MANAGED BY:
JUMAT
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 19 Mei 2017 08:57
Tol Listrik Suplai Tiga Kawasan Industri

PLN Kejar Target Bangun Pembangkit 1.000 MW

DINANTI PENGUSAHA: Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan Utara. Mega proyek tol listrik yang rampung 2019 membuat sektor industri menggeliat.(dok/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Tol listrik Kalimantan ditargetkan rampung dua tahun lagi. Khusus di wilayah Kaltim-Kaltara, PLN membangun pembangkit 1.000 megawatt (MW) dengan jaringan transmisi sepanjang 2.900 kilometer sirkuit (kms). Jika rencana ini berjalan mulus, rasio elektrifikasi di Kalimantan pada 2019 menyentuh angka 91,2 persen dari sebelumnya 85,62 persen.

Dampak lainnya, sektor industri juga diyakni tumbuh jadi 8,6 persen. Manajer Bidang Niaga PLN Wilayah Kaltim – Kaltara (Kaltimra), Isdenta Sinurat menuturkan, proyek tol listrik Kalimantan terus dikebut. Hal ini merupakan bagian dari komitmen PLN menyediakan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya di Kaltim. Pada prinsipnya, terang dia, tol listrik Kalimantan bertujuan menguatkan sistem listrik di Pulau Borneo.

Jaringan antarprovinsi dapat saling terkoneksi satu sama lain. Contohnya, apabila terjadi kekurangan daya di Balikpapan, maka daerah lain dapat membantu untuk menyuplai daerah tersebut. Dengan adanya sistem listrik yang interkoneksi itu, Isdenta yakin, dapat berpengaruh pada percepatan pertumbuhan lintas sektoral.

Hidupnya jaringan listrik, otomatis turut meningkatkan ekonomi daerah. Seperti halnya yang sudah terlihat di tol listrik Sumatra. “Setelah ada tol listrik, pertumbuhan ekonomi di Sumatra bisa meningkat hingga 9 persen. Jadi Kalimantan juga bisa segera menerapkan hal yang sama. Kami sedang bangun tol listrik yang tersambung dari Kaltara - Kaltim - Kalsel, dan sebagainya," bebernya.

Pria ramah itu yakin, jika tol listrik telah rampung, maka pertumbuhan sektor industri di Kalimantan bisa mencapai angka lebih dari 8,6 persen. Menurutnya, dukungan untuk meningkatkan pertumbuhan sektor industri adalah hal penting. Mengingat Kaltim masih tergabung dengan industri batu bara dan migas.

Tol listrik akan mendukung kawasan industri. Sesuai dengan posisi Kaltim yang saat ini sedang fokus mengembangkan kawasan industri. Di antaranya terdapat Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan, Kawasan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara (PPU), dan Kawasan Industri Maloy di Kutai Timur.

“Posisi RE (rasio elektrifikasi) 2019 nanti, Kalimantan akan terang 91,2 persen. Jadi tol listrik bukan hanya untuk industri. Terutama untuk menerangi daerah-daerah yang masih belum mendapatkan aliran listrik. Seperti daerah yang berada di bagian hulu yaitu Melak, Kutai Barat, Malinau, dan lainnya," sebutnya.

Selama ini, sambung dia, kendala untuk memasang listrik karena tidak adanya infrastruktur. PLN harus tarik jaringan dan tidak ada jalur tiang. Namun dengan hadirnya tol listrik Kalimantan itu, harapannya dapat menjadi solusi momok listrik tersebut.

"Kami tentu tidak bisa diam, makanya secepat mungkin tol listrik bisa rampung sesuai target dari presiden. Selain itu ada pula program 12 lokasi penggunaan genset untuk mengaliri listrik ke desa-desa kecil," imbuhnya. Sementara itu, Direktur Bisnis PLN Regional Kalimantan Djoko Abumanan menjelaskan, rencana terdekat tol listrik dari jalur Sangatta menuju Bontang dapat rampung akhir tahun ini. Kemudian terus berlanjut pembangunan dari Teluk Balikpapan menuju Petung (PPU) dan Kuaro (Paser).

Hingga saat ini, pihaknya masih dalam masa pembangunan transmisi. Pertama, dengan menciptakan koneksi dari sisi Kalsel dan Kaltim. Dia mengungkapkan, jalur Petung – Kuaro sedang dibangun. Sedangkan Kuaro sendiri sudah masuk dari sistem Kalsel. Sehingga 2019 nanti, semua kelistrikan antarprovinsi dapat tersambung dalam satu sistem tol listrik.

"Kendala utama dalam pembangunan tol listrik pasti penguasaan lahan. Tapi itu bukan masalah lagi karena  pemerintah sudah mengatur kebijakan melalui Perpres Nomor 4 Tahun 2016 dan Perpres Nomor 14 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan," pungkasnya. (*/gel/riz/k18)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 09:06

REI Balik Kritik Pemkot Balikpapan, KOK BISA?

BALIKPAPAN - Para pengembang di Balikpapan tengah dalam sorotan. Ini setelah 25 pengembang mendapat…

Rabu, 20 September 2017 09:04

Baju dan Karung Beras Sumbat Drainase

BALIKPAPAN – Tuntutan agar Pemkot Balikpapan fokus memperbaiki drainase kota dijawab Wakil Wali…

Rabu, 20 September 2017 09:01

Cegah Pemutarbalikan Fakta Sejarah

BALIKPAPAN – Jelang peringatan Gerakan 30 September, Komando Distrik Militer (Kodim) Balikpapan…

Rabu, 20 September 2017 08:57

600 Karung Pakaian Bekas Disita

BALIKPAPAN – Tim Customs Bea Cukai Balikpapan, Senin (18/9), mengamankan KM Mampotu bermuatan…

Rabu, 20 September 2017 08:54

Oktober, Sekwan Baru Dilantik

BALIKPAPAN – Satu jabatan strategis, yakni sekretaris DPRD Balikpapan (sekwan) kini masih kosong.…

Rabu, 20 September 2017 08:53

Bawa Bom, Nelayan Ditangkap

BALIKPAPAN – Sat Polair Polres Balikpapan menangkap seorang warga Manggar, Balikpapan Timur lantaran…

Rabu, 20 September 2017 08:49

Platinum Hotel Tawarkan Monster Burger

BALIKPAPAN – Platinum Hotel Balikpapan menawarkan suasana makan nyaman dan bersahabat. Satu porsi…

Rabu, 20 September 2017 08:45

Berusaha Kabur, Residivis Ditembak

BALIKPAPAN - Junaidi alias Jojon (31) terpaksa dibantu petugas saat berjalan. Betis kirinya diperban.…

Rabu, 20 September 2017 08:41

Ditikam karena Saling Geber

BALIKPAPAN - Penikaman berujung kematian di depan Pasar Segar, Balikpapan Baru, Minggu (17/9) lalu,…

Rabu, 20 September 2017 08:39

Tugas di Samsat, Diajak Makan Malam Sopir Taksi

Rindu begitu dirasa karena jauh dari orangtua dan tanah kelahiran. Namun demikian, orangtuanya juga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .