MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 14 Juni 2017 12:12
Notaris Cantik Tewas Tabrakan
Pertanda Itu Sudah Ada 6 Hari Sebelumnya
Meyliana Febriyanti

PROKAL.CO, SAMARINDA – Duka menggelayuti rumah di Jalan Juanda I, Nomor 10B, Samarinda Ulu. Rumah itu merangkap kantor notaris Meyliana Febriyanti yang tewas karena kecelakaan tunggal di Jalan Soekarno-Hatta, Kilometer 12, Balikpapan Utara, pada 05.00 Wita kemarin (13/6). Di rumah bercat putih itulah Mey, biasa dia disapa, menghabiskan masa remaja hingga sekarang.

Setelah mendapat informasi meninggalnya notaris berkulit kuning langsat kelahiran 19 Mei 1982 itu, media ini segera menyambangi rumah duka. Sesampai di lokasi, jenazah Mey belum sampai di Samarinda, masih di RSUD Kanujoso Djatiwibowo. Meski demikian, pelayat sudah banyak yang hadir. Di dalam rumah Fery Iliansyah, adik Mey, tampak sibuk menyiapkan pemakaman sang kakak.

Beberapa pelayat dari teman-teman almarhumah membicarakan foto yang dia unggah di akun Instagram @cimel19 enam hari lalu. Foto tersebut diberi caption,”Akan ada masa aku harus pergi meninggalkanmu yang tak pantas aku tunggu”. Teman-temannya tersebut mengartikan dua hal untuk tulisan itu. Yang pertama Mey sudah merasa waktunya dekat, sementara yang lain mengartikan perempuan 35 tahun ini ingin mengakhiri hubungan dengan seseorang.

Ratusan pelayat terus berdatangan ke rumah duka. Puncaknya, saat kedatangan jenazah Mey pada pukul 14.00 Wita. Kedatangan jenazah disambut isak tangis sahabat dan keluarga. Sebagai informasi, kecelakaan yang menewaskan notaris cantik itu lantaran dia mengejar pesawat pertama ke Jakarta. Dia bersama dua orang perwakilan kliennya dari salah satu bank menaiki mobil multi-purpose vehicle (MPV) bernomor polisi KT 1370 NE. Ketika di Kilometer 12, Balikpapan, mobil yang disopiri Mey menabrak truk tangki yang terparkir di pinggir jalan. Entah lantaran almarhumah hendak menghindar dari kendaraan yang menyalip dari depan atau karena kantuk. Informasi yang dihimpun media ini, saat dilarikan ke rumah sakit, napas Mey masih ada. Namun, saat masuk ke unit gawat darurat (UGD), dia mengembuskan napas terakhir.

Jenazah Mey disalatkan di Masjid Darul Falihin, Perumahan Batu Alam Permai. Setelah disalatkan, dia dimakamkan di pemakaman muslimin di Jalan P Suryanata, Kompleks Islamic Center lama, Samarinda Ulu. Selepas pemakaman, media ini mewawancarai beberapa kawan Mey semasa hidup. Yang pertama adalah Erika Suba. Dia mengenal almarhumah sekitar 2 tahun lalu. “Dia orangnya supel banget,” terangnya. Dia mengenang, saat pertama kali bertemu dengan Mey ketika hendak ke Ponorogo, Jawa Timur. Dia menceritakan, alasan mereka ke sana adalah menghadiri pelantikan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

“Itu kali pertama saya ngobrol dekat dengan dia,” ujarnya. Momen-momen di sana tak bisa dia lupa. Pasalnya, untuk ke Ponorogo tak bisa langsung naik pesawat dari Balikpapan ke Ponorogo. “Kami mesti ke Semarang baru dilanjutkan perjalanan darat,” terangnya. Memang Mey dikenal sebagai sopir yang cukup andal. “Bayangin, perempuan berhari-hari nyetir mobil,” ujarnya.

Teman Mey yang lain, Fitri, mengatakan bahwa sosok Mey sangat baik. “Lihat saja yang melayat! Banyak,” ujarnya. Dia sudah lebih dari 5 tahun mengenal almarhumah. Pertama kali dia bertemu Mey di Jakarta. Kala itu, perempuan yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) itu ada urusan di sana. Mey juga sedang tugas.

Momen tak bisa dia lupakan selama mereka kenal adalah saat ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebelum Ramadan. “Biasanya kami kalau berangkat ke kota lain hanya jalan-jalan. Nah, di sana kami banyak wisata ibadah,” ujarnya.  Sosok Mey juga dikenal sangat peduli dengan kawan-kawannya. Ada tanda-tanda sebelum almarhumah meninggal? Fitri menceritakan, di grup percakapan WhatsApp sepekan lalu, mereka sedang merencanakan berkunjung ke rumah teman-temannya.

Dalam percakapan itu Mey menyeletuk, bahwa dirinya tak ada “di sini” saat Lebaran. Fitri dan kawan-kawannya merasa itu hanya kelakar. Ternyata, Lebaran tahun ini Mey tak bisa berkumpul dengan kawan-kawannya lagi.

Sementara itu, di mata keluarga, menurut  Fery, adik almarhumah Mey, dia adalah sosok yang perhatian dengan keluarga. Soal tanda kepergian, Fery tak merasakannya. Justru yang merasakan adalah pengasuh mereka sejak kecil, Sulasih. Fery menceritakan, perempuan yang akrab disapa Mbak Sih itu jadi sering diajak sahur oleh almarhumah. “Itu dua hari terakhir,” tuturnya.  Selain itu, tanda lainnya kebiasaan mewarnai kuku tak dilakukan sejak awal Ramadan. Padahal, itu biasanya menjadi paket perawatan tubuh yang biasa dilakukan Mey. (*/fch/far/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 13:00

Potensi Zakat Besar, Sayangnya Transparansi LAZ Rendah

SAMARINDA  –  Hari Raya Idulfitri tinggal hitungan jam. Salah satu amalan penyempurna…

Sabtu, 24 Juni 2017 12:47
Lebaran, saat Jarak dan Waktu Dipangkas Teknologi Komunikasi

Pilih Virtual, Silaturahmi Bisa Tergerus

Bagi generasi 1980-an dan 1990-an, setiap menjelang Idulfitri, biasanya berburu kartu ucapan Lebaran.…

Sabtu, 24 Juni 2017 12:45
Para Tokoh Agama dalam Pembangunan Kaltim: Jos Soetomo (4-Habis)

Bangun Masjid Cheng Ho di Tiga Daerah

Selain dikenal sebagai pengusaha gaek, HM Jos Soetomo juga aktif berkecimpung dalam berbagai kegiatan…

Sabtu, 24 Juni 2017 12:30

Tergerusnya Romantisme Kartu Lebaran

PERKEMBANGAN  teknologi menyebabkan peminat kartu Lebaran menurun drastis. Kartu “legendaris”…

Sabtu, 24 Juni 2017 01:10

170 Anak Buah Terbunuh di Majapahit

Jawa menjadi salah satu tujuan utama ekspedisi Cheng Ho. Enam di antara tujuh pelayarannya menyinggahi…

Jumat, 23 Juni 2017 12:57
Teknik MISS MED, Inovasi Terbaru Operasi Tulang Belakang di Kaltim

Luka Irisan Mini, Tak Perlu Lagi ke Luar Negeri

Teknologi baru operasi tulang belakang kini bisa dilakukan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda.…

Jumat, 23 Juni 2017 12:56
Arus Mudik 2017

Hari Ini Padat, Pengasong Ditegur Jenderal

BALIKPAPAN – Sejumlah titik pelayanan mudik masih buruk. Temuan itu diketahui saat Kapolda Kaltim…

Jumat, 23 Juni 2017 12:45

WAH PARAH...!! Mau Terbang, Pilot Terdeteksi Narkotika

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Nusa Tengara Barat (NTB) mengamankan seorang pilot bernama…

Jumat, 23 Juni 2017 09:34

Buka Usaha untuk Ibadah, Umrahkan Jamaah yang Rajin Salat

Sukses berdagang ayam goreng, tak membuat Chusnul Dhihin lupa membantu orang lain. Dia mengaku, terobsesi…

Jumat, 23 Juni 2017 09:25

Tinggalkan Mercusuar yang Roboh pada Zaman Belanda

CIREBON ikut memetik keuntungan dari ekspedisi Laksamana Cheng Ho ke Pulau Jawa. Niat awal sekadar mengisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .