MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 11 Juni 2017 06:52
Nikmati Kuliner hingga ke Kalibiru

Jogjakarta

ROMANSA ALAM: Hamparan langit biru dipadukan alam kehijauan membuat pengunjung tidak bosan memandangnya dari atas pohon pinus, Kalibiru.

PROKAL.CO, Cahaya pagi keemasan mengecup perlahan pucuk-pucuk Prambanan yang kian menua. Meniadakan kerlipan lampu yang berganti terlelap. Dibarengi desingan kendaraan, kehidupan mulai tampak dari lautan masyarakat yang melaju di jalanan hingga menjemput petang kembali ke peraduan.  

OLEH: IDA SYAMSIDAR

JOGJAKARTA - Kota yang tak pernah mati sekalipun rembulan kian bias menanti fajar. Di sinilah, di mana pengunjung dapat menikmati alunan musik mengalun bebas. Hiburan yang menjadi penyangga kehidupan masyarakatnya. Dari musik, jajanan hingga pasukan panorama alam yang mengelilingi Jogja membawa pada sebuah sejarah panjang. Bak musik dagelan yang mengantarkan saya pada tiap sudut kotanya yang terlihat berbeda.

Kota yang menjadi saksi sang Prambanan ini masih tetap saja ramah. Bersahaja seperti wajah para ibu-ibu yang melintas mengayun pedal sepeda dengan perlahan. Inilah kota yang memberikan sebuah pengalaman istimewa bagi para pelancong. Tak henti membuat kagum serta lidah yang masih terus berdecap-decap bila membicarakan tentang Jogja juga destinasi tepat bagi pencinta kuliner. Bergeriliya mencari jajanan dari sudut jalan yang berbeda. 

Pagi yang membawa kembali malam, saya masih tetap betah menikmati waktu melenggangkan kaki menikmati Jogja, sekalipun orang-orang mulai terlelap. Dari kota saya beranjak ke daerah perbukitan, tepatnya bernama Kalibiru. Mendadak populer lokasi ini memiliki satu spot foto unik, karena pengunjung bisa berfoto di atas pohon pinus.

Hal istimewa dari spot ini ialah pemandangan yang melatarinya mampu membuat mata saya tak bosan menelusuri dan berlama-lama di atas pohon tersebut. Liuk indah waduk menjadi background memberikan efek ketenangan, seperti kilauan kecil yang menyeruak ke atas permukaan air dibingkai perbukitan turut menyegarkan mata pengunjung. Tentu saja terlihat lebih spektakuler agar berkunjung sewaktu menikmati suasana pagi atau senja berbondong-bondong orang datang kemari.

Di pagi hari bak kuncup bunga yang akan mekar, mentari tampak lebih memukau berselimut kabut. Sementara itu, suasana senja mengubah warna langit dan waduk menjadi kuning keemasan terasa begitu syahdu. Tidaklah sulit agar bisa sampai kemari. Dikarenakan kondisi perjalanan yang melewati tanjakan ada baiknya mengendarai kendaraan roda empat. (*/lil/lhl/k15)


BACA JUGA

Jumat, 04 Mei 2018 07:31

Semangat Belajar dalam Keterbatasan

Oleh: Gerakan Mengajar – Universitas Mulawarman Samarinda SAMARINDA - Sabtu (28/4), Gerakan Unmul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .