MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Jumat, 19 Mei 2017 12:00
Menilik Manuver Dua Bakal Calon Gubernur
Jaang-Rizal Makin Lengket, Rita Dapat Bisikan dari KPK
Rita Widyasari dan Syaharie Jaang

PROKAL.CO, Manuver dua kandidat kuat calon gubernur (Cagub) Kaltim periode 2018-2022 kian kencang. Rita Widyasari dan Syaharie Jaang masing-masing fokus memburu pendamping ideal.

WORKSHOP Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Gran Senyiur Balikpapan pada 17-18 Mei “disusupi” agenda terselubung. Jaang yang ditemui usai acara buka-bukaan kepada Kaltim Post. Dirinya tengah intens merajut komunikasi dengan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Menurut wali kota Samarinda ini, Rizal memiliki kompetensi. Perkembangan Balikpapan dinilainya jadi barometer.

"Balikpapan sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur. Pembangunan dan realisasinya sudah banyak berbicara hingga tingkat nasional. Beliau salah satu pemimpin yang berhasil. Ini membuat pak Rizal jadi tokoh di Kaltim khususnya Balikpapan," terang Jaang. Diskusi keduanya pun makin hangat belakangan ini. Tak hanya membahas Samarinda dan Balikpapan, tapi juga Kaltim.

"Saya hormat terhadap beliau. Latar belakangnya swasta. Harapan kita bisa berkolaborasi yang baik," ujarnya singkat. Di tempat yang sama, Rita menyayangkan jika memang Jaang dan Rizal jadi berpasangan. Namun dia optimistis hal itu tak akan berpengaruh pada jumlah suaranya kelak. "Jangan salah. Pemilih di Kukar (Kutai Kartanegara) itu hampir sama dengan Samarinda. Samarinda itu data pemilihnya terakhir sekira 580 ribu, sementara Kutai berkisar 520 ribu pemilih. Beda tipis saja sama Samarinda. Memang kalau ada Pak Rizal bisa ditambah dari Balikpapan, tetapi saya tidak khawatir. Ada trik dan cara saya," ucapnya.

Jika memang Jaang nanti bersanding dengan Rizal sebagai cawagub, Rita menyebut itu hal yang biasa. Ketua DPD Golkar Kaltim ini tetap bertarung secara terbuka. "Saya akan bertarung secara gentleman," tegasnya. Secara eksplisit Rita mengungkapkan, sejauh ini ada 10 calon pendampingnya. Masing-masing dari mereka harus intens melaporkan perkembangan agenda dan kegiatan yang dilakukan. Mereka juga wajib melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait keinginan dirinya untuk maju dalam pilgub nanti.

"Mereka wajib sosialisasi. Didampingi kader Golkar saya. Kader nanti akan lapor ke saya, mana calon yang paling kompeten, paling rajin, paling banyak massanya, yang paling mau turun ke lapangan. Dengan ini saya akan nilai, tentu dengan pertimbangan dan indikator-indikator," paparnya. Namun Rita masih enggan menyebut siapa dari 10 calon yang paling dominan. Karena hingga kini, kesepuluhnya masih bergerilya ke lapangan.

"Ini yang membuat saya pusing. Pak Adi Darma (Wali Kota Bontang 2011-2015) mau memanggil ustaz nanti jelang puasa. Pak Farid Wadjdy (mantan wakil Gubernur) rajin ke lapangan. Pak Andi Sofyan Hasdam (Wali Kota Bontang 2001-2011) dengan massa yang banyak. Jadi sekarang saya masih wait and see," sebut Rita sambil menunjukkan foto sejumlah calon cawagubnya yang melakukan sosialisasi.

Rita tidak mempersoalkan apakah kegiatan itu bersifat kecil atau besar. Terpenting kandidat rajin. Soal kriteria, rupanya Rita dapat pesan dari KPK.  "Yang cocok kalau bisa dari birokrasi. Karena saran dari KPK, banyak pasangan kepala daerah yang bermasalah pasti sama-sama dari politisi atau sama-sama birokrasi. Jadi karena saya politisi, maka birokrasi dianggap lebih cocok. Ini saran KPK dan masukan ini bagus buat saya," pungkasnya. (*/rdh/riz/k18)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 08:32

Tanpa Kertas, Hasil Keluar dalam 15 Menit

Para dokter spesialis saraf kerap kesulitan meluangkan waktu untuk screening pikun dini. Tes yang begitu…

Kamis, 21 September 2017 08:23

Perbanyak Publisitas e-Book hingga Bangun Kampung Literasi

Bagas terlihat asyik memainkan gawai (gadget) pemberian ayahnya. Jangankan tumpukan buku di meja belajar.…

Rabu, 20 September 2017 09:10

Hujan Interupsi, Gebrak Meja, tapi Lebih Suka Jadi Dubes

Sekelompok wakil rakyat berkumpul. Kali ini tak mengenakan setelan formal berdasi. Melainkan seragam…

Selasa, 19 September 2017 08:20

Berangkat Modal Iuran, Sabet Tiga Juara, Bersiap Rebut Piala Presiden

Tak ingin mengalah dengan keterbatasan. Ini dibuktikan sekelompok siswa dari SD 18 Samarinda Ulu. Berkat…

Senin, 18 September 2017 08:31

Rangsang Sensitivitas tapi Berisiko Tersedak hingga Diare

Sebagian masyarakat bukan hanya kurang paham tentang nutrisi yang baik bagi buah hati. Tetapi juga belum…

Sabtu, 16 September 2017 08:15

Kembali ke Daerah, Siap Tugas di Daerah Terpencil

Mengenakan jas putih, khas para dokter, lalu menolong seseorang yang sedang sakit, menjadi mimpi Rizka…

Sabtu, 16 September 2017 08:03

Banjir Penjenguk, Didiagnosis Terkena Epilepsi Akut

Setelah viral ,Riska akhirnya dirujuk ke RSUD Gunung Malang. Pembesuk tak henti datang. Pagi hingga…

Sabtu, 16 September 2017 06:37

Buka Jalur Peminat Investasi di Lahan Bekas Tambang

Berjaya sebagai penghasil emas hitam yang melimpah, Kaltim kini menyisakan banyak lubang tambang. Tak…

Jumat, 15 September 2017 08:39

Dorong Legalisasi Ganja sebagai Pengobatan

Tanaman ganja punya dua sisi yang saling berlawanan. Selain jadi barang terlarang, ganja juga diyakini…

Kamis, 14 September 2017 08:38

Rekrut Kader Lanjut Usia, Kawal Gizi Anak dengan Genting

Wajib bagi seorang ibu menjaga asupan gizi sang buah hati. Mengingat salah satu ancamannya adalah stunting.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .