MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 19 Mei 2017 09:09
Rupiah Melemah Tak Selamanya Negatif
-

PROKAL.CO, Pemerintah  menetapkan asumsi nilai tukar rupiah pada 2018 mencapai Rp 13.500 hingga Rp 13.800 per USD. Hal ini telah disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Sidang Paripurna DPR RI siang, kemarin (19/5).

Menurut Sri Mulyani, nilai tukar rupiah harus dilihat secara lebih luas. Pasalnya, pelemahan nilai tukar rupiah bisa saja memberikan dampak positif terhadap ekspor Indonesia.

“Dalam kesempatan ini, perlu saya sampaikan sekali lagi bahwa depresiasi rupiah tidak selalu berarti negatif terhadap perekonomian domestik,” kata Menkeu di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (19/5).

Menurut Sri Mulyani, depresiasi nilai tukar pada batas-batas tertentu akan berdampak positif bagi perbaikan daya saing produk ekspor Indonesia, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, butuh pengelolaan secara profesional agar tak merugikan masyarakat.

“Permasalahan utamanya adalah bagaimana mengelola pergerakan nilai tukar tersebut agar tidak terjadi gejolak atau volatilitas, yang mengganggu iklim usaha dan aktivitas ekonomi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyampaikan Pengantar dan Keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2018. Hal ini disampaikan hari ini dalam Sidang Paripurna DPR RI.

“Perumusan PPKF 2018 tidak terlepas dari arah dan strategi kebijakan fiskal jangka menengah. Secara umum, kerangka kebijakan fiskal jangka menengah 2017-2021 diarahkan untuk memperkukuh kredibilitas dan efektivitas pengelolaan fiskal, mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan berkeadilan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan yang makin merata dan berdaya tahan,” ungkapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, diharapkan kontribusi penerimaan perpajakan akan semakin optimal. Di sisi lain, belanja untuk mendorong pertumbuhan sekaligus mewujudkan kesejahteraan semakin tepat sasaran, efisien dan efektif, serta pengelolaan fiskal ke depan semakin fleksibel, responsif, dan berkelanjutan.

“Dalam jangka menengah diharapkan tax ratio akan meningkat, struktur belanja negara semakin produktif, defisit dan rasio utang terkendali, serta keseimbangan primer menuju positif. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan penguatan tiga fungsi utama kebijakan fiskal, yaitu fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi,” tutupnya. (ant/lhl/k15)

 


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 06:23

Kondisi Baik bagi Konsumen Properti

MOMEN ekonomi saat ini banyak yang berasumsi waktu yang tepat berinvestasi.  Sederhananya,…

Sabtu, 18 November 2017 06:22

BI Rate Bikin Minat Deposito Turun

PENURUNAN  bunga bank terus berlanjut menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) memangkas kembali…

Sabtu, 18 November 2017 06:21

ISPO di Kaltim Terkendala PUP

SAMARINDA  –   Saat ini di Kaltim ada 373 perusahaan kelapa sawit. Sayangnya, hanya…

Sabtu, 18 November 2017 06:19

SMA Selalu Dominasi Pengangguran

SAMARINDA  -  Jumlah penduduk Kaltim di atas 15 tahun lebih dari 2,59 juta orang. Sebanyak…

Jumat, 17 November 2017 07:18

PARAH..!! Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Terendah di Kalimantan

SAMARINDA – Kaltim tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah, yakni sebesar…

Jumat, 17 November 2017 07:14

Yang Pasti, Ber-UKM Jangan Menyerah

BALIKPAPAN — Bangkitkan semangat ber-UKM, MarkPlus Inc bersama International Council for Small…

Jumat, 17 November 2017 07:12

ITK Menurun, Kondisi Konsumen Masih Baik

SAMARINDA - Nilai indeks tendensi konsumen (ITK) Kaltim pada triwulan III mengalami penurunan 0,99 poin…

Jumat, 17 November 2017 07:09

Setelah Berau, Kukar Juga Kembangkan Jagung

SAMARINDA - Realisasi luas tambah tanam (LTT) jagung di Berau dari Januari hingga September tahun ini…

Jumat, 17 November 2017 07:07

Rute ke Madinah Dibuka, Guangzhou Menyusul

BALIKPAPAN - Berlabel internasional, Bandara Sepinggan Balikpapan memiliki sedikit penerbangan ke luar…

Jumat, 17 November 2017 07:05

NPL Balikpapan Betah di Level Bahaya

BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mencatat rasio kredit bermasalah (non-performing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .