MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 19 Mei 2017 09:59
Mengurangi Zat Gizi Makanan, Meningkatkan Risiko Diabetes

Para Nutrisionis Membahas Nasi, Hindari Hangat walau Lebih Nikmat

MANFAAT BERKURANG: Nasi dianjurkan tidak melebih enam jam berada di alat penghangat atau penanak nasi. (ALAN RUSANDI/KP)

PROKAL.CO, Nasi memang nikmat disantap selagi hangat. Karena itu, ada penemuan alat penanak dan penghangat nasi agar selalu berasap kala disantap. Tetapi, perlu Anda ketahui, jangan pernah membiarkan nasi berada dalam alat tersebut lebih dari enam jam.

NOFIYATUL CHALIMAH, Samarinda

“PENGHANGATAN yang lama memang merusak zat gizi pada makanan. Sebaiknya, penggunaan magic com untuk nasi tidak melebihi enam jam. Nilai gizinya akan berkurang, termasuk kualitas karbohidrat,” terang nutrisionis Puskesmas Mangkupalas Samarinda, Saibatul Hairiyah.

Hal tersebut diamini I Wayan Mardika. Nutrisionis di Puskesmas Lempake, Samarinda, sekaligus ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) itu mengatakan, mengonsumsi nasi yang dihangatkan di alat penanak nasi bisa meningkatkan risiko diabetes. Jadi, tidak dianjurkan bagi mereka yang menderita diabetes. Dia meluruskan, bukan magic com yang membuat nasi jadi berbahaya, namun sifat alami bahan makanan dan kerja pencernaan manusia.

“Penderita diabetes tidak dianjurkan untuk mengonsumsi sumber makanan gula sederhana. Dalam artian, makanan yang dikonsumsi ketika dicerna oleh tubuh akan cepat menghasilkan gula darah,” terang Wayan.

Dia menjelaskan, golongan makanan yang mengandung gula sederhana. Contohnya, gula merah dan gula putih serta turunannya atau makanan dan minuman yang diolah dengan gula. Kue manis atau minuman manis. Nah, pada dasarnya, nasi termasuk karbohidrat (sumber gula) yang masih dianjurkan.

Sebab, nasi masuk dalam kategori karbohidrat kompleks. Artinya, ketika dikonsumsi, untuk menjadi gula darah memerlukan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan gula sederhana. “Baik nasi dingin ataupun nasi panas, kandungan gulanya tidak berbeda alias tetap sama,” sebutnya.

Namun, bagi penderita diabetes dan yang berisiko, Wayan tetap merekomendasikan nasi dingin. Alasannya, nasi dingin lebih dianjurkan karena indeks glikemik nasi dingin lebih rendah dibandingkan nasi panas. Indeks glikemik adalah kecepatan karbohidrat yang diubah menjadi gula darah. Nah, nasi panas akan lebih cepat dicerna untuk menjadi gula darah. Apalagi yang dihangatkan terus-menerus dan kualitas gizinya berkurang.

“Jika ditanya apakah nasi dingin kandungan gulanya lebih rendah atau sedikit. Tentu jawabannya tidak. Jadi, walaupun nasi dingin lebih dianjurkan daripada nasi hangat atau panas, bukan berarti boleh mengonsumsi nasi dingin sebebasnya. Tetap harus memerhatikan jumlah asupan nasi yang dimaksud,” jelas Wayan.

Dia memaparkan, menggunakan alat untuk menghangatkan nasi terus-menerus justru kurang bermanfaat. Lebih baik, setelah dimasak, nasi disajikan, ketika dingin baru dimakan.

Wayan terus menekankan, meski dihangatkan seharian dalam magic com, kandungan gula tidak akan bertambah atau berkurang. Namun, untuk zat gizi yang tak tahan panas misalnya vitamin, bisa berkurang selama penghangatan. Selain itu, nasi yang dominan karbohidrat pun mengalami penurunan kualitas karbohidrat. Tak hanya itu, nasi akan lebih mudah dicerna dan indeks glikemik bisa meningkat. (rom/k8)


BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 13:00

ALAMAKKK..!! Lihatlah, Samarinda “Dihantam” Atas-Bawah

SAMARINDA – Banjir menjadi momok yang mendampingi datangnya Lebaran di Samarinda. Cuaca ekstrem…

Kamis, 22 Juni 2017 12:00
JEJAK CHENG HO DARI TIONGKOK KE INDONESIA (25)

Pempek Pun Diperkirakan dari Tiongkok

KEDATANGAN Cheng Ho dan penumpasan bajak laut menjadikan Bumi Sriwijaya lebih tenang. Akulturasi budaya…

Kamis, 22 Juni 2017 11:11

Pemprov Dorong Percepatan PLTA

JAKARTA - Usaha yang dilakukan Pemprov Kaltara akhirnya membuahkan hasil. Kawasan Industri dan Pelabuhan…

Kamis, 22 Juni 2017 11:05

Rita Lapor Menteri ESDM

SAMARINDA - Polemik pembagian porsi hak partisipasi alias participating interest (PI) milik Kaltim di…

Kamis, 22 Juni 2017 11:04

Kapolda Dukung Penuh Jawa Pos Fit Tenggarong

BALIKPAPAN – Gelaran Jawa Pos Fit Tenggarong hanya menyisakan beberapa pekan lagi. Kapolda Kaltim…

Kamis, 22 Juni 2017 11:01

Senang Kelola Majelis Taklim karena Ingin Cerdaskan Perempuan

Hampir seperempat abad Nur Jannah berkecimpung mengelola majelis taklim di Kaltim. Baginya, seorang…

Rabu, 21 Juni 2017 13:09

HATI-HATI..!! Cuaca Buruk Mengintai Selama Mudik

SAMARINDA - Mendung belum mau angkat kaki dari langit Kaltim. Setidaknya sampai Idulfitri. Badan Meteorologi,…

Rabu, 21 Juni 2017 13:00

YANG MUDIK WASPADALAH...!! Rute Kaltim-Kalsel Paling Rawan

BALIKPAPAN – Poros Balikpapan-Samarinda masih menyandang label jalur tengkorak di Kaltim. Walaupun…

Rabu, 21 Juni 2017 12:12
Istri Gubernur Bengkulu Kena OTT, Diduga Suap Proyek Jalan

MANTAP..!! Quattrick OTT KPK Jelang Lebaran

JAKARTA – Bengkulu layak masuk zona merah korupsi. Sebab, sepanjang dua minggu selama bulan Ramadan…

Rabu, 21 Juni 2017 11:03

700 Lubang Sudah Ditambal, Warga Diminta Atur Waktu Mudik

SAMARINDA- Kepala Bidang Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Mahmud Samsul Hadi, menuturkan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .