MANAGED BY:
SABTU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 19 Mei 2017 09:09
Rupiah Melemah Tak Selamanya Negatif
-

PROKAL.CO, Pemerintah  menetapkan asumsi nilai tukar rupiah pada 2018 mencapai Rp 13.500 hingga Rp 13.800 per USD. Hal ini telah disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Sidang Paripurna DPR RI siang, kemarin (19/5).

Menurut Sri Mulyani, nilai tukar rupiah harus dilihat secara lebih luas. Pasalnya, pelemahan nilai tukar rupiah bisa saja memberikan dampak positif terhadap ekspor Indonesia.

“Dalam kesempatan ini, perlu saya sampaikan sekali lagi bahwa depresiasi rupiah tidak selalu berarti negatif terhadap perekonomian domestik,” kata Menkeu di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (19/5).

Menurut Sri Mulyani, depresiasi nilai tukar pada batas-batas tertentu akan berdampak positif bagi perbaikan daya saing produk ekspor Indonesia, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, butuh pengelolaan secara profesional agar tak merugikan masyarakat.

“Permasalahan utamanya adalah bagaimana mengelola pergerakan nilai tukar tersebut agar tidak terjadi gejolak atau volatilitas, yang mengganggu iklim usaha dan aktivitas ekonomi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyampaikan Pengantar dan Keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2018. Hal ini disampaikan hari ini dalam Sidang Paripurna DPR RI.

“Perumusan PPKF 2018 tidak terlepas dari arah dan strategi kebijakan fiskal jangka menengah. Secara umum, kerangka kebijakan fiskal jangka menengah 2017-2021 diarahkan untuk memperkukuh kredibilitas dan efektivitas pengelolaan fiskal, mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan berkeadilan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan yang makin merata dan berdaya tahan,” ungkapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, diharapkan kontribusi penerimaan perpajakan akan semakin optimal. Di sisi lain, belanja untuk mendorong pertumbuhan sekaligus mewujudkan kesejahteraan semakin tepat sasaran, efisien dan efektif, serta pengelolaan fiskal ke depan semakin fleksibel, responsif, dan berkelanjutan.

“Dalam jangka menengah diharapkan tax ratio akan meningkat, struktur belanja negara semakin produktif, defisit dan rasio utang terkendali, serta keseimbangan primer menuju positif. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan penguatan tiga fungsi utama kebijakan fiskal, yaitu fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi,” tutupnya. (ant/lhl/k15)

 


BACA JUGA

Jumat, 26 Mei 2017 06:55

BIKIN RESAH..!! DJP Bisa Intip Rekening Nasabah, Dianggap Gejolak Biasa

BALIKPAPAN - Wewenang yang dimiliki Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mengintip rekening nasabah…

Jumat, 26 Mei 2017 06:52

Kadin: Jangan Sampai Data Nasabah Bocor

BALIKPAPAN - Data keuangan yang akan mengalir ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) setelah pemberlakuan…

Jumat, 26 Mei 2017 06:52

Tahun Ini, Honda Genjot Target Penjualan

SAMARINDA - Honda masih mencatatkan penjualan motor yang cukup stabil di tengah situasi ekonomi Kaltim…

Jumat, 26 Mei 2017 06:46
Jadi BPD Terbaik di Kalimantan, Bankaltim Tambah Modal

Siap Naik Kelas ke Buku Tiga, Penetrasi Pasar Kian Gencar

Komitmen memperkuat ekonomi yang berbasis di pelosok negeri lewat stimulus sektor bisnis kerakyatan.…

Jumat, 26 Mei 2017 06:38

Lion Air Investigasi Keluarga Pilot Masuk Kokpit

MANAJEMEN Maskapai Lion Air memastikan akan segera menginvestigasi kejadian masuknya keluarga penumpang…

Kamis, 25 Mei 2017 07:35

Rupiah Pun Akan Balik Keluar Negeri

SAMARINDA – Langkah pemerintah pusat membuka data rekening nasabah dinilai berdampak besar bagi…

Kamis, 25 Mei 2017 07:32

BI: Transparansi Justru Direspons Positif

BALIKPAPAN - Kewenangan pemerintah dalam mengakses data nasabah diyakini tak akan mengusik minat masyarakat…

Kamis, 25 Mei 2017 07:30

Di Kaltim, Usaha Kini Mencapai 314 Ribu

SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil pendaftaran usaha/perusahaan Sensus Ekonomi…

Kamis, 25 Mei 2017 07:29

Tax Amnesti Berakhir Bukan Berarti Aman

SAMARINDA – Pembukaan rekening nasabah menjadi senjata baru bagi Direktorat Jendral Pajak untuk…

Kamis, 25 Mei 2017 07:27

Terbaik di Kalimantan, Bangun Ekonomi dari Perbatasan

Visi menjadi BUMD terbaik di Kalimantan perlahan diwujudkan Bankaltim. KEMARIN (24/5), bertempat di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .