MANAGED BY:
SENIN
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 14 Juni 2017 12:12
Notaris Cantik Tewas Tabrakan
Pertanda Itu Sudah Ada 6 Hari Sebelumnya
Meyliana Febriyanti

PROKAL.CO, SAMARINDA – Duka menggelayuti rumah di Jalan Juanda I, Nomor 10B, Samarinda Ulu. Rumah itu merangkap kantor notaris Meyliana Febriyanti yang tewas karena kecelakaan tunggal di Jalan Soekarno-Hatta, Kilometer 12, Balikpapan Utara, pada 05.00 Wita kemarin (13/6). Di rumah bercat putih itulah Mey, biasa dia disapa, menghabiskan masa remaja hingga sekarang.

Setelah mendapat informasi meninggalnya notaris berkulit kuning langsat kelahiran 19 Mei 1982 itu, media ini segera menyambangi rumah duka. Sesampai di lokasi, jenazah Mey belum sampai di Samarinda, masih di RSUD Kanujoso Djatiwibowo. Meski demikian, pelayat sudah banyak yang hadir. Di dalam rumah Fery Iliansyah, adik Mey, tampak sibuk menyiapkan pemakaman sang kakak.

Beberapa pelayat dari teman-teman almarhumah membicarakan foto yang dia unggah di akun Instagram @cimel19 enam hari lalu. Foto tersebut diberi caption,”Akan ada masa aku harus pergi meninggalkanmu yang tak pantas aku tunggu”. Teman-temannya tersebut mengartikan dua hal untuk tulisan itu. Yang pertama Mey sudah merasa waktunya dekat, sementara yang lain mengartikan perempuan 35 tahun ini ingin mengakhiri hubungan dengan seseorang.

Ratusan pelayat terus berdatangan ke rumah duka. Puncaknya, saat kedatangan jenazah Mey pada pukul 14.00 Wita. Kedatangan jenazah disambut isak tangis sahabat dan keluarga. Sebagai informasi, kecelakaan yang menewaskan notaris cantik itu lantaran dia mengejar pesawat pertama ke Jakarta. Dia bersama dua orang perwakilan kliennya dari salah satu bank menaiki mobil multi-purpose vehicle (MPV) bernomor polisi KT 1370 NE. Ketika di Kilometer 12, Balikpapan, mobil yang disopiri Mey menabrak truk tangki yang terparkir di pinggir jalan. Entah lantaran almarhumah hendak menghindar dari kendaraan yang menyalip dari depan atau karena kantuk. Informasi yang dihimpun media ini, saat dilarikan ke rumah sakit, napas Mey masih ada. Namun, saat masuk ke unit gawat darurat (UGD), dia mengembuskan napas terakhir.

Jenazah Mey disalatkan di Masjid Darul Falihin, Perumahan Batu Alam Permai. Setelah disalatkan, dia dimakamkan di pemakaman muslimin di Jalan P Suryanata, Kompleks Islamic Center lama, Samarinda Ulu. Selepas pemakaman, media ini mewawancarai beberapa kawan Mey semasa hidup. Yang pertama adalah Erika Suba. Dia mengenal almarhumah sekitar 2 tahun lalu. “Dia orangnya supel banget,” terangnya. Dia mengenang, saat pertama kali bertemu dengan Mey ketika hendak ke Ponorogo, Jawa Timur. Dia menceritakan, alasan mereka ke sana adalah menghadiri pelantikan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

“Itu kali pertama saya ngobrol dekat dengan dia,” ujarnya. Momen-momen di sana tak bisa dia lupa. Pasalnya, untuk ke Ponorogo tak bisa langsung naik pesawat dari Balikpapan ke Ponorogo. “Kami mesti ke Semarang baru dilanjutkan perjalanan darat,” terangnya. Memang Mey dikenal sebagai sopir yang cukup andal. “Bayangin, perempuan berhari-hari nyetir mobil,” ujarnya.

Teman Mey yang lain, Fitri, mengatakan bahwa sosok Mey sangat baik. “Lihat saja yang melayat! Banyak,” ujarnya. Dia sudah lebih dari 5 tahun mengenal almarhumah. Pertama kali dia bertemu Mey di Jakarta. Kala itu, perempuan yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) itu ada urusan di sana. Mey juga sedang tugas.

Momen tak bisa dia lupakan selama mereka kenal adalah saat ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebelum Ramadan. “Biasanya kami kalau berangkat ke kota lain hanya jalan-jalan. Nah, di sana kami banyak wisata ibadah,” ujarnya.  Sosok Mey juga dikenal sangat peduli dengan kawan-kawannya. Ada tanda-tanda sebelum almarhumah meninggal? Fitri menceritakan, di grup percakapan WhatsApp sepekan lalu, mereka sedang merencanakan berkunjung ke rumah teman-temannya.

Dalam percakapan itu Mey menyeletuk, bahwa dirinya tak ada “di sini” saat Lebaran. Fitri dan kawan-kawannya merasa itu hanya kelakar. Ternyata, Lebaran tahun ini Mey tak bisa berkumpul dengan kawan-kawannya lagi.

Sementara itu, di mata keluarga, menurut  Fery, adik almarhumah Mey, dia adalah sosok yang perhatian dengan keluarga. Soal tanda kepergian, Fery tak merasakannya. Justru yang merasakan adalah pengasuh mereka sejak kecil, Sulasih. Fery menceritakan, perempuan yang akrab disapa Mbak Sih itu jadi sering diajak sahur oleh almarhumah. “Itu dua hari terakhir,” tuturnya.  Selain itu, tanda lainnya kebiasaan mewarnai kuku tak dilakukan sejak awal Ramadan. Padahal, itu biasanya menjadi paket perawatan tubuh yang biasa dilakukan Mey. (*/fch/far/k8)


BACA JUGA

Minggu, 18 Februari 2018 09:01

KEJI..!! Mereka Ini Membabi Buta Tembaki Orangutan

SANGATTA – Pelaku penembakan orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK), Desa Teluk Pandan, Kecamatan…

Minggu, 18 Februari 2018 08:57

Dilarang Terima Konsumen Baru

BALIKPAPAN – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim mengambil sikap kepada…

Minggu, 18 Februari 2018 08:53

Menambang Ilegal di Konsesi PKP2B

SAMARINDA – Penambangan batu bara ilegal sepertinya sulit dicegah. Di Samarinda, aktivitas terlarang…

Minggu, 18 Februari 2018 08:52

Cari yang Langka karena Spesialis Bedah Sudah Banyak

Tak hanya langka dalam spesialisasi, Achmad Arifin tergolong langka dari dokter kebanyakan untuk urusan…

Minggu, 18 Februari 2018 08:49

Dibekukan, Albothyl Masih Beredar

SERIAWAN memang terasa menyiksa. Albothyl, jadi salah satu obat yang dipilih masyarakat untuk menyembuhkannya.…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:18
NANAS BERUJUNG BERINGAS

Tembak Orangutan, Satu Keluarga Tersangka

Penembakan orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK) berhasil diungkap tim gabungan Polres Kutim dan Polda…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:02

Berkebun di TNK, Sanksinya Pidana

Tangan perambah mencengkeram Taman Nasional Kutai (TNK). Kadang berlindung di balik upaya bertahan hidup.…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:01

TNK, Antara Konservasi dan Eksploitasi

Fauna TNK memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Baik tingkat genetik, spesies, maupun ekosistem.Terdapat…

Sabtu, 17 Februari 2018 07:48

Pukulan Telak Upaya Konservasi

TAHUN  2018 baru start. Dan Kalimantan memberikan dua pukulan telak terhadap upaya konservasi orangutan.…

Sabtu, 17 Februari 2018 07:38
Masalah di TNK, Bukan Persoalan Kemarin Sore

Tak Satu Visi, Ada yang Punya Kepentingan

DITEMUKANNYA  orangutan dengan 130 peluru bersarang di tubuhnya menambah daftar problematika di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .