MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Jumat, 19 Mei 2017 08:31
Candu Dana Desa (2-Habis)

PROKAL.CO, CATATAN: SUHARYONO SOEMARWOTO

BICARA dana desa, kapabilitas dan kapasitas aparat desa, mulai dari kepla desa, sekretaris dan perangkat-perangkat lain harus ditingkatkan. Mengingat kondisinya belum memenuhi harapan ideal. Terlebih dalam mengelola anggaran yang begitu besar.

 Sebagian besar kepala desa dan perangkatnya belum siap betul terkait dengan pengelolaan dana desa dan pertanggungjawabannya. Karakteristik desa-desa di Indonesia, termasuk di Kaltim, sangat beragam dan kompleks. Sehingga ketika formulasi pembagian dana desa disamakan, maka terjadi ketimpangan dan tidak efektif.

Sebagian besar kabupaten di Indonesia, selaku penyalur dana desa dari pusat ternyata belum membuat aturan pencairan, pengelolaan dan pertanggungjawaban. Dengan demikian, peluang penyelewengan atas dana desa dapat diantisipasi. Terlebih nanti kalau jumlah dananya mencapai miliaran rupiah untuk tiap desa per tahun.

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Desa. Sehingga diperlukan jalan pintas (shortcut) untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas aparat desa melalui training-training intensif mengenai tata kelola keuangan negara. Tata kelola administrasi pemerintahan dan perencanaan pembangunan. Maupun strategi pengembangan masyarakat desa.

Termasuk pendampingan dari struktural di atasnya. Yang memang sudah memahami seluk beluk pemerintahan. Menurut rilis Kemendes PDTT, dengan alokasi dana desa, hingga saat ini telah dibangun 60 ribu kilometer jalan desa, 60 ribu mandi cuci kakus (MCK), 40 ribu saluran irigasi, 15 ribu polindes, 20 ribu sarana air bersih dan 1.800 pasar.

Dari hasil ini, belumlah nampak adanya upaya-upaya  pemberdayaan masyarakat yang dilakukan. Misalnya pelatihan-pelatihan keterampilan, BLK (Balai Latihan Kerja) Masuk Desa, akses ekonomi, akses permodalan, akses perbankan, akses pemasaran, akses pendidikan nonformal dan akses pendampingan oleh tim ahli.

Pengawasan struktural harus benar-benar dilaksanakan. Agar realisasi dana desa (termasuk APBD dan APBN) sesuai alokasinya. Serta bermanfaat bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Rakyat harus peduli terhadap persoalan kebangsaan. Sehingga memiliki peran serta aktif melakukan pengawasan dengan benar, bukan fitnah.

Pengawasan oleh rakyat dapat dilakukan melalui jejaring sosial, media maupun LSM. Media yang independen dan terpercaya harus melakukan kontrol sosial terus-menerus dan dengan nyali yang lebih. Agar semuanya berjalan sesuai harapan rakyat Indonesia. Kontrol sosial itu pada hakekatnya adalah provokasi kebaikan. Kemudian, jika terjadi pelanggaran dan penyalahgunaan keuangan negara segera diadukan.

Hanya pengadauan yang disertai bukti-bukti yang akan diproses. Dengan bersatunya seluruh elemen-elemen kerakyatan, maka manfaat  dana desa akan sesuai dengan harapan rakyat. Sekaligus akan memakmurkan rakyat. (riz/k18)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 08:17

Satu Tahun Menyongsong Pemilu Serentak

OLEH: NOOR THOHA SPD SH(Ketua KPU Kota Balikpapan) SATU tahun menyongsong pemilihan umum legislatif…

Rabu, 11 April 2018 08:35

Profesionalisme Kepala Sekolah

OLEH: NOOR AIDAWATI, M.PD.(Guru SMK 1 Samarinda) KEPALA sekolah adalah orang yang diberi wewenang dan…

Rabu, 11 April 2018 07:26

Konsekuensi Revolusi Industri (2-Habis)

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan) MENANGGAPI revolusi industri…

Selasa, 10 April 2018 08:16

Jika Sungai Mahakam Tanpa Ikan

Oleh: Etik Sulistiowati Ningsih SP MSi(Lecture and Enumerator Unmul Samarinda) MENYUSUR sepanjang Sungai…

Selasa, 10 April 2018 07:05

Konsekuensi Revolusi Industri (1)

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan) WALAU isunya sudah sedikit…

Minggu, 08 April 2018 07:55

Ketimpangan Akses Informasi Kesehatan

CATATAN: dr DANIAL* BEBERAPA waktu lalu, kesedihan menimpa seorang kerabat penulis. Betapa tidak, sang…

Jumat, 06 April 2018 08:40

Mewaspadai Politisasi Agama dalam Pilgub Kaltim

 OLEH: BAMBANG ISWANTO(Pemerhati Pemilu, Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda) PROGRES…

Kamis, 05 April 2018 05:29

Retorika Nyinyir vs Retorika Data

OLEH: SYAMSUL RIJAL(Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman)SERANGAN memang tidak melulu tentang…

Selasa, 03 April 2018 07:46

Menyambut Mal Pelayanan Publik di Kaltim

OLEH: RUSTAN AMARULLAH(Peneliti Birokrasi & Manajemen Pelayanan Publik-PKP2A III LAN) SETIAP kita…

Senin, 02 April 2018 08:57

Jadi Korban Skimming adalah Salah Kita Semua

OLEH: FIRDA Z. ABRAHAM(warga Samarinda yang menjadi peneliti di Kementerian Komunikasi dan Informatika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .