MANAGED BY:
KAMIS
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 19 Mei 2017 08:57
Tol Listrik Suplai Tiga Kawasan Industri

PLN Kejar Target Bangun Pembangkit 1.000 MW

DINANTI PENGUSAHA: Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan Utara. Mega proyek tol listrik yang rampung 2019 membuat sektor industri menggeliat.(dok/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Tol listrik Kalimantan ditargetkan rampung dua tahun lagi. Khusus di wilayah Kaltim-Kaltara, PLN membangun pembangkit 1.000 megawatt (MW) dengan jaringan transmisi sepanjang 2.900 kilometer sirkuit (kms). Jika rencana ini berjalan mulus, rasio elektrifikasi di Kalimantan pada 2019 menyentuh angka 91,2 persen dari sebelumnya 85,62 persen.

Dampak lainnya, sektor industri juga diyakni tumbuh jadi 8,6 persen. Manajer Bidang Niaga PLN Wilayah Kaltim – Kaltara (Kaltimra), Isdenta Sinurat menuturkan, proyek tol listrik Kalimantan terus dikebut. Hal ini merupakan bagian dari komitmen PLN menyediakan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya di Kaltim. Pada prinsipnya, terang dia, tol listrik Kalimantan bertujuan menguatkan sistem listrik di Pulau Borneo.

Jaringan antarprovinsi dapat saling terkoneksi satu sama lain. Contohnya, apabila terjadi kekurangan daya di Balikpapan, maka daerah lain dapat membantu untuk menyuplai daerah tersebut. Dengan adanya sistem listrik yang interkoneksi itu, Isdenta yakin, dapat berpengaruh pada percepatan pertumbuhan lintas sektoral.

Hidupnya jaringan listrik, otomatis turut meningkatkan ekonomi daerah. Seperti halnya yang sudah terlihat di tol listrik Sumatra. “Setelah ada tol listrik, pertumbuhan ekonomi di Sumatra bisa meningkat hingga 9 persen. Jadi Kalimantan juga bisa segera menerapkan hal yang sama. Kami sedang bangun tol listrik yang tersambung dari Kaltara - Kaltim - Kalsel, dan sebagainya," bebernya.

Pria ramah itu yakin, jika tol listrik telah rampung, maka pertumbuhan sektor industri di Kalimantan bisa mencapai angka lebih dari 8,6 persen. Menurutnya, dukungan untuk meningkatkan pertumbuhan sektor industri adalah hal penting. Mengingat Kaltim masih tergabung dengan industri batu bara dan migas.

Tol listrik akan mendukung kawasan industri. Sesuai dengan posisi Kaltim yang saat ini sedang fokus mengembangkan kawasan industri. Di antaranya terdapat Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan, Kawasan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara (PPU), dan Kawasan Industri Maloy di Kutai Timur.

“Posisi RE (rasio elektrifikasi) 2019 nanti, Kalimantan akan terang 91,2 persen. Jadi tol listrik bukan hanya untuk industri. Terutama untuk menerangi daerah-daerah yang masih belum mendapatkan aliran listrik. Seperti daerah yang berada di bagian hulu yaitu Melak, Kutai Barat, Malinau, dan lainnya," sebutnya.

Selama ini, sambung dia, kendala untuk memasang listrik karena tidak adanya infrastruktur. PLN harus tarik jaringan dan tidak ada jalur tiang. Namun dengan hadirnya tol listrik Kalimantan itu, harapannya dapat menjadi solusi momok listrik tersebut.

"Kami tentu tidak bisa diam, makanya secepat mungkin tol listrik bisa rampung sesuai target dari presiden. Selain itu ada pula program 12 lokasi penggunaan genset untuk mengaliri listrik ke desa-desa kecil," imbuhnya. Sementara itu, Direktur Bisnis PLN Regional Kalimantan Djoko Abumanan menjelaskan, rencana terdekat tol listrik dari jalur Sangatta menuju Bontang dapat rampung akhir tahun ini. Kemudian terus berlanjut pembangunan dari Teluk Balikpapan menuju Petung (PPU) dan Kuaro (Paser).

Hingga saat ini, pihaknya masih dalam masa pembangunan transmisi. Pertama, dengan menciptakan koneksi dari sisi Kalsel dan Kaltim. Dia mengungkapkan, jalur Petung – Kuaro sedang dibangun. Sedangkan Kuaro sendiri sudah masuk dari sistem Kalsel. Sehingga 2019 nanti, semua kelistrikan antarprovinsi dapat tersambung dalam satu sistem tol listrik.

"Kendala utama dalam pembangunan tol listrik pasti penguasaan lahan. Tapi itu bukan masalah lagi karena  pemerintah sudah mengatur kebijakan melalui Perpres Nomor 4 Tahun 2016 dan Perpres Nomor 14 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan," pungkasnya. (*/gel/riz/k18)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 09:22

Tujuh Pengendara Terjatuh, Tiang Listrik Rubuh

BALIKPAPAN – Tanjakan Jalan MT Haryono depan diler Mazda kembali makan korban. Truk pengangkut…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:55

Tak Setuju Pemkot Beri Bankeu

BALIKPAPAN - Opsi kabupaten/kota untuk bisa memberikan bantuan keuangan (bankeu) kepada SMA/SMK mendapat…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:50

Brimob Berlomba Rias Istri

BALIKPAPAN – Tangan-tangan kekar para Brimob harus bekerja ekstra dalam menggenggam peralatan…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:41

Pengedar Dibekuk, Simpan Sabu di Mukena Anak

BALIKPAPAN - Jajaran Opsnal Balikpapan Barat kembali membekuk pengedar narkotika jenis sabu, Senin (14/8)…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:37

Masa Pendaftaran Diperpanjang

BALIKPAPAN - Biasanya,setiap PNS bakal berlomba untuk mendapat jabatan yang lebih tinggi. Namun, ketika…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:34

WASWAS...!! Proyek Tol Bakal Diserbu TKA dari China?

BALIKPAPAN - Proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda segmen V disebut bakal digarap oleh investor…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:29

Posisi Kapendam Kosong, Pangdam Tak Usulkan Nama

BALIKPAPAN – Setelah setahun tiga bulan bertugas di Kodam VI/Mulawarman, Kolonel Infanteri (Inf)…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:25

Lima Puluh Sekolah Belum Bersertifikat

BALIKPAPAN - Pemkot harus bekerja keras dalam mengadministrasi aset daerah. Khususnya lahan yang sudah…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:23

Pakai Merah-Putih, Seperti Pejuang

BALIKPAPAN – Suasana ruang pelayanan sistem administrasi satu atap (Samsat) Balikpapan sedikit…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:20

Lepas dari Hal Negatif, Buka Lembaran Baru

Wajah-wajah itu disulut semangat menggebu. Antusiasme ditunjukkan para warga binaan mengikuti setiap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .