MANAGED BY:
SELASA
25 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 19 Mei 2017 09:09
Rupiah Melemah Tak Selamanya Negatif
-

PROKAL.CO, Pemerintah  menetapkan asumsi nilai tukar rupiah pada 2018 mencapai Rp 13.500 hingga Rp 13.800 per USD. Hal ini telah disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Sidang Paripurna DPR RI siang, kemarin (19/5).

Menurut Sri Mulyani, nilai tukar rupiah harus dilihat secara lebih luas. Pasalnya, pelemahan nilai tukar rupiah bisa saja memberikan dampak positif terhadap ekspor Indonesia.

“Dalam kesempatan ini, perlu saya sampaikan sekali lagi bahwa depresiasi rupiah tidak selalu berarti negatif terhadap perekonomian domestik,” kata Menkeu di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (19/5).

Menurut Sri Mulyani, depresiasi nilai tukar pada batas-batas tertentu akan berdampak positif bagi perbaikan daya saing produk ekspor Indonesia, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, butuh pengelolaan secara profesional agar tak merugikan masyarakat.

“Permasalahan utamanya adalah bagaimana mengelola pergerakan nilai tukar tersebut agar tidak terjadi gejolak atau volatilitas, yang mengganggu iklim usaha dan aktivitas ekonomi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyampaikan Pengantar dan Keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2018. Hal ini disampaikan hari ini dalam Sidang Paripurna DPR RI.

“Perumusan PPKF 2018 tidak terlepas dari arah dan strategi kebijakan fiskal jangka menengah. Secara umum, kerangka kebijakan fiskal jangka menengah 2017-2021 diarahkan untuk memperkukuh kredibilitas dan efektivitas pengelolaan fiskal, mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan berkeadilan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan yang makin merata dan berdaya tahan,” ungkapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, diharapkan kontribusi penerimaan perpajakan akan semakin optimal. Di sisi lain, belanja untuk mendorong pertumbuhan sekaligus mewujudkan kesejahteraan semakin tepat sasaran, efisien dan efektif, serta pengelolaan fiskal ke depan semakin fleksibel, responsif, dan berkelanjutan.

“Dalam jangka menengah diharapkan tax ratio akan meningkat, struktur belanja negara semakin produktif, defisit dan rasio utang terkendali, serta keseimbangan primer menuju positif. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan penguatan tiga fungsi utama kebijakan fiskal, yaitu fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi,” tutupnya. (ant/lhl/k15)

 


BACA JUGA

Sabtu, 22 Juli 2017 06:32

Kehadiran e-Commerce Bukan Masalah

BALIKPAPAN  -   Sejumlah tantangan mewarnai investasi pusat perbelanjaan, beberapa tahun…

Sabtu, 22 Juli 2017 06:30

Siapkan Usulan Bandara Mahulu

SAMARINDA –  Masih terisolasinya Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) membuat pembangunan di daerah…

Sabtu, 22 Juli 2017 06:30

Belum Pasti, Waspada Spekulasi

SAMARINDA –  Kepastian wacana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kaltim masih dinanti dunia…

Sabtu, 22 Juli 2017 06:29

Harapkan Efek Jalan Tol dan BSB

SAMARINDA  –  Meski badai permasalahan menerpa keuangan Pemkot Samarinda, namun pertumbuhan…

Sabtu, 22 Juli 2017 06:27

Kelola Aset Peninggalan Chevron, PPU Belajar dari Siak

PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kian serius menyiapkan diri menjadi pengelola…

Sabtu, 22 Juli 2017 06:26

Redenominasi Tak Ganggu Kurs Rupiah

JAKARTA  -  Wacana redenominasi yang dilontarkan Bank Indonesia (BI) dianggap tak akan mengganggu…

Sabtu, 22 Juli 2017 06:26

Garuda Indonesia Kian Seriusi Bisnis Kargo

JAKARTA  -  Pengembangan bisnis terus dilakukan PT Garuda Indonesia. Salah satunya, pada sektor…

Sabtu, 22 Juli 2017 06:24

Pemerintah Lebih Percaya Diri

Bank Indonesia (BI) semakin mantap untuk menjalankan Rancangan Undang-Undang Redenominasi atau penyerderhanaan…

Jumat, 21 Juli 2017 07:30

Dana Talangan bagai Jebakan Batman

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO(Pemerhati Ekonomi Kerakyatan &  Ketenagakerjaan) TULISAN ini terinspirasi…

Jumat, 21 Juli 2017 07:26

Lifting Migas Turun, Pemerintah Obral Insentif

JAKARTA - Pemerintah jorjoran memberi insentif karena produksi siap jual (lifting) minyak dan gas bumi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .