MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Rabu, 14 Juni 2017 09:47
Tak Hanya Kumulonimbus, Pencemaran Air Laut Juga Dimonitor

Intip Cara Pantau Cuaca BMKG Balikpapan

SIAGA 24 JAM: Ruang pemantauan cuaca di Kantor BMKG Balikpapan, Jalan Marsma Iswahyudi. Dari tiga monitor inilah, setiap 10 menit perkembangan cuaca dilaporkan.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, Dengan kecanggihan teknologi, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan informasi prakiraan cuaca cukup melalui website BMKG.

DINA ANGELINA, Balikpapan

TEKNOLOGI tak hanya menopang kehidupan sehari-hari. Dalam mendeteksi cuaca, butuh pemanfaatan teknologi melalui radar cuaca dan Satelit Himawari. Seperti di BMKG Balikpapan, petugas bekerja 24 jam secara bergantian untuk memantau kinerja alat tersebut setiap harinya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Balikpapan menjadi station coordinator bagi kantor cabang BMKG di wilayah Kaltim dan Kaltara. Tepatnya membawahi Nunukan, Tanjung Selor, Tarakan, Berau, Samarinda, dan Balikpapan. Selama ini, hasil pantauan mengandalkan radar cuaca dan Satelit Himawari. Dua alat utama ini membantu petugas untuk memprediksi bagaimana cuaca Kota Minyak dan sekitarnya sepanjang hari.

Di kantor yang berlokasi di Jalan Marsma Iswahyudi itu, terdapat ruang khusus untuk memantau seluruh pergerakan cuaca.

Dalam ruangan berukuran 5x6 meter, terpampang tiga monitor yang menampilkan hasil pantauan cuaca dari seluruh radar. Kepala BMKG Balikpapan Imam Mashudi mengatakan, pihaknya selalu memantau dari radar cuaca dan Satelit Himawari.

Caranya, dengan bantuan monitor yang terhubung langsung dengan radar cuaca. Layar tersebut menampilkan gambaran hasil deteksi dari radar cuaca. Alat ini dapat mengukur area dengan luas jarak 240 kilometer di sekitar Balikpapan. “Radar cuaca dapat memotret kondisi awan real time. Dari bantuan itu, kami bisa memprediksi datangnya hujan. Sebab, memperhitungkannya sesuai arah angin, kecepatan angin, hingga intensitas hujan mendatang,” ucapnya.

Seperti pantauan Kaltim Post, monitor tersebut menampilkan peta dengan beragam degradasi warna. Setiap warna akan memiliki temperatur, mulai dari 60 derajat hingga minus 100 derajat celsius. Imam menjelaskan, warna tersebut merupakan simbol dari kondisi awan. Timnya dapat bekerja dengan menilai warna-warna tersebut.

Contohnya mengukur kandungan uap air, semakin gelap warnanya maka kondisi kandungan air semakin sedikit.

Namun, jika peta menampilkan warna terang seperti oranye dan merah, pertanda kandungan uap air besar. “Kalau berwarna biru berarti kering, sedangkan kuning pertanda mulai turun hujan tipis. Berbeda lagi jika warnanya sudah mendominasi cokelat hingga merah berarti sedang terjadi hujan besar di daerah itu. Awan berwarna merah itu diartikan kumulonimbus,” bebernya.

Begitu pula dengan warna lain yang memiliki tipe masing-masing. Warna biru gelap menunjukkan tipe dense atau padat, biru terang berarti high cloud, kuning adalah middle cloud, orange yakni cumulus, hijau untuk stratocumulus, dan hitam yang berarti clear. “Dari alat tersebut, kami juga dapat memantau arus angin, melihat pergerakan angin dan berapa ketinggiannya. Jadi, kami bisa memprediksi saat ada awan kumolonimbus, dia akan bergerak ke daerah mana mengikuti angin. Misalnya terpantau arah angin 60 derajat dengan kecepatan 38 kilometer per jam. Kalau ini termasuk yang pelan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, radar cuaca melakukan proses deteksi atau scan setiap saat. Begitu pula petugas yang memantaunya lewat monitor. Selain itu, monitor turut dapat mengakses tampilan citra satelit yang terkoneksi dengan BMKG pusat di Jakarta. Sistem ini disebut dengan sinergi, sehingga seluruh area di Indonesia dapat terlihat. “Setiap 10 menit data diperbarui. Ada macam-macam yang bisa diakses sesuai kebutuhan, mudah karena bentuknya sudah software. Seperti prakiraan tinggi gelombang air laut sampai hotspot (titik panas). Tapi, yang benar-benar kami pantau setiap hari cukup radar cuaca dan Satelit Himawari,” imbuhnya.

Secara teknis, personel BMKG Balikpapan melihat perkiraan cuaca berdasarkan radar cuaca dan Satelit Himawari setiap hari. Tidak hanya mereka yang memantau di kantor yang dekat dengan radar cuaca. Ada pula petugas yang bekerja di bagian operasional, tempat Satelit Himawari berada.

“Operasional berada di bandara, tepatnya dekat Airnav Indonesia (Bandara Internasional Sepinggan). Di sana terdapat model-model untuk membuat prakiraan cuaca. Mulai dari mengukur tekanan, kelembapan, dan suhu. Model itu yang bisa memperkuat pertimbangan selain melihat pengamatan gambar radar dan satelit,” bebernya.

Setidaknya ada tiga orang yang bekerja di bagian operasional. Mereka adalah pengamat, prakirawan, dan teknisi. Sistem kerja selama 24 jam yang dibagi dalam tiga sif untuk memantau Satelit Himawari. Dengan kecanggihan teknologi, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan informasi prakiraan cuaca cukup melalui website BMKG. “Saat ini, BMKG sedang mengembangkan ocean forecast system yang bisa mengukur pencemaran air laut,” tutupnya. (riz/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 17 Juni 2017 01:48

Busana Muslimah Kian Diminati, Ibadah Sekaligus Berbisnis

Kian kemari busana muslimah terutama hijab terus memasuki era modernisasi. Berbagai bentuk gaya dipadupadankan…

Sabtu, 17 Juni 2017 00:31

Nyaris Di-chainsaw, Bangun Masjid Meski Bukan Muslim

Setelah puluhan tahun bertugas sebagai pasukan di Satuan Brimob, AKP Anton Saman kini dipercaya sebagai…

Sabtu, 17 Juni 2017 00:10

Rambah Bawang Putih, Faktor Geografis Jadi Tantangan Utama

Selain mandiri dengan bawang merah, Brebes juga mampu mencukupi kebutuhan bawang putihnya dari daerah…

Jumat, 16 Juni 2017 08:57

Antusias Berbagi Semangat, Tetap Menulis saat Sakit

Tri Wahyuni Zuhri, dia dikenal sebagai penulis, blogger, sekaligus survivor kanker. Banyak karya dan…

Jumat, 16 Juni 2017 08:39

Mudah Bersosialisasi dan lebih Lembut Tanpa Disuruh

Ada banyak literatur yang membuktikan khasiat musik. Baik bagi pendidikan langsung atau pendidikan karakter.…

Kamis, 15 Juni 2017 10:10
Kisah Sukses Pendiri BDS Snack, Sri Astuty

Tangan Kanan Pegang Stoples, Tangan Kiri Gendong Anak

Usaha yang dia bangun di Jakarta pernah terbakar dan dijarah. Belum lagi, modal habis tak bersisa akibat…

Selasa, 13 Juni 2017 08:41

Gejala Berawal dari Badan Menggigil, Penderita Diabetes Berisiko

Meski bukan tergolong penyakit baru, masih banyak orang yang belum memahami salah satu penyakit saraf,…

Senin, 12 Juni 2017 08:53

Mengingat Budaya dari Balik Tembok

Lewat lukisan hyper realistic, pasangan suami-istri ini mengubah tembok yang semula membosankan jadi…

Sabtu, 10 Juni 2017 10:09

Mengintip Command Center Pertama di Kaltim Milik Polres Balikpapan

Masyarakat Balikpapan patut senang dan bangga. Polres Balikpapan berinovasi dengan menghadirkan layanan…

Sabtu, 10 Juni 2017 01:41

Pentingnya Penerapan Nilai Pancasila dalam Keseharian

Peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni lalu, jangan hanya sekadar momen euforia semata. Pancasila jauh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .