar Rp 1 miliar. Sebab, tak hanya Dinas LH semata yang terlibat, pemerintah kabupaten/kota pun tergabung.

Apakah laporan perusahaan bisa diyakini kebenaran dan kewajarannya? Riza mengatakan, tentu tak begitu saja pihaknya menerima laporan tersebut. DLH memiliki auditor untuk memeriksa laporan pengelolaan lingkungan. “Pasti disandingkan dengan data sebelumnya. Di situ akan terlihat wajar atau tidaknya. Kan enggak mungkin misal baku mutu airnya 100 lalu turun jadi 2. Itu dibuktikan dengan sertifikat uji laboratorium. Kami kunci di situ,” sebut dia.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kaltim Suyitno menerangkan, kriteria penilaian proper pengelolaan lingkungan. Lima aspek dinilai sesuai kondisi lapangan. Pertama adalah aspek administrasi yang menyangkut izin operasional perusahaan, analisis dampak lingkungan (amdal), izin pembuangan limbah, izin pemanfaatan bahan berbahaya dan beracun (B3). “Dapat porsi (penilaian) 5 persen,” katanya.

Selanjutnya, penilaian aspek pengendalian pencemaran air. Bobot dari sisi itu 40 persen. Kemudian, aspek pengolahan limbah bahan berbahaya beracun (B3) dengan bobot 40 persen. Di sini, harus diketahui alur pengendalian limbah awal hingga akhir.

Aspek berikutnya yakni pencemaran udara yang mendapat porsi lima persen. Yang terakhir adalah aspek corporate social responsibility (CSR) yang menyumbang 5 persen dari seluruh penilaian. Suyitno mengatakan, aspek demi aspek diperinci dan diskor untuk menetapkan peringkat perusahaan. Adapun penilaian sebanyak dua kali. Tahap pertama Juli–Agustus 2016 dilanjutkan periode Januari–Februari 2017.  

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meminta perusahaan yang mendapat proper hitam dan merah termotivasi. Dari yang sebelumnya hitam bisa meningkat menjadi merah tahun depan. Begitu pula, peringkat merah naik ke biru dan seterusnya. “Itu penilaian objektif. Langsung turun ke lapangan,” kata orang nomor satu pemerintahan di Kaltim itu. (ril/far/k8)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 13:10

Setelah Homili, Baru Harry Tersenyum

WINDSOR – Anggun dalam balutan gaun pengantin Givenchy rancangan Clare Waight Keller, Meghan Markle…

Minggu, 20 Mei 2018 07:52
Diduga Ada Permainan Distributor, Pemprov Awasi Pemasok

Stok Aman tapi Harga Meroket

SAMARINDA – Pada saat stok aman, justru harga keperluan pokok di Kaltim malah meroket. Celakanya,…

Minggu, 20 Mei 2018 07:47

Kasus Ceceran Minyak di Teluk Balikpapan, Karyawan Pertamina Tersangka

BALIKPAPAN - Tumpahan minyak di Teluk Balikpapan akhir Maret akhirnya menyeret “korban”…

Minggu, 20 Mei 2018 07:42

ATM Kembali Ingkar Janji, Agen Terpaksa Keluarkan Kocek Pribadi hingga Miliaran

BALIKPAPAN - Puluhan calon jamaah umrah PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) berkumpul tadi malam (19/5) sekitar…

Minggu, 20 Mei 2018 07:41

Bisa Dicegah dan Diobati

Varises bisa menyerang siapa saja. Pemicunya beragam. Salah satunya karena olahraga yang ekstrem. Namun…

Minggu, 20 Mei 2018 07:39

Subsidi Ditambah, Harga Solar Turun

TREN kenaikan harga minyak mentah atau Indonesia Crude Price (ICP) berdampak positif terhadap penerimaan…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:38

WIDIH..!! Sita Ratusan Tas Mewah dari Properti Najib

KUALA LUMPUR –  Rumor bahwa Rosmah Mansor mengoleksi berbagai barang mewah mulai terbukti.…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:37

Abun Dihukum 3,5 Tahun Penjara

JAKARTA  –  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menghukum Hery Susanto…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:35
Pengusaha Sebut Angkasa Pura Diskriminasi

Keluhkan Tata Letak Tenant Bandara

BALIKPAPAN –   Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, sepertinya…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:31

Pantang Tampil Bertahan

MELAKONI laga tandang kontra PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin nanti malam (18/5),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .