MANAGED BY:
JUMAT
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Jumat, 19 Mei 2017 08:40
Pola Borneo FC Gampang Dibaca Lawan
Ponaryo Astaman

PROKAL.CO, SAMARINDA - Formasi Borneo FC dari enam laga terakhir selalu sama yakni 4-2-3-1. Pemain yang diturunkan pun nyaris mirip dengan mengandalkan sisi lapangan sebagai media serang. Pola yang tak pernah berubah mengakibatkan cara bermain Pesut Etam mudah terbaca lawan.

Keperkasaan Pesut Etam dengan 4-2-3-1 hanya saat tampil di kandang. Korbannya ialah Semen Padang 1-0 dan Persegres Gresik 3-0. Empat laga lainnya dilakoni tandang dengan menuai kekalahan tiga kali serta sisanya seri.

Beberapa kali melakukan rotasi, tercatat hanya ada empat pemain yang selalu menjadi starter yakni Muhammad Ridho, Ponaryo Astaman, Flavio Beck Junior, dan Terens Puhiri. Dari semua lini, hanya posisi penjaga gawang yang tak mengalami perubahan.

Mengawali kompetisi, Borneo FC meraih hasil 2-2 di kandang PS TNI. Lerby Eliandry diplot sebagai ujung tombak sejak menit awal. Sementara bertindak sebagai libero ialah Helder Lobato yang berduet dengan sesama asing Kunihiro Yamashita.

Kemenangan menjamu Persegres dan Semen Padang, pelatih Dragan Djukanovic tidak menurunkan pemain yang sama. Diego Michiels dan Leonard Tupamahu menjalani debutnya musim ini saat meraih victory perdana. Sedangkan perubahan saat menjamu Kabau Sirah terjadi dini sektor tengan dengan menempatkan Riswan Yusman.

Sementara dari tiga kekalahan Borneo FC, Dragan menempatkan duet bek yang sama yaitu Yamashita dan Firly Apriansyah saat menantang Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura. Sedangkan melawan Bali United, penggawa asal Jepang diduetkan dengan Matheus Lopes.

Padatnya jadwal pertandingan tak semua starter dalam kondisi prima. Dari seluruh pemain, hanya Ridho dan Flavio yang selalu main penuh di enam laga terakhir.

Meski melakukan beberapa kali rotasi, cara main yang diterapkan selalu sama. Dragan pun terkesan memaksakan sektor sayap sebagai tumpuan serangan. Gaya permainan yang melulu sama hingga kini belum sepenuhnya berujung manis. Justru di laga terakhir pertandingan terasa pahit usai dibantai Bali United 0-3.

Sulitnya melakukan rotasi pemain ditegaskan Dragan lantaran aturan penerapan wajib tampil U-23. Hal itu membuat jatah main pemain senior terpangkas. Tidak jarang, kondisi pertandingan membuat dirinya enggan melakukan pergantian. Kecuali dalam kondisi genting. "Regulasi musim ini membuat semua hal menjadi kacau. Banyak pemain U-23 yang belum siap tampil harus dipaksa menjadi starter," tutur Dragan.

Demi menunjang jam terbang pemain muda, Dragan memang memaksimalkan kinerja penggawa U-23 hingga medio babak kedua. Langkah itu akhirnya menyudutkan seniman lapangan hijau senior seperti Michael Orah, Asri Akbar, Patrich Wanggai, dan Sultan Samma. Keempatnya dari enam laga bermain kurang dari 90 menit. Bahkan nama terakhir baru mengoleksi penampilan 18 menit.

Dari seluruh skuad, beberapa nama bahkan belum mendapat kesempatan tampil. Paling banyak ialah dari pemain U-23 yakni Nadeo Argawinata, Habibi, Amin Ohorella, dan Fernando Gomes. Sementara di sektor senior hanya menyisakan Febri Setiadi.

"Saya pikir apa yang jadi permasalahan kami turut dirasakan klub lain. Saya tidak terlalu yakin. Tapi memaksakan pemain muda untuk tampil namun belum waktunya bukan hal yang bagus. Namun aturan begitu kami tetap ikuti," ucap Dragan.

Jika Pesut Etam masih terseok-seok saat ini, Dragan enggan pemainnya disalahkan. selain itu, tidak ada yang salah pula dengan pola permainan tim. "Kami sudah empat kali main tandang dan semua pertandingan dipimpin wasit yang buruk. Regulasi juga aneh dan tidak cocok diterapkan dalam liga profeional. Mungkin itu sedikit jawaban kenapa hasil sampai saat ini kurang bagus," beber Dragan.

Terpisah, Presiden Borneo FC Nabil Husein Said Amin senada dengan Dragan. Dia menyayangkan kepemimpinan wasit belum sepenuhnya adil. Selain itu, regulasi U-23 wajib direvisi. Pasalnya, bila nanti ada tim yang tampil di AFC Cup tidak ada aturan yang mengharuskan pemain muda bermain sejak menit awal.

"Sesuatu yang dipaksakan itu tidak bagus. Saya masih bisa toleransi kinerja tim saat ini karena memang bukan cara bermainnya yang jelek. Tapi faktor non-teknisnya yang belum mendukung," kata Nabil.

Pria tambun itu menambahkan, kompetisi masih menyisakan banyak laga. Dragan memiliki waktu untuk menyusun formasi lebih ciamik dan memenangkan laga di setiap laga berikutnya. "Fokus ke depan saja. Kekalahan sudah tidak perlu diingat karena dalam permainan itu biasa. Saya yakin Borneo FC bisa lebih baik hingga akhir musim," pungkasnya. (*/abi)

 


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 11:12

GANYANG THE GUARDIAN

BEKASI - Mental tandang Mitra Kukar jadi pertaruhan saat bentrok Bhayangkara FC di Stadion Patriot Chandrabhaga,…

Jumat, 21 Juli 2017 11:10

Septian David Terancam

DIPANGGILNYA Septian David Maulana ke timnas sempat membuat Jafri Sastra waswas. Eks timnas U-19 itu…

Jumat, 21 Juli 2017 11:07

Suntikan Energi Sponsor Baru

PENAMPILAN impresif Joko Ribowo di bawah mistar Mitra Kukar berbuah manis. Tak hanya memberi efek positif…

Jumat, 21 Juli 2017 11:06

Viral karena Oral

SUDAH risiko bagi seorang publik figur mendapat perhatian ekstra para pemburu berita. Demikian pula…

Jumat, 21 Juli 2017 11:04

SEBERAPA BOOM KAMU?

Fans Arsenal memiliki slogan baru untuk menyanjung para pemain idolanya dari pinggir lapangan. Memiliki…

Jumat, 21 Juli 2017 09:04

Perseru Bukan Sepele

SAMARINDA - Tidak ada kata mudah bagi Borneo FC untuk memetik tiga poin menjamu Perseru Serui di Stadion…

Jumat, 21 Juli 2017 09:01

Ricky Wajibkan Rotasi

MENJAMU Perseru Serui besok (22/7) di Stadion Segiri, Borneo FC siap memperpanjang rekor 100 persen…

Jumat, 21 Juli 2017 09:00

Manfaatkan Status Tuan Rumah

SAMARINDA - Tanpa terasa, Liga U-19 Indonesia 2017 segera bergulir. Borneo FC U-19 yang tergabung di…

Jumat, 21 Juli 2017 08:57

Hampir Melahirkan, Tetap ke Tribune

DARAH Pusamanita–sebutan suporter Borneo FC untuk kaum hawa–mengalir dalam tubuh Rahma Ujiana…

Jumat, 21 Juli 2017 08:54

Fisioterapi Juga Penentu Kelangsungan Sepak Bola Tanah Air

Asa menjadi seorang dokter sudah pupus. Lutfinanda Amary Septiandi tak lagi berharap mengenakan jas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .