MANAGED BY:
RABU
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Rabu, 14 Juni 2017 09:47
Tak Hanya Kumulonimbus, Pencemaran Air Laut Juga Dimonitor

Intip Cara Pantau Cuaca BMKG Balikpapan

SIAGA 24 JAM: Ruang pemantauan cuaca di Kantor BMKG Balikpapan, Jalan Marsma Iswahyudi. Dari tiga monitor inilah, setiap 10 menit perkembangan cuaca dilaporkan.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, Dengan kecanggihan teknologi, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan informasi prakiraan cuaca cukup melalui website BMKG.

DINA ANGELINA, Balikpapan

TEKNOLOGI tak hanya menopang kehidupan sehari-hari. Dalam mendeteksi cuaca, butuh pemanfaatan teknologi melalui radar cuaca dan Satelit Himawari. Seperti di BMKG Balikpapan, petugas bekerja 24 jam secara bergantian untuk memantau kinerja alat tersebut setiap harinya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Balikpapan menjadi station coordinator bagi kantor cabang BMKG di wilayah Kaltim dan Kaltara. Tepatnya membawahi Nunukan, Tanjung Selor, Tarakan, Berau, Samarinda, dan Balikpapan. Selama ini, hasil pantauan mengandalkan radar cuaca dan Satelit Himawari. Dua alat utama ini membantu petugas untuk memprediksi bagaimana cuaca Kota Minyak dan sekitarnya sepanjang hari.

Di kantor yang berlokasi di Jalan Marsma Iswahyudi itu, terdapat ruang khusus untuk memantau seluruh pergerakan cuaca.

Dalam ruangan berukuran 5x6 meter, terpampang tiga monitor yang menampilkan hasil pantauan cuaca dari seluruh radar. Kepala BMKG Balikpapan Imam Mashudi mengatakan, pihaknya selalu memantau dari radar cuaca dan Satelit Himawari.

Caranya, dengan bantuan monitor yang terhubung langsung dengan radar cuaca. Layar tersebut menampilkan gambaran hasil deteksi dari radar cuaca. Alat ini dapat mengukur area dengan luas jarak 240 kilometer di sekitar Balikpapan. “Radar cuaca dapat memotret kondisi awan real time. Dari bantuan itu, kami bisa memprediksi datangnya hujan. Sebab, memperhitungkannya sesuai arah angin, kecepatan angin, hingga intensitas hujan mendatang,” ucapnya.

Seperti pantauan Kaltim Post, monitor tersebut menampilkan peta dengan beragam degradasi warna. Setiap warna akan memiliki temperatur, mulai dari 60 derajat hingga minus 100 derajat celsius. Imam menjelaskan, warna tersebut merupakan simbol dari kondisi awan. Timnya dapat bekerja dengan menilai warna-warna tersebut.

Contohnya mengukur kandungan uap air, semakin gelap warnanya maka kondisi kandungan air semakin sedikit.

Namun, jika peta menampilkan warna terang seperti oranye dan merah, pertanda kandungan uap air besar. “Kalau berwarna biru berarti kering, sedangkan kuning pertanda mulai turun hujan tipis. Berbeda lagi jika warnanya sudah mendominasi cokelat hingga merah berarti sedang terjadi hujan besar di daerah itu. Awan berwarna merah itu diartikan kumulonimbus,” bebernya.

Begitu pula dengan warna lain yang memiliki tipe masing-masing. Warna biru gelap menunjukkan tipe dense atau padat, biru terang berarti high cloud, kuning adalah middle cloud, orange yakni cumulus, hijau untuk stratocumulus, dan hitam yang berarti clear. “Dari alat tersebut, kami juga dapat memantau arus angin, melihat pergerakan angin dan berapa ketinggiannya. Jadi, kami bisa memprediksi saat ada awan kumolonimbus, dia akan bergerak ke daerah mana mengikuti angin. Misalnya terpantau arah angin 60 derajat dengan kecepatan 38 kilometer per jam. Kalau ini termasuk yang pelan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, radar cuaca melakukan proses deteksi atau scan setiap saat. Begitu pula petugas yang memantaunya lewat monitor. Selain itu, monitor turut dapat mengakses tampilan citra satelit yang terkoneksi dengan BMKG pusat di Jakarta. Sistem ini disebut dengan sinergi, sehingga seluruh area di Indonesia dapat terlihat. “Setiap 10 menit data diperbarui. Ada macam-macam yang bisa diakses sesuai kebutuhan, mudah karena bentuknya sudah software. Seperti prakiraan tinggi gelombang air laut sampai hotspot (titik panas). Tapi, yang benar-benar kami pantau setiap hari cukup radar cuaca dan Satelit Himawari,” imbuhnya.

Secara teknis, personel BMKG Balikpapan melihat perkiraan cuaca berdasarkan radar cuaca dan Satelit Himawari setiap hari. Tidak hanya mereka yang memantau di kantor yang dekat dengan radar cuaca. Ada pula petugas yang bekerja di bagian operasional, tempat Satelit Himawari berada.

“Operasional berada di bandara, tepatnya dekat Airnav Indonesia (Bandara Internasional Sepinggan). Di sana terdapat model-model untuk membuat prakiraan cuaca. Mulai dari mengukur tekanan, kelembapan, dan suhu. Model itu yang bisa memperkuat pertimbangan selain melihat pengamatan gambar radar dan satelit,” bebernya.

Setidaknya ada tiga orang yang bekerja di bagian operasional. Mereka adalah pengamat, prakirawan, dan teknisi. Sistem kerja selama 24 jam yang dibagi dalam tiga sif untuk memantau Satelit Himawari. Dengan kecanggihan teknologi, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan informasi prakiraan cuaca cukup melalui website BMKG. “Saat ini, BMKG sedang mengembangkan ocean forecast system yang bisa mengukur pencemaran air laut,” tutupnya. (riz/k15)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 11:21

Kinigalau Kampung Sebelah

Oji hanya bisa bengong. Dia tak mengira, Lapangan Kinigalau di Kampung Sebelah yang jadi tempat bermainnya…

Selasa, 05 Desember 2017 11:02

Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua

Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan…

Sabtu, 02 Desember 2017 06:59

Meneteskan Air Mata Kala Dengar Curhat PSK

Menjadi petugas trantib (ketenteraman dan ketertiban) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten…

Jumat, 01 Desember 2017 07:38

Asuh 40 Anak Yatim Piatu, Suami Meninggal karena Depresi

Perempuan ini telah menghabiskan waktu 11 tahun hidup bersama human immunodeficiency virus (HIV). Bukan…

Kamis, 30 November 2017 08:34

Bawa Rempah Sendiri, Sanggup Menampung 20 Orang

Sauna ini baru pertama di TPA yang ada di Indonesia. Terobosan ini dulunya sempat dianggap gila. GUNUNGAN…

Rabu, 29 November 2017 08:35

Pengajuan Anggaran Molor, Hasil Musrenbang Belum Diakomodasi

  Masalah utang pihak ketiga yang tak kunjung tuntas menghantui Pemkot Samarinda. Solusi sejatinya…

Selasa, 28 November 2017 08:38

Harus Cerdas Ekspos Temuan agar Tak Ditunggangi Kepentingan Politik

Investigasi Kaltim Post pada Desember 2016 di wilayah Muara Jawa, Kutai Kartanegara, berdampak signifikan.…

Sabtu, 25 November 2017 07:44

Sebagian Besar Makanan yang Dikonsumsi Diolah Sendiri

Pada usia yang memasuki angka 80 tahun, artis Titiek Puspa seolah tak kalah dengan penuaan. Wajahnya…

Sabtu, 25 November 2017 07:23

Tak Membatasi Diri dalam Ber-MC, Idolakan Choki Sitohang

Terjun ke dunia entertainment tak pernah terlintas di benak Willybrodus Angelbertus Suhaili sebelumnya.…

Sabtu, 25 November 2017 07:18

Belajar Bertoleransi melalui Film Ahu Parmalim

Memperingati Hari Toleransi Internasional, tiga yayasan yakni –  Yayasan Kampung Halaman,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .