MANAGED BY:
JUMAT
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 19 Mei 2017 18:19
Nikahi Teman Sekantor, Ini Pandangan MUI
Ilustrasi Foto: pixabay

PROKAL.CO,  

JAKARTA- Menikah dengan teman sekantor sering jadi kontroversi. Khususnya jika bicara soal hak-hak tenaga kerja. Sebab sangat banyak perusahaan yang memberlakukan aturan melarang suami istri bekerja dalam satu kantor.

Lalu bagaimana pandangan Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal ini? Zainut Tauhid Za'adi, Wakil KetuaMUI  memberikan pandangan bahwa dari sisi agama tidak ada larangan menikah dengan teman sekantor sepanjang syarat dan rukun pernikahannya terpenuhi. Di samping keduanya tidak ada hubungan nasab yang mengharamkan atau melarangnya.

‎"Ada banyak perusahaan yang tidak membolehkan perkawinan dengan teman sekantor. Ini sering menjadi kontroversi di kalangan masyarakat. Apalagi dalam UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, tidak memberikan aturan jelas," kata Zainut dalam pernyataan resminya, Jumat (19/5).

Dalam Pasal 153 Ayat 1 huruf f UU 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyebutkan, pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan pekerja/buruh mempunyai pertalian darah dan/atau ikatan perkawinan dengan pekerja/buruh lainnya di dalam satu perusahaan, kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahan, atau perjanjian kerja bersama.

"Menurut saya ketentuan yang diatur dalam Pasal 153 ayat 1 huruf f UU Ketenagakerjaan ini merupakan pasal karet yang semangatnya tidak memberikan perlindungan kepada pekerja/buruh tapi lebih berpihak kepada pemilik perusahaan," bebernya.

Karena di dalam pengaturan pasal tersebut seolah-olah memberikan perlindungan terhadap pekerja/buruh yang memiliki pertalian darah dan/atau ikatan perkawinan dengan pekerja/buruh lainnya di dalam satu perusahaan.

Tetapi semua itu dimentahkan kembali dengan adanya ketentuan pengecualian melalui perjanjian kerja atau kontrak kerja yang dituangkan dalam peraturan perusahaan, maka ketentuan dalam pasal 153 tersebut di atas menjadi batal.

"Jadi perjanjian kerja atau kontrak kerja lah yang pada akhirnya menentukan boleh atau tidaknya seorang pekerja/buruh yang memiliki ikatan pernikahan dengan teman sekantornya itu bekerja dalam satu tempat pekerjaan," terangnya.

Zainut membeberkan, kalau mau diteliti lebih jauh pengaturan dalam UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan khusus Pasal 153 ayat 1 huruf f itu sebenarnya bukan mengatur larangan pada aspek pernikahannya tetapi lebih pada hubungan kerjanya. Jadi masyarakat harus bisa mendudukkan permasalahan biar tidak ada kesalahpahaman.

MUI menilai undang-undang ini berpotensi untuk digugat di Mahkamah Konstitusi karena diduga bertentangan dengan Konstitusi yaitu terkait dengan Pasal 27 dan Pasal 28 UUD NRI Tahun 1945 yaitu hak untuk mendapatkan pekerjaan layak bagi kemanusiaan dan hak untuk melangsungkan pernikahan.

"MUI mempersilakan kepada kelompok masyarakat untuk mengajukan uji materi (Judicial Review) ke MK sebagai wujud kepeduliannya terhadap nasib para pekerja/buruh dan sekaligus sebagai bentuk kesadarannya terhadap hukum," pungkasnya. (esy/jpnn)

 


BACA JUGA

Kamis, 20 Juli 2017 15:35

Apa? Uang Rupiah Baru Tak Laku di Luar Negeri?

PROKAL.CO, JAKARTA- Uang rupiah baru terus saja menjadi objek berita hoaks. Yang terbaru disebutkan…

Kamis, 20 Juli 2017 15:27

Yorrys: Setnov Ditahan, Banyak Kader Unggulan

PROKAL.CO, JAKARTA- Meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi pengadaan…

Kamis, 20 Juli 2017 15:20

HEBATNYA, AHY dan Anies Berpeluang Lawan Jokowi atau Prabowo

PROKAL.CO, JAKARTA- Jika syarat ambang batas pencalonan presiden disepakati nol persen, maka calon presiden…

Kamis, 20 Juli 2017 15:11

HTI Nekat Demo, Langsung Ditangkap!

PROKAL.CO, JAKARTA- Polri tak mau kecolongan dengan aksi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Karena…

Selasa, 18 Juli 2017 13:24

Akbar Tanjung Dorong Golkar Lengserkan Setnov

PROKAL.CO, JAKARTA- Penetapan Setya Novanto sebagai tersangka oleh KPK ditanggapi serius oleh tokoh…

Selasa, 18 Juli 2017 13:10

Perppu Ormas Terbit, Kok Belum Ada Ormas Dibubarkan?

PROKAL.CO, JAKARTA- Penerbitan Perppu Ormas dinilai aneh oleh Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril…

Selasa, 18 Juli 2017 12:43

Papa Novanto Tersangka, Fadli Zon Siap Gantikan

PROKAL.CO, JAKARTA- Meski isyarat ke arah itu sudah ada, penetapan Setya Novanto sebagai tersangka perkara…

Senin, 17 Juli 2017 17:05

Pasutri Remaja-Nenek Bikin Mensos Pusing

PROKAL.CO, JAKARTA- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa prihatin sekaligus dipusingkan oleh urusan…

Senin, 17 Juli 2017 16:58

Jokowi-Cak Imin Pasangan Pilpres 2019, Bagaimana?

PROKAL.CO, JAKARTA- Proses pencalonan pada Pilpres 2019 mendatang diyakini akan sangat terpengaruh oleh Rancangan…

Senin, 17 Juli 2017 16:50

Pernyataan Mau Mundur, Tito Dicecar Komisi III DPR

PROKAL.CO, JAKARTA- Gara-gara ramainya pemberitaan Tito Karnavian akan mundur dari jabatannya sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .