MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 19 Mei 2017 08:57
Tol Listrik Suplai Tiga Kawasan Industri

PLN Kejar Target Bangun Pembangkit 1.000 MW

DINANTI PENGUSAHA: Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan Utara. Mega proyek tol listrik yang rampung 2019 membuat sektor industri menggeliat.(dok/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Tol listrik Kalimantan ditargetkan rampung dua tahun lagi. Khusus di wilayah Kaltim-Kaltara, PLN membangun pembangkit 1.000 megawatt (MW) dengan jaringan transmisi sepanjang 2.900 kilometer sirkuit (kms). Jika rencana ini berjalan mulus, rasio elektrifikasi di Kalimantan pada 2019 menyentuh angka 91,2 persen dari sebelumnya 85,62 persen.

Dampak lainnya, sektor industri juga diyakni tumbuh jadi 8,6 persen. Manajer Bidang Niaga PLN Wilayah Kaltim – Kaltara (Kaltimra), Isdenta Sinurat menuturkan, proyek tol listrik Kalimantan terus dikebut. Hal ini merupakan bagian dari komitmen PLN menyediakan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya di Kaltim. Pada prinsipnya, terang dia, tol listrik Kalimantan bertujuan menguatkan sistem listrik di Pulau Borneo.

Jaringan antarprovinsi dapat saling terkoneksi satu sama lain. Contohnya, apabila terjadi kekurangan daya di Balikpapan, maka daerah lain dapat membantu untuk menyuplai daerah tersebut. Dengan adanya sistem listrik yang interkoneksi itu, Isdenta yakin, dapat berpengaruh pada percepatan pertumbuhan lintas sektoral.

Hidupnya jaringan listrik, otomatis turut meningkatkan ekonomi daerah. Seperti halnya yang sudah terlihat di tol listrik Sumatra. “Setelah ada tol listrik, pertumbuhan ekonomi di Sumatra bisa meningkat hingga 9 persen. Jadi Kalimantan juga bisa segera menerapkan hal yang sama. Kami sedang bangun tol listrik yang tersambung dari Kaltara - Kaltim - Kalsel, dan sebagainya," bebernya.

Pria ramah itu yakin, jika tol listrik telah rampung, maka pertumbuhan sektor industri di Kalimantan bisa mencapai angka lebih dari 8,6 persen. Menurutnya, dukungan untuk meningkatkan pertumbuhan sektor industri adalah hal penting. Mengingat Kaltim masih tergabung dengan industri batu bara dan migas.

Tol listrik akan mendukung kawasan industri. Sesuai dengan posisi Kaltim yang saat ini sedang fokus mengembangkan kawasan industri. Di antaranya terdapat Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan, Kawasan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara (PPU), dan Kawasan Industri Maloy di Kutai Timur.

“Posisi RE (rasio elektrifikasi) 2019 nanti, Kalimantan akan terang 91,2 persen. Jadi tol listrik bukan hanya untuk industri. Terutama untuk menerangi daerah-daerah yang masih belum mendapatkan aliran listrik. Seperti daerah yang berada di bagian hulu yaitu Melak, Kutai Barat, Malinau, dan lainnya," sebutnya.

Selama ini, sambung dia, kendala untuk memasang listrik karena tidak adanya infrastruktur. PLN harus tarik jaringan dan tidak ada jalur tiang. Namun dengan hadirnya tol listrik Kalimantan itu, harapannya dapat menjadi solusi momok listrik tersebut.

"Kami tentu tidak bisa diam, makanya secepat mungkin tol listrik bisa rampung sesuai target dari presiden. Selain itu ada pula program 12 lokasi penggunaan genset untuk mengaliri listrik ke desa-desa kecil," imbuhnya. Sementara itu, Direktur Bisnis PLN Regional Kalimantan Djoko Abumanan menjelaskan, rencana terdekat tol listrik dari jalur Sangatta menuju Bontang dapat rampung akhir tahun ini. Kemudian terus berlanjut pembangunan dari Teluk Balikpapan menuju Petung (PPU) dan Kuaro (Paser).

Hingga saat ini, pihaknya masih dalam masa pembangunan transmisi. Pertama, dengan menciptakan koneksi dari sisi Kalsel dan Kaltim. Dia mengungkapkan, jalur Petung – Kuaro sedang dibangun. Sedangkan Kuaro sendiri sudah masuk dari sistem Kalsel. Sehingga 2019 nanti, semua kelistrikan antarprovinsi dapat tersambung dalam satu sistem tol listrik.

"Kendala utama dalam pembangunan tol listrik pasti penguasaan lahan. Tapi itu bukan masalah lagi karena  pemerintah sudah mengatur kebijakan melalui Perpres Nomor 4 Tahun 2016 dan Perpres Nomor 14 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan," pungkasnya. (*/gel/riz/k18)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 07:47

Perusda MBS Diduga Tak Punya Duit

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan menagih komitmen Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) untuk mengganti…

Rabu, 22 November 2017 07:44

Lima Tahun Sewa, Habis Rp 2,2 M

BALIKPAPAN – Tak kunjung dibangunnya kantor baru Kecamatan Balikpapan Tengah dan Kelurahan Mekar…

Rabu, 22 November 2017 07:43

Sentra IKM Tahu Tempe Diguyur Rp 5,8 M

BALIKPAPAN – Pusat industri tahu-tempe yang berada di Somber, Balikpapan Utara mendapat perhatian…

Rabu, 22 November 2017 07:42

P Dicopot dari Green Generation

BALIKPAPAN – Penangkapan remaja berinisial P atas tuduhan tindak pidana seksual terhadap sesama…

Rabu, 22 November 2017 07:40

116 Jamban Baru Telah Dibangun

BALIKPAPAN – Program Karya Bakti TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain…

Rabu, 22 November 2017 07:38

Daripada Menunggu, Lebih Baik Bayar

BALIKPAPAN – Persoalan pungutan terhadap guru yang akan mengikuti Program Keprofesian Berkelanjutan…

Rabu, 22 November 2017 07:35

Salip Truk, Pengemudi Motor Tewas

BALIKPAPAN – Kecelakaan maut melibatkan truk kembali terjadi. Selasa (21/11), sekira pukul 13.45…

Rabu, 22 November 2017 07:33

MENGINSPIRASI..!! Limbah Mangrove Dipesan Sampai Prancis

Bukan simsalabim. Tapi di tangan Guntur Hariyanto, sampah bisa diubah menjadi barang berkelas. …

Rabu, 22 November 2017 07:30

Lepas Karier di Arab, Merintis di Balikpapan

GUNTUR memang menyukai dunia seni. Sempat menjajal masuk ke jurusan Seni Rupa di Institut Seni Indonesia…

Rabu, 22 November 2017 07:29

Berhenti di Trotoar, Angkot Diangkut

BALIKPAPAN – Penertiban kendaraan yang parkir di trotoar terus dilakukan. Selasa (21/11), petugas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .