MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 14 Juni 2017 13:00
WAH..!! Cuma 18 Perusahaan Tambang Kena Kartu Merah

DLH Terkendala Anggaran, Tahun Depan Lapor Sendiri

ADA MERAH: Ada 18 perusahaan tambang batu bara yang menerima rapor merah. Tampak angkutan batu bara di Mahakam.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Syak wasangka perusahaan batu bara sebagai penyumbang kerusakan lingkungan Kaltim sulit terbantahkan. Dari 83 pengeruk emas hitam yang dinilai, 18 di antaranya menerima rapor merah. Itu diartikan belum taat terhadap pengelolaan lingkungan hidup

Meski demikian, catatan perusahaan batu bara tahun ini agak sedikit lebih baik dibanding tahun lalu. Ini mengingat, tak satu pun kinerja perusahaan yang diganjar peringkat terburuk alias hitam. Beda dengan hasil proper yang diumumkan Pemprov Kaltim pada 2016. Rapor hitam disematkan kepada 12 perusahaan.

Sementara itu, penerima proper hitam tahun ini dari sektor industri minyak kelapa sawit serta industri dan jasa masing-masing sebanyak satu perusahaan.

Adapun perusahaan yang diberi peringkat merah dan hitam diartikan belum taat terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Peringkat biru disematkan kepada perusahaan taat. Sementara perseroan atau pemegang izin yang mengelola lingkungan lebih dari persyaratan, diganjar hijau dan emas. (lihat grafis)

“Hitam itu bukti mereka tidak peduli sama sekali dengan lingkungan,” ucap Riza Indra Riadi, kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, kemarin (13/6).

Walau demikian, terang dia, bagi penerima proper hitam, sanksi yang diberikan tak berujung pencabutan izin. “Tidak langsung, tapi diberi rekomendasi perbaikan. Kecuali tidak bisa dibina lagi, baru direkomendasi dicabut,” tegasnya. Secara umum, tutur dia, ada kecenderungan penurunan jumlah perusahaan yang dinilai.

Sebagai contoh, perusahaan batu bara. Dari 110 perusahaan pada 2014, menjadi 115 perusahaan. Tahun ini, tersisa 83 pelaku usaha. Itu tak lepas bisnis keruk-mengeruk emas hitam yang sempat terpuruk. “Banyak yang tutup,” imbuh dia.

Bagi yang bermodal kuat, mereka tetap taat dalam pengelolaan lingkungan. Jauh beda dengan yang kapital pas-pasan. “Yang kami nilai saat ke lapangan adalah yang ada perwakilan perusahaannya. Setiap pemeriksaan dibuktikan dengan berita acara yang diteken kedua belah pihak (pemerintah-perusahaan). Kalau tidak, nanti disebut mengada-ada,” imbuhnya.

Diterangkan, untuk penilaian proper tahun depan melalui self assessment. Adapun itu, perusahaan yang diminta melaporkan sendiri pengelolaan lingkungan kepada DLH. Itu murni dilakukan karena kendala anggaran. Kegiatan rutin tahunan itu menelan sekitar Rp 1 miliar. Sebab, tak hanya Dinas LH semata yang terlibat, pemerintah kabupaten/kota pun tergabung.

Apakah laporan perusahaan bisa diyakini kebenaran dan kewajarannya? Riza mengatakan, tentu tak begitu saja pihaknya menerima laporan tersebut. DLH memiliki auditor untuk memeriksa laporan pengelolaan lingkungan. “Pasti disandingkan dengan data sebelumnya. Di situ akan terlihat wajar atau tidaknya. Kan enggak mungkin misal baku mutu airnya 100 lalu turun jadi 2. Itu dibuktikan dengan sertifikat uji laboratorium. Kami kunci di situ,” sebut dia.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kaltim Suyitno menerangkan, kriteria penilaian proper pengelolaan lingkungan. Lima aspek dinilai sesuai kondisi lapangan. Pertama adalah aspek administrasi yang menyangkut izin operasional perusahaan, analisis dampak lingkungan (amdal), izin pembuangan limbah, izin pemanfaatan bahan berbahaya dan beracun (B3). “Dapat porsi (penilaian) 5 persen,” katanya.

Selanjutnya, penilaian aspek pengendalian pencemaran air. Bobot dari sisi itu 40 persen. Kemudian, aspek pengolahan limbah bahan berbahaya beracun (B3) dengan bobot 40 persen. Di sini, harus diketahui alur pengendalian limbah awal hingga akhir.

Aspek berikutnya yakni pencemaran udara yang mendapat porsi lima persen. Yang terakhir adalah aspek corporate social responsibility (CSR) yang menyumbang 5 persen dari seluruh penilaian. Suyitno mengatakan, aspek demi aspek diperinci dan diskor untuk menetapkan peringkat perusahaan. Adapun penilaian sebanyak dua kali. Tahap pertama Juli–Agustus 2016 dilanjutkan periode Januari–Februari 2017.  

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meminta perusahaan yang mendapat proper hitam dan merah termotivasi. Dari yang sebelumnya hitam bisa meningkat menjadi merah tahun depan. Begitu pula, peringkat merah naik ke biru dan seterusnya. “Itu penilaian objektif. Langsung turun ke lapangan,” kata orang nomor satu pemerintahan di Kaltim itu. (ril/far/k8)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 09:05

Korban Tuntut Ganti Rugi Ditebus

BALIKPAPAN – Dua tahun sudah korban gagal umrah dari PT Timur Sarana Tour & Travel (Tisa)…

Kamis, 23 November 2017 09:02

Presiden Selalu dari Satu Kelompok

SAMARINDA – Kericuhan dalam Pemilihan Raya (Pemira) Presiden BEM Universitas Mulawarman yang membuat…

Kamis, 23 November 2017 09:01

Kaltim Post Peduli Pajak

BALIKPAPAN – Kaltim Post ikut berperan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Kemarin…

Kamis, 23 November 2017 08:58

Lindungi Kesehatan Seluruh Masyarakat

PEMKAB Mahakam Ulu (Mahulu) membuktikan komitmen memberi kepastian perlindungan atas hak jaminan sosial…

Kamis, 23 November 2017 08:55

Khusus Penyetelan dan Finishing Tak Dikerjakan Karyawan

Tidak banyak perajin gitar di Balikpapan. Dari 776.632 warga Balikpapan tahun ini, fakta yang diperoleh…

Rabu, 22 November 2017 10:10

Politik Minus Etika Kaum Intelek

SAMARINDA – Teriakan penuh amarah menggelegar di langit Universitas Mulawarman ketika ratusan…

Rabu, 22 November 2017 10:06

Golongan Putih di Kampus Hijau

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulawarman memang hanya sebuah organisasi. Namun, untuk…

Rabu, 22 November 2017 10:00

Nusyirwan: APBD Perubahan Molor

SAMARINDA – Belasan proyek penanganan banjir menumpuk pada akhir tahun. Fenomena itu diklaim bukan…

Rabu, 22 November 2017 09:56

Golkar Kaltim Masih Menimbang

SAMARINDA – Rumor Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) DPP Golkar setelah penahanan sang…

Rabu, 22 November 2017 09:50

Haram Pakai Kayu Olahan, Adonan Kulit Sapi sebagai Perekat

Setiap Kamis malam, Cak Budi melihat ratusan orang bermain musik di taman-taman Teheran, Iran. Keindahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .