MANAGED BY:
SABTU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Jumat, 19 Mei 2017 09:26
TAMENG REGULASI
SKEMA MONOTON: Ponaryo Astaman cs belum menemukan formula ideal untuk tampil konsisten di Liga 1. (ALAN RUSANDI/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Terseok-seok di awal musim, Borneo FC tetap mengandalkan skema sama hingga pekan keenam Liga 1. Formula 4-2-3-1 tak terganti sejauh ini. Komposisi pemain pun nyaris mirip dengan mengandalkan sisi lapangan sebagai media serang. Menghadapi Persib Bandung, Sabtu (20/5) mendatang, belum ada sinyalemen perubahan.

Skema 4-2-3-1 memang bukan tanpa hasil positif. Sayangnya, magis formula tersebut hanya berlaku saat tampil kandang. Semen Padang dikalahkan 1-0 (8/5) sementara Persegres Gresik 3-0, 29 April silam. Empat laga lainnya dilakoni di kandang lawan, menuai kekalahan tiga kali serta sisanya seri.

Rotasi dilakukan pelatih Dragan Djukanovic. Tercatat hanya empat pemain selalu menjadi starter, yakni penjaga gawang Muhammad Ridho, kapten Ponaryo Astaman, pemain asing Flavio Beck Junior, dan penggawa muda Terens Puhiri. Dari semua lini, hanya Ridho dan Falvio tak pernah terganti.

Mengawali kompetisi, Borneo imbang 2-2 di kandang PS TNI. Lerby Eliandry diplot sebagai ujung tombak sejak menit awal-saat itu Shane Smeltz belum dikontrak. Sementara bertindak sebagai libero ialah Helder Lobato (telah dicoret) yang berduet dengan sesama asing Kunihiro Yamashita.

Kemenangan menjamu Persegres dan Semen Padang, pelatih Dragan Djukanovic tidak menurunkan pemain yang sama. Diego Michiels dan Leonard Tupamahu menjalani debutnya musim ini saat meraih victory perdana. Sedangkan perubahan saat menjamu Kabau Sirah terjadi dini sektor tengah dengan menempatkan Riswan Yusman.

Dari tiga kekalahan Borneo FC, Dragan menempatkan duet bek, yaitu Yamashita dan Firly Apriansyah saat menantang Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura. Sedangkan melawan Bali United, penggawa asal Jepang diduetkan dengan Matheus Lopes. Leonard Tupamahu masuk sebagai pemain pengganti saat melawan Bali United dan Persipura.

Meski melakukan beberapa kali rotasi, cara bermain Borneo terkesan selalu sama. Dragan mengandalkan sektor sayap sebagai tumpuan serangan. Tak heran bila Terens Puhiri salah satu pemasok bola tertinggi Borneo. Total umpannya (118) hanya dilewati Flavio (238), Ponaryo Astaman (174), dan Tupamahu (123). Terens juga terbanyak melakukan dribel di Borneo. Total 25 upaya selama empat laga terakhir, 11 di antaranya berhasil.

Gaya permainan yang melulu sama hingga kini belum sepenuhnya berujung manis. Justru di laga terakhir pertandingan terasa pahit setelah dibantai Bali United 0-3.

Sulitnya melakukan rotasi pemain ditegaskan Dragan lantaran aturan penerapan wajib tampil U-23. Hal itu membuat jatah main pemain senior terpangkas. Tidak jarang, kondisi pertandingan membuat dirinya enggan melakukan pergantian. Kecuali dalam kondisi genting. "Regulasi musim ini membuat semua hal menjadi kacau. Banyak pemain U-23 belum siap tampil harus dipaksa menjadi starter," tutur Dragan.

Demi menunjang jam terbang pemain muda, Dragan memang memaksimalkan kinerja penggawa U-23 hingga medio babak kedua. Langkah itu akhirnya menyudutkan seniman lapangan hijau senior seperti Michael Orah, Asri Akbar, Patrich Wanggai, dan Sultan Samma. Keempatnya dari enam laga bermain kurang dari 90 menit. Bahkan, nama terakhir baru mengoleksi penampilan 18 menit.

Dari seluruh skuad, beberapa nama juga belum mendapat kesempatan tampil. Paling banyak ialah pemain U-23, yakni Nadeo Argawinata, Habibi, Amin Ohorella, dan Fernando Gomes. Sementara di sektor senior menyisakan Febri Setiadi.

"Saya pikir apa yang jadi permasalahan kami turut dirasakan klub lain. Saya tidak terlalu yakin. Tapi, memaksakan pemain muda untuk tampil sebelum waktunya bukan hal bagus. Namun, aturan begitu kami tetap ikuti," ucap Dragan.

Jika Pesut Etam masih terseok-seok saat ini, Dragan enggan pemainnya disalahkan. Selain itu, tidak ada yang salah pula dengan pola permainan tim. "Kami sudah empat kali main tandang dan semua pertandingan dipimpin wasit buruk. Regulasi juga aneh dan tidak cocok diterapkan dalam liga profesional. Mungkin itu sedikit jawaban kenapa hasil sampai saat ini kurang bagus," beber Dragan.

Terpisah, Presiden Borneo FC Nabil Husein Said Amin senada dengan Dragan. Dia menyayangkan kepemimpinan wasit belum sepenuhnya adil. Selain itu, regulasi U-23 dirasa wajib direvisi. Pasalnya, bila nanti ada tim yang tampil di AFC Cup tidak ada aturan yang mengharuskan pemain muda bermain sejak menit awal.

"Sesuatu yang dipaksakan itu tidak bagus. Saya masih bisa toleransi kinerja tim saat ini karena memang bukan cara bermainnya yang jelek. Tapi faktor non-teknisnya yang belum mendukung," kata Nabil.

Nabil menambahkan, kompetisi masih menyisakan banyak laga. Dragan memiliki waktu menyusun formasi lebih ciamik dan memenangkan laga di setiap pekan berikutnya. "Fokus ke depan saja. Kekalahan sudah tidak perlu diingat karena dalam permainan itu biasa. Saya yakin Borneo FC bisa lebih baik hingga akhir musim," pungkasnya.

Pekan ketujuh Liga 1 mempertemukan Borneo dengan Persib Bandung, Sabtu mendatang. Maung Bandung bertindak sebagai tuan rumah, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. (*/abi/bby/k15)


BACA JUGA

Jumat, 26 Mei 2017 16:38

Jepang Tantang Tiongkok di Semifinal Piala Sudirman

  JAKARTA- Jepang membuka kans kembali lolos ke babak final seperti dua tahun lalu setelah lolos…

Jumat, 26 Mei 2017 09:00

LOMPATAN SETAN

Keluar dari kandang macan, Manchester United masuk arena para singa. Setan Merah mengasah kembali tombaknya.…

Jumat, 26 Mei 2017 08:59

Dikejar Bulan Madu

SUPERSTAR Atletico Madrid ini dirumorkan menikahi Erika Choparena dalam acara rahasia bulan ini. Tak…

Jumat, 26 Mei 2017 08:58

Ditentukan dalam Dua Pekan

OLD Trafford mulai bersiap. Tradisi transfer fantastis seperti terjadi beberapa musim terakhir bakal…

Jumat, 26 Mei 2017 08:55

Zlatan-Rooney Terancam

POTENSI kedatangan Antoine Griezmann bikin posisi pemain depan senior terancam. Kapten Wayne Rooney…

Jumat, 26 Mei 2017 08:54

PERSIAPAN MUSIM BARU

Tur akhir musim ke Australia dimanfaatkan pelatih Liverpool Juergenn Klopp mencoba hal baru. Seperti…

Jumat, 26 Mei 2017 08:54

Sangka Legenda Lazio Santo

GIORGIO Chinaglie adalah pesepak bola legendaris Italia. Meninggal pada 2012 di usia 65. Kariernya begitu…

Jumat, 26 Mei 2017 08:29

PB Percasi Panggil Juwita

SAMARINDA – Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) memanggil empat atlet…

Jumat, 26 Mei 2017 08:25

PSI Kaltim Sasar Olahraga

BALIKPAPAN – Setelah lolos verifikasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)…

Kamis, 25 Mei 2017 09:12

NADIR NAGA

TENGGARONG –Memasuki pekan kedelapan Liga 1, Mitra Kukar terus menunjukkan taji. Dari tujuh penampilan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .