MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 13 Juni 2017 09:47
“Dicerai” Tetangga, Supermarket Sesak dan Makanan Berlimpah

Menikmati Ramadan di Tanah Rantau; Qatar (8)

TETAP KONDUSIF: Penulis (kiri) saat liburan di Singing Sand Dunes. (dinia marinka for kaltim post)

PROKAL.CO, Senin (5/6), negara-negara tetangga Qatar memutuskan hubungan diplomatik. Di antaranya, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, hingga Bahrain. Kondisi itu turut memengaruhi kehidupan masyarakat di salah satu negara di Timur Tengah tersebut. Bagaimana kondisinya? Berikut cerita Dinia Marinka, perempuan asal Balikpapanyangsudah tiga tahun terakhir menetap di Qatar.

SEJAK Oktober 2014, Dinia memutuskan untuk bermukim di Qatar. Dia mengikuti suami yang mendapat tawaran pekerjaan di salah satu perusahaan minyak. Selain bersama suami, Dinia turut memboyong kedua anaknya. Saat ini, dia dan keluarga kecilnya menyewa sebuah rumah di Al Wakra. Menuju daerah tersebut membutuhkan waktu perjalanan sekitar 30 menit dari ibu kota Qatar, Doha.

Meski mengalami krisis, Dinia menyebutkan, kondisinya beserta keluarga aman dan baik. Menurut dia, keadaan yang terjadi justru tidak seburuk pemberitaan media. Walaupun sejak pemutusan hubungan diplomatik berbagai negara, tepatnya Senin pekan lalu, hampir seluruh supermarket penuh sesak dan ramai. Sebab, banyak orang berbondong-bondong melakukan panic buying dan membeli bahan-bahan makanan. Seperti susu dan telur yang banyak diimpor dari Saudi Arabia. 

“Namun tidak ada keributan, kepanikan, atau sejenisnya. Kegiatan perkantoran, toko, atau sekolah pun tetap berjalan seperti biasa sampai hari ini. Sejujurnya, krisis Qatar belum terlihat banyak memberikan dampak pada masyarakat. Pemerintah Qatar secara sigap meyakinkan, ekonomi atau suplai bahan makanan tidak terganggu,” bebernya. Selain itu, berdasarkan kondisi di lapangan beberapa hari terakhir, supermarket tidak mengalami kekurangan stok bahan makanan. Sejauh ini, Dinia beserta teman-teman, khususnya dari komunitas Indonesia, belum merasakan adanya permasalahan yang berarti.

“Ada concern memang karena kebetulan sudah mendekati summer break dan banyak yang telah merencanakan untuk kembali ke Tanah Air. Dengan krisis ini, dampak terasa pada penerbangan yang sempat dibatalkan. Khususnya yang melewati negara-negara yang telah menutup perbatasan itu,” ucapnya. Perbatasan udara, laut, dan darat pun benar-benar ditutup oleh negara tetangga. Namun, perkembangan terakhir, khusus untuk truk yang mengangkut bahan pangan mengalami pengecualian. Jadi, sementara ini suplai makanan tetap terjaga. Sisanya, mereka hanya berusaha untuk tetap tenang. Kemudian, secara bijak melakukan filter pada berita yang simpang siur agar tidak mengundang kepanikan.

Dinia mengungkapkan rasa salut dengan KBRI Doha yang sigap memberikan update atas perkembangan terbaru. Komunikasi dengan KBRI dapat terjalin intens melalui media sosial. Seperti Facebook dan WhatsApp group ke komunitas-komunitas warga Indonesia. Termasuk Duta Besar Indonesia untuk Qatar, M Basri Sidehabi, sempat turun langsung berbicara dengan WNI mengenai perkembangan situasi terkini.

“Pihak KBRI menyampaikan, situasi di Qatar masih tetap kondusif dan warga Indonesia diimbau untuk tetap tenang. Namun, tentu masih harus waspada memantau perkembangan situasi. Nomor hotline KBRI juga telah disebarluaskan untuk WNI yang membutuhkan informasi lebih lanjut,” tuturnya.

Sesungguhnya, dia dan keluarga berencana kembali ke Indonesia setelah momen perayaan Idulfitri. Dinia telah membeli tiket Qatar Airways dengan penerbangan langsung Doha-Jakarta, kemudian lanjut ke Balikpapan. 

Untuk saat ini, dia tetap akan menjalani aktivitas seperti biasa. Sembari berdoa agar situasi tidak memburuk dan segera berlalu.

“Insyaallah tidak ada kesulitan berarti. Teman-teman yang membeli tiket maskapai yang penerbangannya dibatalkan pun saya dengar akan dibantu untuk menemukan alternatif lain. Kondisi masyarakat juga tergolong baik-baik saja, kita berdoa supaya situasi politik segera pulih. Sehingga dapat menghilangkan kecemasan baik bagi warga dan keluarga yang berada di Indonesia,” jelasnya.

Selama berada di Qatar, Dinia tidak hanya menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga. Dia turut aktif dengan bergabung dalam sanggar tari Puspa Qinarya. Mereka aktif dalam memperkenalkan seni tari dan budaya Indonesia di Qatar. Sementara itu, dua anaknya saat ini masih sibuk dengan aktivitas belajar di sekolah internasional. 

MAKANAN BERLIMPAH

Meski tengah berada pada masa krisis, Dinia mengungkapkan tidak ada dampak bagi warga menjalani ibadah puasa. Memasuki tahun ketiga berpuasa di sana, dia dan masyarakat masih bisa melewati momen Ramadan dengan khidmat. Ibadah puasa di Qatar berjalan sekitar 15 jam. Waktu subuh mulai pada pukul 03.15 hingga magrib pukul 18.20.

"Alhamdulillah, puasa lancar juga sejauh ini. Selama masa Ramadan, jam kerja kantor dan sekolah lebih pendek dari biasanya. Aktivitas berjalan dari pukul delapan pagi sampai pukul satu siang," ucapnya.

Sama seperti di Indonesia, suasana khas dan ramai selama puasa dengan hadirnya pasar Ramadan. Begitu pula di Qatar, Ramadan Festival berada di mal hingga di tempat bernama Katara Cultural Village. Kemudian, selama Ramadan, restoran dan hotel menyediakan tenda sahur dan berbuka puasa. 

"Makanan yang tersedia pada waktu sahur dan buka puasa kebanyakan disajikan mewah dan berlimpah. Sebagai negara Islam yang kaya, banyak juga tempat-tempat seperti masjid atau para dermawan yang menyediakan buka puasa gratis," katanya.

Salah satu tradisi yang tak kalah menarik adalah Garangao Festival. Dinia bercerita, kegiatan ini berlangsung Ramadan memasuki hari ke-14. Setelah berbuka puasa, anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun berkeliling ke rumah untuk mengumpulkan permen atau kacang.

"Mungkin seperti perayaan Halloween. Beberapa tempat keramaian seperti mal juga terkadang mengadakan aktivitas khusus bagi anak-anak merayakan festival itu," sebutnya. (*/gel/far/k8)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 10:35

SANGAT TAK DISIPLIN..!! 640 Menit, 6.931 Pelanggar di Jalan

BERKENDARA di jalan raya tak boleh sembarangan. Keselamatan wajib diutamakan. Di Kaltim, kesadaran berlalu…

Rabu, 20 September 2017 10:26

Pemprov-DPRD Berkonspirasi, Akhirnya Masjid Itu Dibangun Juga

SAMARINDA – Rencana pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu, Samarinda, tak terbendung. DPRD Kaltim…

Rabu, 20 September 2017 10:23

Bersama Wakil Rakyat dan Bupati, Minta Dukungan DPD RI

Tak hanya berjuang untuk investasi daerah, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie memperjuangkan…

Rabu, 20 September 2017 08:55

Biaya Logistik Melambung, Perlu Ada Tol Sungai

BALIKPAPAN – Kaltim harus mampu menekan biaya logistik yang terlalu tinggi. Terutama di daerah…

Selasa, 19 September 2017 09:31
3,5 Jam Jaang Bersaksi

Kontroversi Pungli TPK Palaran, Wali Kota Enggan Disalahkan

SAMARINDA – Lagi, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menghindari tampil sendiri dalam kasus pungutan…

Selasa, 19 September 2017 09:26

Pelajar Jadi Alat Bandar

SAMARINDA – Anak yang terjerembab sebagai penyalahguna narkoba bukan berarti masa depannya jadi…

Selasa, 19 September 2017 09:25

Lebih Dekat dengan Idola

BALIKPAPAN – Balikpapan Masters Cup 2017 benar-benar sayang untuk dilewatkan. Tak hanya memanjakan…

Selasa, 19 September 2017 09:23

Sempat Menurun, Kesehatan Wagub Mulai Membaik

JAKARTA – Ponsel milik Musmin Narta Dinata terus berdering sejak Senin (18/9) pagi. Penelepon…

Selasa, 19 September 2017 09:19

MEMBANGGAKAN! Berkat Karyanya, Mahasiswa STT Migas Balikpapan Ini Bisa sampai ke Prancis

Mahasiswa STT Migas Balikpapan kembali membuat prestasi membanggakan. Yoga Pratama membuat terang daerah…

Selasa, 19 September 2017 09:16

Ambil Uang di ATM dengan Pengenal Wajah

SEJUMLAH bank di Tiongkok baru saja meluncurkan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dengan teknologi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .