MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 19 Mei 2017 09:59
Mengurangi Zat Gizi Makanan, Meningkatkan Risiko Diabetes

Para Nutrisionis Membahas Nasi, Hindari Hangat walau Lebih Nikmat

MANFAAT BERKURANG: Nasi dianjurkan tidak melebih enam jam berada di alat penghangat atau penanak nasi. (ALAN RUSANDI/KP)

PROKAL.CO, Nasi memang nikmat disantap selagi hangat. Karena itu, ada penemuan alat penanak dan penghangat nasi agar selalu berasap kala disantap. Tetapi, perlu Anda ketahui, jangan pernah membiarkan nasi berada dalam alat tersebut lebih dari enam jam.

NOFIYATUL CHALIMAH, Samarinda

“PENGHANGATAN yang lama memang merusak zat gizi pada makanan. Sebaiknya, penggunaan magic com untuk nasi tidak melebihi enam jam. Nilai gizinya akan berkurang, termasuk kualitas karbohidrat,” terang nutrisionis Puskesmas Mangkupalas Samarinda, Saibatul Hairiyah.

Hal tersebut diamini I Wayan Mardika. Nutrisionis di Puskesmas Lempake, Samarinda, sekaligus ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) itu mengatakan, mengonsumsi nasi yang dihangatkan di alat penanak nasi bisa meningkatkan risiko diabetes. Jadi, tidak dianjurkan bagi mereka yang menderita diabetes. Dia meluruskan, bukan magic com yang membuat nasi jadi berbahaya, namun sifat alami bahan makanan dan kerja pencernaan manusia.

“Penderita diabetes tidak dianjurkan untuk mengonsumsi sumber makanan gula sederhana. Dalam artian, makanan yang dikonsumsi ketika dicerna oleh tubuh akan cepat menghasilkan gula darah,” terang Wayan.

Dia menjelaskan, golongan makanan yang mengandung gula sederhana. Contohnya, gula merah dan gula putih serta turunannya atau makanan dan minuman yang diolah dengan gula. Kue manis atau minuman manis. Nah, pada dasarnya, nasi termasuk karbohidrat (sumber gula) yang masih dianjurkan.

Sebab, nasi masuk dalam kategori karbohidrat kompleks. Artinya, ketika dikonsumsi, untuk menjadi gula darah memerlukan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan gula sederhana. “Baik nasi dingin ataupun nasi panas, kandungan gulanya tidak berbeda alias tetap sama,” sebutnya.

Namun, bagi penderita diabetes dan yang berisiko, Wayan tetap merekomendasikan nasi dingin. Alasannya, nasi dingin lebih dianjurkan karena indeks glikemik nasi dingin lebih rendah dibandingkan nasi panas. Indeks glikemik adalah kecepatan karbohidrat yang diubah menjadi gula darah. Nah, nasi panas akan lebih cepat dicerna untuk menjadi gula darah. Apalagi yang dihangatkan terus-menerus dan kualitas gizinya berkurang.

“Jika ditanya apakah nasi dingin kandungan gulanya lebih rendah atau sedikit. Tentu jawabannya tidak. Jadi, walaupun nasi dingin lebih dianjurkan daripada nasi hangat atau panas, bukan berarti boleh mengonsumsi nasi dingin sebebasnya. Tetap harus memerhatikan jumlah asupan nasi yang dimaksud,” jelas Wayan.

Dia memaparkan, menggunakan alat untuk menghangatkan nasi terus-menerus justru kurang bermanfaat. Lebih baik, setelah dimasak, nasi disajikan, ketika dingin baru dimakan.

Wayan terus menekankan, meski dihangatkan seharian dalam magic com, kandungan gula tidak akan bertambah atau berkurang. Namun, untuk zat gizi yang tak tahan panas misalnya vitamin, bisa berkurang selama penghangatan. Selain itu, nasi yang dominan karbohidrat pun mengalami penurunan kualitas karbohidrat. Tak hanya itu, nasi akan lebih mudah dicerna dan indeks glikemik bisa meningkat. (rom/k8)


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 08:11

Sepinggan Perkuat Rute Internasional, Maskapai Mulai Berhitung

SAMARINDA – Memperkuat rute internasional dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan…

Minggu, 19 November 2017 08:07

Jangan Munculkan Diskriminasi Baru

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta hati-hati dalam eksekusi putusan Mahkamah…

Minggu, 19 November 2017 07:59

Daripada Setnov, Lebih Baik Jenguk Tiang

JAKARTA – Hingga kemarin (11/18), lokasi kecelakaan yang melibatkan Ketua DPR Setyo Novanto (Setnov)…

Minggu, 19 November 2017 07:55

Dari Hobi, Bisa Berbuat Jahat

BERPERILAKU jahat harus dicegah sejak usia dini. Sebab, mengatasi overkapasitas rumah tahanan (rutan)…

Minggu, 19 November 2017 07:54

Pernah Harus Pinjam Celana Kain Penjaga Istana

Tiap kali potong rambut, Jokowi tak pernah neko-neko. Lalu, berapa ongkos yang diterima si tukang cukur?…

Minggu, 19 November 2017 07:50

Nonton Sinetron, Anak Ditelantarkan

HOBI terkadang membuat seseorang lupa akan tanggung jawabnya. Hal itu menimpa keluarga Bedu–nama…

Sabtu, 18 November 2017 07:43

Over Kapasitas, Tambah Lapas Bukan Solusi

SAMARINDA  –  Overkapasitas rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas)…

Sabtu, 18 November 2017 07:41

Ngaku Sakit biar Dikirimi Duit

DERING telepon pada siang hari membuat Toto, nama samaran, terkejut. Nomor yang tertera tidak diketahui.…

Sabtu, 18 November 2017 07:38

Biaya Umrah Lebih Murah

BALIKPAPAN  –   Angkasa Pura (AP) I tak ingin terlalu jauh terlibat dalam polemik…

Sabtu, 18 November 2017 07:34

Dipindah ke RSCM, Wajah Setnov Mulus

JAKARTA  –  Tersangka kasus kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) Setya Novanto tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .