MANAGED BY:
SABTU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 19 Mei 2017 18:19
Nikahi Teman Sekantor, Ini Pandangan MUI
Ilustrasi Foto: pixabay

PROKAL.CO,  

JAKARTA- Menikah dengan teman sekantor sering jadi kontroversi. Khususnya jika bicara soal hak-hak tenaga kerja. Sebab sangat banyak perusahaan yang memberlakukan aturan melarang suami istri bekerja dalam satu kantor.

Lalu bagaimana pandangan Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal ini? Zainut Tauhid Za'adi, Wakil KetuaMUI  memberikan pandangan bahwa dari sisi agama tidak ada larangan menikah dengan teman sekantor sepanjang syarat dan rukun pernikahannya terpenuhi. Di samping keduanya tidak ada hubungan nasab yang mengharamkan atau melarangnya.

‎"Ada banyak perusahaan yang tidak membolehkan perkawinan dengan teman sekantor. Ini sering menjadi kontroversi di kalangan masyarakat. Apalagi dalam UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, tidak memberikan aturan jelas," kata Zainut dalam pernyataan resminya, Jumat (19/5).

Dalam Pasal 153 Ayat 1 huruf f UU 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyebutkan, pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan pekerja/buruh mempunyai pertalian darah dan/atau ikatan perkawinan dengan pekerja/buruh lainnya di dalam satu perusahaan, kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahan, atau perjanjian kerja bersama.

"Menurut saya ketentuan yang diatur dalam Pasal 153 ayat 1 huruf f UU Ketenagakerjaan ini merupakan pasal karet yang semangatnya tidak memberikan perlindungan kepada pekerja/buruh tapi lebih berpihak kepada pemilik perusahaan," bebernya.

Karena di dalam pengaturan pasal tersebut seolah-olah memberikan perlindungan terhadap pekerja/buruh yang memiliki pertalian darah dan/atau ikatan perkawinan dengan pekerja/buruh lainnya di dalam satu perusahaan.

Tetapi semua itu dimentahkan kembali dengan adanya ketentuan pengecualian melalui perjanjian kerja atau kontrak kerja yang dituangkan dalam peraturan perusahaan, maka ketentuan dalam pasal 153 tersebut di atas menjadi batal.

"Jadi perjanjian kerja atau kontrak kerja lah yang pada akhirnya menentukan boleh atau tidaknya seorang pekerja/buruh yang memiliki ikatan pernikahan dengan teman sekantornya itu bekerja dalam satu tempat pekerjaan," terangnya.

Zainut membeberkan, kalau mau diteliti lebih jauh pengaturan dalam UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan khusus Pasal 153 ayat 1 huruf f itu sebenarnya bukan mengatur larangan pada aspek pernikahannya tetapi lebih pada hubungan kerjanya. Jadi masyarakat harus bisa mendudukkan permasalahan biar tidak ada kesalahpahaman.

MUI menilai undang-undang ini berpotensi untuk digugat di Mahkamah Konstitusi karena diduga bertentangan dengan Konstitusi yaitu terkait dengan Pasal 27 dan Pasal 28 UUD NRI Tahun 1945 yaitu hak untuk mendapatkan pekerjaan layak bagi kemanusiaan dan hak untuk melangsungkan pernikahan.

"MUI mempersilakan kepada kelompok masyarakat untuk mengajukan uji materi (Judicial Review) ke MK sebagai wujud kepeduliannya terhadap nasib para pekerja/buruh dan sekaligus sebagai bentuk kesadarannya terhadap hukum," pungkasnya. (esy/jpnn)

 


BACA JUGA

Jumat, 26 Mei 2017 16:47

Demokrat Tolak Densus Tipikor di Polri

  JAKARTA- Wacana pembentukan detasemen khusus tindak pidana korupsi (Densus Tipikor) di Polri…

Jumat, 26 Mei 2017 16:47

Demokrat Tolak Densus Tipikor di Polri

  JAKARTA- Wacana pembentukan detasemen khusus tindak pidana korupsi (Densus Tipikor) di Polri…

Jumat, 26 Mei 2017 16:28

Baru Jokowi Presiden yang Datangi TKP Pengeboman

  JAKARTA- Dasarnya hobi blusukan, maka tempat kejadian perkara (TKP) bom pun tetap didatangi Presiden…

Jumat, 26 Mei 2017 16:17

Ahok Balikin Duit Operasional Rp 1,2 M

  JAKARTA- Apa yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok harus ditiru pejabat lainnya. Karena…

Kamis, 25 Mei 2017 16:37

Parpol Wajib Ajukan Capres

  JAKARTA- Untuk mengantisipasi munculnya capres-cawapres tunggal, sebagaimana terjadi di berbagai…

Kamis, 25 Mei 2017 16:30

Ini Dia Wajah Pengebom Kampung Melayu

  JAKARTA- Tak butuh waktu lama, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di Kampung…

Rabu, 24 Mei 2017 18:29

DPR All Out Honorer Usia 35 Lebih Bisa Jadi PNS

  JAKARTA- Tiga menteri yang berkompeten akan dihadirkan dalam pembahasan perdana revisi terbatas…

Rabu, 24 Mei 2017 18:22

Cabut Banding, Ahok Juga Kirim Surat ke Jokowi

  JAKARTA- Pencabutan upaya banding terhadap vonis dua tahun penjara yang diputuskan Pengadilan…

Rabu, 24 Mei 2017 18:13

NU-Muhammadiyah Puasa Sabtu

  JAKARTA- Tak ada perbedaan awal puasa antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Kedua…

Selasa, 23 Mei 2017 11:31

Sistematis, Pembunuhan Taruna Akpol M Adam oleh Senior

  SEMARANG - Kasus tewasnya taruna Akpol Muhammad Adam pada Kamis (18/5) membuka tabir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .