MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Selasa, 13 Juni 2017 08:44
Hindari Kecurigaan dengan Transaksi Nontunai
-

PROKAL.CO, MEMINIMALISASI belanja menggunakan uang tunai adalah upaya Novitrisari Istidevi agar selalu aman dari incaran perampok. Apalagi di tengah perlambatan ekonomi, perampokan rawan terjadi. Perempuan yang akrab disapa Novi ini punya trik khusus sendiri.

“Pertama lebih suka transaksi nontunai,” terang pemilik Butik Omahkoe Batik itu. Dengan transaksi nontunai, kata dia, membuat Anda tak perlu jadi incaran penjahat. Mengingat, perangkat transaksi nontunai hanya bisa dipakai penggunanya saja. Berbeda jika uang tunai yang bisa dipakai siapa pun tanpa jejak.

Hal ini membuat penjahat pun yang curi-curi pandang dengan dompet, enggan mendekat. Sebab, jika seandainya berhasil merampok maupun mencuri, keberadaan mereka bakal terdeteksi jika berani menggunakan perangkat nontunai tersebut. Mereka pun tak bisa mendapatkan keuntungan dari aksi jahatnya.

Selain menggunakan transaksi nontunai, ada kiat lain. Novi menyebutkan, pilihan tas perempuan juga memengaruhi. “Saya suka model tas selempang yang saya taruh di depan badan,” imbuh Novi. Dengan model tas seperti ini, tas selalu dalam pengawasan. Aksi copet juga terhindarkan. Selain itu, selempang yang panjang membuat tas bakal lebih susah ditarik dibandingkan tas tangan yang tali tasnya pendek. Hal-hal kecil semacam ini tampak remeh, tapi jika dilakukan bisa memberi dampak signifikan untuk keamanan.

“Selain itu, lebih waspada kalau jalan,” pungkasnya. Kewaspadaan memang paling penting. Jangan terlalu asyik dengan diri sendiri, sehingga tidak menyadari jika ada penjahat yang mengintai atau ada ancaman di sekitar kita. Jika Anda hendak mengambil uang di bank dengan jumlah banyak, maka memberitahukannya kepada polisi untuk meminta pengamanan.

Sebab, para pelaku biasanya mengincar para korban yang merupakan nasabah bank. Pelaku biasanya sudah memantau dan mengikuti gerak korban saat keluar dari bank, atau saat selesai melakukan transaksi di anjungan tunai mandiri (ATM).

Para pelaku kemudian menandai kendaraan yang digunakan korban. Pada saat kendaraan berhenti, pelaku biasanya segera menyerang korban. Pelaku biasanya tidak segan-segan untuk melukai korban. (*/nyc/riz/k18)


BACA JUGA

Selasa, 20 Juni 2017 08:27

Waspada Kolesterol setelah Lebaran

Pada momen setelah Lebaran, banyak orang yang mengalami gangguan kesehatan. Biasanya kolesterol tinggi…

Selasa, 20 Juni 2017 08:25

Utamakan Buah, Masakan Jangan Dipanasi Terus

BANYAKNYA makanan dan kegiatan sudah menjadi tradisi di hari yang fitri.  Namun jika tak dijaga…

Selasa, 20 Juni 2017 08:22

Cermat Mengolah Daging

LEBARAN semakin dekat. Untuk menyambut momen tersebut, kebiasaan masyarakat di rumah menyediakan menu-menu…

Selasa, 13 Juni 2017 12:09

WASPADALAH...!! Lebaran Mendekat, Perampok Makin Nekat

Meningkatnya perputaran uang membuat perampokan jadi kejahatan yang khas jelang Lebaran. PERISTIWA peroncean…

Selasa, 06 Juni 2017 08:39

Seribu Wajah sang Perusak Organ

  Lupus memang bukan penyakit baru di Indonesia. Namun kenyataannya, masih banyak orang yang tidak…

Selasa, 06 Juni 2017 08:36

Enggan Salahkan Keadaan, Orangtua Jadi Pelecut Semangat

  Di usia yang tergolong masih dini, Anisa Rizky Ameilia dan Arrahman harus berjibaku sebagai penderita…

Selasa, 06 Juni 2017 08:33

Mengancam Organ Vital Anak

LUPUS pada usia balita tergolong unik dan langka. Jumlah kasusnya jauh lebih sedikit dibandingkan dewasa.…

Selasa, 06 Juni 2017 08:32

Saling Menguatkan lewat Kula Kupu Borneo

SEMENJAK resmiberdiri 21 Mei 2016 lalu, Kula Kupu Borneo (KKB) memiliki beragam kesibukan untuk membantu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .