MANAGED BY:
JUMAT
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Jumat, 19 Mei 2017 12:00
Menilik Manuver Dua Bakal Calon Gubernur
Jaang-Rizal Makin Lengket, Rita Dapat Bisikan dari KPK
Rita Widyasari dan Syaharie Jaang

PROKAL.CO, Manuver dua kandidat kuat calon gubernur (Cagub) Kaltim periode 2018-2022 kian kencang. Rita Widyasari dan Syaharie Jaang masing-masing fokus memburu pendamping ideal.

WORKSHOP Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Gran Senyiur Balikpapan pada 17-18 Mei “disusupi” agenda terselubung. Jaang yang ditemui usai acara buka-bukaan kepada Kaltim Post. Dirinya tengah intens merajut komunikasi dengan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Menurut wali kota Samarinda ini, Rizal memiliki kompetensi. Perkembangan Balikpapan dinilainya jadi barometer.

"Balikpapan sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur. Pembangunan dan realisasinya sudah banyak berbicara hingga tingkat nasional. Beliau salah satu pemimpin yang berhasil. Ini membuat pak Rizal jadi tokoh di Kaltim khususnya Balikpapan," terang Jaang. Diskusi keduanya pun makin hangat belakangan ini. Tak hanya membahas Samarinda dan Balikpapan, tapi juga Kaltim.

"Saya hormat terhadap beliau. Latar belakangnya swasta. Harapan kita bisa berkolaborasi yang baik," ujarnya singkat. Di tempat yang sama, Rita menyayangkan jika memang Jaang dan Rizal jadi berpasangan. Namun dia optimistis hal itu tak akan berpengaruh pada jumlah suaranya kelak. "Jangan salah. Pemilih di Kukar (Kutai Kartanegara) itu hampir sama dengan Samarinda. Samarinda itu data pemilihnya terakhir sekira 580 ribu, sementara Kutai berkisar 520 ribu pemilih. Beda tipis saja sama Samarinda. Memang kalau ada Pak Rizal bisa ditambah dari Balikpapan, tetapi saya tidak khawatir. Ada trik dan cara saya," ucapnya.

Jika memang Jaang nanti bersanding dengan Rizal sebagai cawagub, Rita menyebut itu hal yang biasa. Ketua DPD Golkar Kaltim ini tetap bertarung secara terbuka. "Saya akan bertarung secara gentleman," tegasnya. Secara eksplisit Rita mengungkapkan, sejauh ini ada 10 calon pendampingnya. Masing-masing dari mereka harus intens melaporkan perkembangan agenda dan kegiatan yang dilakukan. Mereka juga wajib melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait keinginan dirinya untuk maju dalam pilgub nanti.

"Mereka wajib sosialisasi. Didampingi kader Golkar saya. Kader nanti akan lapor ke saya, mana calon yang paling kompeten, paling rajin, paling banyak massanya, yang paling mau turun ke lapangan. Dengan ini saya akan nilai, tentu dengan pertimbangan dan indikator-indikator," paparnya. Namun Rita masih enggan menyebut siapa dari 10 calon yang paling dominan. Karena hingga kini, kesepuluhnya masih bergerilya ke lapangan.

"Ini yang membuat saya pusing. Pak Adi Darma (Wali Kota Bontang 2011-2015) mau memanggil ustaz nanti jelang puasa. Pak Farid Wadjdy (mantan wakil Gubernur) rajin ke lapangan. Pak Andi Sofyan Hasdam (Wali Kota Bontang 2001-2011) dengan massa yang banyak. Jadi sekarang saya masih wait and see," sebut Rita sambil menunjukkan foto sejumlah calon cawagubnya yang melakukan sosialisasi.

Rita tidak mempersoalkan apakah kegiatan itu bersifat kecil atau besar. Terpenting kandidat rajin. Soal kriteria, rupanya Rita dapat pesan dari KPK.  "Yang cocok kalau bisa dari birokrasi. Karena saran dari KPK, banyak pasangan kepala daerah yang bermasalah pasti sama-sama dari politisi atau sama-sama birokrasi. Jadi karena saya politisi, maka birokrasi dianggap lebih cocok. Ini saran KPK dan masukan ini bagus buat saya," pungkasnya. (*/rdh/riz/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 16 September 2017 08:15

Kembali ke Daerah, Siap Tugas di Daerah Terpencil

Mengenakan jas putih, khas para dokter, lalu menolong seseorang yang sedang sakit, menjadi mimpi Rizka…

Rabu, 13 September 2017 08:40

Hitung Rokok Tiap Hari, lalu Rehabilitasi Perokok Berat

Menghilangkan ‘budaya’ merokok rasanya seperti hal mustahil. Itu yang dirasakan Ni Made…

Selasa, 12 September 2017 08:10

Sempat Ditolak, Kini Warga Sadar Pentingnya Septic Tank

Sanitasi di wilayah pesisir jadi masalah kompleks. Ini turut dialami Darmawati. Dia harus mengubah perilaku…

Senin, 11 September 2017 09:09

Berantas Campak dengan Kecapi

Sebagai surveilans campak, perawat Puskesmas Klandasan Ilir ini merasa perlu mempertajam data, sekaligus…

Sabtu, 09 September 2017 07:48

Pacaran yang Menghasilkan, Beli Delapan Mobil dari Video Komedi

Menjadi miliarder pada usia muda bukan cerita sinetron belaka. Sejoli mahasiswa dari Universitas Mulawarman…

Sabtu, 09 September 2017 07:41

Mengulik Perjalanan Film sampai Workshop di Busan

Pertengahan Juli lalu menjadi momen berkesan bagi Abdillah Farhan. Mewakili Indonesia menjadi peserta…

Sabtu, 09 September 2017 07:37

Tak Bisa Berpisah Lama, Ikut Hash Selalu Berdua

Dari lari jatuh ke hati. Berkawan hingga berjodoh. Begitulah yang dialami pasangan satu ini. Benih cinta…

Jumat, 08 September 2017 08:44

Bikin Buku agar Jumlah Gigi Sehat hingga Karang Gigi Terpantau

Mungkin tak banyak orang tahu kalau kesehatan gigi dan mulut juga penting untuk ibu hamil. Hal itulah…

Kamis, 07 September 2017 08:54

Ubah Tata Cara Minum Obat Setiap 8 Jam dengan e-Ticket

Banyak penyakit bertambah parah akibat salah mengonsumsi obat. Hal ini menggugah Suci Laraswitasari…

Rabu, 06 September 2017 08:57

Lawan Paradigma hingga Keterbatasan Dana

Masyarakat kerap salah paham seputar nutrisi kepada buah hati. Pemerintah pun gencar menggalakkan program…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .